
"Untuk menjaga keselamatan penduduk tidak lah mudah"
"Heh~"
"Meski aku baru berumur 13 tahun, jangan meremehkanku"
Seorang gadis bersurai coklat berdiri dengan tegak sambil membawa pistol. Matanya menatap tajam pada orang di depannya. Dia menutup matanya lalu secara tiba-tiba sudah berada di belakang lawan bicaranya.
"Apa?!"
"Jadi... Bagaimana?"
"Kenapa bisa?!"
Orang itu membalikkan badannya. Kini dia menatapku. Oh! Dia adalah petugas penerimaan agen baru. Benar juga... Namaku Skino, saat ini aku sedang mendaftar untuk masuk ke sebuah agen rahasia.
Ya... Umurku baru 13 thn. Tapi aku sudah berhasil lolos di ujian penerimaan. Sekarang aku sedang di wawancarai oleh petugasnya.
"Aku memiliki kecepatan yang hebat, hanya dalam hitungan detik aku bisa pergi ke tempat yang ku mau"
"Contohnya di belakangmu..." Aku mengedipkan mataku dan langsung berada di belakang petugas itu.
"Kau memiliki potensi, namun umurmu terlalu muda"
"Aku tahu itu"
"Kau akan masuk ke agen bagian cadangan"
"Mengerti"
"Namaku petugas Yudi, aku agen bagian penerimaan"
"Senang bertemu denganmu" Aku tersenyum pada petugas Yudi.
"Selamat bergabung, atasan akan menghubungimu jika mereka memberikanmu misi"
"Ya..."
Akhirnya aku masuk ke the secret atau agen rahasia yang menjaga bumi dari dalam bayangan. Petugas Yudi menjelaskan panjang lebar padaku tentang peraturan di sini.
Dia juga membawaku berkeliling serta memberikanku kunci kamar. Namun karna dia mendadak di panggil oleh atasannya aku harus mencari kamarku sendiri.
Di kunci tertulis angka "75", aku pergi ke lantai tempat kamar dari anggota berada. Lebih tepatnya di bawah lantai dasar. Aku mencari angka kamarku.
"Halo"
"Iya?" Aku melirik orang yang berada di belakangku.
"Aku agen baru di sini. Apa kau tahu di mana kamar 76?"
"Aku juga agen baru"
"Begitu ya"
"Baiklah, terimakasih!"
"Tunggu!" Ucapku memberhentikan orang itu.
"Kamar ku adalah kamar 75. Ayo cari kamar kita bersama"
"Ya!" Dia mengangguk.
Tak lama kemudian kami pergi ke lantai di bawah lantai tadi. Lantai -1 adalah lantai kamar no 1-50. Jadi kami pergi ke lantai -2. Dan saat di cari kami menemukan kamar kami bersebrangan.
"Terimakasih sudah mau membantu mencarikanku" Ucap orang itu sambil membungkuk.
"Terimakasih juga, juga.... namaku Skino"
"Aku Arsa. Salam kenal"
"Juga" Aku memasukan kunci kedalam lobang pintu, lalu memutar kunci itu. Pintu kamar pun terbuka dan aku masuk ke dalamnya. Kamarnya cukup luas. Sudah di sediakan kasur dan lemari. Terdapat kamar mandi juga. Tapi sayangnya aku akan jarang tinggal di sini. Karna aku akan pulang pergi dari rumah ke sini.
[BESOKNYA]
"Karlina, Skino, nenek harus pergi"
__ADS_1
"Nenek tidak bisa tetap di sini?" Tanya kakak.
"Ibu kalian sakit. Jadi nenek harus merawatnya di luar negri"
"Tidak masalah" Jawabku.
"Kau langsung setuju begitu saja?" Ucap kakak dengan suara pelan.
"Tentu saja, One-san"
"Ba... Baiklah!"
"Hati-hati di jalan, nek"
"Kalau gitu nenek berangkat dulu" Nenek pun membuka pintu dan keluar, tak lupa menutupnya juga.
"One-san" Panggilku.
"Iya?"
"Aku boleh nginap di rumah teman?"
"Hm... Nenek bilang tidak akan lama sih"
"Jadi boleh, tapi jangan membuat orang lain repot"
"Aku akan mengingatnya"
Ya. Aku pergi dari rumah dan menuju ke markas. Setelah itu aku membereskan barang-barang yang telah aku bawa untuk tinggal beberapa hari di sini. Aku hampir tak percaya, kamar yang cukup luas ini.... Hanya untukku.
๐๐ฐ๐ฌ ๐ต๐ฐ๐ฌ ๐ต๐ฐ๐ฌ
"Ada yang mengetuk pintu?" Aku berjalan kearah pintu, lalu membuka pintu kamar.
"Apa kau sudah selesai beres-beres?" Ternyata Arsa yang datang.
"Belum, kalau ada perlu nanti saja" Aku langsung menutup pintu.
Saat aku lihat dari jendela, ternyata Arsa langsung kembali ke kamarnya. Aku menghabiskan waktu di kamarku. Selain beres-beres aku juga membersihkan kamarku agar lebih rapih. Tak lama kemudian telpon kamarku berbunyi.
๐๐ณ๐ช๐ฏ๐จ ๐ฌ๐ณ๐ช๐ฏ๐จ
Telepon itu langsung mati. Aku baru saja masuk tapi sudah mendapat misi. Apalagi aku hanya agen cadangan. Pasti sebuah misi yang menarik~.
Aku langsung keluar kamar, tak lupa aku juga mengunci kamarku. Aku naik lift menuju lantai 1. Saat aku keluar dari lift, aku melihat banyak ruangan. Untungnya di setiap pintu masuk ruangan terdapat nama ruangnya.
Saat hampir sampai ke ruang misi, aku melihat agen lain berbincang. Aku jalan diantara ketiga orang itu. Sepertinya mereka seniorku. "When, ada anak kecil sedang main pahlawan pahlawanan" Ucap salah satu dari mereka.
Mendengarnya aku langsung berhenti, dan berbalik menatap mereka. "Kenapa? Tidak terima?" Ucap agen lainnya. Aku menatap setiap mata mereka. Setelah itu aku berbalik dan kembali berjalan.
"Hey! Kau mengabaikan kami?!" Aku kembali menghentikan jalanku.
"Memangnya kalian siapa? Mengapa aku harus menanggapi kalian?"
"My name is Merry, aku agen utama sekaligus seniormu" Ucapnya dengan bangga.
"Aku Marry. Kakaknya Merry, aku juga bagian utama" Ucap salah satu dari mereka.
Namun, kakak senior berambut hitam itu tetap diam dari tadi. "Baiklah, aku harus memanggil kalian apa?" Aku berpura-pura peduli. Merry dan Marry saling menatap satu sama lain. Ayo lah! Mereka benar-benar menghambatku.
"Kau harus memanggil kami senior!" Ucap mereka secara bersamaan.
"Mengerti Senior Marry dan senior Merry" Aku tersenyum palsu pada mereka.
Setelah itu aku langsung melanjutkan langkahku. Di ujung koridor lantai 1,terdalat ruangan, ruangan itu adalah tempat penerimaan misi para agen. Bisa di sebut ruang misi. Setelah sampai aku masuk ke dalam ruangan tersebut, pintunya terbuka secara otomatis.
"Namaku kapten Fugi. Aku adalah kapten bagian agen cadangan. Salam kenal Skino"
"Salam kenal juga, kapten Fugi"
"Aku tahu kau baru masuk beberapa jam yang lalu"
"Tapi aku membutuhkanmu untuk menyelidiki sesuatu" Jelas Kapten.
"Apa itu?"
__ADS_1
"Terjadi penyerangan bom di Kyoto. Kau harus ke sana dan menyelidikinya"
"Mengapa harus aku?"
"Karna kecepatanmu cocok untuk misi penyelidikan"
"Mengerti, berikan info misinya padaku"
Kapten Fugi langsung melempar sebuah jam tengan. Aku dengan sigap menangkapnya. Setelah memakai jam tangan tersebut aku langsung berjalan keluar dari ruang misi.
"Kau harus menyelesaikan misinya dalam seminggu" Ucap kapten Fugi.
Aku mendengar perkataannya namun aku tetap berjalan keluar. Aku terus berpikir apa yang terjadi jika aku tidak dapat menyelesaikan misi?. Yang pasti aku akan mendapat hukuman.
[BESOKNYA]
"Lapor, tidak ada hal yang mencurigakan di gang nomor 3"
Seorang gadis sedang menjalankan tugasnya sebagai agen rahasia. Menelusuri gang yang sempat di curigai oleh kapten. Ya... Penyelidikan ini tidak mudah. Tapi tidak masalah! Aku sudah memutuskan maka aku akan bertanggung jawab pada keputusanku.
Aku pergi menuju gang keempat. Saat sampai aku melihat ada sebuah kardus di samping gang tersebut. Aku membukanya dan menemukan sebuah boneka beruang. Aku mengambil boneka itu dan menyimpannya ke dalam tasku.
Saat menelusuri gang lebih dalam. Terdapat gambar pada tembok. Ini aneh, bagaimanapun gang ini jarang di lewati menurut informasi yang ada. Saat aku mendekat pada gambar bunga di tembok tersebut, aku menyadari terdapat tombol di gambar tersebut.
Aku memencet tombol tersebut, lalu tembok di belakangku bergeser. Aku berbalik dan masuk ke dalam tembok tersebut. "Ruang rahasia ya?" Ucapku sambil menyalakan senter.
Di dalam tembok ini terdapat banyak kabel. Aku menyelidiki ruang rahasia ini lebih lanjut. Dari ujung ke ujung aku memperhatikannya. Loh? Aku melihat lebih banyak boneka beruang berada di sebuah rak. Di salah satu boneka tersebut terdapat tali. Aku mengikuti tali tersebut dan mendapati ada sebuah bom.
"Lapor kapten, terdapat bom di gang nomor 4" Laporku.
"Amankan bomnya, juga bawa barang bukti yang bersangkutan"
"Mengerti"
Aku mengambil bom tersebut serta boneka beruang yang ada di dalam ruang tersebut. Bonekanya cukup banyak. Membuat tasku penuh. Mungkin aku kembali ke markas dulu.
Aku keluar dari ruang rahasia dan memencet tombol yang terdapat di tembok bergambar bunga. Tembok itu kembali bergeser dan menutup ruang rahasia. Aku keluar dari gang dan menutup gang tersebut. (Nยน)
Aku menutup mataku lalu membuka mataku, dan dalam sekejap aku sudah berada di markas. Aku masuk ke ruang misi dan memberikan tasku pada kapten. (Nยฒ)
"Bomnya hanya satu?"
"Iya"
"Kenapa banyak boneka beruang?"
"Entahlah. Yang pasti boneka tersebut ada kaitannya"
"Berarti kau tinggal menelusuri gang nomor 5"
"Akan kulakukan besok"
"Kenapa tidak sekarang?"
"Mengapa harus sekarang? Aku masih punya banyak waktu"
"Benar juga. Kalau begitu kau kembali saja ke kamarmu lalu beristirahat"
"Baiklah" Tanpa kata-kata lain aku langsung keluar dari ruang misi dan memasuki lift. Setelah sampai aku mengeluarkan kunci dari saku lalu membuka pintu. Aku langsung merebahkan diriku di kasur.
______________________________________________
N(NOTE) :
Skino menutup gangnya menggunakan penutup jalan yang biasa di pake polisi (author gak tau itu namanya apa), pokoknya yang warnanya kuning.
Skino terlahir dengan kekuatan, jika Skino menutup matanya lalu membayangkan suatu tempat, maka dia langsung berada di tempat itu. Kayak semacam teleportasi.
__ADS_1