BERCANDANYA ALAM SEMESTA

BERCANDANYA ALAM SEMESTA
Kenzie Mahawira


__ADS_3

Semakin hari, Alia mencoba untuk mencari tahu sosok pria itu. Dan Tuhan menuntun jari Alia dengan menemukan akun sosial media milik pria itu di facebook.


Setelah mendapat informasi dari Sani dan Arnah, Alia kini mengetahui bahwa pria itu bernama Kenzie Mahawira. Usianya lebih tua tiga tahun dari Alia. Mungkin karena sebelumnya kuliah tidak menjadi prioritas dia.


Baru saja tiga menit yang lalu Alia meminta pertemanan pada akun Kenzie, ternyata sudah langsung di konfirmasi. Kesempatan untuk menjadi stalker pun tidak akan dilewatkan begitu saja oleh Alia. Alia mengamati setiap postingan yang di upload oleh Kenzie pada halaman facebook tersebut.


Oh ternyata dia kader GP Ansor juga. Pantas saja dia paham panggilan sahabat-sahabati. Ehh, dia bisa ngedit juga ternyata. Wah, kalo begitu bisa ada alasan beli editannya atau minta ajarin dia. Hehehe ucap Alia tanpa suara.


Sejak lima belas menit yang lalu Alia masih berselancar di akun media sosial yang ia punya. Tadi juga Alia sudah sempat mencatat nomor Kenzie.


Waktu berjalan cepat bagi Alia, entah bagaimana awalnya dulu saat memberanikan diri untuk mengirim pesan ke nomor whatsapp Kenzie. Alih-alih ingin membeli editan foto yang biasa dibuat oleh Kenzie, ini justru akhirnya saling goda di chat mereka.


Setelah saling goda di chat, Kenzie memberanikan diri untuk mengajak Alia bertemu di rumah makan samping kampus mereka. Pertemuan pertama mereka itu ternyata membuat Alia mulai jatuh hati pada sosok Kenzie Mahawira.


Tak perlu meragukan fisik Kenzie yang sudah terlihat sempurna bagi mata Alia, selain memiliki fisik yang sempurna ternyata Kenzie juga mempunyai pemikiran yang sempurna.


Saat itu yang hanya teringat dalam benak Alia adalah sebuah ucapan dari Kenzie, "Al, setiap perempuan memiliki haknya seperti manusia pada umumnya. Baik laki-laki maupun perempuan adalah manusia. Kamu pantas menjadi pemimpin jika memang kamu berniat menjadi pemimpin. Kamu pantas memiliki pendidikan yang tinggi jika kamu menginginkannya. Perempuan bisa melawan ketidakadilan sama seperti laki-laki. Kamu bisa mengubah jalan hidupmu jika menginginkannya Al"


Sejak perkataan Kenzie tersebut, rasanya Alia hanya ingin terus mencari alasan agar bisa belajar dan berdiskusi bersamanya. Apapun itu, meski itu adalah hal yang sudah diketahui oleh Alia sendiri.


Pertemanan Alia semakin erat dengan Kenzie, ada bermacam alasan yang Alia gunakan untuk mengagumi sosok Kenzie. Mereka sering diskusi, jalan bersama, dan tentunya setiap dari mereka punya cara tersendiri dalam menjalani hidup.


Kenzie sudah resmi gabung dengan PMII waktu itu, tentu saja hal itu membuat mereka semakin lancar mencari celah waktu untuk berdiskusi bersama. Alia juga merasa senang.


Hingga akhirnya...

__ADS_1


"Al, kita berteman. Tapi aku sayang sama kamu" ucap Kenzie, saat itu mereka baru saja menyelesaikan diskusi tentang kesibukan masing-masing dalam waktu seminggu terakhir sebelum bertemu.


Alia terdiam, menatap lekat sosok Kenzie yang sedang dihadapannya. Mereka sedang duduk di sebuah angkringan kecil sekitaran stadion. Kenzie sengaja mengajak Alia bertemu pada saat malam hari karena kesibukannya yang selalu fokus di UKM atau semacam extra kurikuler semasa sekolah.


Kenzie masih mengaduk kopi hitam favoritnya, sambil sesekali menghisap rokok djarum super yang selalu dibawanya. Bagi Kenzie, diskusi tanpa rokok dan kopi kurang nikmat rasanya.


"Ken, aku tau ceritamu meski belum tentu benar dan jelas belum semuanya. Karena aku belum pernah mendengarkannya langsung dari mulutmu. Dulu kamu pernah begitu mencintai seorang perempuan, hingga akhirnya kamu merasa sakit hati ketika dia lebih memilih untuk dijodohkan oleh kedua orang tuanya. Bahkan sampai sekarang kamu belum bisa move on kan?" lirih Alia.


Kenzie menatap lekat wajah Alia yang sedang menunduk di sampingnya. "Bohong kalo aku udah move on Al, Aku seperti takut memulai dan takut mengakhiri. Semenjak kita berteman dan saling berdiskusi, banyak perubahan yang terjadi pada diri kita masing-masing. Kamu merasakannya kan Al?"


"Iya aku juga merasakannya, tapi aku juga tidak ingin berlarut Ken. Suatu saat nanti dengan mudahnya kamu akan mengaku tidak memiliki hubungan dengan siapapun termasuk denganku tapi nyatanya kamu memberikan perhatian yang berbeda ke salah satu perempuan yang sama sekali tidak pernah aku kenal. Aku juga takut sakit hati kalo kamu belum bisa move on, apa lagi ditambah hal lain yang belum aku prediksi, Ken" ucap Alia seraya menatap lekat mata lelaki yang sedang duduk dihadapannya itu.


"Katakan padaku Al, apa kau menyayangiku?" tanya Kenzie


Alia kembali terdiam, dia sibuk memejamkan kedua matanya beberapa kali. Dalam hatinya berharap, semoga perasaan ini tidak semakin membesar pada Kenzie.


"A-aku.. juga menyayangimu Ken" lirih Alia


Senyuman tipis itu terlihat dari wajah Kenzie, ternyata gadis yang ia sayangi juga menyayanginya. Tentu Kenzie bahagia sekali.


"Sekarang aku tanya lagi, aku kasih kamu dua pilihan. Kamu mau aku bantu wujudin rasa itu atau kamu mau menghapusnya sampai tak tersisa?" ucap Kenzie


"Maksudmu?"


"Sudah, jawab saja Al"

__ADS_1


"Tentu aku ingin mewujudkan rasa itu Ken, tapi rasanya aku terlalu egois. Aku juga tidak mau egois" lirih Alia


"Bukannya kalo sudah ingin itu termasuk egois ya, Al?"


"Tapi bukan berarti aku mau menghapus rasa itu Ken, biar aja kalo kamu belum bisa menerima perasaanku. Perasaanku ini biar jadi urusanku. Masalah sikapmu terhadap perasaanku biar menjadi urusanmu saja" Alia berusaha mengambil jalan tengah yang menurutnya bijak


"Itu juga menjadi urusanku Al"


"Kenapa begitu?" tanya Alia bingung


"Karena aku adalah orang yang kamu sayangi. Perasaanmu itu ada karena aku. Aku juga gak mau liat orang yang menyayangiku merasakan sakit hati Al" jawab Kenzie


Tapi pada akhirnya, kamu akan tetap menyakitiku Ken. Hati Alia melirih.


Wajah Alia semakin menunduk setelah mendengar penjelasan Kenzie. Malam itu benar-benar terasa sangat menyesakkan bagi Alia.


Bahkan sejak malam itu, Alia berusaha menjaga hatinya agar tidak berpaling dari Kenzie. Meski secara sadar bahwa Kenzie belum tentu menerima hatinya.


Entah apa makna ucapan rasa sayang pada malam itu bagi mereka berdua. Mereka hanya akan kembali menjadi teman diskusi hingga waktu yang tidak di tentukan nanti.


Sebagai perempuan, jelas saja Alia berharap bisa menjadi pendamping hidup Kenzie. Sosok pria yang sudah merubah hidupnya menjadi lebih baik. Kini Alia sudah merubah cara pandangan dan berfikirnya, semua itu karena Kenzie. Segala hal yang ditunjukkan dan di diskusikan oleh Kenzie membuat Alia lebih bisa menata dirinya sendiri.


"Al, adukan semua itu kepada Tuhan. Aku juga pernah berada diposisi kamu. Kamu mencintai A tapi A mencintai B. Cintanya bertepuk sebelah tangan" lirih Kenzie.


Apa lagi maksudmu Ken? tanya Alia dalam hati.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2