Berlututlah Suamiku Yang Kejam

Berlututlah Suamiku Yang Kejam
5. SAH


__ADS_3

Akhirnya hari yang dinantikan oleh dua keluarga telah tiba, namun tidak dengan kedua mempelai.


Jean menatap dirinya di cermin, dia menngingat jelas dengan perkataan mama dan kakaknya semalam


Flashback On


"Dek ini kakak belikan gaun untuk kamu, mulai sekarang kamu harus rubah penampilan kamu. Ya gak papa sih sekali-kali pakai casual" ucap Sonia lembut


"Iya, karena besok status kamu sudah berubah. Kamu bukan lagi gadis tapi wanita yang sudah menikah" timpal Ratna, Jean hanya diam mendengarkan perkataan mama dan kakaknya


"Kakak tau kamu dan Jatra tidak saling suka. Tapi mulai besok status kamu adalah istrinya. Kamu harus melayani dan menghormati setiap keputusan yang dia buat. Karena surga kamu sekarang ada pada suami kamu" ucap Sonia lembut sambil memeluk adiknya dengan kasih sayang


"Jadi intinya, kamu harus buat suami kamu yang tidak mengenalmu bisa mengingatmu dan suamimu yang tidak menyukaimu bisa mencintaimu" ucap Ratna yang ikut memeluk kedua putrinya itu


Jean hanya diam mendengarkan apa yang dikatakan mama dan kakaknya, namun sebenarnya dia sedang menahan air matanya agar tidak tumpah di hadapan kedua wanita yang dia sayang


Flashback Off


.


Perlahan buliran bening mengalir di pipi mulus Jean. Jean menarik nafasnya dalam sambil memejamkan matanya


"Jean" panggil sang kakak, Jean segera menghapus air matanya


"Cimut, katakan apa kamu tidak menginginkan  pernikahan ini?" tanya Haidar, Jean menggeleng


"Kak, sebentar lagi aku akan berpisah dengan kakak, papa dan mama" ucap Jean mengalihkan pembicaraan dengan  mengembangkan senyumnya walau sebenarnya di hatinya sedih


Sonia dan Haidar tau, jika Jean sedang mengalihkan topik. Sonia hanya tersenyum


"Kamu masih bisa main ke apartemen kakak kalau kamu merindukan kakak atau pulang kalau rindu mama dan papa" ucap Sonia lembut


"Sudah benerin make upnya sebentar lagi akad nikah akan di mulai" ucap Sonia


Tak lama setelah itu terdengar ketukan pintu, dan bi Ani mengatakan bahwa akad nikah akan di mulai


Jean turun dengan di dampingi Sonia dan Haidar. Semua mata tertuju pada pengantin wanita. Riasan yang natural dengan kebaya yang melekat di tubuhnya semakin membuat Jean terlihat sangat cantik


Sonia mendudukkan Jean di samping Jatra yang menggunakan setelan jas senada dengan kebaya Jean. Lalu Sonia menyampirkan kerudung putih di atas kepala Jean dan Jatra


"Sudah bisa kita mulai?" tanya pak penghulu


"Sudah pak" jawab Hendrik dan Andra bersama


Lalu pak penghulu mempersilahkan  Andra untuk duduk di samping pak penghulu


"Saudara Jatra Dewantara, Saya nikahan dan saya kawinkan engkau dengan putri saya  Jeandita Pramudya binti Andra Pramudya dengan mas kawin uang senilai seratus juta rupiah dan seperangkat alat sholat di bayar tunai" itulah yang di ucapkan Andra dengan suara bergetar


"Saya terima nikah dan kawinnya Jeandita Pramudya binti Andra Pramudya dengan mas kawin tersebut di bayar tunai" Jatra mengatakan dengan suara lantang dan cepat


"Bagaimana para saksi sah?" tanya pak penghulu

__ADS_1


"SAH" sorak dari dua keluarga, dan untuk kesekian kali jatuh air mata Jean


"Alhamdulillah" lalu penghulu membacakan lantunan doa dengan air mata Jean yang masih mengalir


Lalu Jatra memasangakn cincin ke jari manis Jean dan begitu juga sebaliknya. Lalu Jean mencium tangan Jatra dan Jatra mencium kening Jean


Dan acara bersalaman pun di mulai


"Selamat datang di keluarga Dewantara sayang" ucap Erlin memeluk menantu kesayangannya itu


"Terimakasih mi" jawab Jean


"Selamat ya sayang, sekarang kamu sudah menyandang status sebagai seorang istri. Ingat perkataan mama dan kakak kemarin kan?" tanya Ratna, Jean mengangguk dan menghambur kepelukan mamanya


"Jatra mama titip Jean ya, jaga istrimu" ucap Ratna lembut


"Baik ma" hanya itu yang keluar dari mulut Jatra


Setelah itu kini giliran para sahabat Jatra memberikan selamat pada keduanya


"Je gua gak nyangka lu nikah sama bang Jatra. Tau gitu gua dulu yang ngelamar lu je" ucap Haikal bercanda


"Berisik lo, awas ko kalau sampai bocor ke Hive atau Anggi" ucap Jean pada Haikal


"Tenang pasti aman sama gua" ucap Haikal dan bergeser pada Jatra


"Selamat ya bang. Bang gua nitip Jean ke elu ya bang, gantiin gua jaga Jean ya bang" ucap Haikal dengan dramanya, membuat sang kakak kesal di buatnya


"Miggir lu bikin malu gua aja lu" ucap Jendral memukul kepala Haikal


"Sorry ya Haikal memang gitu. Bye the Way selamat ya" ucap Jendral menyalami tangan Jean, lalu dia beralih pada Jatra


"Gua harap mulai sekarang lu bakalan lupain wanita itu. Wanita di samping lu ini lebih baik dari dia" ucap Jendral pelan sambil memeluk Jatra, namun Jatra hanya diam


"Selamat ya Je, tau gitu gua ajak Hive aja sekalian" ucap Arjun, Jean hanya tersenyum


"Jat, ingat wanita dinsmping lu itu berlian yang berharga" ucap Arjun menepuk pundak sahabatnya


Namun Jatra masih tak menanggapi perkataan sahabatnya itu


"Selamat tuan dan nyonya muda" ucap Juan


"Jangan panggil aku nyonya kak" ucap Jean protes


"Baiklah nona muda" ucap Juan, Jean hanya berdecak


"Tuan lupakan wanita itu, dia tidak pantas untukmu" ucap Juan, sedangkan Jatra hanya menatapnya dengan wajah datar


Setelah acara selesai, Jean segera kembali ke kamarnya. Karena dia merasa tak nyaman dengan pakaian kebaya dan beberapa aksesoris yang menurutnya sedikit berat


.

__ADS_1


.


"Jatra papa titip Jean ya" ucap papa seakan tak rela bila putrinya akan meninggalkan rumah itu


"Baik pa" jawab Jatra singkat


"Pergilah istirahat dulu, sebentar lagi kita akan ke hotel" ucap Andra


"Mari nak mama antar kamu ke kamar, supaya kamu bisa istirahat" ucap Ratna, Jatra mengangguk lalu mengikuti langkah mama mertuanya untuk isturahat


.


"Udah bi buka aja, berat rasanya kepala Jean" ucap Jean memelas


"Kak Sonia mana bi?" tanya Jean lagi


"Non Sonia lagi di bawah non" jawab ni Ani


"Oh iya selamat ya non, tidak terasa gadis kecil yang sering bi Ani gendong sekarang sudah menikah" ucap bi Ani


"Terimakasih bi, sebenarnya aku gak keburu untuk menikah. Tapi aku gak mau membuat mama dan papa kecewa" ucap Jean menunduk


"Non Jean yang sabar. Bibi yakin pilihan almarhum kakek adalah yang terbaik untuk non Jean" ucap bi Ani lembut


"Terimakasih ya bi" ucap Jean memeluk pinggang bi Ani. Jean sudah menganggap bi Ani sebagai keluarganya. Karena bi Ani sudah bekerja pada keluarganya saat Ratna masih mengandung Sonia


.


Tak lama setelah itu terdengar suara ketukan pintu di kamar Jean


"Ke...kenapa kamu kemari?" tanya Jean gugup


"Ya mau istirahatlah sayang" jawab Ratna


"Kenapa gak dikamar tamu aja?" tanya Jean


"Tuan Jatra kan sudah menjadi suami non Jean, jadi ya harus tidur satu kamar" jawab bi Ani terkikik


"Memang setelah menikah harus tidur satu kamar?" tanya Jean dengan polosnya


"Kalau gak satu kamar setelah menikah bagaimana mau bisa punya cucu" ucap Ratna ikut tertawa


Mendengar perkataan mamanya, tiba-tiba pipi Jean memerah karena malu


"Iya sudah silahkan masuk" ucap Jean, dan setelah itu Ratna dan bi Ani keluar dari kamar Jean


"Bereskan semua barangmu, kita akan kembali ke mansionku malam ini juga" ucap Jatra


"Secepat itukah?" tanya Jean melihat arah Jatra, namun Jatra langsung menatap tajam Jean membuat Jean menundukkan kepalanya


.

__ADS_1


.


Bersambung


__ADS_2