Berlututlah Suamiku Yang Kejam

Berlututlah Suamiku Yang Kejam
6. Kekejaman Jatra


__ADS_3

Malam harinya, setelah acara keluarga yang di laksanakan di hotel milik Jatra, Jatra dan Jean bersiap untuk segera pergi ke mansion milik Jatra


"Kalian mau kemana?" tanya Ratna


"Kami akan kembali ke mansion malam ini ma" jawab Jatra datar


"Apa tidak besok saja, ini sudah malam" ucap Erlin


"Tidak mi, aku ingin di rumah sendiri agar aku bisa leluasa pada Jean"  ucap Jatra menekan kata leluasa membuat Jean sedikit takut


"Ma, pa, kalau Jean pergi jangan lupain Jean ya" ucap Jean membuat Sonia menahan tawanya


"Kamu itu aneh deh je, kamu pergi ke Amerika yang perjalanannya berjam-jam gak pake drama gini, kenapa cuma pergi ikut suami yang jaraknya hanya 1 jam kamu pake drama" ledek Sonia


"Aku cuma ngomong beberapa kata, kenapa kakak jadi lebih dari 20 kata" ucap Jean mendengus kesal


"Kamu kan bisa pulang kerumah kapanpun kamu mau" ucap Ratna. Lalu Jean memeluk Ratna dan juga Sonia  beserta keluarga yang lain, dan akhirnya drama itu berakhir


Jean masuk mobil sambil melambaikan tangannya kepada keluarganya


Saat di tengah jalan, Jatra menghentikan mobilnya. Jean merasakan ada hal yang tidak enak, Jean takut Jatra menurunkannya ditengah jalan


"Ke... Kenapa berhenti?" tanya Jean menelan salivanya kasar


"Baca ini" ucap Jatra melempar map pada Jean. Tanpa bertanya, Jean langsung membuka map itu


"Apa maksudnya ini?" tanya Jean tak mengerti saat membuka map itu


"Apa kau bodoh? Itu adalah surat kontrak" ucap Jatra datar


"Aku tau ini surat kontrak, tapi kenapa kamu memberi aku ini?" tanya Jean geram


"Bacalah, kau akan mengerti setelah kau membacanya" ucap Jatra dingin


**Surat kontrak Pernikahan**


Pihak A: Jatra Dewantara


Pihak B: Jeandita Pramudya


1. Pihak B harus mematuhi segala perkataan pihak B


2. Pihak A dan pihak B tidur satu kamar, namun tidak ada kontak fisik 


3. Pihak B dilarang menyentuh barang pribadi pihak A atau mencampuri urusan pribadi pihak A


4. Pihak B harus bersedia di ceraikan setalah kekasih pihak A kembali


Itulah isi dari kontrak pernikahan yang di buat oleh Jatra. Jean menghela nafasnya kasar, dia merasa sakit saat membaca kontak yang nomor 4


"Bagaimana jika kekasihmu kembali dalam waktu 2 atau 3 tahun lagi?" tanya Jean menahan air matanya


"Aku jamin dalam waktu kurang dari 2 tahun dia akan kembali" jawab Jatra


"Aku ingin yang nomor 4 di ganti. Dalam waktu satu tahun kita akan bercerai" ucap Jean tanpa menatap Jatra


"Apa kau yakin?" tanya Jatra namun Jean hanya diam tak menjawab


"Baiklah, setelah satu tahun kita bercerai mansion beserta isinya akan menjadi milikmu" ucap Jatra


"Tudak perlu, aku tidak butuh mansionmu" ucap Jean ketus


.

__ADS_1


Sekitar satu jam, Jatra menghentikan mobilnya di sebuah bangunan besar nan mewah. Jatra dan Jean langsung turun saat kedua pengawal membuka pintu mobilny


"Selamat datang tuan dan nyonya muda" ucap para pelayan memberikan hormat


"Perkenalkan saya Dion saya pengurus rumah di mansion ini nyonya" ucap Dion sedikit membungkukan badannya


"Terimakasih paman. Tapi bisakah jangan panggil saya nyonya?" tanya Jean memohon


Dion menatap Jatra meminta persetujuan dari tuannya, Jatra menganggukkan kepalanya pelan  lalu meninggalkan Jean disana dengan beberapa pelayan


"Baiklah nona Jean" ucap Dion


"Mari saya antar anda ke kamar nona" ucap Dion lagi. Jean mengangguk lalu mengikuti langkah Dion


.


Saat sampai di kamar, Jean melihat sekeliling kamar yang memang khas kamar pria. Tanpa sengaja mata Jean tertuju pada bingkai foto yang memang sengaja di balik


Jean ingin melihat foto apa dibalik bingkai yang terbalik itu, namun tiba-tiba


"Jangan sentuh barangku" ucap Jatra tiba-tiba


"Pyar..." Jean yang terkejut langsung menjatuhkan bingkai itu hingga pecah


Melihat itu, rahang Jatra mengeras dengan wajah merah padam. Jatra menarik rambut Jean dengan kuat hingga kepalanya ketarik kebelakang


"Bukankah aku sudah bilang, jangan sentuh barangku" teriak Jatra, Jean memejamkan matanya saat Jatra berteriak di dekat telinganya


"Ma...ma...af aku tidak sengaja" ucap Jean meringis


"Tolong lepaskan, sakit" ucap Jean menahan tangan Jatra, lalu Jatra menghempaskan Jean di dekat pecahan kaca itu


"Aww, ssst" Jean meringis kesakitan saat pecahan kaca itu mengenai tangannya


"Tapi pecahan kaca ini sangat tajam" ucap Jean


"Kau mau membersihkan dengan tanganmu, atau aku akan menggunakan wajahmu untuk membersihkannya" ancam Jatra


Jean langsung memunguti pecahan kaca itu dengan tangannya, sesekali dia meringis kala serpihan kaca itu mengenai tangannya


Saat itu juga air mata Jean jatuh, dia tidak pernah di perlakukan seperti ini sebelumnya. Lantai keramik putih itu kini sudah banyak noda darah tangan Jean




Di tempat lain...


"Sayang kenapa kamu di luar?" tanya seorang pria sambil mengenakan jaket pada wanita itu


"Aku hanya khawatir pada Jean, apa Jatra akan bersikap baik pada Jean" ucap Sonia, ya dia adalah Sonia


"Apa maksudmu?" tanya Haidar


"Kamu kan tau, mereka tidak saling kenal Sebelumnya. Bahkan aku dengar dari teman-temanku Jatra adalah orang yang kejam" ucap Sonia


"Aku tau Jatra memang orang yang kejam. Tapi aku yakin dia tidak akan menyakiti Jean yang statusnya sudah menjadi istrinya" ucap Haidar menenangkan istrinya itu


"Hah, mungkin aku yang berpikir terlalu jauh" ucap Sonia


"Sekarang kita masuk, kita mulai malam pertama kita lagi" ucap Haidar mengecup leher Sonia


"Yang menikah adikmu, kenapa kau yang mau mala pertama?" tanya Sonia mencubit pelan perut Haidar

__ADS_1


"Karena aku gak yakin kalau Jean akan melakukan malam pertama malam ini" ucap Haidar, lalu mengangkat tubuh Sonia dan masuk kedalam kamar hotel itu


.


.


Kembali pada Jean, setelah membersihkan serpihan kaca itu, Jean langsung mengobati tangannya


Tiba-tiba Jatra melempar Jean dengan bantal dan guling


"Malam ini kau tidur di bawah, tanpa alas tanpa selimut" ucap Jatra


"Apa?" tanya Jean tak percaya


"Ini hukuman untukmu" ucap Jatra. Lalu Jatra naik keatas ranjang dan menutup dirinya dengan selimut. Sedangkan Jean sedikit ragu untuk tidur di lantai yang dingin itu


***


Keesokan harinya, Mentari pagi terlihat begitu cerah, tapi tidak dengan gadis yang baru bangun dan tidur di lantai itu


"Sungguh keterlaluan. Aku tidak pernah tidur dilantai tanpa alas, tapi aku mendapatkan suami yang kejam" lirih Jean sambil memijat tubuhnya yang serasa remuk. Lalu Jean masuk kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya


Sekitar 15menit Jean keluar dengan pakaian yang sudah rapi. Terlihat juga Jatra yang baru bangun dan duduk di tepi ranjang


"Buatkan aku kopi" ucap Jatra dingin


"Ba...baik" jawab Jean lalu melangkahkan kakinya keluar kamar


"Nona apa ada yang bisa saya bantu?" tanya Dion


"Tidak paman, aku hanya ingin membuatkan kopi untuk mas Jatra" jawab Jean


"Nona, kenapa dengan tangan anda?" tanya Dion yang menyadari bahwa tangan Jean penuh  dengan luka


"Oh ini semalam tidak sengaja tergores botol parfumku yang pecah" ucap Jean berdusta


Dion tau ada yang tidak beres dengan nona mudanya itu. Namun Dion tak bertanya lagi


"Paman mas Jatra biasanya suka minum kopi yang manis apa enggak?" tanya Jean


"Tuan muda biasanya suka kopi yang tidak terlalu manis nona" ucap Dion


"Baik terimakasih paman" ucap Jean tersenyum manis


Setelah membuatkan kopi untuk Jatra, Jean kembali kekamarnya dengan membawa kopi buatannya


"Ini mas kopinya" ucap Jean. Jatra segera meminum kopi itu


"Byuur, kamu buat kopi atau mau bunuh saya hah?" teriak Jatra membuat Jean menutup telinganya


"A...apa yang kurang mas, kata paman Dion kamu tidak suka kopi yang terlalu manis" ucap Jean sedikit takut


"Yang mau minum kopi siapa, Dion apa aku" ucap Jatra lagi


"Prannkk"


"Aww... Ssst"




__ADS_1


Bersambung


__ADS_2