Berondong Terbaik

Berondong Terbaik
Putusnya Sebuah Hubungan


__ADS_3

"Vita, aku rasa hubungan kita berakhir saja sampai disini"


"apa? berakhir? kenapa Danil? bukankah kita baik baik saja?"


"aku harus pergi ke America besok"


"kenapa mendadak sekali? mengapa kau tak memberitahuku sebelumnya?"


"maaf"


"semudah itu kau mengucapkan kata maaf? lalu bagaimana denganku? apa kau akan meninggalkanku sendiri?"


"ya"


"jika kau pergi siapa yang akan melindungiku dari bullian anak anak? siapa yang akan membelaku jika aku disalahkan? siapa yang akan menenangkanku jika aku tengah marah? siapa yang akan menyemangatiku jika aku sedang merasa kesepian dan sendirian?"


"kau sudah besar, bahkan satu tahun lagi kau akan lulus sekolah. Aku rasa dalam waktu satu tahun itu kau bisa membela dirimu sendiri"


"lalu hubungan kita?"


"ya, kita putus"


"kau jahat Danil!"


...***...


Disini, diatas kursi di bawah pohon dekat danau, terdengarlah suara isak tangis sesenggukan dari seorang wanita.


Dia adalah Revita Agustina, gadis sederhana yang masih duduk di bangku kelas dua SMA. Dengan berpenampilan rambut yang selalu di kucir kuda dan berkacamata tebal, hal itu tentulah semakin membuat Revita terlihat culun.


Ya, hatinya begitu hancur berkeping dan berantakan kala mengingat percakapan terakhirnya dengan Danil sang kekasih.


Bagaimana tidak, selama dua tahun bersama menjalin hubungan yang baik baik saja, tiba tiba Danil mengakhiri hubungannya tanpa sebab akibat dan tanpa sebuah penjelasan yang tepat.


Vita, dirinya yang tak mudah bergaul dengan banyak teman di sekolah lantaran penampilannya yang membuat banyak orang sering membullinya, begitu bahagia saat tiba tiba saja ada seorang laki laki tampan dan baik yang selalu membantunya di sekolah.


Dan sejak saat itu, hubungan keduanya begitu dekat hingga terciptalah sebuah rasa yang dinamakan cinta dan terjalinlah sebuah hubungan yang dinamakan pacaran.


Mungkin bagi sebagian orang, cinta yang dijalani mereka adalah sebuah cinta monyet. cinta iseng, cinta semu, cinta sebatas status.


Namun tidak dengan Vita. Baginya, Danil adalah cintanya, belahan hatinya, separuh jiwanya. Tak ada sedikitpun niat untuk berpaling apalagi berpisah. Ia bahkan sangat menginginkan hubungan ini berlanjut hingga nanti mereka tumbuh dewasa dan siap untuk menikah.


"aaaaaaaaaccchhhhhh" teriak Vita sembari berdiri dan melempar batu ke air danau


"hey! kau kenapa?"


Deg


Disaat Vita sedang meluapkan segala emosi dan luka hatinya, bertepatan dengan itu juga datanglah seorang lelaki manis berseragam putih biru berjalan mendekatinya


"Saka?"


"apa yang kau lakukan disini Vit? teriak teriak gak jelas, udah kayak kuda lumping kesurupan aja"


"Saka.. Danil jahat! hiks... hiks... (anggap aja suara isak tangis ya bollo)"


"eh, nangisnya malah tambah kenceng lagi!? cup.. cup.. sini sini! duduk dulu deh!" ucap Saka sembari menuntun tangan Vita untuk duduk kembali di kursi yang semula di duduki oleh Vita.


Dan setelah keduanya duduk bersebelahan, Saka langsung merangkul pundak Vita, mengelusnya dan mencoba memberikan ketenangan

__ADS_1


Setelah merasa sedikit tenang, Vita pun menceritakan semua apa yang terjadi antara dirinya dengan sang kekasih tanpa dikurangi ataupun dilebihi


"apa kau sudah bertanya tentang alasan mengapa harus mengakhiri hubungan kalian dengan kepergiannya?"


"tentu saja, tanpa disuruhpun aku sudah bertanya padanya"


"lalu apa jawabannya?"


"dia tak menjelaskan apapun. Yang dia ucapkan hanyalah ia ingin memutuskan hubungan kita sebelah pihak."


"apa kau mencintainya?"


"pertanyaan konyol macam apa itu? tentu saja aku mencintainya"


"gampang! kita hanya butuh cara agar kau melupakannya"


"melupakannya? bagaimana mungkin?"


"mungkin saja, asal kita berusaha, pasti bisa"


"apa kau punya cara?"


"tentu saja"


"terserahlah, tapi aku tidak yakin"


"kau boleh tidak yakin dengan caraku. Tapi kau harus yakin pada dirimu sendiri kalau kau pasti bisa melupakan lelaki brengsek itu"


"semoga saja"


"nah, gitu dong.."


"cup.. cup.. udah dong! sini sini. Kau boleh pinjam bahuku buat bersandar"


Vita pun segera memeluk tubuh Saka dan menyandarkan kepalanya di bahu Sahabatnya itu.


"cup.. cup.. menangislah sepuasmu. Tapi berjanjilah jika ini adalah air mata terakhirmu untuk laki laki brengsek itu"


"terimakasih Saka"


"sama sama, aku akan selalu ada untukmu. atau jika kau sedang butuh kain untuk mengusap ingus, aku bahkan rela meminjamkan seragamku ini untuk mengerot ingusmu itu"


"SAKA!!!!"


"hahahaha...."


Dan seperti itulah hubungan keduanya. Bermula dari sang ayah yang saling jadi relasi, kolega dan sempat menjadi tetangga. Akhirnya membuat Revita dan Saka bersahabat sejak kecil.


Beberapa menit kemudian, saat dirasa tangis Vita tak lagi terdengar, Saka pun mulai mengurai pelukannya


"apa kau sudah merasa lega?" tanya Saka lembut


"lumayan"


"baiklah, kalau begitu ayo kita pergi"


"kemana?"


"merubahmu"

__ADS_1


"maksutnya?"


"sudahlah, jangan banyak tanya. Kau akan tau setelah kita sampai di tempatnya"


"okey"


Setelah beberapa menit perjalanan mereka lalui dengan motor besar milik Saka, akhirnya sampailah mereka di sebuah pusat perbelanjaan terbesar di kota J.


"Saka, ngapain kita ke Mall?" tanya Vita


"mancing" jawab Saka singkat


"pea'. Kalau mau mancing kan mending di danau tadi aja. Disana banyak ikannya tau.."


"eh dudul, siapa yang mau mancing?"


"kamu kan?"


"kamu tidak lihat kita ini lagi dimana? Kita ini lagi di mall Vit.. Di mall"


"Saka, aku juga tau kalo kita ini lagi di mall. Tapi kan kamu sendiri yang bilang kalau kamu mau mancing tadi?"


"duh, ternyata dari dulu kamu tu masih aja lemot. Ga berubah berubah deh!"


"ih.. Apa sih?"


"lagian, kamu pake nanya lagi kita ke mall mau ngapain. Ya jelas aja mau belanja lah"


"belanja apaan?"


Tanpa menjawab, Saka menarik tangan vita menuju tempat pakaian remaja putri. Dengan telaten, Saka memilih satu per satu model pakaian yang cocok untuk Vita.


Dan dengan sabar, Vitapun mengikuti keinginan Saka untuk memcoba satu persatu model pakaian yang di pilih sahabatnya itu.


"gimana? Jangan bilang gak cocok lagi ya? Ini sudah baju ke sepuluh yang aku coba loh"


"sempurna"


"benarkah?"


"yah, kau terlihat sangat cantik"


"aku memang cantik sejak dulu"


"aku ralat, mm.. Kau terlihat biasa saja"


"kenapa begitu?"


"ya aku lupa saja kalau ternyata kau selain tulalit dan lemot, kau juga terlalu alay rupanya"


"hyee.. Bilang aja kalo kau mengakui kecantikanku"


"abis diputusin. Iyain aja deh, biar seneng"


"SAKA! Nyebelin banget deh!"


Saka hanya tersenyum menatap Vita yang sedang memukuli lengannya


Vita, Aku berjanji akan selalu ada untukmu. Aku akan selalu menjagamu. Aku akan merubahmu dari wanita lemah menjadi wanita kuat, dari wanita tersakiti menjadi wanita tangguh, dan dari wanita manja menjadi wanita yang mandiri. Aku janji..

__ADS_1


( Ini ceritanya pas Saka masih kelas 3 SMP dan Revita kelas 2 SMA ya.. )


__ADS_2