
ALIA RANA
Seorang mahasiswi yang baru saja masuk di semester lima, sedang berusaha mencari pengalaman untuk aktif di organisasi internal dan eksternal kampus. Di internal kampus dia menjabat sebagai Sekretaris Umum Himpunan Mahasiswa Jurusan Tafsir Hadis, sedangkan di eksternal kampus menjabat sebagai Ketua Korps PMII Putri.
Selain sering disapa dengan Nama Al atau Alia, Alia juga mendapat sapaan Bu Sekum atau Bu Kopri yang sesuai dengan posisi jabatannya. Alia memiliki sikap yang pendiam namun akan ceria jika sudah merasa dekat dengan seseorang, semua ketua yang sedang bekerja sama dengannya pasti akan merasa senang apa lagi Alia jarang sekali menolak jika di ajak mengurusi atau mengambil alih kegiatan saat kondisi yang mendadak.
SYIFA-AINI-NURUL
Tiga sahabat Alia di kelas A.
Syifa si ceriwis yang selalu ceria, tapi kalo lagi ngambek dia bisa diemin semua orang yang menyapanya. Meski orang tersebut bukan penyebab dia merasa kesal.
Aini si kalem yang sifat dan sikapnya hampir sama seperti Alia. Tidak banyak neko-neko. Dan menjadi sahabat yang paling protektif jika ada salah satu sahabatnya yang mempunyai berita bahagia dan buruk. Apapun beritanya, Aini akan merespon secepat mungkin dengan perasaan sahabatnya yang bercerita.
Nurul ini memiliki sifat dan sikap yang sama seperti Syifa, ceriwis dan ceria. Bedanya dia tak pernah ngambek jika perihal masalah sepele. Bahkan Nurul yang akan menjadi penengah jika sahabat-sahabatnya sedang bertengkar.
FAQIH EFFENDI
Masih satu jurusan dan satu angkatan dengan Alia namun berbeda kelas, Alia dikelas A sedangkan Faqih di kelas B. Faqih adalah Ketua Umum di PMII. Faqih dan Alia sempat cekcok masalah mengurus anggota. Hingga siapa sangka ternyata itu awal mula Faqih menaruh hati pada Alia. Faqih biasa disapa dengan Tum Faqih.
Faqih memiliki sikap yang cuek, tapi terkadang jika orang tersebut telah mengenal Faqih secara dekat pasti Faqih tak segan mengeluarkan sikap genit dan manjanya jika itu perempuan tentunya. Seperti Alia yang seringkali dirayu oleh Faqih, padahal saat itu secara sadar Faqih telah memiliki seorang kekasih.
FAUZAN NABHAN
Fauzan satu kelas dengan Faqih, otomatis masih satu jurusan dan satu angkatan dengan Alia. Fauzan adalah Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Jurusan Tafsir Hadis, dengan begitu Fauzan biasa di sapa Tum Fauzan.
Fauzan orang yang bertanggung jawab, ia tak segan untuk berjalan sendiri tanpa menyuruh anggotanya. Membuat malu anggota dengan 'ketua gerak sendiri' juga tak masalah, katanya. Namun semua itu tak luput dari Alia yang terus diminta untuk mendampinginya. Untung saja Alia dengan senang hati mendampingi Fauzan.
__ADS_1
KENZIE MAHAWIRA
Mahasiwa baru jurusan Filsafat yang berhasil merubah dunia Alia 360 derajat dari pemikiran kolotnya. Awalnya Kenzie berkenalan dengan Alia karena ingin mengikuti organisasi PMII. Namun dari semua pemikiran yang Kenzie utarakan pada saat bertemu dengan Alia justru membuat Alia mengagumi sosok Kenzie.
Kenzie memiliki sikap yang cuek, ia lebih mementingkan pertemanan ketimbang urusan cinta. Karena Kenzie telah merasakan pahitnya ditinggal saat masih sayang-sayangnya. Mudah saja Kenzie bergaul dengan perempuan manapun, semuanya dianggap teman olehnya.
HANI FAIDA
Sosok mahasiswi baru yang mencuri perhatian seluruh mahasiswa di kampus. Meski berada di jurusan Ekonomi, namun kecantikan dan keluguan Hani sudah dikenali banyak orang.
Terkesan seperti menyukai Kenzie, Hani mendapatkan gosip sempat berpacaran dengan Kenzie hingga membuat Alia merasa sakit hati. Hingga ada suatu kegiatan mempertemukan Hani dengan Alia.
…………………………………………………………………………………………………………
"Bu Sekum, sore nanti temani aku ke Baznas kota ya. kita coba ajuin proposal yang tadi udah kamu buat." ucap Fauzan.
"Oh yaudah, kamu ke kosan aja. Nanti aku jemput di kost ya"
"Siap Tum, baik banget deh ah sumpah hahaha"
"Jam setengah tiga udah beres dandan ya!" titah Fauzan.
"Iya Tuuum, yampun. Yaudah aku pulang dulu. Assalamualaikum" ucap Alia seraya pergi meninggalkan kantor HMJ di fakultasnya.
"Waalaikumsalam" lirih Fauzan yang masih bergelut pada proposal buatan Alia.
Alia berjalan santai sambil menikmati koridor sekretariat HMJ di fakultasnya. Sekretariat itu juga kadang disebut basecamp, karena tentunya banyak yang menjadikan ruang tersebut untuk sekedar menginap saat ada acara. Untungnya ruangan khusus untuk Alia sebagai sekretaris umum itu dapat di kunci, jadi Alia tetap merasa aman karena tidak akan ada data HMJ yang hilang.
Saat sampai di depan taman fakultas, beberapa teman sekelas Alia tengah berdiskusi tentang mata kuliah hari ini. Syifa yang melihat sahabatnya dari kejauhan, dengan cepat memanggilnya dan menghampiri Alia.
"Al, mau kemana?" tanya Syifa.
__ADS_1
"Mau pulang ke kost, soalnya bentar lagi mau ke Baznas sama Tum Fauzan" jawab Alia.
"Duh, yang sibuk mulu. Gak capek emang? hahaha"
"Enggak dong, baru aja setengah jalan masa udah capek. Eh iya itu anak-anak lagi pada ngapain?" kini Alia gantian bertanya.
"Oh itu, lagi koordinasi soal mata kuliah Pak Wazin yang tentang metodologi penelitian" jawab Syifa
"Yaudah, hasilnya kabarin aku ya. Takut gak keburu siap-siap, aku balik duluan. Bye!" Alia pergi meninggalkan Syifa dan teman sekelasnya menuju kost yang tak jauh dari kampus.
Alia mempunyai tiga orang sahabat yang sudah dikenalnya sejak pertama kali masuk ke kampus setelah ospek tentunya. Ada Syifa, Aini, dan Nurul. Entah seperti apa awalnya, yang jelas mereka berjanjian untuk ketemu di depan gerbang kampus dan mencari kelas bersama waktu itu.
Alia menikmati semua waktu saat bersama ketiga sahabatnya sejak saat itu, hingga akhirnya dia memberanikan diri untuk mengikuti organisasi untuk mencari teman selain dari anak kelas atau jurusannya saja.
Alia kembali melihat layar ponselnya, sudah pukul 13.45 masih ada lebih dari setengah jam untuk beristirahat sebelum dijemput oleh Fauzan. Alia merebahkan dirinya di kasur lantai setelah ia sampai di kostnya. Namun tak lama kemudian, ponsel Alia berdering. Tertera nama 'Tum Faqih' di layar tersebut. Alia segera menjawab panggilan tersebut.
"Assalamualaikum Tum, ada apa?" ucap Alia mengawali pembicaraan dalam saluran telepon tersebut.
"Waalaikumsalam, lagi dimana Al?" tanya Faqih.
"Aku lagi di kost nih, kenapa gitu?"
"Sore nanti temani rapat jam lima ya di kampus!"
"Waduh Tum, aku mau ke Baznas bareng Tum Fauzan. Kalo telat gak apa-apa kan ya?"
"Iya gak masalah, ajak aja sekalian Fauzannya."
"Oke Tum"
"Yaudah, makasih ya. Ditunggu nanti, Assalamualaikum"
"Waalaikumsalam"
Kenapa juga harus selalu minta ditemani aku? Menyebalkan sekali Faqih itu. Seenak jidat nyuruh temenin sana-sini. Padahal dia punya sekum sendiri, kenapa gak jadiin sekumnya sebagai dayangnya dia aja? Alia menggerutu dalam hati.
__ADS_1
Bersambung...