
"OHAYOU GOZAIMASU!" aku membuka jendela kamarku sambil menyapa dunia seperti biasa. "Karlina, ayo makan dulu" panggil nenekku. Aku langsung menuju ruang makan.
Saat ini aku berumur 8 tahun. Hari ini adalah hari kunjungan orang tua, dimana orang tua akan datang ke kelas memantau anaknya. Apakah orang tuaku akan datang? entahlah. Semenjak pindah ke tubuh ini aku belum pernah melihat orang tua dari tubuh ini.
"Nenek" panggilku.
"Ada apa?" tanya nenek.
"Apa orang tuaku akan datang?" aku langsung bertanya tanpa basa basi.
"Mereka sibuk bekerja di luar negri. Yang datang hari ini adalah nenek"
"Hum... baiklah"
"Jangan sedih. Mereka akan pulang kalau mereka ada waktu"
"Memang kapan mereka ada waktu?"
"Nenek juga tidak tahu"
Aku pun berangkat sekolah dengan nenek. Meski hanya berjalan kaki tapi tidak masalah. Lagipula di kehidupan lamaku juga begitu. Tapi kalau di pikir kembali, aku sangat senang karna bisa merasakan kehangatan dari seorang nenek. Karna di kehidupan ku sebelumnya, nenekku sudah mati sebelum aku lahir.
[BEBERAPA HARI KEMUDIAN]
Hmph! kenapa susah sekali?!. Aku hanya ingin mengambil buku itu... tapi tidak sampai... hiks. Apa boleh buat aku cari buku lain saja.
BRUUK
Tiba-tiba ada seseorang yang menabrakku. Anak perempuan itu pun berdiri. Aku memutuskan untuk meminta maaf "Ma... " ucapan ku terpotong. "Dasar kutu buku! kau berani menghalangi jalanku?!" ucap perempuan itu.
Kenapa jadi begini? harusnya kan dia yang minta maaf! yasudahlah. "Maaf..." perempuan itu langsung menendangku sampai diriku terbentur ke rak buku. Beberapa buku jatuh karna menimpa kepalaku.
"Haha!"
"Sepertinya hari ini kau sedang siall ya?"
"MAKANNYA JANGAN MENGHALANGI JALANKU!"
Ucap anak perempuan itu lalu dia pergi. Setelah dia pergi di saat bersamaan ada seorang pustakawan atau penjaga perpustakaan datang menghampiri ku.
"Karlina-san tidak apa-apa?"
"Daijoubu" ucapku sambil tersenyum.
"Sini aku bantu" pustakawan itu pun langsung membereskan buku yang berjatuhan.
"Arigatou Gozaimasu" ucapku sambil kembali berdiri.
"Lain kali hati-hati ya, Sofia memang anak yang begitu"
"Sofia?"
"Anak yang tadi mendorongmu"
"Kalau begitu aku kembali ke kelas dulu"
"Ja mata, Karlina-san"
"Matta ne, Myne-san"
Myne adalah seorang pustakawan di perpustakaan sekolah. Dia adalah wanita yang ramah dan baik. Dia selalu membantuku jika aku ada masalah saat di perpustakaan. Mungkin karna aku sering ke sana? tapi memang aku kutu buku.
Ngomong-ngomong Sofia ya? akan kuingat. Siapapun yang mencari masalah denganku, tidak akan kulepaskan. Lihat saja nanti, Sofia-san.
[SAAT PULANG SEKOLAH]
__ADS_1
Akhirnya pulang juga. eh? itu bukannya anak yang tadi? em... siapa namanya? e... Sofia ya?. Dia anak kelas 2 juga?. "Jangan bengong di depan pintu kelas!" kata seorang teman sekelasku. "Sumimasen" aku langsung pergi keluar sekolah. Saat berada di parkiran sekolah aku melihat nenek sudah menunggu ku.
"Nenek!" ucapku lari mendekati nenek.
"Karlina, bagaimana sekolahnya tadi?" tanya nenek sambil memelukku.
Aku melepas pelukan dan berkata "Tadi aku belajar tentang perkalian loh nek!". Sepanjang jalan aku pun bercerita tentang hal yang aku pelajari di sekolah. Saat sudah sampai rumah aku masuk lalu terdiam.
"Loh? kenapa diam di situ?" tanya nenek.
"Tadi saat di perpustakaan ada yang bilang aku kutu buku..."
"memangnya aku tidak boleh menjadi anak yang suka membaca buku?" sambungku
Nenek mendekati ku lalu berkata "Tidak, orang itu hanya orang yang malas. Yang Karlina lakukan tidak salah, Karlina tidak perlu memikirkan omongan orang" nenek menatapku sambil tersenyum lalu memegang kedua pipiku.
"Apa pun yang Karlina suka, Karlina boleh melakukannya. omongan orang lain tidak penting. Jika Karlina suka membaca, nenek yakin..."
"Yakin apa nek?"
"Yakin bahwa Karlina akan jadi orang pintar nantinya"
"Yang benar?" aku pura-pura menjadi anak polos.
"Benar, asal Karlina rajin belajar"
"Karlina mau jadi orang pintar!"
"Kalau gitu sekarang Karlina masuk dan simpan tas sekolah dulu ya? nanti nenek buatkan kue"
"ha'i!" ucapku langsung menuju kamar.
Ternyata... memiliki seorang nenek enak ya. Di kehidupan lama aku tidak bisa merasakan bagaimana rasanya memiliki seorang nenek. Di kehidupan ini, aku akan menjaga nenek sepenuh kekuatan ku!.
[HARI MINGGU]
"iya nek"
"makannya sama apa?"
"nenek buatkan ramen kesukaan Karlina"
"waw! arigatou gozaimasu!"
"ayo makan"
"ittadakimasu" aku pun memakan ramen buatan nenek.
"nenek tidak makan?"
"nenek mau kepasar dulu, Karlina mau ikut?"
"Aku jaga rumah saja"
"Baiklah, nenek pergi dulu"
"itterasai"
Huh! bosan sekali. Nenek belum pulang dari pasar, padahal aku sudah selesai makan. Sebaiknya aku ngapain ya?. Tidak ada teman yang bisa di ajak main. Andai saja aku punya adik...
Skino... kakak kangen padamu. Apa kau di sana hidup dengan baik?. Kakak akan selalu mendoakan yang terbaik untukmu, meski kita berbeda dunia. Maaf, kakak tidak bisa menemanimu tumbuh besar.
Ya... meski begitu aku harus menerima apa adanya. Meski aku kagen dengan adikku, tapi inilah kehidupan ku sekarang. Ngomong-ngomong di kehidupan lalu aku tidak punya sahabat. Apakah aku bisa punya sahabat di kehidupan ini?. Lupakan saja, mana ada orang yang mau sahabatan dengan seorang kutu buku yang lemah sepertiku.
Juga... NENEK LAMA SEKALI!. aku khawatir... apakah nenek baik-baik saja?. biasanya tidak selama ini... em... coba berpikir positif saja. mungkin jalan yang biasa di tutup sehingga nenek harus lewat jalan lain? semoga nenek tidak menghadapi masalah.
__ADS_1
Karna untuk saat ini aku belum bisa melindunginya. Saat ini aku masih lemah. Tetapi, aku pasti akan membuktikan kepada dunia. Bahwa Karlina bukanlah orang lemah!.
Tunggu! aku belum pernah memikirkan bagaimana caranya menjadi kuat... DASAR ANEH!. ingin menjadi kuat tapi belum memikirkan rencana apapun. yasudahlah, itu di pikirkan nanti saja.
"Nenek pulang"
"Nenek?!" aku langsung berlari memeluk nenek.
"Kenapa lama?" tanyaku.
"Tadi jalanan macet"
"Hum! aku mengerti"
[MALAM HARINYA]
"Karlina besok kita akan kedatangan tamu"
"Siapa?"
"Adikmu"
"Memangnya aku punya adik?"
"Wajar saja bila Karlina tidak ingat. Adik Karlina ikut ke luar negri bersama orang tuamu"
"Apakah adikku perempuan? atau laki-laki?"
"perempuan, namanya Skino"
Hah? kenapa sama dengan... nama adikku di kehidupan yang lalu?. Apakah dia bereinkarnasi juga? atau... hanya kebetulan?.
"Kenapa melamun?"
"Tidak... aku hanya sedang memikirkan bagaimana sifat Skino"
"Dia telah lama tidak bertemu dengan nenek, jadi nenek juga tidak tahu"
"Tapi karna dia adikmu, dia pasti tidak beda jauh denganmu"
"Aku mengerti"
"Baiklah, waktunya tidur. Besok kau harus sekolah"
"Oyasumi" ucapku sebelum menutup mataku.
_____________________________________________
"One-san! One-San!"
Suara siapa itu? Dari mana asalnya?. Kenapa seperti memanggilku?.
"One-san! Jangan tinggalkan aku!"
Ini... suara Skino? a... apa maksudnya?... aku tidak mengerti!
"One-san pasti masih hidup! dia belum mati!"
Skino... maaf, tapi aku memang sudah meninggalkan mu. Apakah... ini perkataan Skino setelah aku meninggal?.
"Kapan ya aku bisa bertemu one-san lagi?"
"One-san..."
"Tidak! pasti One-san melihatku dari sana!"
__ADS_1
"Aku tidak boleh jadi anak yang cengeng"
Kenapa... aku bisa mendengar suara Skino? tapi di sini hanya ruang kosong!. Sebenarnya aku dimana? dan apa yang terjadi?.