
"Nenek aku berangkat dulu ya!"
"Itterasai, Karlina"
Sudah cukup lama aku hidup di dunia ini, kurasa sekarang saatnya balas dendam pada apa yang terjadi sebelumnya. Lihat saja! kini yang di depan kalian adalah Lia Karlina yang sudah cukup kuat... kurasa.
Terlalu memikirkan tentang balas dendam, aku tak sengaja menabrak seorang siswi. "Sumimasen" ucapku meminta maaf sambil membungkukkan diri. "Aku juga minta maaf karna telah menabrakmu" ucap siswi itu.
"Daijoubu, lagipula aku yang tidak fokus" jawabku. siswa itu membalas perkataan ku dengan senyuman. Sepertinya dia anak SMA? tapi itu hanya dugaanku.
Tak lama kemudian bus datang aku dan siswi itu masuk. Lalu kami duduk sampingan.
"Kau sedang berangkat sekolah ya?" tanya siswi itu.
"Iya, bagaimana denganmu?"
"Aku juga sedang berangkat sekolah kok~"
"Oh ya, namaku Aila, namamu?"
"Karlina desu"
"Kau sekolah di mana?"
"SMP Kuyaoka"
"Berarti kita satu sekolah"
Kupikir dia anak SMA ternyata masih SMP. pembicaraan kami berakhir di situ karna Aila memainkan handphonenya selama perjalanan. kami pun sampai ke sekolah dan turun dari bus.
Setelah itu kami masuk ke kelas masing-masing. Dan ternyata... dia seumuran denganku. Dia juga masih kelas 2 SMP. Tetapi kami berbeda kelas.
Aku memulai hatiku seperti biasa dengan belajar di sekolah. Ini satu-satunya cara agar aku bisa hidup. Karna kalau kau tidak kuat setidaknya jangan bodoh. Jika kau adalah orang lemah dan juga bodoh, maka kau akan mati dengan mudah. Mengapa? Karna dunia ini kejam.
Dan juga kalau kau tidak goodlooking maka kau harus goodrekening, kalau kau tidak goodrekening kau harus goodlooking. Kalau kau tidak memiliki salah satu dari itu... kau mungkin akan jomblo seumur hidup. Kenapa? Karna jarang ada orang yang memandang hatinya. Pasti kalau tidak mandang fisik ya mandang isi dompet.
TING TONG
jam istirahat pun berbunyi. Aku memakan bekalku setelah itu keluar kelas, aku memutuskan untuk pergi ke perpustakaan. Tetapi saat di jalan aku melihat kegaduhan. Entah apa itu, karna penasaran aku mencoba melihatnya lebih dekat.
"Hei gadis bodoh! cepat serahkan uangmu!"
"Tapi aku tidak bawa uang"
"Cepat serahkan!"
"Aku sungguh tidak bawa uang"
"Kau tidak dengar kata sahabatku?!"
"Go... gomen!"
"Dasar miskin!"
"Ta..."
"Apa yang kalian berdua lakukan?" Aku memutuskan untuk membela anan yang terbully itu. Kenapa? karna yang membully nya adalah Sofia dan sahabatnya, Yansa.
"Diam! kau tidak perlu ikut campur!"
"Apa urusanmu Karlina?!"
"Tentu saja ada, aku masih belum membalaskan dendamku pada saat di sekolah dasar"
Dari pada terus berbicara, aku berjalan selangkah mendekati mereka lalu mengayunkan kakiku, dan menendang Sofia dengan keras. Sofia jatuh tersungkur. Setelah melihat itu Yansa hendak memukulku, tapi aku menangkis pukulannya, lalu menendang perutnya.
"Ini belum selesai!" ucap Sofia lari.
"Tunggu aku Sofia!" Yansa pun mengejar Sofia.
__ADS_1
"Kau baik baik saja?" tanyaku pada siswi yang terbully.
"Daijoubu"
"etto... arigatou gozaimasu" ucap siswi itu membungkukkan badan.
"Namamu Karlina kan?"
"Kau tahu namaku dari mana?"
"Kita bertemu tadi pagi di halte bus"
"Souka! kau Aila ya? Gomen... aku ini pelupa"
"Tidak masalah"
"Kalau begitu aku ke perpustakaan dulu ya"
"Aku boleh ikut?"
"Tentu"
[PULANG SEKOLAH]
"Hei! Anak cupu!"
"Aku?"
"Memangnya siapa lagi?"
"Aku tidak mengenalmu"
"Bantu aku mencelakai Aila"
"Hah?"
Aku sedikit terkejut. Apakah dia ada dendam pada Aila? hm... Tidak akan aku biarkan dia menyakiti Aila!. Bagaimana pun Aila adalah teman pertama yang aku miliki. Aku harus mencari cara.
"Anak kelas 8C yang tadi bersamamu di perpustakaan"
"Oh! anak itu? dia hanya bertanya tentang pelajaran"
"Memangnya dia kenapa? menurutku dia sopan kok"
"Kau baru bertemu dengannya sekali! kau belum tahu sebenarnya dia seperti apa!"
"Baiklah, aku akan membantumu"
"Bagus, aku akan kirimkan uang kepadamu sebagai upah"
"Deal! apa yang harus aku lakukan?"
"Liat petunjuk di kertas ini, lalu kerjakan"
"Mengerti"
Aku melipat kertas itu dan menyimpannya di saku rokku. Setelah sampe ke rumah aku membaca isi kertas itu dengan teliti. Dan aku pun mengetahui niat buruk anak itu. Lalu kalau di ingat-ingat lagi... anak itu bernama Sara. Dia adalah anak kelas 8C, anak terkaya di angkatanku. Menarik, ayo mulai permainannya.
[BESOKNYA]
TING TONG
Bel istirahat berbunyi. aku mendengar ada seseorang yang memanggilku "Oi cupu". Aku menoleh dan menjawab "Ada apa?", tanpa basa basi teman sekelasku langsung memberitahu " Sara mencarimu".
Aku tak menjawab perkataannya lagi. Aku langsung keluar kelas dan melihat Sara sedang bersandar di dinding.
"Kenapa kau mencariku?"
"Lakukan sesuai rencana" pinta Sara.
__ADS_1
"Aku mengerti"
Sepertinya permainan akan di mulai. Ayo lihat, siapa yang menang dan siapa yang kalah. Tapi tentu saja aku tidak akan kalah dengan mudah!. Aku pergi ke perpustakaan dan melihat Aila sudah menungguku. "Aila, Sara memanggilmu" ucapku tanpa basa basi.
"Dia menunggu di mana?"
"Deket tangga"
"Oke"
Setelah itu aku pergi ke ruang guru.
"Sumimasen, bu Gusna nya ada?"
"Ada apa Karlina?" bu Gusna langsung menghampiriku.
"Tadi di panggil sama anak kelas 8D"
"Siapa?"
"Gak tau bu, tadi langsung nyuruh saya manggil ibu"
Bu Gusna pun keluar dari ruang guru dan pergi menuju kelas 8D. Kebetulan kelas 8D berada di sebelah tangga. Jadi mau tidak mau bu Gusna pasti bertemu dengan Sara dan Aila.
"Karlina mau nganterin ibu?"
"Maaf bu, saya mau ngembaliin buku ke perpustakaan dulu"
"Oh yaudah"
Aku pun pergi ke perpustakaan. Daripada muncul di tempat kejadian, lebih baik membuat alasan untuk menghindar. Karna jika aku ke sana, sama saja seperti aku masuk ke jebakanku sendiri.
Tak lama aku memutuskan untuk melihat keadaan. Ketika sampai aku melihat banyak murid berkumpul. Ternyata Sara sedang dimarahi oleh bu Gusna, yah... bu Gusna memang galak sih.
Ketika aku sedang melihat. Tiba-tiba Sara melihat diriku dan langsung berkata "Bu! Karlina juga ikutan bu!". Sudah kuduga dia akan bilang begitu. Murid-murid mulai menatap padaku. Ada salah satu teman sekelasku yang hendak berbicara namun di potong oleh bu Gusna.
"Jangan menyalahkan orang lain!"
"Dari tadi Karlina di perpustakaan!"
"Kalau udah salah ya salah! gak usah bawa-bawa orang lain!" bu Gusna langsung memukul wajah Sara.
"Bu" teman sekelasku yang tadi ingin berbicara mengangkat tangan.
"Iya?"
"Karlina anaknya pendiam bu, gak mungkin iku-kut ngebully kayak Sara"
Hm? dia sedang membelaku?. Seingatku aku tidak akrab dengannya. Entahlah, tapi pasti ada maksud. Karna tidak mungkin dia membela orang asing sepertiku tanpa maksud.
Bu Gusna pun membawa pergi Sara. Sepertinya dia akan di hukum, semoga saja. Aku mendekati Aila dan menjulurkan tanganku. Setelah dia memegang tanganku aku membantunya berdiri.
"Kau tidak apa-apa Aila?"
"Daijobu"
"Sumimasen, kalau tahu Sara akan membully mu aku tidak akan memanggilmu"
"Tidak, ini bukan salahmu"
Maaf Aila, kali ini kau jadi kambing hitamku. Aku tidak punya pilihan lain. Tapi lihat saja, aku akan membalaskan dendammu pada Sara. Juga... aku tidak akan memperalatmu lain kali, sepertinya.
"Aila"
"Iya?"
"Apa kau menyimpan dendam pada Sara?"
"Ya iyalah, tapi aku tidak bisa apa apa" dia memotong kata-katanya
__ADS_1
"Jadi lupakan saja, aku hanya bisa percaya tuhan akan membalaskan dendamku" Sambung Aila.