Berbagi Tubuh Dengan Dewa Iblis

Berbagi Tubuh Dengan Dewa Iblis
Keputusan Liya.


__ADS_3

Pertandingan telah di lanjutkan tanpa Luch, pertandingan tersebut di menangkan oleh Liya, walau sempat kesulitan karena melawan Kan-yi, karena sebelumnya Kan-yi sudah berhadapan dengan beberapa orang yang kuat, sebagian orang mengincar Kan-yi yang menyebabkan Kan-yi terkena serangan telak di bagian perutnya.


Liya yang menggunakan serangan jarak jauh tidak mengalami hal seperti Kan-yi, ia hanya diam dan hanya menyerang orang yang mendekatinya hingga akhirnya Liya, Kan-yi dan Giko lah yang bertahan, tapi pertandingan hanya membutuhkan 1 pemenang.


Liya dengan keuntungannya menggunakan serangan jarak jauh yang cepat hingga ke duanya kesulitan menghindari serangan itu, kini setelah pertandingan itu selesai, Liya dan Kan-yi sudah tidak berlatih dengan Raja Artur,sudah tidak ada kegiatan yang bisa dilakukan lagi di istana kerajaan.


Kan-yi memilih untuk pulang ke desanya bertemu dengan keluarganya di sana dan meminta izin untuk bekerja sebagai Pengawal Raja, berbeda dengan Liya, ia mencoba merawat gurunya hingga pulih bersama dengan dokter yang ikut membantunya.


...****************...


Di dalam sel bawah tanah kerajaan, dokter yang merawat Raja Artur, kini sedang memberikan sihir penyembuh ke dalam tubuh Luch yang sedang berada di dalam sel yang gelap, seketika sihir penyembuh dari dokter tersebut terkuras dengan cepat mengarah ke dalam Luch, Dokter tersebut kini pingsan karena kehabisan energi sihir.


Para penjaga sel masih belum menyadari bahwa dokter tersebut telah pingsan, hingga tiba waktu perawatan Raja Artur, Liya heran karena dokter yang seharusnya merawat gurunya masih belum datang, ia pun pergi ke ruang medis untuk memanggil dokter tersebut.


"Ada apa Liya? Kau sangat terburu-buru." Ucap seorang perawat yang berada di ruang medis.


Liya masih belum menemukan dokter itu, ia pergi dari ruang medis, Liya merasakan keanehan sehingga Liya kembali berkeliling mencari dokter untuk memeriksa kondisi kesehatan Raja Artur, Liya di hampiri oleh salah satu penjaga sel yang ia kenal.


"Liya... Dokter yang merawat Raja Artur pingsan di dalam sel bawah tanah!"


"Hah!.. Bagaimana bisa?" Ucap Liya terkejut.


Kini keduanya berjalan memasuki sel bawah tanah, Akhirnya Liya berhasil menemukan dokter tersebut, tetapi dokter itu tidak sadarkan diri, semua orang yang berada disana tidak ada yang tahu tentang apa yang terjadi.


Pandangan Liya kini mengarah pada Luch yang masih tidak sadarkan diri di sebelah dokter tersebut.


"Sebelum dokter tidak sadarkan diri.. Dia sedang melakukan penyembuhan kepada orang ini." Ucap penjaga menunjuk kepada Luch.


Liya pun meminta penjaga untuk membawa dokter ke ruang medis untuk pemeriksaan, Liya kini kembali untuk memberitahukan kepada Raja Artur bahwa dokter tidak bisa hadir hari ini.


"Bruk!"

__ADS_1


Suara pintu terbuka.


Liya memasuki kamar Raja, kamar tersebut sedang di bersihkan oleh seorang pembersih karena Raja Artur sedang mandi, kini Liya hanya menunggu untuk memberikan kabar buruk.


Raja Artur telah selesai mandi, Liya akhirnya memberi tahukan kejadian yang di alami oleh dokter itu, setelah memberi tahukan kejadian itu, sebagai Raja yang baik kini kedua nya pergi menjenguk dokter yang sedang di periksa di ruang medis.


Di ruang medis kedua nya bertemu dengan perawat yang sedang memeriksa kondisi dokter, ia telah mengetahui tentang keadaan yang terjadi pada tubuh dokter tersebut, dan kini Raja Artur dan Liya telah mengetahui hal tersebut.


Kehabisan energi sihir.


Suatu kelemahan bagi semua penyihir, energi sihir yang habis membuat tubuh si pengguna akan menjadi lemah hingga tidak sadarkan diri.


"Kehabisan energi sihir?.. Perawat, siapa saja yang telah dirawat oleh dokter hari ini?" Ucap Raja heran.


"Sepertinya hanya Raja Artur saat pagi dan seseorang di dalam sel bawah tanah." Ucap Perawat mengingat kejadian.


"Jika hanya merawat 2 orang tidak mungkin akan menghabiskan seluruh energi sihir, sepertinya ada hal lain yang terjadi." Ucap Raja Artur curiga.


"Luch kamu telah sadar!" Ucap Liya terkejut.


Luch menengok ke arah suara yang memanggilnya.


"Liya, apa itu kamu?" Ucap Luch dengan lemas.


"Dimana Dewa Iblis itu?"


"Sepertinya Dewa Iblis belum sepenuhnya mengambil tubuhmu." Ucap Raja Artur.


"Dewa Iblis?"


"Benar juga.. Dewa Iblis telah memasuki tubuhku." Ucap Kan-yi.

__ADS_1


"Karena bukan hanya keamanan Kerajaan yang akan terancam jika Dewa Iblis muncul tapi seluruh dunia akan merasakannya, jadi aku memikirkan solusi, maukah kamu pergi memasuki Death Valley untuk membawa Dewa Iblis pergi." Ucap Raja Artur.


"Pertandingannya... Apa yang terjadi dengan pertandingannya." Ucap Luch kecewa karena tidak bisa memberitahukan kepada kakeknya.


"Pertandingan telah berakhir Luch." Ucap Liya.


"Guru!.. Biarkan aku pergi ke Death Valley bersama Luch." Ucap Liya sejak tegas.


"Death Valley?. Memang tidak ada pilihan lain." Ucap Luch.


"Kamu serius?. Memang aku tidak ada hak untuk melarang mu, tapi itu sangat berbahaya Liya." Ucap Raja Artur.


"Sebaiknya kamu jangan pernah pergi kesana... Kamu sudah tahu bahwa kamu tidak akan bisa kembali lagi!" Ucap Raja Artur mencegah.


"Aku tidak bisa membiarkan Luch pergi sendiri." Ucap Liya.


Luch masih terlihat sedih, bukan karena Dewa Iblis.. Tapi karena Luch tidak bisa menepati kata-katanya kepada kakek, memang bukan sesuatu yang besar tapi bagi Luch, kakeknyalah satu-satunya keluarga yang sangat di sayangi oleh Luch.


...****************...


Luch telah kembali ke tempat penginapannya, ia membereskan barang-barang untuknya pergi ke Death Valley, Luch tahu tempat seperti apa Death Valley itu, tapi jika ia tidak pergi maka ia akan membuat kerusakan karena Dewa Iblis yang bisa saja menghancurkan apapun jika tubuh Luch diambil alih sepenuhnya.


"Bruk! "


Luch terjatuh saat dirinya sedang merapihkan kamarnya.


"Hahaha!"


"Apa kabar wahai wadah kebanggaan ku!"


"Sulit sekali mengontrol wadah yang sangat berkualitas ini." Ucap Dewa Iblis kepada Luch yang telah berada di alam bawah sadarnya.

__ADS_1


__ADS_2