
Setelah ketiganya selesai bersiap, mereka melanjutkan kembali perjalanannya, Luch masih sebagai orang yang mengemudikan kuda, Kan-yi heran saat melihat peta yang di pegang Liya, karena itu bukanlah peta menuju Death Valley.
Akhirnya Kan-yi pun bertanya kepada Liya.
"Peta apa itu?, apakah kita akan pergi ke sana?, bukankah tujuan kita adalah Death Valley?"
Liya dan Luch lupa untuk memberi tahukan Kan-yi tentang tujuannya sebelum memasuki Death Valley, Lalu Luch meminta Liya untuk menjelaskan semuanya kepada Kan-yi, Kan-yi yang telah selesai mendengar cerita dari Liya kini mulai paham tentang apa yang telah terjadi.
"Whusss"
Suara yang keluar karena hembusan angin tiba-tiba menjadi sangat kuat hingga kuda yang sedang menarik kereta tersebut menjadi histeris ketakutan, perlahan kesadaran Luch mulai menghilang.
Kan-yi sadar saat melihat ke arah Luch, ternyata angin itu adalah aura yang terserap ke dalam tubuh Luch, saat Kan-yi melihat sekelilingnya, ia telah berhasil menemukan pemicu tersebut.
Kan-yi dengan cepat menarik tubuh Luch kedalam kereta kuda.
"LIYA!!, CEPAT KENDALIKAN KUDA ITU UNTUK MENJAUH DARI TEMPAT INI!" Teriak Kan-yi menyuruh Liya.
Setelah Kan-yi berkata seperti itu, akhirnya Liya telah mengetahui tentang apa yang terjadi, dengan cepat Liya menjauhkan kereta kuda dari tempat tersebut.
Tempat itu adalah medan pertempuran dari Raja Artur dan Dewa Iblis beberapa tahun yang lalu, aura yang menyerap ke dalam tubuh Luch adalah sisah-sisah yang tertinggal dari kekuatan Dewa Iblis saat bertarung pada waktu itu.
...****************...
Ke tiganya telah berhasil menjauh, namun Luch yang berada di dalam kereta kuda masih belum tersadar.
"Kamu lihatkan?, perjalanan ini sungguh berbahaya, mungkin saja aura itu dapat membuat Dewa Iblis bangkit." Ucap Kan-yi yang masih panik tentang keadaan yang baru saja terjadi.
"Aku sudah tahu, tapi aku tidak tega dengan Luch." Ucap Liya yang merasa kasihan dengan keadaan Luch.
"Liya... Suatu hari, mungkin ada saja seseorang yang akan memanfaatkan kebaikanmu." Ucap Kan-yi dalam hati.
Telah berjam-jam kuda tersebut berjalan, akhirnya Liya menghentikan sebentar perjalannya di sebuah toko perlengkapan di dalam desa yang ia lewati, Luch yang masih belum tersadar kini di jaga oleh Kan-yi ketika Liya memasuki toko tersebut.
"Duarr"
Suara ledakan kecil dari bom yang kini memunculkan asap putih di belakang kereta kuda.
Kan-yi tiba-tiba saja pingsan saat sedang bersantai di kereta, ternyata asap yang keluar adalah sebuah asap yang telah di masukan obat tidur.
"Hahaha, akhirnya kita berhasil." Ucap seseorang yang menggunakan masker pelindung.
"Bos!, bom yang kau buat sangat hebat." Ucap seseorang yang menggunakan masker yang sama.
"Cepat ikat tangan mereka, kita buat agar mereka tidak bisa bergerak lalu kita bawa kuda dan kereta kuda ini untuk di jual." Ucao bos dari orang-orang tersebut.
Ketiganya kini membawa kabur kuda dan kereta kuda tersebut, tanpa sepengetauan dari Liya, Liya masih berada di dalam toko yang masih sibuk mencari perlengkapan yang di butuhkan saat perjalanan nanti.
...****************...
Kini mereka telah sampai di markas persembunyian ketiga penjahat tersebut, Luch dan Kan-yi telah di simpan ke dalam ruangan kecil, Luch yang masih tidak sadarkan diri sepenuhnya karena pengaruh dari obat tidur tadi, membuat Dewa Iblis dengan mudah mengontrol tubuh Luch.
"Akhirnya, setelah beberapa hari di dalam sana, aku terbebas juga!" Ucap Dewa Iblis yang telah mengendalikan tubuh Luch.
__ADS_1
"Duarr!"
Dewa Iblis langsung meledakan tempat tersebut dengan aura yang di keluarkan dari tubuhnya, Kan-yi yang berada di ruangan yang sama dengan Dewa Iblis terkena dampak dari ledakan yang tidak terlalu kuat itu.
Ketiga penjahat itu langsung mengetahui ledakan yang muncul dari ruangan dimana Luch dan Kan-yi berada.
"Boss.. Ada ledakan!, sepertinya kedua orang itu telah sadar." Ucap anak buah dari bos penjahat itu.
"CEPAT PERIKSA!" Teriak bos penjahat sambil berlari.
Bos penjahat dan kedua anak buahnya kini berlari menghampiri arah dari ledakan kecil tersebut, setelah sampai di tempat kejadian, ketiganya melihat sosok menyeramkan dengan aura yang mengintimidasi.
Ketiga penjahat dengan tubuh besar yang kekar tersebut bergemetar melihat sosok dari Dewa Iblis tepat di depan matanya, memang benar selain Raja Artur, ketiga penjahat inilah yang telah melihat sosok Dewa Iblis dari tubuh Luch, bahkan Liya dan Kan-yi belum pernah melihatnya.
"Duarr!"
Tanpa pikir panjang Dewa Iblis menembakan ketiganya dengan satu serangan hingga membuat tubuh ketiganya meledak tanpa sisah.
"Whahaha.. Hancurlah semuanya!." Ucap Dewa Iblis Iblis sambil terbang dengan sayapnya.
Kan-yi yang masih tidak sadarkan diri dengan luka yang di terima dari Dewa Iblis masih tersungkur di tempat persembunyian para penjahat, tubuh Luch yang dikendalikan oleh Dewa Iblis kini pergi meninggalkan Kan-yi.
...****************...
Dewa Iblis kini menuju ke arah keramaian di dalam desa, seketika sihir Dewa Iblis muncul membakar penginapan dan toko makanan, orang-orang yang berada di dalam situasi tersebut menjadi panik akan bahaya yang berada di dekatnya, hingga beberapa orang menjadi korban.
Tapi Dewa Iblis tidak berhenti di situ, ia melanjutkan serangannya ke berbagai arah, hingga kepanikan terjadi dari masyarakat di desa, korban-korban mulai bermunculan, tentu saja seseorang yang memiliki kekuatan mulai berdatangan, mereka mencoba menyelamatkan warga dan menghentikan kebakaran yang terjadi.
Liya yang sedang mencari Luch dan Kan-yi, kini melihat kejadian itu di tengah pencariannya, matanya kini terarah pada seseorang yang sedang terbang.
"Whahaha... Kalian tidak bisa lari dari kehancuran." Ucap Dewa Iblis sambil meledakan seluruh desa.
"Whuss."
Suara pedang yang terlempar ke arah Dewa Iblis.
"APA YANG KAMU LAKUKAN!!, dasar orang gila." Ucap seorang kesatria yang melempar pedang cadangannya tersebut.
Dewa Iblis yang berhasil menghindari pedang yang di lemparkan ke arahnya, kini pandangannya mengarah ke sumber tersebut, ia melihat beberapa orang yang siap melawannya.
"MAJU KALIAN SEMUA!!." ucap Dewa Iblis berteriak.
Orang-orang yang ingin melawan Dewa Iblis kini berpencar untuk menyerang Dewa Iblis dari segala arah, serangan mereka diawali dengan tembakan sihir.
"Dasar para serangga lemah!" Ucap Dewa Iblis sambil mendekat ke salah satu penyihir yang menembakan sihirnya.
Tangan kanan Dewa Iblis kini menggenggam kuat leher dari penyihir tersebut, seketika tubuh penyihir itu terbakar oleh sihir yang di keluarkan dari tangan kanannya.
"Dorr"
Suara peluru yang telah keluar dari senjata yang Liya bawa.
Peluru tersebut kini menjadi sangat banyak dengan diselimuti oleh sihir angin, Dewa Iblis kini mengaktifkan sihir pelindungnya untuk menahan serangan dari Liya.
__ADS_1
Peluru yang sangat banyak tersebut dengan mudahnya di tahan oleh Dewa Iblis, Liya dengan sigap melancarkan tembakan terkuatnya dengan satu serangan.
Tembakan itu dengan cepat mengenai Dewa Iblis hingga Dewa Iblis terdorong mundur karena serangan dari Liya.
"Luch!!.. Sadarlah, aku tahu kamu bisa bertahan dari Dewa Iblis." Teriak Liya yang berusaha menyadarkan Luch.
...****************...
Luch yang tidak sadarkan diri kini berada di dalam alam bawah sadar karena Dewa Iblis yang mengambil kendali tubuhnya, seketika mata Luch terbuka saat mendengar suara yang memanggilnya.
"Luch!"
"Hey Luch... SADARLAH!!"
Muncul suara samar-samar yang terdengar Luch di alam bawah sadarnya.
Luch yang mulai sadar kini mengetahui bahwa Dewa Iblis sedang mengontrol tubuhnya, ia akhirnya bertindak untuk mengambil alih kembali tubuhnya.
Dengan susah payah Luch berusaha, ia kini mencoba menggunakan kekuatan yang ia dapatkan dari Roh Dewa Lhu-ji (Roh Dewa yang telah menyegel Dewa Iblis) ia telah mendapatkan sedikit kekuatan untuk menyegel Dewa Iblis, tapi kekuatan yang Luch dapatkan tidaklah banyak, kekuatan itupun juga bisa dibilang sangat lemah.
Luch menggunakan kekuatan tersebut, dan ternyata Dewa Iblis muncul di hadapan Luch, Luch langsung menyadari bahwa dirinya harus berhadapan dengan dewa Iblis mengambil kembali tubuhnya.
...****************...
Kan-yi kini tersadar, ia kini melihat keadaan di tempat tersebut hancur berantakan, dengan kondisi yang masih lemas, ia pun pergi keluar dari tempat persembunyian para penjahat
"Dimana ini? .. dan apa yang sebenarnya terjadi?" Ucap Kan-yi heran saat melihat kondisi desa yang terbakar dari kejauhan.
Kan-yi kini bergegas menuju ke arah desa yang sedang terbakar, di perjalannya, Kan-yi mendengar suara seekor kuda dan Kan-yi pun langsung mendekati asal dari suara kuda yang ia dengar.
Benar saja, Kan-yi kini menemukan kuda dengan kereta yang ia kendarai bersama Luch dan Liya, Kan-yi pun melanjutkan perjalanannya ke arah desa yang sedang terbakar, Kan-yi ingat bahwa desa yang sedang terbakar itu adalah desa dimana mereka beristirahat dan membeli perlengkapan untuk melanjutkan perjalannya.
Kan-yi telah sampai di dalam desa tersebut, ia melihat keadaan desa yang telah menjadi kacau karena adanya kebakaran besar, Kan-yi kini bertanya tentang apa yang terjadi kepada desa tersebut.
"Apakah kamu tidak melihatnya?, saat itu satu moster yang menyerupai manusia datang dan langsung menghancurkan desa ini." Ucap seorang penyihir yang sedang mengadakan api yang telah membesar.
Kan-yi langsung bergegas mencari tahu monster tersebut, perasaan tidak enak kini menyelimuti Kan-yi, ia merasa ada hal yang aneh jika hanya satu monster yang mengakibatkan semua ini.
...****************...
Liya yang masih berada di kejauhan melihat Dewa Iblis yang terdiam, Liya tidak tahu harus berbuat apa selain memanggil Luch, berharap bahwa Luch dapat mendengarnya, hingga Liya pun mendengar langkah kuda yang sedang mendekat.
"Liya!!" Teriak seseorang yang sedang memanggil Liya.
Mata Liya kini mengarah kepada orang yang memanggilnya, sosok tersebut adalah Kan-yi yang sedang mendekat dengan membawa kuda bersamanya.
"Apa yang telah terjadi saat aku tidak ada?" Ucap Kan-yi mencari tahu.
"Aku juga kurang tahu, tapi sepertinya tubuh Luch sedang di kontrol oleh Dewa Iblis, Dewa Iblis itu sudah dari tadi tidak bergerak." Ucap Liya kepada Kan-yi.
Kan-yi pun mendekati tubuh Luch yang sedang terbaring, kedua tangan Kan-yi kini memegang pundak Luch.
"LUCH!!.."
__ADS_1
"AKU TIDAK AKAN MEMAAFKAN MU JIKA KAMU TIDAK BISA MENGONTROL DEWA IBLIS!" Teriak Kan-yi di dekat telinga Luch.