Berlututlah Suamiku Yang Kejam

Berlututlah Suamiku Yang Kejam
7. Kedatangan Raka


__ADS_3

"Prankk" Jatra melempar cangkir kopi itu dan mengenai Jean


"Aww... Ssst panas " ringis Jean saat kaki dan  tangannya tersiram kopi panas itu


"Kenapa? panas, itu akibatnya jika kau mau mencelakai aku" ucap Jatra menatap tajam Jean


"Tok... Tok... Tok..., tuan nona ada apa?" tanya Dion yang mendengar suara gaduh dari kamar Jatra


"Tidak apa, hanya saja Jean tidak sengaja menjatuhkan kopinya" ucap Jatra datar


"Apa nona tidak apa-apa?" tanya Dion khawatir, Jean menggeleng


"Mari nona, saya akan bantu obati luka nona" ucap Dion sambil menuntun nona mudanya itu


Tanpa memperdulikan keadaan Jean, Jatra langsung pergi begitu saja meninggalkan Jean dan Dion. Dion hanya menggelengkan kepalanya melihat kelakuan tuan mudanya itu


"Dion ada apa? Dan kenapa dengan nona muda?" tanya seorang pria yang usianya tak beda jauh dari Jatra


"Nona muda terkena kopi panas tuan" jawab Dion


"Pergilah ambil kotak obat, aku yang akan mengobati luka nona muda" ucap pria itu lagi dan duduk di hadapan Jean. Pria itu dapat melihat jelas jika saat ini wanita dihadapannya ini sedang terisak


"Ini tuan kotak obatnya" ucap Dion memberikan kotak p3k


"Terimakasih, kau bisa melanjutkan pekerjaanmu" ucapnya sambil tersenyum


"Nona, maaf mungkin ini sedikit sakit" ucap pria itu, Jean hanya mengangguk dan menghapus air matanya


Pria itu juga membuka plaster yang tertempel di tangan Jean. Pria itu terkejut saat membuka plaster itu


"Nona, kenapa dengan tangan nona?" tanya pria itu lembut


"Tidak apa hanya tergores" jawab Jean menghapus air matanya lagi


"Aww, sakit" ringis Jean, lalu pria itu meniupnya agar mengurangi rasa sakitnya


"Terimakasih tuan" ucap Jean menatap pria itu sambil tersenyum


"Deg" melihat senyum di wajah Jean membuat pria itu terpesona pada Jean


"Jangan panggil aku tuan, namaku Raka, aku adalah pengawal yang dikirim nyonya besar untuk menjagamu" ucapnya pelan


"Kalau begitu bisakah kau jangan panggil aku nona?" tanya Jean


"Anda adalah majikanku, mana berani aku memanggil anda dengan nama" ucap Raka lagi


"Ya setidaknya hanya saat kita berdua saja, bolehkan kak Raka?" ucap Jean dengan wajah sedikit di buat memelas


"Baiklah Jean" ucap Raka, lalu Raka kembali mengobati luka Jean


"Sudah, kau bisa kembali ke kamar untuk istirahat" ucap Raka yang sudah membalut luka Jean


"Nanti jika kau butuh sesuatu kau bisa memanggilku tiga kali dan hentakkan kakimu 3kali" ucap Raka menghibur Jean membuat Jean tertawa

__ADS_1


"Apa kau jin kak, hingga aku harus menghentakkan kakiku" ucap Jean tertawa


"Ya anggap saja aku jin 76" ucap Raka yang membuat Jean tak bisa menahan tawanya lagi


"Kau itu lebih bagus jika tersenyum, jadi tersenyumlah" ucap Raka, Jean hanya mengangguk ragu


Jean berjalan kearah kamarnya dengan dibantu Mina yang bertugas untuk melayani Jean


"Kau sangat bodoh jika kau menyia-nyiakan wanita sebaik dan secantik Jean Jatra" lirih Raka saat melihat Jean menghilang di balik pintu kamarnya


"Apa nona membutuhkan sesuatu?" tanya Mina


"Enggak mbak, makasih ya mbak sudah bantu Jean" ucap Jean tersenyum lembut




Di perusahaan Dewantara Corp, semua memberi hormat kala seorang pria bertubuh tegap, tampan dan berwajah dingin melewati mereka


"Tuan ruang rapat sudah di siapkan" ucap sekertarisnya


"Hemmh" hanya deheman yang keluar dari mulutnya itu


Saat sampai di ruang rapat, ternyata sudah ada beberapa staf yang menunggu kedatangan presdir mereka, siapa lagi kalau bukan Jatra Dewantara. Pria yang paling di takuti di dunia bisnis, yang terkenal akan wajah dingin dan kekejamannya


"Bagaiamana hasil laporan kalian ini, kenapa tidak ada yang becus" ucap Jatra dingin, semua karyawan tidak ada yang berani menjawab


"Pak Danu saya harap laporan yang anda buat tidak memiliki kesalahan. Kalau tidak jangan salahkan saya bersikap tidak adil pada anda" ucap Jatra, lalu dari ekor mata Jatra, Jatra dapat melihat pria muda yang tersenyum sinis saat Jatra mengancam pak Danu


"Jika diantara kalian ada yang bermain curang, atau berniat mencelakai sesama karyawan, saya tidak akan mengampuni kalian. Kalian pasti tau kan siapa saya" ucap Jatra menatap pria muda tadi, membuat pria itu seketika bergidik ngeri melihat tatapan Jatra


Jatra yakin jika pak Danu tidak akan melakukan kesalahan, entah jika ada yang manipulasi laporan pak Danu. Karena pak Danu sudah bekerja diperusahaan Dewantara saat papi yang menjabat sebagai presdir


Akhirnya meeting dilanjutkan kembali, hingga jam makan siang meeting baru berakhir


"Tuan, apa anda akan makan siang di kantor atau di luar?" tanya sekertarisnya yang sengaja berpakaian sexy


"Risa, apa gaji diperusahaan tidak cukup untukmu membeli baju yang layak?" tanya Jatra tanpa menatap Risa


"Ma...maafkan saya tuan" ucap Risa menunduk karena malu


"Juan, pergi rekrut sekertaris baru untukku, dengan penampilan menarik tapi sopan" ucap Jatra dingin


"Tuan saya mohon jangan pecat saya, saya akan menggunakan pakaian yang sopan tuan" ucap Risa memohon


"Aku sudah memberimu kesempatan dari bulan lalu" ucap Jatra datar


"Tuan saya mohon maafkan saya" ucap Risa bersimpuh di kaki Jatra


"Juan" panggil Jatra, Juan sudah tau apa yang harus dia lakukan


"Kau mau resign atau aku akan buat kau tidak bisa bekerja di perusahaan manapun?" tanya Juan mendekati Risa dengan tatapannya itu

__ADS_1


"Sa...saya... Saya resign tuan, saya resign"  ucap Risa terbata-bata


"Kalau begitu, segeralah keluar" ucap Juan, dengan cepat Risa langsung pergi dari tempat itu




Di mansion, Jean yang sedang mengerjakan tugas kuliahnya, tiba-tiba dikejutkan dengan dering ponsel Jean yang nyaring


"Halo Nia ada apa?" tanya Jean saat yang menghubungi adalah Nia


"Nona, terjadi masalah di cafe nona" ucap Nia panik


"Nia apa maksudmu?" tanya Jean


"Lihatlah di internet nona, cafe kita dikatakan tidak higienis, dan kemarin ada dua orang wanita yang makan di cafe terus tiba-tiba mengeluh sakit perut pusing dan muntah. Barusan kedua wanita itu datang kembali dengan membawa hasil uji lab, kalau makanan kita tidak layak makan nona" ucap Nia menjelaskan


"Baiklah, saya akan segera kesana" ucap Jean, Jean langsung turun dari ranjangnya dengan menanam sakit di kakainya


"Mbak Mina, mbak Mina, tolong panggilan kak Raka" Teriak Jean sambil berjalan menuruni tangga


"Ada apa nona?" tanya Dion menghampiri nona mudanya itu


"Paman dimana kak Raka?" tanya Jean sedikit panik


"Jean ada apa?" tanya Raka yang menghampiri Jean bersama Mina


"Kak, antar aku ke cafe. Cafeku sedang dalam masalah" ucap Jean


"Baiklah, aku akan siapkan mobilnya" ucap Raka


Setelah itu mereka langsung berangkat ke cafe Jean. Saat sampai, ternyata disana sudah ada beberapa keamanan dan sudah banyak orang yang melempari cafe Jean dengan telur dan tepung


"Tenang... Tenang, semua harap tenang" teriak petugas keamanan itu


"Ibu, bapak kalian tenang dulu ya, saya pasti akan usut masalah cafe saya ini" ucap Jean mencoba menenangkan massa itu


"Oh dia pemilik cafenya, hancurkan saja cafe tak bermutu ini" ucap salah satu orang disana, lalu melempar Jean dengan telur dan tepung


"Jangan lempari nona dengan telur" ucap Nia melindungi nonanya


Raka yang melihat Jean di lempari telur dan tepung, segera turun dari mobil dan berlari kearah Jean


Namun saat Raka akan menghampiri Jean tiba-tiba tangannya di tarik oleh seseorang


"Kau"




Bersambung

__ADS_1


__ADS_2