Berlututlah Suamiku Yang Kejam

Berlututlah Suamiku Yang Kejam
9. Pelukan Raka


__ADS_3

"What?" pekik Hive dan Anggi


"Why?" tanya Anggi lagi


"Karna pernikahan kami ini hanyalah pernikahan kontrak. Kami tidak saling mencintai, kami menikah hanya karna permintaan alm kakek" ucap Jean menahan air matanya


" Jean jangan sembunyikan apapun dari kita, kita adalah sahabat lo, kita siap mendengar semua cerita elo" ucap Hive memeluk Jean


"Je, itu tangan lo kenapa?" tanya Anggi


"Ah...i...ini hanya tergores" ucap Jean berbohong


" Jean, lo tau gue mempelajari psikolog, gue tau lo nyembunyiin sesuatu" ucap Anggi menatap Jean


Jean hanya tersenyum simpul, lalu menunduk. Air mata yang dia tahan akhirnya jatuh juga. Dia mengingat bagaimana kejamnya Jatra semalam dan tadi pagi


"Jean" panggil Hive


"Mungkin untuk sekarang gue masih belum bisa cerita ke kalian. Tapi percayalah gue gak apa-apa " ucap Jean meyakinkan kedua sahabatnya itu


Akhirnya Hive dan Anggi mengalah, mereka tidak menanyakan apapun lagi pada Jean


.


.


Malam harinya...


Jean memutuskan menunggu Jatra di taman, karena dia ingin mengucapkan terimakasih pada Jatra


Jean duduk di bangku besi yang langsung menghadap ke jalan besar. Jean sangat senang berada disana, karena banyak tanaman bunga yang tengah bermekaran


Tak lama setelah itu, Jean mendengar suara mobil yang memasuki garasi mansion tersebut


"Mas Jatra sudah pulang?" tanya Jean yang menyambut Jatra di dekat pintu utama. Namun Jatra cuek dan melewati Jean


"Terimakasih karena mas Jatra mau membantuku tadi" ucap Jean yang masih mengikuti langkah Jatra


Tiba-tiba Jatra menghentikan langkahnya dan berbalik menghadap Jean


"Cih terimakasih?" ucap Jatra menatap Jean


"Seharusnya aku yang berterimakasih, karena masalahmu, aku harus kehilangan bisnis senilai ratusan juta rupiah" ucap Jatra mendorong Jean dengan kasar, hingga Jean terjatuh


Jatra langsung meraih air yang ada di meja, lalu menyiramkannya ke arah Jean


"Ini untukmu, karena kau sudah mencoreng nama baikku" ucap Jatra dan


"Praank" Jatra melempar gelas itu di hadapan Jean


"Aaakh.. " teriak Jean saat Jatra melempar gelas di hadapan Jean. Lalu Jatra pergi dari hadapan Jean dengan sedikit menendang kasar kaki Jean


.


Setelah kepergian Jatra, Jean berlari ke arah taman lagi. Dia menumpahkan segala kekesalannya disana. Raka dan Dion yang melihat kejadian itu tidak bisa berbuat apa-apa, karena mereka hanyalah bawahan Jatra

__ADS_1


"Dion kau bereskan kekacauan itu, aku akan melihat nona muda" ucap Raka


" Baik tuan" ucap Dion, lalu Raka menuju taman dimana tempat Jean berada


"Jean" panggil Raka lembut


"Hiks....hiks...hiks" Jean masih menangis


"Kenapa, kenapa mas Jatra memperlakukan aku seperti ini kak, apa salahku" ucap Jean tak kuasa menahan tangisnya


Reflek Raka langsung memeluk Jean dengan lembut


"Kenapa kakek menjodohkan aku dengan pria kejam seperti dia" ucap Jean lagi memeluk Raka


"Maafkan aku, aku tidak bisa memberikan jawaban apapun padamu. Tapi jika kau butuh sandaran untuk menangis, atau kau butuh orang yang bisa membantumu melupakan emosimu, aku akan selalu ada" ucap Raka pelan


Raka tidak tau harus berkata apa, dia hanya diam dan memberikan pelukan hangat untuk Jean. Walaupun Jatra adalah sahabatnya, tapi dia hanyalah bawahan Jatra


Tanpa mereka sadari, sepasang mata mengawasinya dengan tersenyum smirk


"Dasar wanita murahan. Di dunia ini tidak ada wanita yang setia dan baik seperti Mega" ucapnya, lalu menutup tirainya dengan kasar


***


Dua bulan sudah berlalu, dan saat ini juga pernikahan Jean sudah memasuki bulan ke dua. Namun hubungan Jatra dan Jean masih sama, kadang Jatra masih sering menyiksa Jean dengan kejamnya


Seperti saat ini, Jean sedang berada di taman dekat kolam ikan. Jean duduk di bangku panjang yang memang di sediakan disana


Jatra yang melihatnya pun, langsung menghampiri Jean dan menarik rambutnya dengan kuat


"Aku sudah bilang, kau tidak boleh menyentuh barang pribadiku" ucap Jatra sambil berteriak


" Aku tidak menyentuh apapun mas" ucap Jean meringis


"Bangku yang kau duduki ini, adalah bangku yang aku pesan khusus untuk Mega bukan untukmu" ucap Jatra lagi


"Tuan, lepaskan nona muda, dia kesakitan tuan" ucap Dion menghampiri tuan mudanya


"Diam" bentak Jatra


"Lihat, apa kau senang semua orang membelamu? " tanya Jatra lalu menghempaskan Jean hingga kepalanya terbentur di ujung pinggiran kolam ikan


"Nona" teriak Dion


"Diam Dion, apa kau mau aku pecat?" teriak Jatra


Lalu Jatra menarik tangan Jean dan menyeretnya hingga di depan kolam renang, lalu Jatra mendorong tubuh Jean hingga jatuh di kolam


"Tolong... Aku tidak bisa berenang kakiku sakit" ucap Jean, bukannya menolong, Jatra malah tersenyum dengan puasnya


"Nona, saya akan membantu anda" ucap Dion


"Dion, apa kau mau aku pecat?" tanya Jatra


"Pecat saja tuan, bukan anda yang mempekerjakan aku tapi tuan dan nyonya besar" ucap Dion melawan

__ADS_1


"Byuur" entah siapa yang melompat menolong Jean yang sudah kehilangan kesadarannya


"Nona, nona bangunlah nona bangunlah nona" ucap Raka, ya pria yang menolong Jean adalah Raka


"Mina bantu aku gantikan baju nona muda" ucap Raka, lalu membawa Jean ke kamar tamu


Setelah itu, Raka keluar dan menghampiri Jatra


"Buukh" tiba-tiba Raka memukul wajah Jatra


"Raka kau berani memukul majikanmu" ucap Jatra menatap Raka tajam


"Aku tidak memukul majikan atau atasanku, aku hanya memukul pria yang tidak bisa menghormati seorang wanita yang sudah menjadi istrinya" ucap Raka degan emosi


"Kau" ucap Jatra terhenti saat Mina memanggil Raka


"Tuan Raka, nona muda sudah sadar" ucap Mina


"Ini masih belum selesai Jatra" ucap Raka menunjuk wajah Jatra


Raka langsung menuju kamar Jean, dan diikuti oleh Jatra yang tidak terima dengan pukulan Raka


"Jean, kamu sudah sadar? " tanya Raka menghampiri Jean


"Prok... Prok... Prok" terdengar seseorang bertepuk tangan


"Apa diam-diam kalian berselingkuh, sungguh hebat kamu Jean" ucap Jatra


"Jatra, apa kau tau dengan apa yang kau katakan?" tanya Raka


"Kenapa, kau tidak terima?" tanya Jatra


"Cukup mas, kenapa kamu selalu menuduh aku, dan selalu menyiksaku? Apa salahku?" tanya Jean yang sudah tidak tahan dengan perlakuan Jatra


"Kau ingin tau, karena dirimu aku harus menikah denganmu dan meninggalkan kekasihku" ucap Jatra


"Kenapa kau menyalahkan aku? Apa kau pikir aku mau menikah dengan pria kejam sepertimu. Kalau bukan karena keinginan orang tua dan kakek, aku tidak sudi menikah denganmu" ucap Jean tak kalah berteriak


Lalu Jean turun dari ranjang dengan sempoyongan dan berlari ke arah dapur


"Jean kamu mau kemana" ucap Raka, tak lama setelah itu, Jean kembali dengan membawa pisau ditangannya


"Jean apa yang kau lakukan?" tanya Raka menghampiri Jean


"Diam di sana kak" ucap Raka, seketika Raka berhenti, Jatra mengerutkan keningnya saat melihat pisau di tangan Jean


"Asal kamu tau mas, aku disini juga korban. Aku akan mengakhiri pernikahan ini sekarang juga" ucap Jean dengan air mata yang mengucur deras


"Sreeet"


.


.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2