Bereinkarnasi Menjadi Sailor

Bereinkarnasi Menjadi Sailor
Chapter 3 [Adik Baru] 'Karlina pov'


__ADS_3

"Aku pulang!" ucapku masuk rumah.


"One-san sudah pulang?" tanya seorang anak padaku.


"Kau... "


"Lia Skino desu"


"Souka! kau adikku itu kan?"


"Seharusnya sih begitu"


"Di mana nenek?"


"Dia sedang pergi bersama temannya"


"Tumben"


Aku pun masuk ke kamarku. Setelah itu aku mandi. Selesai mandi nenek belum pulang juga. Apa terjadi sesuatu? Hm... sepertinya aku yang berpikir berlebihan.


Aku pergi ke ruang tv dan melihat adikku menonton film 'Sailor Venus'. apakah dia menyukainya juga?. Aku menatapnya lumayan lama. Menurutku dia lucu juga.


Dia memiliki poni yang hampir menutupi matanya. Juga rambut pendek yang imut. Rambutnya coklat berkilau. Pasti sangat di sayang oleh orang tuaku kan?.


"Kenapa one-san menatapku begitu?"


"Dai-Daijoubu"


"One-san ingin bertanya?"


"Etto... ha'i"


"Seperti apa orang tua kita?"


"Ayah pemilik perusahaan besar, dan ibu adalah seorang polwan"


"Pasti sangat sibuk"


"Iya"


"Makannya aku di antar ke sini supaya aku ada yang jaga" ucap adikku. Perkataannya ini sempat membuatku bingung.


"Memangnya tidak ada yang menjagamu di sana?"


"Ada seorang pelayan di rumahku, tapi hanya satu"


"Souka"


"Tapi lebih baik di sini... em... sepertinya"


"Menurutku lebih baik di sana"


"Memangnya kenapa kalau di sini?"


Eh... aku tidak mungkin bilang akan ada penjahat kan? aku harus mencari alasan. Karna dia termasuk tokoh asli dari dunia ini, maka dia tidak tahu apa yang terjadi selanjutnya. APA YANG HARUS AKU KATAKAN?!


"Em... ada banyak pembully di sini" ucapku mengarang


"Aku akan hati-hati"


"Ngomong-ngomong kau umur berapa sekarang?"


"Tahun ini aku berumur 8 tahun. Lebih tepatnya 2 bulan lagi"


"Berarti kita beda 1 tahun ya?"


"Iya"


Malam pun tiba, Dan nenek belum pulang. Apakah sampai selama itu?. Lebih baik aku belajar untuk besok saja deh. Mungkin nanti malam saat aku tidur nenek pulang, semoga begitu.

__ADS_1


"One-san" panggil Skino.


"Nande?"


"Aku tidur duluan ya"


"Sebentar, di sini hanya ada 2 kamar... "


"Aku tidur di kamar One-san. Kata nenek begitu"


"Baiklah"


"Oyasuminasai One-san"


Aku membalas ucapan selamat malam darinya dengan senyuman. Aku pun belajar sampai cukup malam. Ketika aku melihat jam ternyata sudah jam 21.00. Aku pun memutuskan untuk tidur saja.


_______________________________________________


"Ohayou gozaimasu, One-san"


"em... Ohayou Skino-chan"


Setelah mendengar suara Skino aku pun langsung terbangun dari tidur ku. Ketika aku melihat ke seluruh rumah, aku tidak menemukan nenek. Bahkan di kamarnya masih rapih seperti kemarin malam.


"One-san, aku lapar"


"Ha'i"


Lebih baik aku masak untuk anak ini dulu. Aku pun pergi ke dapur yang berada di sebrang kamar nenek. Aku melihat isi kulkas dan tidak menemukan apa pun. Kulkas ini benar-benar tidak ada isinya.


Aku mencoba melihat ke Laci bawah kompor, dan ternyata ada sebungkus roti. Akhirnya aku hanya membuat roti isi telur atau roti asin. Aku dan adikku memakan roti itu lalu aku mandi, sementara adikku menonton tv.


Setelah selesai mandi aku merapihkan alat tulis dan buku untuk sekolah. Kira-kira sudah telat belum ya?. Untuk memastikan akhirnya aku melihat jam dan... SUDAH JAM 10.00?!.


Ini sih... telat jauh... KENAPA JADI BEGINI?!. Aku pusing tujuh keliling. Biasanya aku bangun secara otomatis jam 6 kok, kenapa tadi tidak ya. Apakah karna aku begadang?. Yang pasti sekarang apa yang harus aku lakukan?!.


Aku memutuskan untuk menelpon guru kelasku dan mengatakan aku izin tidak masuk terlebih dahulu karna adikku sakit. Untungnya guruku percaya saja padaku. Ternyata aku cukup ahli membuat alasan.


"One-san"


"Nande?"


"Belum, sepertinya"


Aku melihat tatapan khawatir dari mata Skino. Apakah dia khawatir pada nenek? tapi aku juga khawatir sih. Ini merepotkan. Apa aku harus mencari nenek?. AKH! DUNIA INI PENUH TANDA TANYA!.


Sudahlah, pertanyaan yang aku pikirkan hanya aku sendiri yang bisa menjawabnya. Enak sekali kalau punya seorang kakak ya. Sayangnya aku menjadi seorang kakak lagi. Setidaknya aku harap Skino sama baiknya dengan Skino yang lama.


Em... maksudku aku harap Lia Skino sama dengan Yu Skino. Tapi mereka adalah dua orang yang berbeda. Berbeda secara fisik, dunia, jiwa, dan lain-lain. Intinya mereka tidak sama, dan tidak akan pernah sama.


[SORENYA]


KRING KRING


"One-san! ada yang menelpon"


"Chotto matte"


Aku bergegas keluar dari kamarku dan pergi ke ruang tv. Aku mengangkat telpon dan mendengar suara kegaduhan.


"Moshi-moshi?"


"Apakah ini keluarga Lia?"


"Iya"


"Apakah kau Lia Karlina?"


"Iya, ada apa tuan mencari saya?"

__ADS_1


"Nenek anda saya tangkap pergi ke jalan belakang sekolah anda jika ingin nenek anda selamat"


Tunggu! apa maksudnya? nenek di culik?. Untuk beberapa saat aku terdiam tak bisa berkata-kata. Tubuhku merinding. Aku hanyalah seorang anak lemah di kehidupan ini. Apakah aku akan kehilangan nenek?. Ti... tidak! aku tidak terima!.


"Baiklah, aku mengerti"


"Kau bisa datang kapan saja, Karlina"


"Aku akan datang besok jika ada waktu"


"Sebaiknya begitu, karna semakin kau lama datang maka akan semakin berkurang umur nenekmu"


"Jangan mengancamku, nanti kau menyesal"


"Aku? menyesal? HAHAHA!"


"Dasar bocah sok sok an"


"Pegang ucapanmu. Jangan sampai ketika aku sampai ke sana kau lari ketakutan"


"Tidak akan, bocah sampah"


Aku pun menutup telpon. Aku Yu Karlina, tidak akan melepaskan siapapun yang mencari masalah denganku. Maupun di kehidupan lamaku atau di kehidupan ini.


[BESOKNYA]


"Hati hati"


"Tenang saja, aku akan membawa nenek pulang" ucapku sambil mengelus kepala adikku.


"Kembali lah dengan selamat"


"Pasti!"


Aku melangkahkan kakiku keluar dari rumah. Matahari baru saja terbit. Pemandangan yang indah, sayang di setiap keadaan yang indah, pasti ada keburukan.


Akhirnya aku sampai ke jalan belakang sekolahku. Aku mencoba mencari nenek, tapi tidak ketemu. Padahal aku sudah teriak memanggilnya dari tadi. Mungkinkah orang itu berbohong?.


"Karlina! pergi!"


Ini... Suara nenek! Aku langsung menoleh kebelakang dan aku melihat nenek sedang di ikat di sebuah kursi. Aku maju selangkah demi langkah. Tiba-tiba ada seseorang yang menyerang ku dari Belakang.


Aku langsung menghindar. Hem... apakah pembunuh bayaran? Entahlah. Tapi dia membawa pisau. Menarik, ayo mulai permainannya.


Aku maju dan jalan dengan cepat ke belakang orang itu. Aku langsung menendangnya dari belakang, tetapi tendanganku berhasil dia hindari. Aku maju dan memukul dia dengan serangan dekat. Hampir semua pukulanku dia tangkis.


Ketika aku hendak memukul dia mengeluarkan pisaunya dan berlari mendekat padaku. Aku langsung menghindar dari samping serta menendang orang itu dari samping. Orang itu jatuh tersungkur karna tendanganku. Hebat bukan?.


Aku mengambil pisau yang dia pegang. Lalu kugunakan untuk membuka tali yang mengikat nenek. Setelah itu aku melempar pisau itu jauh-jauh.


"Mana kata-katamu?" tanyaku padanya.


"Dasar bocah sialan!"


Aku menginjak tangan dan kakinya dengan keras supaya dia tidak bisa berdiri.


"Kau berurusan dengan orang yang salah"


"Aku harap lain kali jangan cari nati. Hargai nyawamu pak"


Aku langsung menarik tangan nenek dan membawa nenek pergi dari sini. Selama perjalanan aku dan nenek sama-sama diam. Aku terus terpikir, apakah nenek akan marah padaku?. Lebih baik aku tanya saja.


"Nenek"


"Iya?"


"Gomen, tadi aku melakukan kekerasan"


"Aku tahu itu perbuatan yang salah"

__ADS_1


"Tidak apa. Karlina melakukannya untuk menyelamatkan nenek, nenek senang bisa di selamatkan Karlina"


"Arigatou, Karlina"


__ADS_2