Berondong Terbaik

Berondong Terbaik
Kebaikan Saka


__ADS_3

"Saka, jam berapa ini? Kenapa baru pulang?" tanya Kejora yang tak lain adalah ibu Saka


"dari rumah Vita ma"


"itulah yang aku gak suka. Sejak berpacaran dengan mahasiswi itu, waktumu jadi tak beraturan"


"ma.. Ini bukan salah Vita. Dia tidak pernah menyuruhku datang kesana kok. Tapi aku sendiri yang memang ingin menunggunya pulang"


"ya mama tau itu"


"kalau mama tau, kenapa mama masih tidak menyukainya?"


"jika berpacaran dengan seorang mahasiswi bisa membuat nilai nilaimu itu bagus, barulah mama benar benar merestuinya"


"bener ma?"


"tentu saja"


"baiklah, aku akan tunjukkan pada mama kalau berpacaran dengan mahasiswi tidak menggangguku sama sekali. Dan aku akan buktikan pada mama kalau aku pasti bisa merubah nilaiku menjadi lebih bagus"


"mama tunggu itu terjadi"


Setelah sang mama berlalu, Saka juga memutuskan untuk masuk ke kamarnya. Ia membating tubuhnya dengan kasar ke atas ranjang.


Bukan tanpa alasan ia malakukannya. Namun ia lebih memilih tenang dalam menghadapi semua permasalahan hati yang sudah mulai tak sejalan dengan pemikirannya.


Bagaimana tidak, Ia yang sedang berusaha meyakinkan hubungannya dengan Vita pada sang mama, justru sang kekasih malah terkesan menjauh.


Terkadang Saka juga terheran dengan dirinya sendiri. Ia tampan, kaya, bahkan banyak sekali wanita cantik di sekolah yang mengejarnya. Termasuk kakak kelas dan adik kelasnya. Tapi entah mengapa hatinya malah terpaut dengan wanita yang dari sisi umur saja lebih tua darinya.


Itulah Cinta. Tak bisa di tebak. Tak bisa di setir. Bahkan tak bisa untuk di belokkan.


...****************...


Pagi harinya, Saka pergi ke sekolah seperti biasa, dan pulang juga tepat di jam setengah dua seperti biasanya.


Sebenarnya Saka ingin main kerumah Vita, namun karena ia tau bahwa kekasihnya itu belum pulang, maka ia putuskan untuk mampir ke sebuah mini market dulu untuk membeli beberapa cemilan yang akan ia perlukan nanti saat ia akan menjalani les privat dengan Vita.


Ya, keduanya sudah berjanji akan melalukan privat saat hari sabtu dan minggu. Karena menurut mereka, hari itu adalah hari yang memiliki banyak waktu untuk berdua.


Saat Saka hendak masuk kedalam, bertepatan dengan itu pula ada seorang wanita berseragam sekolah yang tengah keluar dari mini market tersebut.


Karena mereka sama sama menunduk, akhirnya keduanya pun terlibat tabrakan ringan yang menyebabkan barang bawaan wanita itu jatuh dan berhambur berantakan.


"maaf, aku gak sengaja" ucap Saka sembari membantu wanita itu memunguti belanjaannya


"gak papa kok kak" sahut wanita itu setelah selesai memunguti belabjaannya


"beneran gak papa?"


"iya, aku gak papa kak. Aku juga minta maaf jalan gak lihat kakak. Jadi tabrakan deh!"


"yaudah kalau begitu, aku masuk ya"


Wanita itu mengangguk dan berbalik menuju mobilnya


"tunggu!" teriak Saka


"ada apa?"


"rok kamu kenapa?"


Wanita itu segera menoleh kebelakang. Ia melihat ada bercak merah di atas rok bagian belakangnya. Dengan segera ia berdiri, menutupi dengan tangan dan menyembunyikannya dari tatapan Saka lalu berjalan pergi


"berhenti!"


Lagi lagi Saka memberhentikan wanita itu. Ia segera melepas jaket yang ia pakai lalu mendekati wanita itu, menyelempangkan ke pinggang wanita itu dan mengikatnya ringan


Deg


Jantung wanita itu serasa berhenti berdetak. Ia adalah anak yang tak banyak bergaul. Ia anak pendiam dan tak banyak memiliki teman. Apalagi dekat dengan cowok. Sekalipun ia tak pernah.

__ADS_1


Dan sekarang? Ia Mendapatkan perlakuan manis dari seorang remaja tampan? Ah, ini tak bisa doungkapkan lagi dengan kata kata. Wanita itu grogi abis.


"terimakasih"


"sama sama"


"lalu gimana caranya aku mengembalikan jaket ini?"


"tenang saja, kembalikanlah jika kita bertemu lagi"


"jika tidak bertemu?"


"ambil saja untukmu sebagai tanda kenangan kalau kau pernah bertemu denganku disini"


Wanita itu hanya mengangguk dan tersenyum manis lalu pergi meninggalkan Saka yang masih berdiri di halaman mini market


Setelah selesai membeli berapa cemilan Saka kembali melajukan motornya menuju rumah Vita


"lama banget" tanya Vita


"masak sih? Perasaan biasa aja deh! Kamu juga lagi balik kan?"


"siapa bilang? Aku tu balik udah dari jam dua tadi"


"oh.. Ya aku gak tau, biasanya kan pulang sore"


"gak tau tuh! Dosennya lagi males ngajar kali. Makanya di pulangin cepet"


"oh.. Ya udah mulai yuk"


"ayo" "Saka, tumben kamu nggak bawa jaket?"


"Bawa kok"


"mana?"


"dibawa sama orang"


"iya tadi buat nolongin orang yang lagi kana tragedi di jalan"


Vita hanya mengangguk tanpa bertanya lagi. Kemudian mereka berduapun mulai belajar.


Dua jam kemudian


"kak Vano udah pulang?" tanya Vita


"iya dek, capek banget nih kakak"


"mau dipijitin?"


"widih.. Tumben amat nawarin pijit? pasti ada maunya nih!"


"enggak kok! Ya udah kalau nggak mau! Aku tidur aja"


"dih, abis ngeludah ditelan lagi"


"abisnya kakak gitu sih"


"yaudah sini, pijitin kakak. Besok kakak tambahin uang sakunya deh!"


"beneran?"


"iya.."


"makasih kak. Kakak memang kakak yang paling hebat"


"hh.. mulai ngerayu nih"


"hehe" Vita tersenyum meringis sembari memijit kaki Devano yang sudah diletakkan diatas meja


"Vit, Saka mana? Bukankah dia minta dibimbing belajar sama kamu? Gak jadi ya?"

__ADS_1


"jadi kok kak, Saka baru aja pulang"


"oh.. Kakak tuh heran deh sama Saka"


"kenapa kak?"


"dia kan tampan, kaya, masih muda pula.."


"lalu?"


"lalu kenapa dia itu mau sama adek kakak yang super tulalit ini ya?"


"KAKAK!!" Vita mengambil bantak yang ada disampingnya lalu memukulkan bantal itu di punggung sang kakak


"ampun! Ampun! Haha.." Keduanya saling tertawa dan menyudahi aksi perkelahiannya. Nafas mereka bahkan sudah tedengar ngos ngosan. Hingga keduanya memilih duduk diatas sofa dan menyandarkan kepalanya di sandaran sofa dengan rileks


"kak..."


"hmm.."


"boleh tanya sesuatu gak?"


"apa?"


"Kakak masih ingat Danil nggak?"


"mantan pacarmu itu?"


"heem"


"ingat, kenapa?"


"ibunya kolega kakak juga kan?"


"iya"


"sampai sekarang masih jadi rekan bisnis kakak kan?"


"masih"


"mmm... Apa kakak tau juga tentang kepulangan Danil ke Indonesia?"


"tau"


"apa? Kakak tau? Kenapa kakak gak memberitahuku?"


"kenapa kakak harus memberitahumu? Apa kamu masih berharap padanya?"


"tidak kak. Aku hanya masih ingin tau alasannya meninggalkanku. Itu saja"


"apa dia menghubungimu?"


"ya, kemarin dia mengirim pesan padaku"


"Vita, ingat ya. Dia adalah laki laki yang sudah membuatmu terluka. Dia adalah laki laki yang sudah meninggalkanmu tanpa sebab. Dan dia adalah laki laki penhecut yang tidak pantas untuk diharapkan. Ingat, kamu masih punya Saka. Dia adalah laki laki baik yang pantas untuk di pertahankan"


"aku tau kak. Tapi aku hanya ingin tau alasan Danil. Karena dulu saat dia memutuskanku, aku melihat masih ada cinta dimatanya"


"jangan mengikuti keinginan yang belum jelas arahnya. Kakak hanya mengingatkan. Jangan sampai kamu menyesal dikemudian hari hanya karena rasa keingintahuanmu itu"


"iya kak"


"iya sudah, tidur sana"


Vita segera masuk ke kamarnya. Dilihatnya ponsel yang baru saja bergetar.


📩 Vita, jangan lupa ya, pakai gaun yang sudah aku kirimkan kemarin. Aku yakin, kamu pasti sangat cantik memakai gaun itu


Vita tak membalas pesan tersebut. Ia memilih berbaring diatas ranjang sembari memeluk sebuah kotak berisi gaun yang ia terima dari kurir kemarin sore.


.

__ADS_1


.


__ADS_2