
Saat itu Dewa Iblis menggunakan seluruh kekuatannya hingga alam bawah sadar pun bergetar karena tidak sanggup menahan kekuatan yang di keluarkan oleh Dewa Iblis, tidak lama setelah kejadian itu, Dewa Iblis kini mulai menyerang Luch dengan sihir api dan gravitasi.
Tanah yang di gunakan sebagai pijakan kaki Luch, kini mulai retak, beberapa retakan besar mulai melayang karena sihir gravitasi, Luch yang masih di serang oleh sihir sihir dari Dewa Iblis hanya menghindar tanpa bisa menyerang.
Dewa Iblis kini ikut menyerang langsung ke hadapan Luch, dengan auranya kini Dewa Iblis membuat pedang tajam yang sangat kuat, Luch yang terkejut karena munculnya Dewa Iblis dengan senjatanya membuat Luch kewalahan.
"Dan saat itulah tangan ku terbelah karena tebasan dari Dew....." Ucap Luch yang berhenti saat mendengar suara benda yang terjatuh.
"Prakkk.."
"Owh... Maafkan aku." Ucap Azella yang tidak sengaja menyenggol peralatan untuk merawat luka luch.
"Azel.. Apa yang kamu lakukan, Luch lanjutkan saja ceritanya." Ucap Liya yang sedang fokus mendengar cerita Luch.
"Auww."
"Zena, tolong pelankan sedikit, terasa sakit jika seperti itu." Ucap Luch yang mengeluh.
"Tahanlah, kamu laki-laki kan?" Ucap Zena yang sedang mencoba merawat Luch.
"Hey Luch.. Apa yang terjadi selanjutnya?"
"Cepat ceritakan!" Ucap Kan-yi yang mulai penasaran.
"Baiklah... Kenapa malah kalian yang tidak sabar, aku sedang kesulitan waktu itu, kenapa kalian jadi seru sekali kelihatannya ketika mendengar ceritaku." Ucap Luch yang heran.
...****************...
Dewa Iblis dengan cepat menghampiri Luch, tebasan melayang ke arahnya hingga akhirnya Luch yang tidak siap untuk menghindari serangan tersebut mencoba menangkis pedang aura yang sangat kuat dari Dewa Iblis.
Akhirnya tangan kiri Luch yang menangkis serangan dari Dewa Iblis terputus karena tidak dapat menahan kuatnya serangan yang di luncurkan oleh Dewa Iblis.
Hingga beberapa waktu kemudian Luch berhasil bertahan dan akhirnya Luch kembali menyerang Dewa Iblis dengan paku penyegel, ia mencoba kembali mendekati Dewa Iblis dengan mempersiapkan paku penyegel di tangan kanannya.
"Ahkk... Azella bagaimana jika lembut lagi." Ucap Luch yang merasa kesakitan.
"Banyak sekali keluhanmu, memang sakit karena tadi aku berikan sedikit sihir untuk memperkuat tanganmu." Ucap Zena kepada Luch.
"Sudah selesai, bagaimana?"
"Apakah sudah bisa di gerakan?" Tanya Zena kepada Luch.
Luch kini berhasil kembali menggerakkan tangan kirinya, ia tidak menyangka bahwa tangannya yang telah terpotong di alam bawah sadar kini masih bisa di sembuhkan kembali, Luch pun berterima kasih kepada Zena yang telah menyembuhkan tahan kirinya.
"Bagaimana jika kamu sekarang mandi terlebih dahulu, saat kamu tidak sadar setelah keluar dari kotak segel, Kan-yi yang telah mengganti pakaian bau mu." Ucap Zena yang memberitahukan.
...----------------...
Ketiganya kini telah selesai bersiap-siap melanjutkan kembali perjalannya menuju Death Valley, Ketika ketiganya berterima kasih dan berpamitan dengan Zena, Zena mengusulkan bahwa Azella harus ikut bersama Luch untuk menjaga segel dari Dewa Iblis.
Walaupun seharusnya Zena yang menjaga segel dari Dewa Iblis agar tidak lepas kendali, tetapi karena umurnya yang sudah bisa dibilang tua, ia tidak lagi bisa mengikuti perjalan menuju Death Valley.
Azella tidak menolak walaupun dirinya tidak terlalu mengenal mereka bertiga, ia hanya mengikuti saran dari gurunya, menurut Azella mungkin perjalannya ini bisa membuatnya menjadi lebih baik.
Tanpa perlu berdiskusi, ketiganya setuju dengan saran dari Zena, walaupun ketiganya memiliki rasa khawatir akan keselamatan Azella, tetapi siapa yang tidak menerima seseorang yang dapat menyembuhkan apalagi Luch membutuhkan Azella untuk urusan menyegel Dewa Iblis.
...****************...
Kini perjalanan berlanjut menuju Death Valley, ke 4 orang tersebut tengah berada di dekat hutan yang tidak jauh dari jalan masuk menuju Death Valley, setelah berpamitan dengan Zena, Azella mendapatkan beberapa paku penyegel untuk berjaga-jaga ketika Dewa Iblis telah melepaskan segel dari paku yang telah di tancapkan oleh Luch.
Walaupun Azella sudah bisa membuat paku penyegel tanpa bantuan dari Zena, tetapi Azella membutuhkan lebih banyak waktu untuk memasang sihir penyegel ke dalam sebuah objek, sebenarnya tidak hanya paku yang bisa di buat untuk penyegelan, tetapi karena paku lebih mudah di gunakan ketika sedang melakukan penyegelan kepada makluk hidup.
Azella tidak hanya bisa menggunakan sihir penyembuh dan sihir penyegel saja, ia telah banyak berlatih bersama Zena untuk menggunakan tongkat yang sudah di kuatkan oleh Zena dengan sihir hingga tongkat tersebut bisa di gunakannya ketika sedang bertarung.
"Apakah jalan menuju Death Valley berada di hutan ini?" Ucap Luch yang tidak yakin.
"Jika mendengar kabarnya, Cursed Portal menuju Death Valley memang berada di sekitar hutan ini." Jawab Kan-yi yang sedang turun dari kereta kuda.
"Sepertinya kuda kita tidak akan bisa memasuki hutan, apakah kita akan meninggalkannya begitu saja?" Ucap Luch.
"Bagaimana jika kita kembali ke rumah yang sebelumnya kita lihat saat perjalanan ke sini, kita bisa saja memberikan kuda kita agar dia bisa dirawat." Ucap Luch sambil mengelus kepala kuda.
...****************...
Setelah mereka memberikan kuda tersebut kepada seorang kakek dengan anaknya, kini Luch dengan yang lainnya pergi memasuki hutan tersebut, mereka mulai berjalan dengan hati-hati sambil memperhatikan sekeliling untuk mencari Cursed Portal yang masih tidak di ketahui letaknya.
__ADS_1
"Kalian berhati-hatilah, waspada dengan sekitar kalian, Azella kamu bisa menjaga diri sendiri kan?" Ucap Kan-yi yang khawatir.
"Tentu saja!" Ucap Azella sambil mengeluarkan tongkatnya.
"Woahh.. Senjata yang keren." Ucap Luch saat melihat tongkat yang baru saja di keluarkan oleh Azella.
"Memang Zena adalah penyihir yang hebat bisa membuat senjata itu." Ucap Liya yang menebak orang yang membuat senjata Azella.
"Bagaimana kamu tahu?, tongkat ini memang di buat oleh Zena." Ucap Azella heran saat mendengar Liya.
"Sial... Jika saja saat itu aku mengetahuinya, mungkin sekarang aku telah mempunyai beberapa alat yang hebat untuk berperang." Ucap Luch yang sedang berfikir.
"Sudahlah, kita harus fokus untuk melanjutkan perjalannya." Ucap Kan-yi.
Kini mereka mencoba tenang dan mulai memasuki hutan terdalam hingga akhirnya mereka telah berada di kawasan peri hutan yang menjaga Cursed Portal, semuanya termasuk Luch sudah mengetahui jika peri hutan adalah tanda bahwa mereka semakin dekat dengan Cursed Portal.
Luch melihat beberapa peri hutan yang sedang beterbangan tanpa mempedulikan mereka yang sedang lewat.
"Hati-hati dengan peri hutan disini, sifat mereka tidak seperti kelihatannya." Ucap Azella.
Hutan lebat yang di penuhi oleh peri hutan yang selalu menjaga Cursed Portal dari orang-orang yang ingin memasuki Death Valley, Azella yang mengetahui sedikit informasi mengenai Death Valley dari Zena, kini memberitahukan informasi tersebut kepada yang lainnya.
Cursed Portal adalah portal yang berbentuk batu besar yang tidak dapat di hancurkan dan akan terbuka jika di aliri oleh sihir yang besar, beberapa orang yang ingin memasuki Death Valley tidak dapat membuka Cursed Portal karena kurangnya energi sihir untuk mengaktifkan portal menuju Death Valley.
"Hati-hati... Kalian harus bergerak dengan cepat ketika sudah menyentuh Cursed Portal itu, karena itu akan membuat peri hutan mengamuk dan akan menyerang kita semua." Ucap Azella memberitahu.
"Lalu... Siapa yang akan membukakan portal itu?" Ucap Luch bertanya.
"Bagaimana dengan Azel, dia kan penyihir yang di ajari langsung oleh penyihir terhebat, mungkin dengan sihirnya bisa membuat batu portal itu terbuka." Ucap Liya menyarankan.
Kini mereka mulai mencoba membuka Cursed Portal dengan menggunakan sihir dari Azella, Luch dengan yang lainnya hanya bisa menunggu dan melindungi Azella dari peti hutan ketika Azella menyentuh dan menyalurkan sihirnya ke dalam portal tersebut.
Kedua tangan Azella kini menyentuh batu portal tersebut, seketika sihir Azella langsung terkuras habis dengan cepat yang membuatnya jatuh pingsan, kekuatan sihir Azella bisa di katakan berlimpah tetapi di hadapan portal tersebut sihir yang di miliki Azella tidak ada apa-apanya.
Azella langsung tumbang karena kehabisan sihir di dalam tubuhnya, tetapi waktu terus berlalu, Peri hutan dengan cepat telah berada di sekitar Azella yang sedang tidak sadarkan diri untuk menyerang Azella, peri hutan hanya tertuju kepada orang yang telah menyentuh batu portal tersebut.
Luch dengan yang lainnya berusaha dengan keras untuk menghadang peri hutan yang sedang mengincar Azella, Liya dengan serangan jarak jauhnya kini menahan peri hutan di barisan belakang.
"Azel!!.." Ucap Liya terkejut saat menyadari Azella yang telah gagal membuka Cursed Portal dengan sihirnya.
Liya dengan cepat mendekati Azella untuk membantunya.
"Bantu aku membawa Azella pergi keluar dari hutan ini, peri hutan tidak akan berhenti sebelum memusnahkan Azella." Ucap Kan-yi kepada Luch sambil membawa Azella pergi menjauh.
Mata Luch kini mulai melihat Kan-yi yang telah memanggilnya, seketika ia terkejut saat melihat peri hutan yang telah berada di belakang Kan-yi untuk mengincar Azella.
"KAN-YI... MENUNDUK!!" Ucap Luch sambil berlari dengan mengangkat kakinya bersiap untuk menendang peri hutan yang berada di belakang Kan-yi.
"Buukk!!!" peri hutan yang tepat di belakang Kan-yi kini terkena tendangan dari Luch dengan sekuat tenaga.
Kan-yi yang mendengar suara Luch langsung menundukkan badannya, seketika kaki Luch terlihat oleh mata Kan-yi yang sedang menghadap ke atas, peri hutan tersebut hancur dan mengeluarkan suara ledakan ketika terkena tendangan dari Luch.
"Lari lah terlebih dahulu, biar aku yang menahannya."
"Liya ikuti Kan-yi!, jaga mereka dengan senjatamu." Ucap Luch sambil menyerang peri hutan yang sedang mendekati Azella.
Kan-yi dengan cepat mengamankan Azella dari peri hutan bersama dengan Liya, Luch yang masih di sekitar Cursed Portal kini menghadang datangnya peri hutan yang di munculkan oleh sihir aneh dari portal tersebut.
Luch memperkuat seluruh tubuhnya dengan memadatkan tenaga dalam yang berada di tubuhnya.
"Tidakk!.. Masih tidak cukup!!" Ucap Luch saat memperkuat tubuhnya.
Ia masih mencoba menambahkan tenaga dalam di tubuhnya, tidak lama, terlihat cukup jelas bahwa Luch mulai mengalami peningkatan di tubuhnya, kekuatan mulai bermunculan di tubuh Luch, ia tidak sadar jika dirinya telah membuka sedikit segel dari kekuatan Dewa Iblis hingga dirinya bisa menyerap beberapa kekuatan yang telah lepas dari segel.
Setelah berhasil memperkuat tubuhnya, ia memukul peri hutan yang berada di dekatnya, tanpa di duga, satu pukulan tersebut membuat peri hutan yang berada di sekitarnya meledak karena tekanan dari kekuatan yang sangat besar hingga tidak ada peri hutan yang bisa menahannya jika berada di dekat kekuatan yang telah di keluarkan oleh Luch.
Luch melihat beberapa peri hutan yang berhasil melewatinya hingga mendekati Azella, tanpa banyak berpikir, Luch langsung menghampiri peri hutan itu dengan cepat Luch melayangkan tinjunya hingga suara yang muncul dari tujuan Luch terdengar oleh Kan-yi dan yang lainnya.
"DUAR!!"
"Suara apa itu?" Heran Liya satu mendengar suara yang menyerupai ledakan.
"Luch??"
"Ada yang aneh dengan Luch." Ucap Liya yang melihat Luch yang telah kembali mendekati portal tersebut.
__ADS_1
"Apa yang terjadi di belakang sana?." Tanya Kan-yi sambil fokus membawa Azella keluar perbatasan dari Cursed Portal.
"Kuharap Luch berhasil melarikan diri dari peri hutan, kita tidak mungkin bertahan jika melawan peri hutan karena tidak ada akhirnya hingga kita semua tewas, mereka akan selalu bermunculan untuk menghabisi kita." Ucap Kan-yi.
...****************...
Sudah sangat lama Luch membantai peri hutan di dekat portal tersebut, kesadaran Luch telah hilang sedikit demi sedikit saat ia mulai menggunakan kekuatan dari Dewa Iblis, rasa haus akan peperangan dari kekuatan Dewa Iblis telah membuat Luch melawan para peri hutan yang sedang mengincar Luch.
Sudah pasti Luch akan kelelahan jika terus menerus menggunakan kekuatannya, hingga ia tidak lagi bisa menggerakkan tubuhnya, Kan-yi dan yang lainnya kini telah berhasil keluar dari hutan hingga akhirnya kembali bertemu dengan kakek yang telah Luch berikan kuda saat sebelum memasuki hutan.
Kan-yi dan Liya telah berada di dalam rumah kakek tersebut, Azella yang sedang tidak sadarkan diri di berikan perawatan oleh Liya di dalam rumah kakek itu, hingga beberapa waktu berlalu, Kan-yi mulai mengkhawatirkan Luch yang masih belum keluar dari hutan.
Malam telah tiba, tetapi Luch masih melanjutkan pertarungannya, sudah terlalu banyak peri hutan yang telah Luch kalahkan hingga sepertinya hanya sebatas ini kekuatan Luch bisa bertahan, tubuh Luch mulai kaku dan keadaan itu seketika menjadi terbalik.
Peri hutan dengan mudah menyerang Luch yang sudah tidak bisa menggerakkan tubuhnya, Luch kewalahan dengan serangan serangan yang ia terima dari peri hutan, hingga beberapa serangan tersebut mengenai jidat Luch hingga mengeluarkan banyak darah.
Kaki Luch akhirnya sudah tidak kuat untuk membuatnya berdiri, Luch tumbang karena menggunakan kekuatan yang sangat dasyat dari Dewa Iblis, seketika mata yang hampir tertutup itu sekilas melihat batu portal yang berada di sebelahnya dan tanpa sadar tangan Luch bergerak menyentuh batu portal yang biasa di sebut Cursed Portal.
"Duarr!!"
Ledakan besar dari sihir muncul di batu portal dan kini portal mulai terbuka yang tercipta dari batu yang telah Luch isi sihir tanpa sadar, seluruh dunia merasakan getaran hebat dengan adanya aura sihir yang terpancar bersamaan dengan getaran yang terjadi di seluruh dunia.
Ledakan yang hanya bisa muncul ketika Cursed Portal telah di aktifkan, hingga membuat tubuh Luch terpental akibat ledakan yang di hasilkan dari Cursed Portal.
Semua orang telah merasakan aura sihir yang meledak termasuk Kan-yi dan Liya begitu pula kakek tersebut, Kan-yi yang heran tentang Cursed Portal yang telah terbuka lalu meminta Liya untuk menjaga Azella di rumah tersebut, karena Kan-yi langsung bergegas menemui Luch untuk melihat apa yang telah terjadi.
Malam hari dimana hutan menjadi sangat gelap tanpa adanya pencahayaan langsung dari matahari ataupun obor, Kan-yi memasuki hutan dengan terburu-buru tanpa menyiapkan obor terlebih dahulu, tapi Kan-yi tampak tidak kesulitan dengan kegelapan yang menyelimuti hutan tersebut karena ia bisa menggunakan sedikit sihir yang ia pusatkan di bola matanya.
Berlari melewati pepohonan yang lebat dengan cepat hingga akhirnya jauh di depan matanya, Kan-yi melihat Luch yang telah terbaring di tanah dengan darah yang keluar di setiap tubuhnya, tidak ada peri hutan yang muncul sebelum Cursed Portal telah tertutup, hanya ada Luch yang berada di sana yang membuat Kan-yi menyimpulkan bahwa yang telah membuka Cursed Portal adalah Luch.
Kan-yi membalikkan badannya lalu kakinya melangkah dengan kecepatan yang terus meningkat, ia kembali menuju Liya dan Azella yang masih berada di luar hutan.
"Ku mohon jangan tertutup dulu..." Ucap Kan-yi di dalam hati yang ingin menjemput Liya dan Azella untuk memasuki Cursed Portal.
...****************...
"Liya.. Cepat kembali ke portal itu." Ucap Kan-yi saat melihat Liya ketika Kan-yi telah sampai di rumah kakek tersebut.
"Kita tidak punya waktu." Ucap Kan-yi yang terburu-buru.
"Ada apa?" Tanya Azella yang baru sadar.
"Cursed Portal telah terbuka, itu akan tertutup cepat atau lambat." Jawab Kan-yi memberi tahu.
"Liya, pergilah terlebih dahulu."
"Aku akan membawa Azella, sepertinya energinya masih belum pulih." Ucap Kan-yi yang sedang terburu-buru.
Liya pun langsung berlari menuju Cursed Portal seperti yang Kan-yi ucapkan.
"A aaku bissa jalan sendiri!" Ucap Azella terlihat malu saat mendengar ucapan Kan-yi.
"Tidak ada waktu lagi Azella.. Cepat naik, biar aku gendong." Ucap Kan-yi sambil memberikan punggungnya untuk Azella naik.
Akhirnya Azella menyusul Liya dengan di gendong oleh Kan-yi, Kan-yi yang berusaha untuk mengejar waktu sebelum portal tersebut tertutup kembali, kini mulai kelelahan karena setaminanya hampir habis setelah berulang kali pergi ke Cursed Portal dan kini bertambah susah karena ia membawa Azella di punggungnya.
+++
"Kan-yi!!" Teriak Liya saat melihat Kan-yi yang masih jauh dari Cursed Portal.
"Cepat, portalnya semakin mengecil." Ucap Liya sambil menghampiri Kan-yi.
"Liya, bantu Azella berjalan." Ucap Kan-yi sambil menurunkan Azella dari punggunya.
"Aku yang akan membawa Luch." Ucap Kan-yi sambil berlari ke arah Luch.
"Hush.. huuh huhh." Hembusan nafas keluar dari mulut Kan-yi.
Kini mereka semua telah berkumpul tepat di depan Portal tersebut, mereka mulai mempersiapkan diri untuk masuk ke dalam Cursed Portal.
"Baiklah.."
"Kita masuk bersama." Ucap Kan-yi sambil menggendong Luch yang sedang tidak sadarkan diri.
Dengan kompak, kaki mereka kini melangkah bersamaan memasuki portal tersebut.
__ADS_1
"Whuss."
Portal tersebut kini tertutup dan kembali terbentuk seperti batu, para peri hutan kembali bermunculan di sekitar Cursed Portal, akhirnya mereka berhasil memasuki Death Valley.