Berbagi Tubuh Dengan Dewa Iblis

Berbagi Tubuh Dengan Dewa Iblis
Kekuatan Luch.


__ADS_3

Luch yang berada cukup jauh dari Liya, kini Luch menggunakan skill tahap 10 yang telah di perkuat oleh Luch, dengan menggunakan tenaga dalam yang di pusatkan di bagian kaki.


Luch berlari dengan menggunakan (Dash) skill tahap 10, yang membuat kakinya terhempas dengan cepat ke arah yang di inginkan, saking cepatnya, pandangan Liya tidak bisa mengikuti gerakan yang di lakukan oleh Luch.


Hingga Luch tiba tepat di hadapan Liya dalam waktu yang singkat, Luch pun menggunakan skill tahap 3 yang pernah di gunakan oleh Giko di pertandingan sebelumnya, kini pukulan dari Luch sedang mengarah ke perut Liya.


Pukulan itu dapat di tahan oleh armor yang di pakai oleh Liya, Armor tersebut menimbulkan getaran yang sangat keras karena terkena hantaman dari serangan yang di buat oleh Luch.


Kini Liya merasakan mati rasa di seluruh tubuhnya karena getaran yang mucul dari armornya, getaran sangat keras hingga Liya sulit menahan keseimbangan dari tubuhnya, Liya pun terjatuh dengan kondisi tubuh yang tidak bisa di gerakan.


"Baiklah, kau yang menang." Ucap Liya yang sedang berbaring merasakan getaran yang mulai menghilang.


"Maafkan aku." Ucap Luch sambil mengulurkan tangannya untuk membantu Liya berdiri.


"Terima kasih, kau sungguh kuat, sebenarnya siapa kamu?" Ucap Liya memegang tangan Luch yang membantunya berdiri.


Luch memberi tahukan namanya dan keduanya kini berbincang-bincang tentang pelatihan keduanya.


Waktu berjalan begitu cepat, hingga datanglah Kan-yi memberi tahukan bahwa pelatihan dengan Raja Artur akan segera dimulai, Luch pun berpamitan dengan Kan-yi dan Liya.


...****************...


Hari sudah malam, Luch kini sedang berada dalam kamarnya untuk mengumpulkan kembali tenaganya yang telah terpakai saat melawan Liya, di kamarnya Luch sedang meningkatkan tenaga dalam dengan mencoba memasuki alam bawah sadarnya, Luch sudah sering memasuki alam bawah sadar saat dirinya masih kecil dengan tidak di sengaja.


Disana ia merasakan sosok kedua orang tuanya, orang tua Luch telah meninggal saat Luch masih bayi, Luch bahkan tidak dapat mengingat wajah orang tuanya, tapi Luch yakin itu adalah orang tua nya, Luch merasa kedua orang tuanya ingin membantunya saat masih kecil, tapi belum lama ini Luch dapat dengan bebas keluar masuk alam bawah sadarnya.


Setelah sekian lama akhirnya Luch tersadar, ia membutuhkan waktu untuk istirahat setelah memasuki alam bawah sadar, Luch pun tertidur pulas hingga hari berganti, Luch telah terbangun di pagi hari, kini saatnya ia pergi ke arena pertandingan.


Instana kerajaan kini ramai di penuhi masyarakat yang ingin melihat pertandingan, para peserta di kumpulkan di ruang persiapan kecuali Regu 6 yang kini memasuki arena untuk memulaikan pertandingan, Luch memanfaatkan waktu yang ia miliki sebelum gilirannya bertanding untuk beristirahat sejenak.


Luch kembali tertidur karena masih merasa lelah karena telah memasuki alam bawah sadarnya, hingga selesainya pertandingan dari regu 6, Luch terbangun dan kini memasuki arena dengan tubuh yang lemas.

__ADS_1


"Saatnya pertandingan dari regu 7 dimulai, para peserta di harapkan memasuki arena, siapakah yang akan menang kali ini." Ucap komentator.


"Apakah Kali ini Kan-yi, murid dari Raja Artur yang akan memenangkan pertandingan lagi?" Ucap komentator memanaskan keadaan.


"Huahhhh.. Lelah sekali pagi ini, sepertinya ada banyak lawan yang sulit di regu ini." Ucap Luch sadar saat memasuki arena.


Pertandingan dimulai, Luch mengesampingkan lelahnya untuk bisa meraih kemenangan, ia Langsung menghampiri Kan-yi dengan skill tahap 10, tanpa di duga, Luch hampir terkena serangan dari kapak besar yang di ayunkan oleh seseorang, untung saja ia sempat menghindar karena instingnya yang tajam.


Sepertinya mau tidak mau, Luch harus mengalahkan orang yang mengincarnya sebelum bertarung dengan Kan-yi, Luch menggunakan dash dan bersamaan dengan pukulan yang di perkuat dengan tenaga dalam ke arah kepala orang tersebut.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


..."Tampaknya Kan-yi sedang bertarung dengan Giyo, kembaran dari peserta Giko yang telah memenangkan pertandingan di regu 1." --ucap komentator....


Kan-yi kini sedang berhadapan dengan Giyo.


Giyo dengan percaya diri mendekati Kan-yi untuk menyerang dengan tinjunya, Kan-yi menangkis semua serangan yang diberikan oleh Giyo dengan menggunakan pedang yang di bawanya, hingga pukulan keras membuat Kan-yi terdorong mundur.


...----------------...


"Sepertinya disana sedang sibuk." Ucap Luch setelah mengalahkan orang yang mengincarnya.


"Akan lebih seru jika aku bergabung." Ucap Luch saat melihat Kan-yi.


Luch kini mendekati Kan-yi yang sedang bertarung dengan Giyo, untuk melawan keduanya.


Luch menyerang Giko terlebih dahulu, ia menggunakan skill 6 yang membuat tubuhnya menjadi lebih kuat, skill yang memiliki kelemahan yaitu dapat menguras banyak tenaga.


Luch memukul secara acak mengarah kepada Giko, Giko kesusahan menahan serangan dari Luch, beberapa serangan mengenai tepat di dada Giko, Tidak di duga Luch terkena tebasan pedang di belakang punggungnya.


Serangan tersebut berasal dari Kan-yi, darah menetes dari punggunya, Luch melangkah mundur untuk menjauh dari pertarungan, untung saja tubuhnya telah di isi penuh oleh tenaga dalam hingga tubuhnya dapat menahan rasa sakit dari tebasan pedang tersebut.

__ADS_1


Jika saja Luch tidak memperkuat tubuhnya terlebih dahulu, ia pasti akan merasakan sakit yang lebih kuat di punggungnya.


..."Sial... Aku ceroboh karena tidak memperhatikan Kan-yi." Ucap Luch sambil mengusap darah di punggungnya....


Seketika anak panah meluncur dari arah belakang tubuh Luch, instingnya kini merasakan bahaya yang bisa saja mengancam nyawanya, Luch berbalik dengan cepat sambil menggunakan skill tahap 9 setelah melihat anak panah yang mengarah padanya.


Panah itu pun terhenti karena kekuatan Luch.


"Ahkk... " Teriak Luch saat terkena tendangan di punggungnya.


Tendangan dari Giyo membuat Luch tersungkur ke tanah, Luch mulai kehilangan kesadarannya dan kini ia bergerak hanya dengan insting bertahan hidupnya.


Luch mulai menyerang apapun di sekitarnya, satu demi satu berhasil Luch kalahkan dengan serangan yang ia keluarkan tanpa menahan kekuatannya.


...----------------...


..."Apakah peserta bernama Luch akan bertahan hingga akhir!.. Kelihatannya ia telah berada di ambang batas kemampuannya." Ucap komentator memberitahukan keadaan....


Banyak serangan yang telah ia terima, luka-luka kini terlihat jelas di tubuh Luch, hingga pertandingan itu hampir saja di hentikan, tapi kini hanya tersisah Luch, Kan-yi dan Giyo... yang membuat pertarungan tersebut di lanjutkan untuk mendapatkan pemenang.


Saat ini Luch sudah mulai tumbang, Kan-yi memulai pertarungan dengan Giyo, agar giyo tidak mengincar Luch, ia tidak tertarik untuk menyerang orang yang sedang tidak bisa melawan, dan ia masih ingin melawan Luch di pertandingan selanjutnya yaitu pertandingan final.


...****************...


..."Akhirnya pertandingan sengit ini berhasil di selesaikan, Sebaiknya para peserta yang terluka segera di rawat, pertandingan ini telah menyediakan layanan medis untuk memulihkan para peserta." Ucap komentator yang sedang memanggil tim medis (healer)....


..."Tidak disangka pertandingan dari regu 7 adalah pertarungan yang terdasyat dibandingkan regu lainnya... kita berikan apresiasi kepada salah satu pemenang kita yang kini berada di ruang pemulihan.. Beri sorakan yang meriah kepada Kan-yi dan Luch!!." Ucap komentator memeriahkan suasana yang sedang tegang....


...seketika arena pertandingan menjadi ramai karena sorakan dari para penonton yang telah melihat pertandingan dari Luch dan Kan-yi....


......................

__ADS_1


__ADS_2