Bereinkarnasi Menjadi Sailor

Bereinkarnasi Menjadi Sailor
Chapter 8 [Manusia Misterius] 'Karlina Pov'


__ADS_3

Aku sudah pulang sekolah. Jadi kini aku sedang ke rumah Usagi seperti yang dia minta kemarin. Katanya sih ingin membicarakan sesuatu. Setelah sampai, aku memencet bel rumahnya.


𝘛𝘪𝘯𝘨 𝘵𝘰𝘯𝘨


"Ayo masuk" Ucap Usagi membuka pintu.


"Apa yang ingin kau bicarakan?" Tanyaku.


"Langsung menuju poin pembicaraan ya?"


"Aku memang orangnya begitu"


"Akan ku bicarakan, tapi di kamarku saja" Akhirnya kami menuju Kamar Usagi. Setelah sampai Usagi langsung mengnci pintunya.


"Ada apa?"


"Baiklah!" Usagi mengambil nafas.


"Maukah bergabung dengan team ku?"


"Hah?"


"Kemarin aku melihat kau memiliki kekuatan tersembunyi! Dan kami para Sailor adalah manusia yang memiliki kekuatan tersembunyi. Jadi kurasa, kau juga bagian dari kami"


"Sailor?" Aku berpura-pura tidak mengerti.


"Sailor adalah orang yang melindungi bumi dari ancaman jahat. Yaitu kami orangnya!"


"Apa kau yakin diriku juga bagian dari kalian?"


"Kenapa tidak?"


"Aku orang yang lemah"


"Kau pasti menjadi hebat suatu saat! Percayalah pada dirimu sendiri!"


"Terimakasih"

__ADS_1


"Sailor... Em... Maksudmu seperti Sailor Venus?"


"Iya... Kami mirip dengan dia. Tapi kami bukan dia"


"Bukan ya?" Apakah Sailor Venus belum bergabung? Kalau begitu aku bergabung dengan mereka lebih dulu dong?. Nanti dulu! Memangnya aku bisa menjaga bumi? Aku kan orang lemah yang selalu dibully.


Aku melihat ke jendela kamar Usagi. Pemandangannya indah. Terlihat langit yang cerah dan awan yang menyelimutinya. Juga ada beberapa orang yang melintas di sekitar rumah Usagi. Sayang sekali kalau bumi ini hancur karna ulah orang jahat kan?.


Akhirnya aku mengerti. Aku dilahirkan kembali, memang untuk melindungi dunia ini, untuk menjaga para manusia, untuk menghancurkan kejahatan. Apakah sebenarnya ini yang di suruh dewi waktu itu?.


Aku berbalik dan menatap Usagi. "Baiklah! Aku akan bergabung dengan kalian dan menjadi Sailor" Ucapku mengangguk. Usagi tersenyum sambil melompat. Setelah itu dia memegang tanganku "Mohon kerjasamanya! Karlina".


Setelah itu kami sedikit berbincang sampai Usagi mengatakan "Aku bosan, kita keluar yuk?" Aku berpikir sejenak. Aku melihat ke jendela dan bepikir 'sepertinya pemandangan malam bagus'.


"Baiklah, aku akan menemanimu" Aku menyetujuinya.


"Hore! Ayo kita keluar!" Usagi menarik tanganku.


Lalu kami pergi berjalan-jalan sebentar. Pemandangannya memang bagus, malam yang cerah serta dipenuhi bintang. Bulannya pun terlihat. Bulan malam ini bulan sabit.


"Ya?" Aku menoleh.


"Apa kau pernah menyukai seseorang?" Tanya Usagi.


"Belum, memangnya kenapa?"


"Tidak. Hanya saja bulan yang indah biasanya selalu berkaitan dengan kisah cinta yang manis"


"Benarkah?" Ucapku tak percaya.


"Ya! Kisah cinta bagaimana yang kau inginkan, Karlina?"


"Ntahlah. Yang penting dia setia" Ucapku malas berpikir.


"Bagaimana denganmu?" Aku balik bertanya.


"Mungkin dimulai dari pertemuan secara tak sengaja. Lalu kami akrab. Awalnya hanya sebatas teman, tetapi dia mengetahui identitasku. Lalu kami mulai saling jatuh cinta. Sampai pada ssaat detik-detik aku akan berhasil mengalahkan dalang dari kejahatan yang terjadi di bumi ini, dia membantuku. Lalu kami menikah dan menghabiskan waktu bersama" Jelas Usagi panjang lebar.

__ADS_1


"Semoga terwujud"


"Terimakasih!" Usagi mengangguk.


"Hebat, kau bisa memikirkannya sejauh itu..."


"Memangnya tidak pernah terpikir di pikiran mu Karlina?"


"Tidak"


"Dan aku tidak peduli" Sambungku.


"Aku turut kasian pada jodohmu"


"Blak-blakan sekali" Ucapku datar.


"Tunggu! apa itu?" Ucapku menunjuk sesuatu keatas langit.


"Mana?" Tanya Usagi.


"Ayo ikuti orang itu!" Ucap Usagi setelah menemukan orang yang kumaksud.


Usagi langsung berlari menuju orang itu. Aku pun mengikutinya. Akhirnya kami sampai kesuatu lorong. Kami berhenti karna kehilangan jejak orang itu.


"Sudah kuduga. Ada yang mengikuti diriku" Ucap seseorang dari belakang kami.


Kami langsung berbalik dan melihat seseorang yang menggunakan topeng dibelakang kami. Tanpa pikir panjang aku langsung maju dan menyerang orang itu. Sayangnya, orang itu menghindar semua seranganku.


Orang itu langsung menculik Usagi dan pergi seketika. Aku berniat mengejarnya, tetapi orang itu meninggalkan sepucuk kertas. Aku mengambil kertas itu terlebih dahulu dan membacanya.


-𝘛𝘦𝘮𝘶𝘪 𝘢𝘬𝘶 𝘫𝘪𝘬𝘢 𝘬𝘢𝘶 𝘣𝘦𝘳𝘢𝘯𝘪.


𝘊𝘢𝘳𝘪 𝘢𝘬𝘶 𝘫𝘪𝘬𝘢 𝘨𝘦𝘯𝘪𝘶𝘴.


𝘏𝘦𝘯𝘵𝘪𝘬𝘢𝘯 𝘢𝘬𝘶 𝘫𝘪𝘬𝘢 𝘬𝘢𝘶 𝘱𝘦𝘥𝘶𝘭𝘪-


"Teka-teki kah?" Ucapku menebak.

__ADS_1


__ADS_2