
'NORMAL POV'
Di sebuah caffe terdapat seorang gadis berambut panjang, dengan surai hitam, dan poni menutupi sebelah matanya. Dia sedang menunggu temannya.
"Lama sekali"
"Karlina!!! Maaf aku telat"
"Padahal yang mau mentraktir kan dirimu, tapi kau juga yang telat"
"Tadi ada sedikit masalah, tapi sudah selesai"
"Kau membantu orang di jalan lagi?"
"Iya"
"Pantas. Yasudah cepat duduk"
'KARLINA POV'
Aila memang suka membantu orang yang kesusahan di jalan. Dia adalah orang yang baik, dia tidak bisa melihat orang kesusahan, jadi dia pasti membantunya.
"Jadi kamu mau apa?" Tanya Alia padaku.
"Hm... Terserah sih" Ucapku sambil melihat daftar menu.
"Jangan begitu!"
"Yasudah, kopi latte sama bolu red velvet saja"
"Oke!, mba..."
"Ada yg bisa saya bantu?"
"Kami pesan ice cream dark coklat sama bolu red velvet, terus minumannya matcha sama kopi latte ya"
"Baik, segera kami siapkan"
"Ngomong-ngomong, ujian presentasi kau sama siapa?" Tanya Aila padaku.
"Valan..." Ucapku dengan suara kecil.
"Siapa? Kalo ngomong jangan kecil suaranya!"
"Memangnya kau sangat penasaran?" Aku bertanya balik.
"Iya. Ayo lah, beritahu aku"
"Kau akan tahu saat presentasinya nanti"
"Aku ingin tahunya sekarang"
"Valan"
"Sama Valan?"
"Iya, kalo kamu?"
"E... Sama Lifu"
"Oh" Ucapku dingin.
"Dingin amat! Terus... Valan tuh yang mana sih?"
"Kamu gak tahu?"
"Iya, aku tahunya teman sekelasmu cuman Muharlan"
"Itu marganya bodoh!"
"Muharlan Valan"
"Oh! Aku mengerti!"
"Benar juga... Kau tahu Valan darimana?" Tanyaku.
__ADS_1
"Pertama kali aku bertemu dengannya saat aku mencarimu ke kelasmu, lalu dia memberitahuku kamu sedang di perpustakaan"
"Sejak itu dia sering membantuku mencarimu"
"Oh"
"Permisi ini pesanan anda"
"Terimakasih" Ucapku dan Aila secara bersamaan.
ππ³πͺπͺπ―π¨ π¬π³πͺπͺπ―π¨ π¬π³πͺπͺπ―π¨
"Eh? Handphone ku berbunyi" Aila langsung mengangkat telpon.
"Aku sedang di caffe. Iya... Bareng Karlina. Harus sekarang?. Baiklah" Ucap Aila menjawab telponnya.
"Maaf Karlina, aku harus pergi dulu" Ucap Aila sambil mematikan telponnya.
"Kau mau kemana?"
"Aku di panggil ibuku. Ada acara keluarga"
"Yasudah"
"Maaf ya"
"Tidak masalah"
Aila pergi dari caffe. Aku menghabiskan bolu pesananku. Setelah itu aku ke kasir ingin membayar. Ternyata Aila sudah membayarnya, kupikir belum.
Aku membawa kopiku dan keluar dari caffe. Aku berjalan sambil meminum kopiku. Aku berjalan-jalan sebentar, lalu melihat sebuah toko coklat. Aku berhenti dan berpikir untuk membeli sebuah coklat. Tanpa aku sadari ada seseorang yang berlari ke arahku.
ππ³πΆπΆπ¬
Seorang gadis menabrakku. Dan membuat kopiku tumpah mengenai bajuku. "Aduh, maaf ya, aku tidak melihat dirimu" Ucap seorang gadis itu.
E... Kalau tidak salah... DIA USAGI KAN?!. Aku kaget dan mencoba berpikir. "Tidak apa-apa" Ucapku. Aku melihat Usagi kelihatan panik. "Sungguh tidak apa-apa" Ucapku lagi.
"Itu... Rumahku dekat dari sini. Bagaimana kalau kerumahku dulu dan pakai pakaianku?"
"Tidak perlu. Aku harus menjemput adikku"
"E... Baiklah kalau begitu"
Akhirnya aku mengikuti Usagi ke rumahnya. Sampai di rumahnya dia memperkenalkan dirinya padaku. Ternyata kami seumuran, kupikir dia lebih tua dariku. Sepertinya aku memang tidak pandai menebak.
Aku juga memperkenalkan diriku padanya. Dan kami saling berteman. Aku mengenakan bajunya karna bajuku ketumpahan kopi. "Nanti aku akan mengembalikan bajumu setelah ku cuci" Ucap Usagi. Aku mengangguk mengiyakan perkataannya.
Dan yang terjadi, akhirnya kami mengobrol terlebih dahulu. Sampai aku lupa aku ingin menjemput Skino. Akhirnya aku pamit dan pergi ke rumah temannya Skino.
[Setelah sampai]
"Sampai jumpa lagi Skino" Ucap temannya.
"Maaf sudah merepotkan" Ucapku menunduk.
"Tidak apa. Fira juga senang ada temannya" Ucap ibu temannya Skino.
"Aku pulang dulu ya, Fira" Skino melambaikan tangannya.
[Saat sampai rumah]
'NORMAL POV'
"Kak..."
"kenapa?" kalina menoleh pada Skino.
"Itu baju siapa?"
"Baju yang aku pakai?"
"Iya. Seingatku kakak tidak punya baju itu"
"Memang. Ini punya temanku"
__ADS_1
"Tidak cocok"
"Benarkah?"
"Iya" Skino melihatku dari atas sampai bawah.
"Pft... Hahaha" Skino tertawa cukup besar.
"Seaneh itu kah sampai kau tertawa?!"
"Baju itu benar-benar tidak cocok untuk kakak"
"Apa boleh buat! Temanku yg menyuruhku"
"Kakak orangnya terlalu tidak enakan" Ucap Skino terus terang.
"Tidak juga"
"Terserah kakak"
"Ya memang terserah aku! Kan ini hidup aku!" Ucap Karlina sambil mencubit Skino.
"Aaw! Sakit..."
"Kamu mandi dulu sana" Karlina melepaskan tangannya.
"Huh!" Skino tampak kesal dengan kakaknya. Dia berjalan ke kamar mandi sambil mengusap-ngusap pipinya yang terkena cubitan Karlina.
[MALAM HARINYA]
'KARLINA POV'
ππ³πͺπͺπ―π¨ π¬π³πͺπͺπ―π¨
"Kak! Handphone mu berbunyi"
"Tolong angkat dulu" Ucapku berteriak dari kamar.
Handphone ku berada di ruang keluarga, lebih tepatnya di sofa. "Halo?" Ucap Skino menjawab telpon Karlina. "Karlinanya ada?" Ucap seseorang yg menelpon. "Tunggu, aku kasih ke kakak" Ucap Skino.
"Kak! Nih" Skino memberikan handponeku.
"Terimakasih" Aku tersenyum padanya.
"Ya" Jawab Skino.
"Halo Karlina?"
"Ada apa Usagi?" Tanyaku.
"Besok apa kau ada waktu? Aku ingin berbicara denganmu besok"
"Ada, setelah pulang sekolah mungkin"
"Baiklah, aku akan mengirim alamatnya besok"
"Aku mengerti"
"Maaf mengganggu waktumu, Karlina"
"Tidak masalah, lagipula aku sedang santai" Ucapku berbohong.
"Sampai jumpa lagi" Usagi mematikan telpon.
Ya. Sebenarnya aku sedang mengerjakan PR. Tapi tidak mungkin aku bilang begitu pada Usagi. Eh, mungkin saja sih. Yasudahlah! Yang penting kerjakan PR yg tidak ada habisnya ini dulu.
[BESOKNYA]
Ya... Seperti biasa, aku sedang berlari ke halte bus karna kesiangan bangun. Sementara itu tadi malam nenek sudah pulang, jadi Skino pergi ke sekolah bersama nenek.
"Akhirnya sampai" Ucapku pada diri sendiri.
"Kau kesiangan lagi?" Ucap seseorang padaku.
Aku menoleh dan ternyata itu adalah Aila. "Iya, hehe" Ucapku sambil tersenyum. Aila menghela nafas. Dan membalas senyumanku. "Kebiasaan" Ucapnya.
__ADS_1
_________________________________________________
ΰΌββ Authorβ Halo semuanya, maaf author jarang up, soalnya akhir akhir ini sibuk. Author juga mau ngucapin terimakasih buat kalian yg selalu dukung author. Untuk hari ini segini dulu, jangan lupa like, komen, gift, dan vote biar author semangat nulisnya, favoritkan juga novel ini jika kalian suka. Terimakasih.