Bereinkarnasi Menjadi Sailor

Bereinkarnasi Menjadi Sailor
Chapter 1 [Truk] 'Karlina pov'


__ADS_3

Nama ku Karlina, siswi SMP kelas 2, tinggal di Jepang, lebih tepatnya kota Kyoto. Saat ini aku sedang berlari ke sekolah ku. Semoga saja tidak terlambat.


TING TONG


Bunyi bel masuk kelas berbunyi pas saat aku sampai di sekolah. Aku langsung berlari sampai tidak sadar ada orang di depanku.


BRUK


"Ma... maaf, aku buru buru" tidak ada waktu lagi! aku harus cepat!. Aku menaiki tangga dan menuju lantai 2. Akhirnya aku sampai ke kelas ku. Hendak membuka pintu kelas tapi aku mendengar suara guruku, yang berarti aku sudah terlambat masuk kelas.


Ya... akhirnya aku di marahi guruku karna terlambat, untungnya tidak di hukum. Aku pun duduk di kursiku. Tepatnya berada di paling belakang pojok kiri.


TING TONG


Bel pulang telah berbunyi. Aku dan teman sekelasku keluar dari kelas. Begitu juga dengan yang lain.Rumahku cukup dekat dengan sekolah, jadi aku memutuskan untuk pulang dengan berjalan saja.


Ternyata jalan biasa yang aku gunakan untuk pulang di tutup karna ada perbaikan, jadi aku memutuskan untuk lewat jalan gang saja. Sebenarnya jika lewat gang malah jadi memutar alias makin jauh, tapi karna tidak ada jalan lain apa boleh buat.


Ketika aku sudah berjalan setelah jalan, aku melihat seorang pria. Pria itu pun menatapku. Apa yang akan dia lakukan padaku? haruskah aku putar balik?.


Tidak! sebentar lagi sampai ke rumah. "Permisi... " ucapku sambil berjalan melewati pria itu. Tapi... pria itu menarik tanganku. "Kau yang tadi menabrakku di lorong sekolah kan?" tanya pria itu.


"Go-gomen, waktu itu aku tidak sengaja" pria itu langsung melemparkan diriku sampai terbentur ke tembok. Aku terbaring lemah, punggung ku berdarah, membuatku susah berdiri.


Pria itu langsung mendekati ku lalu menendangku. "Dasar wanita lemah" ucapnya. Akhirnya aku berdiri dan mengepalkan tanganku. "Kau yang mulai duluan!" teriakku sambil memukul wajahnya, tak berhenti di situ "Aku sudah minta maaf padamu..." ucapku sambil menendang itunya.


Dia terlihat kesakitan. Tapi... "Kau yang mencari masalah denganku. Kalau tadi kau menerima maafku mungkin tak akan begini" jelasku. Aku menginjak tangannya dengan sekuat tenaga, lalu meninggalkannya.


Sudah sampai di ujung gang. Terlihat rumahku di seberang jalan. Aku melihat dari kanan terdapat sebuah truk sedang melaju. Aku memberhentikan langkahku dan menunggu truk itu lewat dulu. Namun... ternyata pria tadi mengikutiku.


Saat truk sudah hampir dekat pria itu mendorong ku dengan kakinya, mungkin bisa di bilang menendang?. Dia menendang ku ke tengah jalan raya, sialnya yang dia tendang adalah tepat di bagian punggungku yang tadi terluka.

__ADS_1


Sontak aku langsung berdiri, namun itu sudah terlambat. Truk itu menabrakku di tengah jalan raya. Samar-samar aku melihat pria itu kabur ke dalam gang, tapi ayahku mengejarnya. Adikku menyeretku kembali ke jalan di depan gang.


"One-san!" teriak adikku.


"Daijoubu Skino-chan" ucapku sambil menutup mataku.


'NORMAL POV'


Skino yang merupakan adik dari Karlina menangis kencang di hadapan banyak orang. Tentu saja, dia melihat dengan matanya sendiri bagaimana kakaknya tertabrak truk.


Orang-orang mulai memanggil ambulan. Ketika ambulan datang, mobil polisi pun datang di saat yang sama. para polisi menangkap pria yang menendang Karlina ke jalan raya.


Skino melihat para perawat memasukkan kakaknya ke dalam mobil ambulan. Ayah Karlina dan Skino ikut polisi untuk menjelaskan apa yang terjadi. Ketika ambulan pergi Skino pun berdiri dan mengejar ambulan sambil menangis.


"One-san! One-san!" teriaknya sambil mengejar. Tapi Skino pun terjatuh "Jangan tinggalkan aku One-san!" sambung Skino. Orang-orang yang melihat pun merasa prihatin pada Skino.


"Kasihan sekali dia"


"Benar, dia di tinggal oleh kakaknya"


"Semoga Karlina tenang di alam sana"


"Karlina adalah anak baik. Dia pasti tenang di sisi tuhan"


Orang-orang di sekitar pun mulai angkat bicara. Namun Skino yang tidak menerima bahwa kakaknya telah mati berdiri sambil berkata "Tidak! One-san pasti belum mati! dia pasti masih hidup!".


'Karlina pov'


Aku membuka mataku. Dan melihat ada seorang nenek-nenek di sampingku. Tunggu! aku di mana? bukankah aku sudah mati ketabrak truk?.


"Ara ara, Karlina sudah bangun ya?"

__ADS_1


Eh?! bukannya nenekku sudah mati sebelum aku lahir?!. Aku pun berdiri dan turun dari kursi lalu berjalan. "Karlina mau kemana?" tanya nenek itu.


Aku masuk ke sebuah kamar dan melihat di cermin. Dan... AKU MASUK KE TUBUH ANAK KECIL?!. A-apa yang sebenarnya terjadi?. Apa aku time travel? atau masuk isekai? atau bereinkarnasi?.


"Ada apa Karlina?" tanya nenek itu yang dari tadi memperhatikanku. "Apakah setelah Karlina bangun dari tidur siang, Karlina merasa lapar?" tanya nenek itu kembali.


[SKIP, MALAM HARINYA]


Aku telah memikirkan banyak teori yang mungkin sedang terjadi padaku. misalnya seperti aku time travel atau masuk ke tubuh anak kecil ini, atau mungkin kembali ke diriku di waktu kecil. Entahlah, lebih baik tidur dulu.


"Karlina..."


"Karlina..."


"Lihat di belakang mu"


Aku sadar dan berbalik lalu melihat seorang wanita berambut putih, memiliki sepanjang sayap, juga memegang sebuah tongkat. Wanita itu seperti bercahaya, mungkin seorang malaikat? atau mungkin dewi?.


"Kau telah masuk ke tubuh seorang anak bernama Lia Karlina, dia adalah seorang anak berumur 7 tahun yang lemah. Karna di kehidupan sebelumnya kau adalah anak baik, maka aku memberimu kesempatan untuk hidup kembali tetapi di dalam tubuh anak ini" ucap wanita itu


"Kau siapa? dan kenapa aku harus hidup kembali?" tanyaku


"Aku adalah dewi kehidupan. Nasib anak ini berakhir buruk. Dia akan meninggal pada saat masuk SMP karna menjadi korban bully. Aku percaya bahwa dirimu bisa mengubah nasibnya" Jelas wanita itu.


Sosok dewi kehidupan perlahan mulai menghilang. "Tunggu! apa yang harus aku lakukan? bagaimana dengan diriku di kehidupan lamaku?" aku berusaha mengejar dewi kehidupan. Tapi dia sudah menghilang menjadi sebuah cahaya, cahaya itu pun masuk ke dalam tubuhku.


"Chotto Matte!" ucapku sambil bangun. eh? ternyata tadi... hanya mimpi?. mungkin peringatan untukku?.


"Karlina sudah bangun?" tanya nenek itu sambil berjalan ke arah dapur. Kurasa... dia neneknya Karlina. Ngomong-ngomong nama anak ini sama dengan namaku. Hanya saja nama asliku Yu Karlina sementara nama anak ini Lia Karlina.


"Kenapa dari kemarin siang Karlina tidak mau berbicara dengan nenek?" tanya nenek itu dengan wajah sedih. "Nenek, tadi Karlina mimpi buruk" ucapku berpura-pura.

__ADS_1


"Pasti Karlina takut ya?" tanya nenek itu sambil menggendongku. Lalu nenek itu membawaku ke ruang tv dan menurunkan ku di sofa dengan tv. "Karlina nonton film kesukaan Karlina dulu biar tidak takut lagi ya, nenek masak dulu sebentar" kata nenek itu sambil memutar sebuah film dengan judul 'Sailor Venus'.


Sepertinya aku pernah melihat film ini. Tunggu! jangan-jangan... AKU MASUK KEDALAM DUNIA ANIME SAILOR MOON?!.


__ADS_2