
Author : Karena latar tempat yang saya pakai sekarang adalah wilayah pemukiman suku kuno, tentu tidak ada pohon yang tumbuh disana, semuanya adalah tanah lapang.
...| NARATOR POV |...
(Kelelawar Yin, mereka adalah kelelawar special yang membuat energi Yin pada malam hari sebagai makanan mereka. Karena itu tubuh mereka dipenuhi energi Yin dan mereka juga mempunyai tingkat jiwa yang tinggi, memungkinkan mereka untuk mengeluarkan pertahanan dan serangan jiwa.)
(Mereka tinggal di dalam gua yang berada di tengah pemukiman suku Yin. Para kelelawar itu akan keluar ketika malam hari dan menutupi hutan dengan kabut yang akan membuat pingsan jiwa orang yang terperangkap di dalam kabut.)
(Mereka sebenarnya adalah hewan yang sudah sejak dahulu leluhur kami ternakan. Mereka adalah sumber makanan kami, namun karena kami sudah terpojok. Kami harus menggunakan mereka untuk melawan makhluk hitam itu. Entah kami menang dan persediaan makan kami menipis atau kalah dan riwayat kami berakhir, aku masih belum tahu…) batin Tetua Agung
Tetua agung duduk di dekat pemimpin suku berbaring, dia kemudian merapalkan sebuah mantra lalu terlihatlah sebuah dinding berwarna merah yang mengelilingi tenda yang ia tinggali. Mantra itu berbunyi,
“Niat ingsun matakaji Semar ngiseng.”
Setelah itu, tetua agung kembali merapalkan mantra sambil mengeluarkan Qi-nya agar menyelimuti tubuh pemimpin suku yang tengah terbaring. Mantra itu berbunyi,
“Rampung ngiseng Semar tilem.”
Setelah itu Qi berwarna biru keputihan yang menyelimuti pemimpin suku langsung bereaksi. Tubuh pemimpin suku kemudian langsung membaik, keringat yang keluar dari tubuhnya berkurang dan wajah pucatnya sudah membaik.
(Teknik ini nampaknya sudah berhasil meringankan beban pada tubuh dan jiwanya untuk sementara. Sekarang aku harus mencari tahu apakah memungkinkan untuk menyelamatkan kesadaran ilahinya atau aku harus secara paksa memotong ikatan antara kesadaran ilahi dengan jiwa utamanya.) batin Tetua Agung lalu tenggelam pada pencariannya
.../Di Suatu Tempat/...
Di sebuah tenda yang memiliki diameter yang sama dengan panjang sebuah mobil dan berada di dekat tenda pemimpin suku, seorang lelaki masuk kedalam tenda. Saat dia masuk, dia melihat ada 6 orang tua yang berdiri sambil mengelilingi meja yang diatasnya terdapat sebuah peta, sepertinya mereka sedang membuat strategi sekarang.
“Lapor para tetua, Tetua Agung telah memerintahkan kita untuk memusatkan pertahanan kita di pusat desa. Tetua agung juga memerintahkan untuk mempersiapkan mantra kuno agar bisa langsung kita gunakan saat waktunya tiba, dan perintah tetua agung yang terakhir adalah kita harus melepaskan semua kelelawar ‘Yin’ yang kita punya.” ucap Lelaki itu
“Begitu… Ini adalah perang habis habisan…” ucap salah seorang tetua
...| SKIP |...
Empat tetua sekarang telah terlihat sedang berdiri di dekat mulut gua kelelawar Yin bersemayam. Keempat tetua itu merapalkan sebuah mantra dan ketika mereka sudah selesai merapalkan mantra, 4.000 kelelawar keluar dari dalam mulut gua dan terbang ke empat arah yang berbeda. Ketika kelelawar keluar dari gua, langit yang sebelumnya siang berubah menjadi malam dengan bulan purnama yang bersinar terang.
...| Di Sisi Lain |...
Di sebelah barat pemukiman Suku Yin, terlihatlah sebuah bayangan humanoid berkepala serigala. Dia memiliki ekor, dia ditutupi bulu hitam dan memiliki mata putih bulan yang menyala terang. Dia memiliki cakar yang tajam.
Di sebelah timur, terlihatlah seorang bayangan yang memiliki tubuh seorang wanita. Dia memiliki rambut panjang hingga perutnya, di pergelangan tangan dan area pangkal lehernya terdapat garis garis ungu yang membentuk pola sisik, matanya ungu dan memiliki pupil berbentuk garis vertikal, di ujung kanan dan kiri bibirnya terdapat garis ungu melewati pipi hingga daun telinganya. Masing masing lengannya memegang belati.
Di sebelah utara, terlihat seorang bayangan bertubuh seorang pria. Pria itu memiliki rambut berwarna biru laut yang lumayan lebat, mata orang itu berwarna biru laut, semua gigi yang dimiliki bayangan itu terlihat sangat tajam menandakan bahwa dia hewan karnivora. Di masing masing pergelangan tangannya terdapat semacam sirip berwarna biru laut. Telapak tangan orang itu berwarna biru laut.
__ADS_1
Kira kira seperti ini bentuk tangan yang author maksud. Bayangin aja gambarnya itu di sudut pandang orang pertama.
Di sebelah selatan, terlihat seorang bayangan bertubuh wanita. Dia memiliki rambut putih panjang hingga perut dan matanya berwarna putih perak. Sebuah tanduk abu abu muda yang besar melengkung ke depan atas tumbuh dahi bagian tengahnya. Dia memegang sebuah tombak bergagang putih perak dengan ujung berwarna abu abu muda di tangan kanannya.
Keempat bayangan itu saat ini sedang maju mendekat ke wilayah inti suku Yin. Mereka semua dihadang oleh ratusan mayat hidup dan juga diserang secara bertubi tubi dengan teknik serangan jiwa. Ketika langit tiba tiba berubah menjadi malam, mereka semua berhenti bergerak.
(Ada banyak kelelawar yang menuju ke arahku dan mereka beraura Yin. Meski keadaan malam ini ilusi tapi mereka sepertinya berfokus pada penangkapan energi ‘Yin’ yang dipancarkan bulan.) batin Serigala bayangan
Tak lama kemudian, 1.000 kelelawar telah sampai di dekat serigala bayangan. Seluruh kelelawar itu kemudian berkumpul membentuk sebuah bola dan mereka mengeluarkan aura berwarna biru bulan. Kelelawar itu mentransfer semua energi Yin mereka ke kelelawar yang ada di bagian paling dalam.
*BOOM
Ledakan tiba tiba terjadi diantara kelelawar sehingga tubuh mereka terpotong potong dan jatuh ke atas tanah. Terlihat sebuah kelelawar humanoid muncul dari tempat dimana para kelelawar tadi berkumpul. Kelelawar itu memiliki sayap di punggungnya dan cakar yang tajam. Kelelawar itu mendekat ke Serigala hingga jarak mereka hanya 5 meter.
Kelelawar humanoid, “Kaukah makhluk yang mereka takuti? Aku akui kau kuat tapi dihadapan energi Yin-ku kau hanyalah makhluk rendahan.”
Serigala bayangan menyipitkan matanya.
Kelelawar humanoid, “Dan di malam bulan purnama, akulah penguasanya! Bersiaplah untuk mat-”
*SRING!!!
Serigala bayangan tiba tiba berpindah tempat sejauh 8 meter ke depan dengan cakar tangan kanannya yang penuh dengan darah berwarna merah. Kelelawar humanoid tiba tiba terbelah menjadi tiga bagian secara diagonal.
Tubuh kelelawar itu jatuh ke atas tanah.
(Tuan benar, makhluk di dunia ini memang banyak berbicara omong kosong.) batin serigala sang penguasa malam
...| Di Pinggir Wilayah Inti |...
“Ga-gawat! Kelelawar Yin sudah kalah!” teriak seorang anggota suku Yin
Dua tetua yang ada disana berkeringat dingin mendengar itu namun mereka belum putus harapan karena teknik jiwa kuno mereka telah selesai dirapal.
“Kita masih punya teknik jiwa kuno ini, masih ada harapan!” teriak salah satu tetua
“Rasakan dua teknik jiwa kuno ini!!!” teriak kedua tetua itu
Mereka melesatkan sebuah bola api raksasa dan sebuah tombak api raksasa ke arah serigala bayangan. Serigala bayangan menutupi cakar tangan kanannya dengan hukum angin, dia kemudian menebas angin di depannya dengan kuat.
*SWOOSH!!!
Gelombang angin yang sangat besar berbentuk bekas tebasan cakar muncul dan menebas bola api dan tombak api yang mengarah ke serigala bayangan, gelombang angin itu terus maju hingga membunuh para tetua dan anggota suku yang berdiri di sepanjang garis pertahanan.
__ADS_1
Di ketiga sisi yang lain, para bayangan juga telah selesai mengalahkan musuh mereka bersamaan dengan selesainya pertarungan serigala bayangan. Lolia yang sudah menunggu di udara dengan wujud humanoidnya tersenyum, dia kemudian kembali ke wujud aslinya dan terbang memasuki wilayah inti suku Yin.
(Kerja bagus semuanya.) telepati Lolia ke bayangan lain
Keempat bayangan melihat ke langit dan melihat sebuah burung besar yang sedang terbang memasuki wilayah inti.
(Hiu dan serigala, kalian kembalilah dulu. Badak dan ular, telusurilah gua yang ada di tengah wilayah inti, jika kalian menemukan kelelawar ‘Yin’ yang tersisa tangkap semuanya hidup hidup dan bawa mereka ke tuan.) telepati Lolia
(Baik Nona.) jawab keempat bayangan
Lolia telah masuk ke dalam wilayah inti lalu dia menatap ke sebuah kemah dengan array pelindung merah yang melindunginya, (Itu adalah kemah pemimpin suku Yin. Aku sudah menandai lokasinya, sekarang waktunya membantai mereka.)
Lolia sedikit menurunkan ketinggian terbangnya, dia menyelimuti sayapnya dengan hukum api lalu dia mengepakkan sayapnya dengan sangat kencang.
*BURN!!!
Kobaran api muncul dari kepakan sayapnya dan membakar habis semua tenda yang ada di jangkauannya.
...| SKIP |...
Setelah seluruh pemukiman suku Yin terbakar habis kecuali tenda pemimpin suku, Lolia kembali ke wujud humanoidnya dan mendarat di depan array pelindung tenda. Lolia membakar array itu hingga hancur kemudian ia masuk kedalam tenda dan mendapati adanya seorang wanita yang terbaring tak sadarkan diri dengan seorang lelaki tua yang sedang terduduk sembari menutup kedua matanya.
“Kedua kesadaran orang ini hilang. Apa kakek tua ini mencoba mengembalikan kesadaran wanita ini dari ilusi tuan sehingga dia juga ikut terkena ilusi?” ucap Lolia
Lolia kemudian memegang kedua tangan orang itu dan berkomunikasi dengan Yang Li, (Tuan, aku sudah memegang mereka berdua.)
...| Di Tempat Yang Li |...
(Baiklah aku mengerti, bersiaplah.) jawab Yang Li
“Klon.” ucap Yang Li
Muncullah sebuah klon Yang Li yang baru di depannya.
“Shadow Exchange.” ucap klon Yang Li
Klon Yang Li bertukar tempat dengan Lolia sehingga dia sekarang berada di tenda sedangkan Lolia beserta dua orang yang dia pegang sudah berada di depan Yang Li. Klon Yang Li kemudian menghilang karena ia sudah tidak dibutuhkan.
BERSAMBUNG…
Halo, Cuma mau ngasih tau kalo beberapa episode lagi bab perjalanan ke pavilliun High Heaven bakal selesai. Masalahnya ane kagak tau sistem pavilliun high heaven itu seperti apa jadi yah, nanti ane karang sendiri sistemnya. Btw maaf ane nggak kasih scene berantem bayangan yang lain takutnya malah kepanjangan jadi lain kali aja.
__ADS_1
TERIMAKASIH