
Tak terasa sudah sepekan aku menyandang Maba(Mahasiswa baru), hari ini juga hari terakhir PSU(pelatihan super unggul).
Kami memutuskan untuk mengambil beberapa foto bersama disela-sela jam PSU.
"Vi habis ini kita mau ada bikin grup di wa boleh gak kita minta kontak wa kamu?" tanya Mila hati hati.
"Boleh kok mil sini hp kamu biar aq masukin kontak ku"
"Nih Vi" menyodorkan hp nya "Makasih ya Vi" ucapnya setelah aku menyodorkan hp Mila kembali.
"Sama sama mil".
Tak lama Arfian datang dengan Ragil sambil menenteng satu buah plastik besar dan meletakkannya di depan kami.
"Nih ada camilan buat kalian dari arfian" kata Ragil sambil merogoh plastik mencari air mineral.
"Makasih ya Ar"
"Sama sama orang cuma camilan doang kok, abis ini masih ada sesi terakhir kan sama pak Suyanto?".
"Iya setelah itu baru deh bebas dari PSU, tapi masih ada PIMA-POSMA" kata ku sambil mengunyah snack.
"Masih ada waktu tiga hari lagi lah buat persiapan".
"Biarpun masih ada tiga hari, bawaan dan printilannya itu lho banyak banget dan aneh aneh pula" sahutku.
"Sambil jalan sambil cari lah" ringkas Mila yang dari tadi menyimak.
"Woe... kalian masih mau ngobrol apa mau masuk kelas, tu pak Suyanto dah otw" kata Ragil.
"Astagfirullah... ngagetin aja Gil, dah buruan yu masuk" kata Mila.
*PIMA-POSMA itu seperti ospek di kampus ku.
******
Dua jam sudah kami lewati bersama pak suyanto, pak Suyanto ini sebenernya pendiri kampus atau sering disebut sebagai Rektor, namun karna pembawaan santai dan pandai mengajak mahasiswa bercanda sehingga waktu dua jam pun rasanya tak lama.
"Vi langsung balik apa mau kemana dulu?" tanya Arfian.
"Mau mampir di kosnya cendana dulu Ar sambil mau cari perlengkapan buat PIMA-POSMA tiga hari lagi, ribet nanti klo belum lengkap".
"Oke... aku ikut ya" katanya memelas.
"Boleh tapi cma di teras ya, gak boleh masuk tau kan kos ku kos putri" cetus Cendana.
"Iya" jawab Arfian sambil memonyongkan bibirnya.
"Aku sama Cendana jalan kaki ya nanti kamu tunggu aja di depan gerbang kos Cendana" kataku.
"Lho ..... kamu gak pake motor Vi?"
"Gak tadi dibawa mas Ega katanya mau ke bank"
" Hurt... akhirnya sampai juga, mana panas lagi" kata ku setelah jalan hampir sepuluh menit dari kampus.
"Halah baru juga segitu udah ngos ngosan apa kabar aku yang tiap hari jalan" cerocos Cendana disambut gelak tawa Arfian.
"Ya kan beda Cen perasaan jauh banget deh kosmu padahal kalo pake motor Deket" kata ku sambil mendaratkan bokong di kursi rotan.
"Alesan aja Vi"
Kami pun melanjutkan mengobrol dan bercanda sampai melupakan tujuan kami mencari printilan buat PIMA-POSMA.
"Yah udah jam segini aja" kataku sambil melirik jam ditangan ku.
"Ehhhhhh iya dah jam lima aja, jadi lupa kan mau cari karung goni"
__ADS_1
"Besok pagi aja sekalian kita cari yang lain" kata arfian.
" Kalo lagi musim ospek gini susah Ar cari gituan karna pasti pada make karung goni buat bahan ospek" timpal ku.
"Lagian dah tau susah pake suruh bawa segala di jadiin tas lagi" cerocos cendana.
"Ya karna susah Cen kita suruh bawa coba kalo gampang senior pasti gak bakalan bersorak gembira diatas penderitan Maba" kata ku, curahan hati Maba banget pokoknya😂.
"Ya udah besok aku anterin kalian ketempat yang bisa dapetin karung goni dengan mudah" kata arfian di bumbuin dengan senyuman yang membuat curiga.
"Dimana kasih tau sekarang aja " kata ku serius.
"Ada besok ikut aja"
"iya deh jam berapa kesana?" kata ku menyerah.
"Kamu udah siap semua Ar" tanya Cendana.
"Hemmm..." senyuman yang di tunjukan oleh Arfian.
"Cen pinjem hp dong mau wa mas Ega suruh jemput bentar lagi magrib" kata ku.
"Gak usah wa biar ku anter pulang aja"
"Eh..... gak usah Ar takut ngerepotin kan rumah kita juga beda arah" cegah ku.
"Gak papa udah ayo keburu Maghrib" kata Arfian sambil menyalakan motornya.
Di jalan pun tak ada obrolan dan hanya kecanggungan antara aku dan Arfian. sepuluh menit akhirnya aq sampai rumah dengan selamat tanpa lecet🤣.
"Makasih ya udah mau repot repot nganterin aku"
"Sama sama, ngomong ngomong gak ditawarin mampir nih aku?" tanyanya.
"Eh iya mampir yu" tawar ku.
setelah Arfian sudar benar benar pergi barulah aku masuk, dengan langkah gontai aku langsung masuk menuju kamar ku , melihat rumah sepi mungkin mereka sedang diwarung pikir ku, karna rumah yang ku tinggali sekarang nyambung dengan tempat usaha keluarga.
"Lho mbak udah pulang tho" tanya mbak mi art di rumah ku.
"Iya mbak , kemana kok sepi" tanya ku.
"Mas Ega sama mas Ari belum pulang mbak dari pagi, bapak ibu lagi pergi kondangan ke temen kantor bapak".
"Oh terus kok warung masih dibuka mbak siapa yang jaga?"
"Ada Mbak Rani mbak, tadi siang baru datang"
*Mbak Rani ini art paling lama dirumah ku dia udah bantuin ibu ku jualan dari aku SD.
"Ya udah mbak aku bersih bersih dulu abis itu mau tidur karna lagi gak sholat" kata ku.
"Gak makan dulu mbk"
.
"Gak mbak tadi udah makan di kos Cendana"
Keesokan harinya.....
Semalam Arfian sempat mengirimkan pesan singkat kalo kami hari sepakat untuk ketemu sedikit siang karna dia ada keperluan katanya pagi ini.
Ting.....
Suara notifikasi hp ku ternyata Arfian kirim pesan.
📩 Arfi amikom.
"Kamu mau bawa motor apa aku jemput,?"
__ADS_1
"Aku bawa motor aja nanti kan aku boncengan Cendana" kata ku.
📩Arfi amikom.
"Ok👍, dua puluh menit lagi aku tunggu di pintu utara" katanya.
"👍👍👍👍👍" jawab ku.
Cukup lama aku dan Cendana menunggu Arfian yang tak muncul batang hidungnya juga padahal udah dua puluh menit kami menunggu. Dengan nafas yang Terengah engah akhirnya Arfian datang.
"Sorry telat tadi ada urusan dikit"
"Urusan apa sih ampek telat 20 menit" sungut cendana.
"Biasalah rap..... Ya udah ayo katanya kalian mau cari karung goni, motornya titipin aja di dalem" katanya menunjuk parkiran dalem kampus.
"Emang gak papa kan kita lagi gak ada kuliah"
"Gak papa"
Akhirnya setelah aku parkirkan motor aku dan Cendana diajak menyebrang jalan menuju sebuah pasar di sebrang jalan. kami dituntung hingga ke tengah pasar bertemu dengan nenek nenek yang menurut ku umurnya udah menyentuh angka delapan itu.
"Nih disini tempatnya" tunjuknya " Mbah pesenan Kulo Wingi Niko enten npo mboten?" tanya arfian.
"Ono le butuh Piro"
"Butuh berapa kalian?" tanyanya pada kami.
"Lima Ar kamu udah belum?" tanyaku.
"Gangsal Mbah "
"Sijine limolas Yo le dadi limo Pitung puluh limo Yo".
"Geh Mbah mboten nopo nopo" kata ku sambil mengeluarkan uang lembaran merah dari dompet.
Setelah cukup dengan karung goni kami berpindah untuk mencari jeruk dan roti isi stroberi, akhirnya setelah kami berputar putar setengah jam semua kebutuhan PIMA-POSMA lengkap sudah.
"Besok kalian istirahat aja di rumah, sebisa mungkin jangan begadang malamnya, kalo masih kurang bahan bahan mending cari sekarang" ultimatum dari arfian disamput tatapan heran aku dan Cendana.
"Bikin tasnya mending sekarang aja, ada benang dan jarumnya kan?" tanya arfian
"Ada kan sekalian beli"
"Ya udah yu kita balik, langsung kerjain nanti sekalian kabarin tu Ragil, arya, sama nawa, karung goni titipan mereka ada sama kita cen" kata ku.
akirnya setelah Berjam jam kami potong sana potong sini, jahit sana jahit sini tas kami jadi.
*Gambaranya seperti itu ya🤭.
Bersambung.....
**Sedikit info..
Novel ini sengaja aku konsep detail ya, maaf bagi pembaca yang kurang berkenan.
Terimakasih buat kalian**
*Mbah pesenan Kulo Wingi Niko enten npo mboten \= Mbah pesenan saya kemarin ada kan.
*Ono le butuh Piro \= ada le(le itu dalam bahasa Jawa anak lanang atau pemuda) butuh berapa.
*Gangsal Mbah\= lima Mbah.
*Sijine limolas Yo le dadi limo Pitung puluh limo Yo \= satunya lima belas ribu jadi lima tujuh puluh lima ribu.
*Geh Mbah mboten nopo nopo \= iya Mbah tidak apa apa.
__ADS_1