Berbagi Tubuh Dengan Dewa Iblis

Berbagi Tubuh Dengan Dewa Iblis
Menuju Petualangan.


__ADS_3

Luch tidak sadarkan diri, kini jiwanya telah memasuki alam bawah sadar dan bertemu dengan Dewa Iblis.


"Bajingan kau... Dewa Iblis." Ucap Luch sambil melihat Dewa Iblis Theon di depannya.


"Kamu tidak akan bisa mengambil tubuh ku, TIDAK AKAN PERNAH BISA!" Ucap Luch tidak terima dengan omongan Dewa Iblis.


"Apa yang kamu katakan?, bukankah kamu telah menjadi sangat kuat karena diriku, bahkan Raja Artur seorang pemimpin dari Kerajaan terkuat di benua ini tidak bisa mengalahkan mu." Ucap Dewa Iblis sambil mendekat memegang kepala Luch.


Tiba-tiba tangan Dewa Iblis Theon meninju perut Luch dengan sangat kuat.


"Uhuk!"


Luch mengeluarkan batuk hingga darah keluar dari mulutnya.


Luch terjatuh membuat tubuhnya terbaring di tanah alam bawah sadarnya, dengan lemas Luch menggunakan skill tahap 10 untuk memperkuat tubuhnya, ia kini kembali bangun dengan berniat menyerang Dewa Iblis Theon.


"Hahaha, Menarik sekali.. Kamu masih bisa berdiri setelah menerima serangan itu." Ucap Dewa Iblis Theon tertawa bersemangat.


Leher Luch kini di genggam kuat oleh tangan kiri Dewa Iblis hingga ia terangkat dan tidak bisa bernafas, tangan kanannya dengan cepat melepaskan tinjunya ke muka Luch, Luch terhempas sangat keras karena tinjuan itu.


Luch kini kembali terbaring, Dewa Iblis pun mendekat dengan cepat ke hadapan Luch.


"BRUK!!"


Hantaman keras di lakukan oleh Luch dengan cepat ketika Dewa Iblis melesat ke arahnya.


Luch berdiri, kini ia telah memperkuat tubuhnya dengan seluruh tenaga dalam yang di milikinya, Luch merasa sangat kesal hari ini, bukan hanya karena tidak bisa membawa juara untuk kakeknya tapi ia juga sangat kesal karena hidupnya akan berubah karena adanya Dewa Iblis di tubuhnya.


"PERSETAN DENGAN MU!!" Ucap Luch sangat marah sambil melanjutkan serangan ke arah Dewa Iblis.


Dewa Iblis Theon kini merasakan serang dari Luch, ia menjaga jarak dengan Luch dan ia pun berbicara krpada Luchdengan nada merendahkan.

__ADS_1


"Lihat!, Tubuhmu telah menjadi sangat kuat karena kekuatanku!"


"Cepat atau lambat tubuhmu akan menjadi milikku." Ucap Dewa Iblis.


Memang sepertinya kekuatan dari Dewa Iblis sedikit demi sedikit telah bercampur dengan energi bela diri Luch.


Luch yang baru mengetahui hal tersebut menjadi lebih kesal dengan Dewa Iblis, ia pun menyerang Dewa Iblis tanpa pikir panjang dengan kekuatan penuhnya, tentu saja Dewa Iblis bisa menahan serangan tersebut dengan mudah.


Hingga akhirnya beberapa serangan Luch dapat mengenai Dewa Iblis Theon, tepat di bagian kepala, Dewa Iblis Theon melindungi kepalanya untuk bertahan dari serangan berikutnya dengan sihir yang ia dapatkan dari Luch, dengan menaruh energi sihir di sekitar kepalanya untuk menghentikan serangan yang akan mengenainya.


Tanpa sadar, Dewa Iblis mengeluarkan Luch karena telah menggunakan skill yang belum di kuasainya yaitu skill Luch, akibatnya Dewa Iblis Theon tidak sengaja menggunakan semua sihir yang ia miliki untuk mengaktifkan skill tersebut sehingga Dewa Iblis tidak bisa mempertahankan Luch di alam bawah sadarnya.


...****************...


Hari telah berganti, Liya masih menunggu Luch di depan gerbang istana Raja Artur.


"Apa yang membuat Luch telat, padahal dia sendiri yang bilang untuk berkumpul di sini saat pagi."


"Sudah beberapa jam aku menunggu disini." Ucap Liya dalam hati.


Ia mencari formulir di loker yang berisikan peserta yang telah memasuki babak final dari pertandingan tersebut, dan benar saja, kini Liya menemukan tempat tinggal Luch di formulir tersebut dan Liya langsung berangkat menuju alamat yang telah ia dapatkan.


"Tok tok tok"


Suara muncul dari ketukan pintu yang dihasilkan oleh Liya.


"Luch!, Kamu ada di situ?" Ucap Liya memastikan.


Liya menunggu jawaban dari ucapannya, tetapi Liya tidak mendengar apapun dari dalam kamar penginapan itu, rasa sabar Liya sudah mencapai batasnya, ia kini membuka paksa pintu yang terkunci itu dengan menembakan peluru ke lubang kunci hingga hancur.


"Duarr.. "

__ADS_1


Suara ledakan dari lubang kunci yang tertembak.


Liya pun memasuki kamar tersebut dan Liya langsung melihat Luch yang sedang tergeletak di lantai, ia menarik tubuh Luch hingga ujung tembok lalu Liya membuat punggung Luch bersandar di tembok, Liya merasa khawatir melihat Luch yang seperti ini.


...****************...


Beberapa saat kemudian, Luch mulai tersadar, mata Luch sedikit demi sedikit terbuka dengan lemas, kupingnya menangkap suara seseorang di dekatnya.


"Luch!, sadarlah." Ucap Seorang wanita kepada Luch.


Penglihatan Luch masih samar samar, tapi ia mengenali suara tersebut, suara lembut yang sangat indah terdengar oleh kuping Luch, Luch kini mulai bisa melihat sekelilingnya.


"Liya.. Bagaimana bisa kamu berada di sini?" Ucap Luch heran.


"Oh benar juga, jam berapa sekarang?" Tanya Luch dengan lemas.


"Sepertinya hari sudah siang, aku juga tidak tau jam berapa sekarang." Ucap Liya memberikan jawaban.


"Siang?, ya ampun... aku tidak boleh terlalu lama di kota ini, maafkan aku, sepertinya kamu kesini karena aku tidak datang tadi pagi. " Ucap Luch menyadarinya.


"Tidak apa-apa, aku juga kesini menggunakan kuda yang ku pinjam dari istana." Ucap Liya.


"Ngomong-ngomong kamar ini tadi terkunci kan?" Ucap Luch heran.


"Ehmm.. " Ucap Liya bingung untuk menjawab.


"Hey!.."


"Apa yang kalian lakukan dengan penginapan ku!" Ucap seseorang perempuan tua dari luar pintu kamar.


"Liya, cepat jelaskan apa yang telah kamu lakukan." Ucap Luch panik.

__ADS_1


"Bukan aku... " Ucap Liya sambil berlari keluar menjauh dari penginapan melewati seorang wanita tua yang sedang mengomel.


Luch hanya terdiam melihat perempuan cantik itu pergi untuk kabur dari masalah yang dibuatnya.


__ADS_2