BERCANDANYA ALAM SEMESTA

BERCANDANYA ALAM SEMESTA
Ospek Jurusan


__ADS_3

Hari ini, tepat acara ospek jurusan akan dilaksanakan. Pembukaan acara tersebut tepat pukul delapan pagi di aula kampus. Hampir 85% mahasiswa baru jurusan tafsir hadis mengikuti kegiatan ini. Alia cukup senang, ternyata diluar ekspektasi para panitia yang mengharapkan minimal 60% dari jumlah total mahasiswa barunya.


Saat ini Alia berdampingan dengan Aini sedang berada di pojok ruang panitia untuk kembali mengatur jadwal atau sekedar meninjau ulang data-data yang baru saja masuk dalam kepengurusan HMJ tahun ini. Sedangkan di aula, acara pembukaan ospek jurusan telah berlangsung. Dan disusul oleh pemberian materi kepada mahasiswa baru tentang kejurusan. Materi tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Jurusan Tafsir Hadis. Sudah secara otomatis, Fauzan akan menemani Pak Badru dalam penyampaian materi itu.


"Ayo yang humas, siapin angkutan umum! Udah belum?" kali ini suara Alia terdengar tegas meski dalam bentuk pertanyaan.


"Sudah Kak, udah ada enam angkutan umum di depan. Sisanya peserta yang bawa motor bisa berdua sama salah satu panitia." ucap Syaehuna.


"Bagian konsumsi langsung ke wisma aja, siapin semua barangnya di dapur kalo udah lengkap bahan makanannya langsung dimasak aja. Dibantu sama bagian peralatan. Mentor nanti kalo bagian makan siang langsung ambilin barang bawaan peserta ya!" Alia kembali mengingatkan.


"Siap kaaaak!!" ucap beberapa panitia secara serempak.


Karena hari ini adalah hari Jum'at, usai materi yang dibawakan oleh Kepala Jurusan, seluruh peserta segera melaksanakan sholat jum'at bagi laki-laki dan sholat dzuhur bagi perempuan. Setelah itu para mentor akan membawakan jatah makan siang pada masing-masing kelompoknya, dan juga mengumpulkan beberapa barang bawaan peserta seperti mi instan 2 pcs, sardine's 1 pcs, kopi dan susu masing-masing 2 sachet, telor 3 buah, dan beras 1/4 kg.


Setelah makan bersama, para peserta dan panitia segera pergi menuju lokasi ke dua. Lebih tepatnya di Wisma Situ Gintung. Sudah menjadi tradisi jika acara yang mengharuskan para pesertanya menginap maka, harus memilih tempat di luar kampus agar tidak memakai fasilitas kampus di malam hari.


Sesampainya di Wisma Situ Gintung, Alia dibantu Aini dan dua orang panitia bagian kestari—panitia yang membantu sekretaris dalam data dan surat-menyurat—mulai menyiapkan ruangan khusus untuk segala data ospek jurusan kali ini. Setelah semua selesai disiapkan, Alia yang mulai jenuh menunggu di ruang kesekretarian pun hendak pergi ke luar.


"Nul, aku ke luar dulu ya. Bad mood banget disini" ucap Alia


"Oh yaudah, nanti biar rolling jadwal aja nanti yang jaga ini panitia kestarinya" Aini kembali membuat jadwal


Alia hanya membalas dengan memberikan kedua jempolnya untuk Aini, baginya Aini memang bisa diandalkan karena hanya Aini yang mengerti posisinya. Alia berjalan ke luar ruangan, ternyata baru sampai di saung gazebo Faqih menghampirinya.


"Hai, Alia" sapa Faqih


"Hai" Alia tersenyum kepada Faqih


"Kenapa kusut banget mukanya? Belum jadi telfonan sama Kenzie?" tanya Faqih


"Hmmm iya belum, mungkin nanti malem aja kali" jawab Alia


"Kenapa harus malam?"


"Karena..." tiba-tiba ponsel Alia berdering, "Sebentar, aku angkat telfon dari Kenzie dulu" Alia pamit meninggalkan Faqih yang masih duduk di saung gazebo itu. Dan Faqih hanya bisa tersenyum menatap kepergian Alia.


— Via Telfon —

__ADS_1


Alia : Halo, Assalamu'alaikum


Kenzie : Waalaikumsalam, kamu udah di lokasi, Al?


Alia : Udah nih, kamu gimana?


Kenzie : Iya, aku juga udah di lokasi. Mungkin aku baru bisa telfon kamu lagi pas tengah malam nanti


Alia : Kenapa?


Kenzie : Aku jadi bagian korlap (koodinator lapangan)—panitia yang bertindak tegas kepada para peserta agar bisa dislipin waktu—


Alia : Oh oke, aku paham. Gak masalah Ken


Kenzie : Jangan kesal ya, aku menyangimu, Al


Alia : Benarkah??!


Kenzie : Iya, aku baru menyadarinya semalam. Tentang pagi tadi aku gak langsung telfon kamu, aku paham kalo kamu lagi repot menyiapkan segala hal buat ospek jurusan kali ini. Jadi baru siang ini aku bisa telfon ke kamu


Alia : Malam nanti, aku mau kamu bisa menceritakan segalanya dengan jelas. Bagaimana?


Alia : Hehe terima kasih Komandan ku. Assalamualaikum


Kenzie : Waalaikumsalam


— Terputus —


Usai berbicara dengan Kenzie melalui telfon, Alia melanjutkan kegiatan yang sempat tertundanya dengan mengontrol kondisi mahasiswa baru yang sedang melaksanakan ospek jurusan.


Beberapa mahasiswa baru sudah ada yang mengenal sosok Alia, mereka juga tak segan untuk menyapa dengan ramah kepada Alia. Tentunya, Alia membalasnya dengan lembut.


Saat sedang sibuk menatap kegiatan para mahasiswa baru, Fauzan yang sedang membantu panitia bagian acara di aula pun memanggilnya.


"Bu Sekum!" Fauzan berteriak agar suaranya terdengar oleh Alia. Dan Alia segera menghampiri Fauzan


"Ada apa, Tum?" tanya Alia

__ADS_1


"Sini, seru-seruan dulu sama anak-anak di sini sebelum pemateri datang. Kita nyetel musik" jawab Fauzan


Kemudian Fauzan meminta tolong kepada Hapid untuk memutarkan sebuah lagu sholawat yang saat ini sedang hits dikalangan milenial. Dan tentu saja para peserta dan panitia yang berada di dalam aula mengikuti lantunan nada indah yang terdengar.


Tak lama kemudian, ponsel Alia berdering ternyata itu telfon dari pematri selanjutnya; Tum Gema yang merupakan ketua HMJ Tafsir Hadis pertama. Perdedaan periode antara Alia dengan Gema mungkin sekitar lima sampai enam tahun.


Saat itu Gema sebagai angkatan pertama yang membentuk adanya HMJ. Kemudian karena baru ada mahasiswa baru, akhirnya ditahun berikutnya Gema menyerahkan jabatan tersebut kepada Irfan; sahabat satu angkatannya.


— Via Telfon —


Gema : Assalamualaikum Al


Alia : Waalaikumsalam Tum, gimana? Udah sampai mana?


Gema : Aku udah diruang tamu, kenapa kamu sama Fauzan yang ngurus peserta? Ini malah panitia acaranya disini. Tuker sini, Aku mau ditemeninnya sama kamu


Alia : Iya Tum, aku kesana sekarang. Sebentar ya


Gema : Iya cepat! Aku tunggu disini. Assalamualaikum


Alia : Waalaikumsalam


— Terputus —


Usai berbicara dengan Gema, ternyata Fauzan sudah menghampirinya lebih dulu. Alia pun segera mengajak Fauzan untuk menyambut Gema yang sudah berada di ruang tamu.


Sesampainya di ruang tamu, Alia dan Fauzan segera bergabung dengan Risma, Faqih dan Aini yang lebih dulu sedang berbincang dengan Gema.


"Ketua sama sekretaris emang gak bisa pisah sebentar ya emang?" ledek Gema saat Alia sudah duduk dengan nyaman di sampingnya


Alia tersenyum, memerlihatkan deretan giginya yang sangat jelas memiliki empat taring. Alia tetap manis meski begitu. Meskipun saat Alia marah, aura seramnya saat menyeringai pun akan terlihat dengan jelas. Malah aura manisnya akan kalah dengan aura seramnya itu.


"Maaf Tum, tadi kan biar gantian aja sama bagian acara. Biar mereka makan dulu. Jadi aku sama Fauzan yang disana" Alia berusaha menjelaskan alasannya dengan Fauzan saat itu.


"Sungguh baik hati sekali sekum HMJ tahun ini" ledek Faqih


Alia mendelik

__ADS_1


"Bagaimanapun aku dan Alia akan berusaha bekerja di ospek jurusan kali ini meski kami BPH yang seharusnya bisa santai menjamu tamu aja sih" kali ini Fauzan meledek para panitia secara keseluruhan.


Bersambung...


__ADS_2