Berbagi Tubuh Dengan Dewa Iblis

Berbagi Tubuh Dengan Dewa Iblis
Kembalinya Luch.


__ADS_3

Liya telah mengganti pakaiannya yang telah kotor dan bau karena air rawa yang telah ia lewati untuk menuju kesini, Azella telah meminjamkan beberapa pakaian kepada Liya karena pakaian Liya yang tertinggal di kereta kuda yang berada di seberang rawa.


Berbeda dengan Kan-yi, ia melepaskan pakaiannya untuk di bilas dengan air bersih di dalam kamar mandi, ketika ia mencuci pakaian tersebut, ia hanya mengenakan jubah yang di pinjamkan oleh Zena.


...****************...


"Dasar keras kepala!, sepertinya harusku buktikan seberapa besar jarak kekuatan di antara kita." Ucap Dewa Iblis yang kesal saat mengetahui bahwa Luch datang untuk menyegel dirinya.


Dewa Iblis langsung menyerang Luch dengan sihir gravitasi, membuat tubuh Luch tertekan ke dalam tanah, kini tubuh Luch menjadi sangat berat karena sihir dari Dewa Iblis.


"Tubuhku tidak akan kuberikan walau satu detikpun!!" Ucap Luch yang mulai berdiri dari tekanan sihir gravitasi yang kuat.


Luch berlari dengan penuh kekuatanya untuk menghampiri Dewa Iblis, paku kecil yang di bawa oleh Luch kini ia lemparkan dengan mengumpulkan seluruh energi di tangan kanannya yang ia gunakan untuk melempar satu paku yang tepat mengenai kaki dari Dewa Iblis.


Dewa Iblis yang tidak menyadari serangan dari Luch, kini terkena paku yang tertancap di kakinya, karena dorongan keras yang di sebabkan paku tersebut membuat tubuh Dewa Iblis kehilangan keseimbangan hingga ia tidak menyadari sihir gravitasi yang di aktifkan di sekitar Luch kini telah menghilang.


Luch yang lebih leluasa mulai bergerak ke hadapan Dewa Iblis dengan melayangkan tendangan cepat yang telah di lapisi oleh energi dari tenaga dalam, Dewa Iblis yang melihat hal tersebut, langsung menghempaskan Luch dengan auranya hingga Luch terhempas sangat jauh.


"Ahkk!"


Suara Luch yang keluar tanpa sadar saat dirinya terhempas sangat kuat.


"Masih tersisah 2 paku lagi untuk menyegel." Ucap Luch dalam hati.


Dewa Iblis berusaha melepaskan paku kecil yang tertancap di kakinya, walau sudah berusaha dengan sangat kuat, entah kenapa Dewa Iblis tidak bisa melepas paku tersebut, Luch yang melihat dari kejauhan merasa bahwa usahanya membuahkan hasil.


"Ada apa dengan paku ini?" Ucap Dewa Iblis yang menjadi kesal.


Dewa Iblis kini mengetahui metode yang Luch gunakan untuk menyegel dirinya, ia sadar masih ada beberapa paku lagi yang harus tertancap di tubuh Dewa Iblis untuk menyempurnakan segel tersebut.


"Kamu hanya beruntung, kali ini tidak akan mudah!" Ucap Dewa Iblis yang mulai berhati-hati dengan paku yang di bawa oleh Luch.


Luch mempersiapkan dirinya untuk pertarungan selanjutnya, ia mengaktifkan skill tahap ke-6 untuk memperkuat seluruh tubuhnya, tetapi tenaga dalam yang Luch gunakan untuk memperkuat tubuhnya telah jauh meningkat menjadi lebih kuat dari sebelumnya.


Sepertinya beberapa kekuatan sihir dari Dewa Iblis masuk dan bercampur dengan tenaga dalam yang Luch gunakan, sehingga membuat Luch memiliki sebagian kecil kekuatan dari Dewa Iblis.


Luch memulai serangan langsung dengan dengan cepat menutupi jarak di antara Dewa Iblis, tinjuan demi tinjuan Luch kerahkan tanpa jeda, dengan membabi buta Luch melancarkan tinjunya, Dewa Iblis yang sedang di serang kinj menggunakan auranya untuk menangkis semua serangan dari Luch.


Tanpa di duga, semua serangan dari Luch berhasil menembus pertahanan aura dari Dewa Iblis, tinjuan Luch kini mengenai leher Dewa Iblis.


"Buk.. Buk."


Muncul suara keras saat tangan Luch mengenai leher Dewa Iblis.


Raja Iblis dengan refleks kemudian menjauhkan tubuhnya, Luch yang sedang fokus menyerang kini melihat Dewa Iblis yang bergerak mundur.


"Shyuttt..."


Paku melesat saat Dewa Iblis bergerak mundur.


Luch melempar dengan cepat paku tersebut kepada Dewa Iblis, tanpa di duga paku tersebut kini melesat menjauh dari hadapan Dewa Iblis, sihir Dewa Iblis membuat paku tersebut terhempas menjauh.

__ADS_1


Dewa Iblis mulai mengaktifkan sihir terkuatnya, alam bawah sadar tersebut bahkan tidak dapat menahan kekuatan yang di keluarkan oleh Dewa Iblis, getaran yang sangat dasyat kini di rasakan oleh keduanya, Luch mulai khawatir akan misinya untuk menancapkan paku ke tubuh Dewa Iblis karena hanya tersisah 5 kesempatan lagi untuknya agar berhasil menyegel Dewa Iblis.


...****************...


Hari mulai malam, kini pakaian Kan-yi telah kering sepenuhnya, ia kembali menggunakan pakaian yang telah di cucinya hingga bersih, Kan-yi mulai mendekati kotak hitam yang di masuki oleh Luch, ia dengan bosan memperhatikan kotak tersebut.


"Apa yang sedang kamu lakukan?" Tanya Azella saat melihat Kan-yi yang sedang melamun.


Azella yang sedang membuat mantra penyegel bersama dengan gurunya, tidak sengaja melihat Kan-yi saat ia ingin mengambil kertas mantra yang berada tidak jauh dengan Kan-yi.


"Tidak ada, aku hanya bosan." Ucap Kan-yi kepada Azella.


"Bagaimana jika kamu melihat pembuatan mantra penyegel seperti Liya." Ucap Azella menawarkan.


"Tidak perlu, mungkin aku akan kembali ke kereta kuda, aku sedikit khawatir dengan kuda itu." Ucap Kan-yi.


"Tapi sekarang sudah malam, sebaiknya kamu istirahat di kamar itu." Ucap Azella sambil menunjuk kamar kosong di dekatnya.


"Tidak apa, sekalian juga aku memeriksa kudanya, ngomong-ngomong di mana Zena sekarang?" Ucap Kan-yi mencari Zena untuk memintanya menggunakan sihir teleportasi kepadanya.


Azella menyuruh Kan-yi untuk mengikutinya ke tempat Zena yang sedang membuat mantra penyegel, setelah Kan-yi bertemu dengan Zena, ia langsung meminta mengirimnya ke seberang rawa dengan sihir teleportasinya.


"Kan-yi... Malam ini kamu akan tidur di kereta kuda?" Ucap Liya menanyakan.


Kan-yi pun menjawab perkataan Liya, lalu ia langsung meminta Zena menggunakan sihir teleportasi, hingga akhirnya Kan-yi telah berada di dekat kereta kudanya, mata Kan-yi kini mengarah kepada kuda tersebut yang sedang tertidur lelap di depan kereta kuda tersebut.


"Huhh... Sampai kapan kita akan berada di sini?" Ucap Kan-yi di dalam hati.


Ia pun kini tertidur di dalam kereta kuda, hingga pagi datang, Liya yang telah beristirahat dengan Azella di kamar yang tidak jauh dengan kamar milik Zena, Liya memulai paginya dengan mandi bergantian dengan Azella dan Zena, karena hanya satu kamar mandi yang berada di rumah tersebut.


Kan-yi yang telah terbangun dari tidurnya, kini mengasah pedang miliknya di dekat air rawa, sedangkan Liya, ia telah menyelesaikan mandinya, kini giliran Azella yang memasuki kamar mandi, Liya meminjam pakaian milik Azella dari dalam lemari.


"Brukk"


Suara keras terdengar saat Liya sedang memakai pakaian di kamar Azella.


Liya buru-buru memakai pakaiannya lalu ia langsung berlari mendekati suara yang di dengar sebelumnya, Liya tidak tahu persis dimana datangnya suara tersebut, ia akhirnya berhenti saat melihat Zena yang sedang duduk di dalam kamarnya dengan pintu kamar yang terbuka.


"Zena.. Apakah suara itu dari sekitar sini?" Tanya Liya kepada Zena yang terlihat sedang tertidur di kursinya.


"Ada apa?, aku tidak tahu." Jawab Zena terbangun dari tidurnya.


Akhirnya Liya mencari kembali sumber suara keras yang membuatnya menjadi penasaran, ia kini mencari ke seluruh ruangan, ia takut karena suara tersebut membuat perasaan Liya menjadi gelisah.


"ASTAGA!!.."


"LUCH!!!.. Akhirnya kamu kembali." Ucap Liya yang terkejut melihat Luch yang telah keluar dari kotak yang berisi segel dari Zena.


Pandangan Liya kini mengarah pada tubuh Luch yang berdiri di depan kotak tersebut, Liya sekilas melihat kekosongan di mata Luch hingga akhirnya tubuh Luch mulai terjatuh, Liya yang masih melihat kejadian itu, dengan cepat meraih tubuh Luch yang sedang terjatuh.


Azella yang telah keluar dari kamar mandi, melihat Liya saat ia ingin menuju kamarnya, Liya yang sedang membawa Luch di punggungnya meminta tolong kepada Azella untuk membantunya membawa Luch untuk di taruh di sofa yang berada di ruang tamu.

__ADS_1


Setelah membantu Liya menaruh Luch di sofa, ia langsung menghampiri gurunya untuk memberi tahu tentang keadaan tersebut, lalu Zena yang masih merasa mengantuk kini menuju ke ruang tamu, berbeda dengan Zena, Azella pergi ke arah yang berbeda yaitu kamarnya untuk memakai pakaiannya.


Saat Zena menuju ruang tamu, ia mencium aroma aneh dari ruangan tersebut, aroma dari keringat dan air rawa yang telah mengering di pakaian Luch, Zena langsung bertindak untuk menggunakan sihir teleportasinya kepada Kan-yi.


Tidak lama, muncullah Kan-yi karena sihir dari Zena, Kan-yi yang masih mengasah pedangnya menjadi terkejut dan langsung merasa mual karena tubuhnya tidak terbiasa dengan sihir teleportasi.


"Apa yang kamu lakukan!.."


"Tiba-tiba membawaku kesini!" Ucap Kan-yi yang masih duduk memegang pedangnya yang masih di asah.


Zena lalu menjelaskan alasannya memanggil Kan-yi, ia meminta tolong kepada Kan-yi untuk membersihkan tubuh Luch dari bau yang tidak sedap tersebut, walaupun Kan-yi sempat menolak, akhirnya Kan-yi menerima permintaan dari Zena.


...****************...


Beberapa jam telah berlalu semenjak Kan-yi telah membersihkan tubuh Luch dari bau yang tidak sedap, kini akhirnya Luch telah terbangun dari pingsannya, Kan-yi dan Liya yang masih berada di ruang tamu kini menyadari bahwa Luch telah tersadar.


"Akhirnya, mengapa kamu selalu saja pingsan." Ucap Kan-yi yang mengeluh kepada Luch.


"Kan-yi... Diam lah sebentar, Luch baru saja sadar." Ucap Liya yang khawatir.


Liya kini pergi menghampiri Zena untuk memberitahukan kejadian tersebut, akhirnya Zena dan Azella kini menghampiri Luch yang berada di ruang tamu.


"Luch, sebenarnya aku tidak yakin kamu bisa menancapkan 3 paku segel yang kubuat bersama Azella hingga tertancap ke tubuh Dewa Iblis." Ucap Zena setelah berada di hadapan Luch.


"Tapi jika melihat kamu yang telah kembali, sepertinya kamu telah berhasil." Ucap Zena meneruskan.


"Hahaha, ternyata kamu hebat juga bisa mengalahkan Dewa Iblis itu." Ucap Kan-yi sambil merangkul leher Luch.


"Sebenarnya tidak juga." Ucap Luch yang mencoba mengangkat tangan Kan-yi karena merasa nyeri ketika tangan Kan-yi menyentuh tubuh Luch.


"Oh tidakk.."


"Zena, sepertinya tangan kiri ku tidak bisa ku gerakan, ada apa ini!" Ucap Luch yang terkejut.


Kan-yi yang mendengar hal itu, mencoba menjauh karena ia tahu bahwa Luch saat ini membutuhkan pertolongan dari Zena, ia memberikan Zena ruang untuk memeriksa keadaan Luch.


"Jika tangan ini tidak bisa di gerakan setelah kamu keluar dari alam bawah sadar, maka bisa jadi penyebabnya berasal dari sana." Ucap Zena yang sedang berfikir.


"Benar juga... Saat di sana, tangan kiri ku terpotong oleh Dewa Iblis saat sedang melawannya." Ucap Luch yang mulai mengingat kembali.


Ucapan Luch membuat semua yang berada di ruang tamu tersebut terkejut.


"Zena, lalu apakah tangan Luch ini bisa di sembuhkan?" Ucap Liya yang khawatir bertanya kepada Zena.


"Zena, tolong sembuhkanlah tanganku." Ucap Luch yang meminta tolong kepada Zena.


Zena pun mencoba menyembuhkan tangan kiri Luch dengan bantuan Azella, tetapi Zena meminta Luch untuk menceritakan apa saja yang telah terjadi di saat Luch berada di dalam alam bawah sadarnya.


"Sebaiknya kamu ceritakan semua yang terjadi kepada ku sekarang." Ucap Zena yang sedang mengobati Luch dengan teknik akupunktur yang di sertai sihir penyembuh untuk mempercepat efek penyembuhan.


"Baiklah, tapi apakah ini tidak berbahaya?, sebenarnya aku sedikit takut dengan jarum." Ucap Luch yang membuat semuanya tertawa pelan ketika mendengar Luch yang takut dengan jarum.

__ADS_1


"Apa!.. kenapa dengan kalian?, bukankah wajar jika seseorang takut dengan jarum." Ucap Luch kesal saat melihat orang di sekitarnya tertawa.


__ADS_2