Berlututlah Suamiku Yang Kejam

Berlututlah Suamiku Yang Kejam
8. Rahasia Jean


__ADS_3

"Kau" ucap Raka saat melihat orang yang menghentikan Raka


"Bantu aku cari dua orang wanita yang mengaku korban di cafe ini" ucap pria itu dengan datar


"Baik tuan muda" ucap Raka, lalu kembali ke mobilnya


"Dor... Dor... Dor" terdengar tiga kali tembakan membuat semua orang diam seketika


"Bawa nona ke dalam untuk membersihkan dirinya" ucap pria itu


" Mas Jatra" lirih Jean, ya pria itu adalah Jatra suami kontraknya


" Baik tuan" ucap Nia, lalu menuntun Jean masuk keruangannya


"Pergilah Nia, kau juga bersihkan tubuhmu" ucap Jean lembut


" Baik nona" ucap Nia lalu keluar dari ruangan Jean


.


.


Sedangkan di luar, Hive dan Anggi sudah datang bersama Arjun. Mereka terlihat kesal dengan beberapa orang yang ngotot mengatakan cafe Jean tidak higienis atau apalah


" Kau dan kau ikut aku kerumah sakit untuk melakukan uji lab sekali lagi" ucap Juan


"Untuk apa, dua wanita itu sudah menjadi buktinya" ucap pria yang berada di depan Juan


" Baik. Begini saja, jika hasil lab sama dengan yang tadi di bawa kedua wanita itu, aku akan menutup cafe ini beserta dengan cabangnya. Tapi jika hasilnya tidak sama, saya akan menuntut kalian semua" ucap Jatra tegas


Hive dan Anggi bingung dengan kedua pria asing di hadapannya ini


"Ve, lo tau dia siapa?" tanya Anggi


"Gue juga gak tau" jawab Hive


Setelah semua bubar, tiba-tiba Nia berteriak dari dalam meminta tolong


"Tuan tolong, nona Jean di dalam kamar mandi dan tidak keluar dari tadi" ucap Nia, mendengar itu, Jatra langsung berlari kedalam


"Dimana ruangan Jean?" tanya Jatra, Nia langsung menunjukkan ruangan Jean


"Jean... Jean... Jean" teriak Jatra dengan menggedor pintu kamar mandi Jean


Namun tak ada jawaban, yang terdengar hanya suara gemercik air


"Braaak" Jatra langsung mendobrak pintu kamar mandi Jean dengan sekali tendangan


"Jean" pekik Hive dan Anggi saat melihat wajah pucat Jean di bawah guyuran air shower


Jatra langsung meraih handuk dan mengangkat tubuh Jean, dan membaringkannya di sofa


"Nia tolong ambilin baju Jean" ucap Anggi


"Baik nona" ucap Nia, lalu Nia berlari kearah lemari


"Tuan, sebaiknya anda keluar, biar kami yang menggantinya" ucap Hive


Jatra pun langsung keluar, dan ternyata Raka sudah berada di sana


" Bagaimana?" tanya Jatra datar


"Mereka sudah berada di pantauan anak buahku" ucap Raka


"Arjun kenapa lu bisa ada disini?" tanya Juan


"Nganter cewek gua" jawab Arjun, Juan hanya mengangguk

__ADS_1


"Tuan, bagaiamana anda bisa berada disini?" tanya Raka


"Tadi Dion yang menelponku, dan aku kebetulan lewat sini" ucap Jatra masih dengan wajah datarnya


"Kebetulan lewat, yang sampai rela kehilangan bisnis senilai ratusan juta maksudmu?" ucap Juan mengangkat sebelah alisnya membuat Arjun dan Raka menatap Jatra


"Lebih baik kau diam, kita pergi sekarang" ucap Jatra


"Tapi nona masih belum sadar" ucap Juan


"Ada Raka, aku masih ada pekerjaan lain" ucap Jatra dingin dan langsung berdiri meninggalkan tempat itu. Mau tidak mau akhirnya Juan pun mengikuti langkah lebar presdirnya


.


.


Tak lama setelah kepergian Jatra, pintu ruangan Jean terbuka


"Bagaimana keadaan Jean?" tanya Arjun pada Hive


"Anggi" ucap Hive supaya Anggi yang mengatakan


"Tidak ada yang perlu di khawatirkan. Hanya saja dia butuh istirahat" ucap Anggi


"Kalau aku lihat Jean sangat tertekan ya, kita gak bertemu dengannya hampir satu bulan, tapi kenapa Jean bisa seperti ini?" tanya Anggi


Ya Anggi memang mengambil jurusan kedokteran, dan juga dia sedikit belajar psikolog. Walaupun Anggi masih kuliah, tapi dia sering menjadi asisten dokter di rumah sakit ternama


" Nia, tolong kau belikan resep ini ya" ucap Anggi pada Nia


"Baik nona" ucap Nia


"Sayang siapa kedua pria tadi dan dia siapa?" tanya Hive pada Arjun


"Dia Raka, dia pengawal pribadi Jean" ucap Arjun


"Sejak kapan Jean punya pengawal pribadi?" tanya Anggi


"Rahasia, rahasia apa?" tanya Hive dan Anggi bingung


"Sebenarnya Jean sudah menikah" ucap Arjun


"Apa menikah?" tanya Anggi dan Hive terkejut


"Iya, dan pria yang tadi mendobrak pintu itu adalah suami Jean" ucap Arjun


"Ta...tapi kenapa Jean tidak mengatakannya pada kami, dan kenapa dia malah memberi taumu? " tanya Hive


"Karena saat acara pernikahan mereka, sahabat Jatra semua datang" ucap Arjun


"Tapi bagaimana bisa tiba-tiba Jean menikah?" tanya Anggi


"Mereka di jodohkan, bahkan perjodohan itu dilakukan sejak keduanya masih dalam kandungan " ucap Arjun yang membuat Hive dan Anggi saling pandang


"Lalu kemana dia sekarang? Suami macam apa dia?" ucap Hive merasa kesal


"Dan satu lagi, tangan Jean terluka seperti luka goresan, lalu pergelangan tangan dan kaki Jean melepuh" ucap Anggi, Arjun menatap Raka meminta penjelasan darinya


"Tangan nona tergores kaca, lalu tadi pagi dia tidak sengaja terkena kopi panas" jawab Raka


"Raka" panggil Arjun, Raka menatap kambali mata Arjun seakan mereka bicara melalui matanya


"Nona, ini obatnya" ucap Nia


"Baik terimakasih Nia" ucap Anggi, lalu Anggi dan Hive masuk ke ruangan Jean kembali


"Raka, apa Jatra yang melakukannya?" tanya Arjun

__ADS_1


"Gua gak tau, saat gua datang Jean sudah tersiram kopi panas" ucap Raka


"Raka gua titip Jean ke lu. Jaga Jean, jangan sampai Jatra menggila ke Jean" ucap Arjun, Raka mengangguk


.


.


Sementara itu


"Juan jangan biarkan mami dan papi tau masalah cafe Jean apalagi keluarganya" ucap Jatra


"Baik tuan muda" jawab Juan seadanya


"Lalu bagaimana, apa kau sudah mendapatkan informasi tentang Mega?" tanya Jatra, seketika Juan menegang


"Belum tuan, saya sangat sulit mencari keberadaan Mega" ucap Juan berdusta


"Apa yang perlu diselidiki, hasilnya juga sama Mega pergi dengan pria yang sama" batin Juan


Setelah mengantarkan Jatra kembali ke kantor, Juan langsung menuju rumah sakit untuk melihat hasil uji lab. Dan ternyata makanan di cafe Jean tidak ada masalah, bahkan terlihat dari hasil lab, bahwa makanan Jean higienis dan menggunakan bahan-bahan pilihan


" Apa kalian sudah lihat, tidak ada masalah dengan makanan di cafe Starlight" ucap Juan


"Ma...maafkan kami tuan" ucap mereka


"Sekarang kalian klarifikasi bahwa semua berita yang kalian buat tidak benar" ucap Juan


"Ba...baik tuan" jawabnya gugup


"Jika besok pagi berita itu masih ada di internet, aku jamin kalian tidak akan sanggup menanggung akibatnya" ancam Juan menatap tajam keduanya


"Baik, kami akan segera mengklarifikasi" jawab keduanya


.


.


Kembali pada Jean


Selang berapa lama Jean membuka matanya, Jean mengerjapkan matanya untuk menetralkan cahaya yang menembus pandangannya


"Jean, lo udah sadar" ucap Anggi membantu Jean duduk


"Ve, Gi, bagaimana keadaan didepan?" tanya Jean yang masih lemas


"Semua sudah aman terkendali" ucap Hive


"Je, lo gak mau ngomong apa-apa ke kita?" tanya Anggi


"Ngomong apa?" tanya Jean


"Sudahlah Gi, sepertinya Jean sudah tidak menganggap kita sahabat lagi" ucap Hive


Jean tau, pasti mereka sudah tau tentang pernikahan rahasia Jean


"Maaf" hanya itu yang keluar dari mulut Jean


"Kita butuh penjelasan, bukan maaf" ucap Anggi


"Kenapa lo gak ngabarin kita, kenapa lo sembunyikan semuanya dari kita?" Tanya Anggi


"Gue gak bisa cerita ke kalian, karena memang setelah setahun pernikahan aku akan bercerai" ucap Jean


"What?"


.

__ADS_1


.


Bersambung


__ADS_2