Berlututlah Suamiku Yang Kejam

Berlututlah Suamiku Yang Kejam
4. Pesta Sonia dan Haidar


__ADS_3

Waktu berlalu begitu cepat, di kediaman Pramudya sudah banyak tamu berdatangan. Ya hari ini adalah hari pernikahan Sonia dan juga Haidar. Bahkan rekan bisnis Andra juga sudah datang untuk memberikan selamat pada pasangan pengantin baru itu


"Tuan siapakah gadis itu?" tanya pria yang sebaya dengan Andra


"Dia adalah putri kedua saya" ucap Andra yang melihat Jean bersama dengan kakaknya


" Gadis yang cantik. Bagiamana kalau kita jodohkan putrimu dengan putraku" ucap pak Wisnu


"Maafkan saya tuan, putri saya sudah memiliki calon suami" ucap Andra menolak dengan pelan


"Ahh sayang sekali. Beruntung sekali pria yang bisa mendapatkan putri tuan Andra" ucap pak Wisnu


"Terimakasih tuan" ucap Andra


Sementara itu...


"Kak, apa setelah ini kakak akan pindah ke apartemen?" tanya Jean


"Iya sayang, kami ingin hidup mandiri" jawab Sonia


"Lalu bagaimana denganku?" tanya Jean memelas


"Hei, cimut sebentar lagi kamu juga akan menikah" ucap Haidar mencubit pipi Jean


"Secepat itukah" ucap Jean menghela nafasnya


"Kak, bisakah jangan pindah dulu. Ya setidaknya sampai aku menikah" ucap Jean lirih. Sonia dan Haidar saling tatap


"Baik, kami akan tinggal disini menemani cimut kami ini" ucap Haidar yang membuat Jean mengembangkan senyumnya


"Terimakasih kak" ucap Jean mencium pipi Sonia dan memeluk keduanya


Entah mengapa melihat tawa Jean, membuat Sonia ikut merasakan kepedihan yang sebenarnya di sembunyikan adik satu-satunya itu


Dan sekarang sudah tiba saatnya para tamu memberikan selamat pada kedua mempelai. Bahkan teman-teman arisan mama pun juga sudah datang untuk memberikan selamat kepada Sonia dan Haidar


Dan tidak aneh bagi Jean dan Sonia jika teman arisan bertemu pasti akan bergosip lebih dulu


"Selamat ya pengantin baru. Ih anak jeng Ratna cantik banget" ucap temen arisan mama


"Terimakasih tante" ucap Sonia sedikit malu dengan pujian teman mamanya


"Eh jeng hidangan pesta jeng Ratna ini sederhana tapi rasanya gak kalah mewah sama masakan koki bintang lima" ucapnya


"Semua hidangan ini saya pesan di cafe Starligh jeng" ucap Ratna


"Bukannya cafe Starligh itu cafe yang sedang hits di kalangan anak muda ya jeng" ucapnya lagi


"Iya jeng" jawab Ratna lembut. Sedangkan Jean hanya cekikikan mendengar perkataan mamanya itu


Sedangkan Jean terkikik mendengar penuturan mamanya itu


***


Dua hari setelah acara pernikahan Sonia dan Haidar, Jean sudah kembali masuk ke kampus setelah libur satu minggu


Tak lama setelah itu, ponsel Jean berdering dan itu dari mami Erlin yang meminta untuk bertemu di cafe dekat kampus Jean


"Selamat sore tante" Sapa Jean sambil mencium tangan mami Erlin


"Sore sayang. Kok tante sih Mami" ucap Erlin tegas


"Oh iya ma...mi" ucap Jean yang masih sedikit kaku


"Sayang kamu mau makan atau minum?" tanya Erlin


"Jean minum aja mi, Jean sudah makan tadi dikampus" jawab Jean, lalu Erlin memesan minuman dan sedikit cemilan


Tak lama setelah itu, minuman dan cemilan yang di pesan mami sudah datang

__ADS_1


"Tan...eh Mami kenapa meminta Jean kemari?" tanya Jean sedikit gugup


"Hari ini mami mau bawa kamu fitting gaun pengantin sayang. Kita tinggal menunggu Jatra" ucap Elin lembut. Jean hanya menganggukkan kepalanya


''Bukannya pernikahan ini dirahasiakan ya mi?'' tanya Jean


''Iya sayang, tapi acara keluarga inti harus tetap di laksanakan sayang'' ucap mami Erlin lembut, Jean hanya mengangguk. Selama pernikahan ini tidak tersebar keluar, Jean akan menurutinya


.


Sekitar 10menit terlihat kedatangan seorang pria tampan yang menuju arah mereka


"Mami" panggilnya singkat


"Sayang kamu sudah datang. Ayo minum dulu" ucap Elin


"Gak usah mi, satu jam lagi aku akan ada meeting" ucap Jatra


"Ya udah, ayo kita berangkat" ucap mami Elin


"Mi Jean akan mengikuti dari belakang, karena Jean bawa mobil sendiri" ucap Jean


"Jatra kamu pergi sama Jean ya. Biar mami yang bersama Juan" ucap mami Elin. Tanpa menunggu jawaban dari Jatra, mami Elin segera meninggalkan keduanya


Setelah kepergian maminya, terlihat dari raut wajah Jatra yang sangat kesal dengan maminya.


Jatra langsung berjalan menuju parkiran dan diikuti Jean yang sedikit berlari mengikuti langkah lebar Jatra


"Bruk... Aw" pekik Jean sambil mengelus keningnya, karena Jean menabrak punggung Jatra


"Ke...kenapa kau tiba-tiba berhenti?" tanya Jean canggung


"Gua gak tau yang mana mobil lu" ucap Jatra dingin


"Oh ma...maaf" ucap Jean lalu mencari kunci mobilnya


Setelah mendapat posisi mobilnya, Jatra langsung mengambil kunci mobil Jean dan langsung masuk ke mobilnya


Tak butuh waktu lama untuk sampai di butik milik teman maminya


"Mbak lihatlah menantuku, cantik kan?" ucap Elin


"Cantik banget, gak kalah sama mertuanya" ucap tante Arini mencolek dagu Jean


"Terimakasih tante" ucap Jean malu


"Wati tolong bantu nona muda mencoba kebaya dan gaun pengantin" ucap Arini pada asistennya


" Baik bu, mari nona ikut saya" ucap Wati sopan


"Jatra ini kamu coba di kamar pas sebelah sana ya" ucap Arini memberikan setelan jas yang senada dengan kebaya Jean


Tanpa menjawab, Jatra langsung meraih setelan itu dan mencobanya


"Putramu dan putraku tak jauh beda, sama-sama dingin" ucap Arini menggelengkan kepalanya


"Iya. Tapi tidak dengan putra bungsumu" ucap Elin


"Ya yang satu introvert yang satu lagi extrovert" ucap Arini menghela nafasnya


Tak lama setelah itu, tirai kamar pas sama-sama terbuka yang menampilkan Jean dengan balutan kebaya putih dan Jatra dengan balutan jas yang senada


Jatra sempat terpesona melihat kecantikan Jean hingga akhirnya dia memalingkan wajahnya


"Ya ampun sayang, kamu cantik banget" ucap Elin kagum akan kecantikan menatunya itu. Jean hanya tersenyum malu mendengar pujian sang mertua itu


Setelah mencoba beberapa gaun pengantin, Jean langsung kembali kerumahnya membawa mobilnya sendirian. Namun sebelum itu, Jean mampir dulu di supermarket untuk membeli cemilan


"Jeandita" panggil seorang pria yang tidak asing bagi Jean

__ADS_1


"Eh pak Jendral" sapa Jean sopan


"Ini bukan di kampus, panggil saja saya Kak Jendral" ucap Jendral


"Oh iya kak" ucap Jean mengerti


"Bang gua nyariin lu, taunya ku disini goda cewek" ucap seorang pria yang sangat Jean kenal


"Haikal" ucap Jean terkejut


"Je ngapain lu disini?" tanya Haikal yang juga terkejut


"Ya belanja lah" jawab Jean


"Kok lo bisa sama kak Jendral?" tanya Jean penasaran


"Gua adiknya bang Jendral, tapi rahasaiakan ya jangan ampe bocor" ucap HaikalĀ  sedikit berbisik


"Hah.." ucap Jean melongo, lalu Jean mengangguk mengerti


"Je udah kelar lu belanjanya?" tanya Haikal


"Belum, ini gue baru nyampe" jawab Jean


"Kalau begitu Jean pamit dulu ya kak" ucap Jean lagi


"Eh Je, lu gak pamit ma gua?" tanya Haikal sambil menunjuk dirinya sendiri


"Enggak udah bosen gue sama lo" jawab Jean dengan usilnya


.


.


Malam harinya....


"Bagaimana?" tanya Arjun


"Apanya yang bagaimana?" tanya Jatra bingung


"Pesta lajang. Kita buat pesta lajang untuk Jatra" ucap Arjun yang dapat anggukan dari ketiga sahabatnya


"Tidak perlu, untuk apa pesta lajang" ucap Jatra seperti biasa datar


"Kenapa, kan lu dah mau nikah" jawab Arjun


"Aku tidak akan menyentuhnya" ucap Jatra


"Yakin?" tanya Juan yang meragukan Jatra


"Gua penasaran siapa sih calon bini lu?" tanya Jendral


"Dia mahasiswi di universitas lu" bukan Jatra melainkan Juan yang menjawab


"Namanya?" tanya Jendral dan Arjun bersama


"Kompak banget lu berdua. Namanya Jeandita Pramudya" ucap Juan


"Jeandita, dia kan temen adik gua" ucap Jendral


"Iya dia juga sahabat cewek gua dari smp" ucap Arjun, Juan hanya mengangkat bahunya


"Jun, gua gak yakin Jatra bakalan kuat gak nyentuh Jean. Secara Jean adalah incaran para lelaki di kampus" ucap Jendral sengaja, namun jatra masih diam


"Aku akan menceraikannya saat Mega kembali" ucap Jatra


"Lu serius Jat?" tanya Jendral


"Gua gak bisa ngomong apa-apa lagi jat. Tapi semoga lu gak nyesel" ucap Arjun menatap Juan. Sedangkan Juan hanya menghela nafasnya berat

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2