
"Sepertinya kita harus berbicara dengan serius sekarang..." ucap tetua agung
"Ka-kau salah paham kakek!" ucap Yin Kaili
"Dengarkan aku dulu kaili'er. Saat aku pingsan karena berusaha menyadarkanmu tadi, aku bertemu dengan kesadaran array di alam bawah sadarku. Jadi, aku sepenuhnya mengerti apa yang sedang terjadi." ucap tetua agung
"Apa maksudmu kek?" tanya Yin Kaili
"Aku memang tidak mengetahui alasan lain dibalik dia mau menyelamatkan kita tapi aku yakin dia memiliki kepribadian yang baik. Kaili'er, kau dan aku tau suatu saat nanti aku pasti akan mati. Namun, aku tidak ingin meninggalkanmu sendirian dengan kesadaran array, setelah aku mati kau akan bisa menguak misteri suku Yin kita tapi apa kau akan memutuskan untuk menguaknya? Aku yakin tidak. Karena itu, tolong tepati janjimu dengan bocah bau ini. Bocah, aku tau kepribadianmu terlalu dewasa jika dibandingkan dengan usiamu dan aku tau kau memiliki rahasia yang bahkan keluargamu mungkin tidak ketahui tapi tolong jagalah cucuku." ucap tetua agung
"Kakek..." ucap Yin Kaili
Yin Kaili termenung, dia paham dengan apa yang kakeknya katakan. Intinya adalah kakeknya ingin dia untuk melihat betapa luasnya dunia dan pergi mencari teman. Dia sebelum ini ragu untuk berpisah dengan kakeknya dan menetapi janjinya tapi rasa ragu itu sudah tidak ada lagi sekarang.
"Aku... Aku mengerti kek." tanya Yin Kaili
"Ya, aku pasti akan melindunginya. Namun, apa yang akan kau lakukan setelah ini?" tanya Yang Li
"Hm... Aku akan mengembara dari desa ke desa sembari berkultivasi dan melakukan kebaikan di perjalanan untuk menebus dosa dosa Suku Yin." ucap tetua agung
"Mengembara? Apa itu tidak apa apa kek?! Dan di mana kakek akan tidur nanti? Apa kakek akan baik baik saja? Lalu apa kakek bisa makan dengan cukup nanti?" tanya Yin Kaili penuh khawatir
Tetua agung tersenyum dengan tingkah cucunya yang mengkhawatirkan dirinya, tetua agung mengelus rambut Yin Kaili, "Jangan khawatir Kaili'er. Meski usiaku sudah renta, tapi aku masih bisa mengurus diriku sendiri."
"Itu benar kak, kau tidak perlu khawatir. Lagi pula, calon kakek mertuaku ini adalah tetua agung dari Suku Yin dan kau tau sendiri bukan? Dia itu kuat loh." ucap Yang Li sambil tersenyum
Mendengar ucapan tetua agung dan Yang Li, Yin Kaili merenung dan diapun menyetujui ucapan mereka berdua.
(Di masa puncaknya, kakek di katakan mampu melawan puluhan master ranah nascent soul seorang diri. Dengan usia kakek yang sudah renta sekarang, dia pasti sudah mengalami beberapa penurunan kekuatan. Namun, karena kakek dan bocah bau ini mengatakan bahwa aku tidak perlu khawatir maka aku akan menyetujuinya.) batin Yin Kaili
"Baiklah kakek tapi tolong kirimi aku pesan mengenai kondisimu nanti, setidaknya beberapa bulan sekali." ucap Yin Kaili
"Itu semua tergantung ke mana boc-" tetua agung tersenyum, "bukan, anak ini akan pergi."
Yang Li ikut tersenyum mendengar dirinya tidak lagi disebut dengan panggilan bocah, (Dia mulai mempercayai-ku.)
"Aku akan pergi ke pavilliun high heaven dan berlatih disana selama beberapa tahun lalu pergi berkembara sepertimu kakek." ucap Yang Li
"Pavilliun high heaven?... Baiklah Kaili'er, karena aku mengenal pemimpin pavilliun itu, aku akan mengirimimu pesan setiap 3 bulan sekali." ucap tetua agung
Yin Kaili tersenyum cerah, "Terimakasih kakek."
"Kakek, bagaimana bisa kau mengenal pemimpin pavilliun high heaven." tanya Yang Li
__ADS_1
"Dahulu kala, aku pernah bertarung bersama dengan pemimpin pavilliun itu untuk membereskan suatu masalah. Nak, sebaiknya kita akhiri pembicaraan kita, matahari sudah mulai meninggi sekarang. Omong-omong, Kaili'er sudah melewati batas usia penerimaan murid di pavilliun itu sekarang, apa yang akan kau lakukan?" ucap tetua agung
"Aku akan memberinya kutukan yang akan membuat tubuhnya mengecil sampai tubuhnya seumuran denganku. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan dari hal ini, aku tidak akan membahayakan kekasihku dan tubuhnya akan kembali normal pada saat malam bulan purnama. Kakak, aku minta maaf karena harus memberimu kutukan tapi ini satu satunya cara yang aku bisa sekarang." ucap Yang Li
Yin Kaili tersenyum dengan pipi sedikit memerah, (Jadi, ini rasanya dikhawatirkan oleh seorang lelaki selain kakek ya? Meskipun umur kami jauh berbeda bisa bisa aku benar benar jatuh cinta dengannya.)
Yin Kaili menengok ke arah kakeknya dan melihat raut wajahnya yang biasa saja menandakan kakeknya setuju atas hal ini.
"Tidak apa-apa, lagi pula kau sudah bilang kalau ini tidak akan membahayakanku jadi segera berikanlah kutukan kepadaku." ucap Yin Kaili
"Terimakasih kak. Kalau begitu bisakah kakak melakukan duduk bersila sekarang? Kakek tolong menjauh sedikit." ucap Yang Li
"Baiklah." ucap mereka berdua
Yin Kaili kemudian melakukakan duduk bersila sedangkan tetua agung berjalan sedikit menjauh.
"Akan kumulai sekarang." ucap Yang Li lalu menutup kedua matanya
Yang Li mulai merapalkan kata kata panjang yang tidak memiliki arti dan membuatnya seolah olah menjadi sebuah mantra.
.../ Di Alam Bawah Sadar Yang Li /...
(Aku memurnikanmu setelah aku mendapatkan informasi dari kesadaran array mengenai suku Yin. Apa kau tau kenapa aku memurnikanmu sekarang?) batin Yang Li
Sebuah gumpalan jiwa putih yang berkobar layaknya sebuah api muncul di depan Yang Li.
(Bagus, kalau begitu lakukanlah sekarang wahai kehendak dunia.) batin Yang Li
.../ Di Dunia Nyata /...
Yang Li menyudahi ucapannya lalu dia membuka matanya. Seketika, energi berwarna hitam menyelimuti seluruh tubuh Yin Kaili selama beberapa detik. Ketika energi itu menghilang, terlihatlah tubuh Yin Kaili yang telah mengecil.
Dia sekarang mempunyai tinggi yang hampir sama dengan Yang Li namun Yin Kaili 5 cm lebih tinggi dari Yang Li. Yin Kaili memiliki kulit coklat manis, gigi putih, mata ungu, gigi putih dan rambut putih hingga daerah perutnya.
Juga terlihat bajunya yang besar kini melonggar akibat tubuhnya yang mengecil. Namun untungnya energi hitam tetap melekat pada tubuhnya dan menutupi daerah tubuhnya yang terlihat.
Yin Kaili membuka matanya lalu diapun melihat tubuhnya yang mengecil dan terkejut, "Tubuhku... Benar benar mengecil?!"
Yin Kaili kemudian melihat kebawah dan melihat pakaiannya yang berasal dari jerami dan kulit hewan sudah berada di atas tanah. Sontak diapun terkejut dan mukanya memerah, dia bersyukur Yang Li menggunakan Qi-nya untuk menutupi tubuhnya yang terlihat jika tidak, dia pasti akan merasa sangat malu.
"Kemampuan yang sangat mengesankan, kau sepertinya punya guru misterius yang sangat hebat." ucap tetua agung melihat tubuh Yin Kaili yang mengecil
Yang Li tersenyum mendengar itu, "Kau memiliki 'kemampuan menyimpulkan' yang hebat kakek."
__ADS_1
"Tentu saja, usia tuaku bukan hanya sebuah pajangan. Omong omong, bisakah kau mengirimkan makhluk hitammu untuk mengumpulkan beberapa harta suku kami yang masih tersisa?" tanya tetua agung
"Aku baru saja mengirimkan mereka untuk mengumpulkan barang kek. Sekarang, kita harus merencakan bagaimana kita bisa tiba di pavilliun high heaven sekarang..." ucap Yang Li
.
.
.
...| Yang Li pov |...
Aku memberitahu mereka berdua tentang rencanaku selanjutnya, mereka setuju dengan itu. Kemudian dua bayangan yang Lolita suruh untuk mencari kelelawar di gua-pun kembali. Mereka menyerahkan barang-barang milik Yin Kaili dan kakeknya, sedangkan untuk temuan mereka yang berasal dari gua, aku membicarakan barang temuan itu dengan Yin Kaili dan kakeknya lalu merekapun memperbolehkanku memilikinya.
Di saat kakek merapikan barang bawaan mereka, Yin Kaili pergi ke daerah yang sepi untuk memakai pakaian yang ia punya saat masih kecil. Setelah kakek selesai merapikan barang bawaan mereka, dia juga berganti pakaian. Mereka sekarang menggunakan pakaian warga biasa agar tidak ada yang mencurigai mereka.
Sementara itu, aku menggunakan 'mata sharingan' untuk menghapus ingatan Tu Fang dan Tang Xie Fei mengenai hal yang terjadi setelah kami melakukan teleportasi.
.../ SKIP /...
Aku dan Yin Kaili beserta kakeknya berpisah. Mereka berangkat menuju pavilliun high heaven terlebih dahulu agar tidak menimbulkan kecurigaan. Aku lalu membangunkan kedua prajurit darah di dalam hutan dan mereka terlihat sangat kebingungan.
"Tu-tuan muda, ada dimana kita?" tanya Tang Xie Fei
"Aku tidak tau, paman. Sepertinya terjadi kesalahan pada saat kita melakukan teleportasi sehingga kita bisa berada di tempat antah berantah ini." ucapku
Setelah itu, aku mengulang kejadian yang mirip setelah aku melakukan teleportasi, dan menanyakan nama mereka sekali lagi.
.
.
.
Tiga bulan berlalu... Sekarang, aku akhirnya tiba di Pavilliun High Heaven.
BERSAMBUNG...
Klarifikasi author : Dalam perang antara Suku Yin dan kekaisaran dulu, suku Yin adalah pemenangnya. Lalu karena keberadaan suku Yin yang terekpos, Kepala Suku Yin meminta kepada kekaisaran untuk menyebarkan rumor bahwa mereka kalah dan menjadi bagian dari pasukan kekaisaran agar mereka terhindar dari berbagai masalah.
Bagi yang request-an kekuatan anime-nya belum ada sabar ya, ane belum dapet momen yang pas buat pakai kekuatan yang kalian rekomendasikan.
__ADS_1
...TERIMAKASIH...
^^^Ane libur bentar...^^^