BERCANDANYA ALAM SEMESTA

BERCANDANYA ALAM SEMESTA
Oppa Penyejuk Hati


__ADS_3

Semenjak hari itu Alia tidak pernah lagi memikirkan status hubungannya dengan Kenzie. Alia menjalani segala hal dengan ikhlas sesuai dengan takdirnya alam semesta.


Esok hari adalah hari pelaksanaan ospek jurusan yang diadakan oleh himpunan mahasiswa jurusan tafsir hadis. Alia dan Aini terlihat sibuk sekali, sebagai sahabat dan partner kerja mereka harus saling membantu perihal surat-menyurat.


Faqih dan Fauzan sudah menyelesaikan segala kebutuhan acara, sesekali mereka meneliti kembali bagian panitia pelaksana per-devisi karena ditakutkan ada yang belum selesai.


Besok ada dua jurusan sekaligus yang melaksanan ospek jurusan. Dalam Fakultas Ushuluddin memang baru hanya ada Tafsir Hadis dan Filsafat, dan kedua jurusan tersebut melakukan kegiatan osjur secara serentak di hari yang sama. Secara otomatis, Kenzie juga membantu untuk kegiatan osjur tersebut.


Alia duduk di ruang khusus sekretarisnya, menatap kosong layar ponsel yang sedari tadi ia sandingkan di kanan laptop sekretariat. Seperti menunggu seseorang yang dengan sadar akan menghubunginya.


Aini yang memerhatikan sahabatnya sejak tadi hanya bisa menggelengkan kepala.


"Al, kalo kamu gak kuat nunggu mending kamu duluan yang hubungi Kenzie" lirih Aini


"Aku harus ngomong soal apa?" tanya Alia, ia semakin menundukkan kepalanya


"Langsung tanyain aja apa yang kamu mau tanyain ke dia, Al" jawab Aini


"Besok aja aku video call kalo emang malem ini sama sekali kami gak ketemu" lirih Alia.


Alia hanya takut menganggu waktu Kenzie saat lelaki itu sedang sibuk-sibuknya juga mengurus ospek jurusan tahun ini. Wajar, Alia tidak terlalu sibuk karena dia adalah anggota BPH (Badan Pengurus Harian) yang artinya memiliki bawahan yaitu para panitia pelaksana.


Adzan maghrib berkumandang, baru saja Fauzan berseru dengan lantang untuk menyudahi segala kegiatan yang ada di sekretariat. Niat ketua umum itu hanya ingin anggotanya istirahat lebih dulu agar di hari esok pelaksanaannya tidak ada yang sakit.


Hampir semua panitia pelaksana yang ada di sekretariat sudah kembali ke kost atau rumahnya masing-masing. Kini hanya tinggal Alia, Fauzan, Risma, dan Faqih.


"Bang, gak balik ke kosan?" tanya Risma pada Faqih


"Bentar, nunggu Alia dulu" jawab Faqih

__ADS_1


Alia yang mendengar namanya disebut pun menengok, "Kenapa nunggu aku?" tanya Alia pada Faqih


"Biar sekalian pulangnya, aku antar" jawab Faqih


"Aku bisa minta antar Tum Fauzan nanti" ucap Alia


"Fauzan biar antar si Risma, kamu sama aku aja!" ucap Faqih layaknya seorang kekasih yang memeberikan nada penegasan karena tidak ingin di tolak.


"Yaudah sebentar, aku masih harus beresin ini" lirih Alia, ia lebih milih tidak ingin ribut dengan salah satu ketuanya itu.


Setelah segala tugas selesai di kerjakan oleh Alia, Faqih pun mengantar Alia menuju kost.


"Al, kalo kamu capek hati bilang aku aja" lirih Faqih.


Saat ini mereka masih di perjalanan pulang, entah kenapa Alia merasa bahwa Faqih semakin melambatkan jalan motornya itu.


"Biar kamu sama aku, gak perlu nunggu Kenzie lagi" jawab Faqih tegas


"Jangan suka bercanda, kamu masih punya pacar!" kini Alia merasa kesal


"Berati kalo aku gak punya pacar, kamu mau kan?" tanya Faqih


"Belum tentu juga" jawab Alia


"Kenapa?"


"Kalo aku udah sayang sama orang yaa aku cuma maunya sama dia aja. Gak mau sama yang lain."


"Oke, kali ini aku nyerah maksa kamu. Tapi aku tetep berusaha ada buat kamu Al" lirih Faqih

__ADS_1


"Aku paham, terimakasih Tum. Aku masuk dulu" ucap Alia seraya melangkahkan kakinya masuk ke dalam kostnya.


Menatap interior kost miliknya yang sederhana, Alia tersenyum memandang satu buah poster berukuran 150x80cm setelah sampai di ruang tidurnya. Hampir seukuran tinggi tubuhnya sendiri memang poster tersebut. Poster itu berisi gambar seseorang yang selama ini menjadi sumber kekuatan masalah hati dan pikiran yang dia alami. Dia leader dari boy group asal korea di generasi kedua, he is Leeteuk Super Junior. Alia terlalu mencintai sosok Leeteuk.


Oppa bagaimana kabarmu? Akhir-akhir ini aku terlalu sibuk bolak-balik sebentar dari kost ke kampus karena banyak acara yang akan dilaksanakan.


Oppa, kenapa kamu begitu kuat menahan semuanya sendiri selama menjadi leader super junior? Apa itu tidak melelahkan buatmu?


Ah ya aku tau, kamu terlalu cinta kepada adik-adikmu itu kan ya? Kamu memang terbaik Oppa. Entah kenapa aku merasa tenang jika sudah bercerita sama kamu. Apa mungkin aura malaikatmu terasa oleh seluruh ELF di dunia ini?


Oppa, terima kasih sudah mengajarkan banyak hal padaku tanpa disadari. Terima kasih sudah menjadi contoh pemimpin terbaik dalam hidupku. Aku harap ke depannya, Oppa selalu memiliki kebahagiaan hingga tak terhingga.


Alia bermonolog dihadapan poster Leeteuk Super Junior dengan perasaannya yang sedikit kacau malam ini, Ternyata setelah memandang idol favoritnya itu membuat perasaan Alia membaik. Malam ini Alia bisa bermimpi indah.


Oppa, datanglah ke dalam mimpiku sesekali. Lihatlah betapa berantakannya hatiku jika kamu tidak hadir dalam kehidupanku.


Katanya para Kpopers itu memiliki loyalitas yang tinggi perihal belanja pernak-pernik official idolnya. Kenapa? Ya karena sebagai fans mereka tahu betul gimana perjuangan sang idol untuk mencapai di posisi seperti sekarang ini. Begitupun Alia, dia paham betul gimana cerita perjuangan seorang Leeteuk selama menjadi leader dari Super Junior.


Dari yang pernah dipukuli orang tuanya, hampir mau bunuh diri karena ditinggal sang kekasih, bunuh diri karena tidak kuat menanggung beban hutang dari Ayahnya, kasus Ayahnya yang membunuh kakek-neneknya dan diteruskan bunuh diri untuk meninggalkan keluarganya, hingga merasa terbebani menjadi sosok leader yang harus berpura-pura kuat demi terlihat oleh banyak orang bahwa seorang Leeteuk itu layak menjadi seorang pemimpin.


Usai membersihkan diri, Alia menyusun beberapa bantal dan selimut kesayangannya sebelum tidur. Ia menatap jam dinding yang ada di kamarnya. Ternyata baru jam sembilan malam, biasanya di jam seperti ini Alia masih berada di luar kost dan sedang menikmati indahnya makan malam yang ditemani oleh nasehat-nasehat dari para seniornya.


Alia terlalu merasa nyaman jika sudah berbicara panjang kali lebar dengan para seniornya itu. Tentu saja membuat para seniornya itu betah jika sudah saling berdiskusi dengan Alia.


Tentang gagalnya Alia menjadi seorang pemimpin, tentu terdengar nyaring di seluruh telinga senior. Tapi Alia tidak berhenti disitu saja, Alia lebih memilih menjalani apa yang sudah ada dan belajar di tempat yang baru dan akan membuatnya nyaman.


Menjadi sosok pemimpin bukan berati harus ada pengakuan pernah menjabat disuatu organisasi. Jika sesorang bisa memimpin dirinya sendiri dengan segala prinsip hidupnya sejak awal pun sudah termasuk pemimpin terbaik versi diri mereka sendiri. Betul tidak? hehe


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2