Berpetualang Di Dunia Manhua

Berpetualang Di Dunia Manhua
Menuju Pavilliun High Heaven #6


__ADS_3

...| NARATOR POV |...


*BOOOM!!!


Suara ledakan kemudian terdengar, api dan asap hasil ledakan membumbung tinggi ke langit. Membuat gelombang angin besar hingga beberapa pohon di dekat ledakan tumbang.


Di pedalaman hutan, sosok wanita yang mengendalikan array alami dari jauh saat ini tengah tersenyum penuh kepuasan.


(Dengan begini lalat pengganggu itu seharusnya sudah mati. Sekarang saatnya mencari keberadaan anak yang memancarkan aroma kematian itu lalu segera menjadikannya sebagai tungku kultivasiku.) batin si wanita


Wanita itu kemudian mulai memejamkan matanya dan mulai berkomunikasi dengan array alami yang ada di hutan ini. Setelah beberapa saat, wanita itu kembali membuka matanya bersamaan dengan hilangnya senyumnya yang penuh kepuasan.


(Hm… sayang sekali, ledakan tadi membuat hubunganku dengan kesadaran array alami ini menjadi terganggu. Untuk sementara aku harus mencari bocah itu dengan kesadaran ilahiku sendiri tanpa bantuan kesadaran array ini.) batin wanita itu


Dengan keyakinan yang tinggi wanita itu kemudian mengalihkan perhatiannya dari asap sisa sisa ledakan yang masih mengepul di tempat itu. Tanpa mengecek lagi kondisi kedua prajurit darah, wanita itu mengarahkan kesadaran ilahinya ke tempat dimana Yang Li berada.


(Disaat bocah itu terjatuh, aku berhasil membuat dia terjatuh ke daerah pepohonan yang tumbuh berdekatan. Selain itu aku juga sudah menyuruh kesadaran array ini untuk melindunginya, seharusnya bocah itu baik baik saja dan seharusnya dia ada disini sekarang.) batin wanita itu


Kesadaran ilahi wanita itu telah sampai di rerimbunan pohon, tempat Yang Li berpura-pura pingsan. Wanita itu menatap Yang Li yang tengah berpura pura pingsan. Wanita itu lalu memerintahkan kesadaran ilahinya untuk mendekati Yang Li namun...


Yang Li tiba tiba membuka kedua matanya yang memiliki warna berbeda, biru pada mata kiri sedangkan merah pada mata kanan. Kedua mata itu merepsentasikan fase bulan purnama di anime Vanitas no Carte yang menjadi identitas bagi dua Ras Vampir yang ada di anime itu.


Ketika wanita itu menatap mata Yang Li, pemandangan yang di lihat wanita itu berubah menjadi hitam. Yang Li ataupun pepohonan tidak lagi terlihat dan hanya murni kegelapan yang tersisa. Pemandangan yang tiba tiba berganti inipun membuat wanita itu terkejut.


(!!) kejut wanita itu


(Apa ini?! Ilusi?!... Tidak! kegelapan ini terlalu murni untuk disebut ilusi!) batin wanita itu mulai berkeringat


Setelah itu, muncullah banyak suara langkah kaki dari arah belakang wanita itu. Wanita itu kemudian menoleh kebelakang dan diapun melihat, parade badut berpakaian tertutup dan mengenakan topeng serta terdapat pula beberapa kuda tengkorak yang ikut di dalam parade badut itu.



Parade Badut. Anggap saja gadis berpakaian merah yang memegang keranjang itu adalah gadis pengendali susunan array yang memakai kulit hewan sebagai pakaiannya. Kulit hewan itu menutupi bagian dadanya yang cukup besar tapi membiarkan bagian perutnya terlihat.

__ADS_1


Pakaian kulit hewannya juga menutupi bagian pinggangnya hingga lutut. Wanita itu memiliki kaki yang panjang, tinggi 1,8 m dan berkulit coklat manis.


...----------------...


Saat parade badut mulai berjalan melalui samping depan belakang wanita itu, empat badut yang berpenampilan berbeda sepenuhnya muncul.



Di antara keempat badut baru itu, ada yang juggling menggunakan pisau, beratraksi menggunakan sepeda roda satu, meniup terompet, dan ada juga yang melompat kesana kemari tidak jelas.


...----------------...


Para badut itu dan keadaan gelap yang murni ini memancarkan energi tidak nyaman dan menakutkan sehingga membuat wanita itu berkeringat ketakutan tanpa bisa berkata apa apa lagi.


Ketika parade badut selesai, wanita itu bernafas lega akan tetapi tiba tiba ratusan kartu putih kosong turun dari langit. Seketika itupun keringat wanita itu langsung bercucuran dengan sangat deras dan jantungnya berdegup dengan sangat kencang.


*GLUP


(Kertas apa itu?! Kenapa sangat menakutkan?! Terlalu banyak hal aneh disini, aku harus keluar dari sini! Tapi bagaimana caranya! Aku harus keluar dari sini secepat mungkin!) batin wanita itu


Ketika wanita itu sedang berteriak teriak di dalam hatinya, satu satunya kartu yang memiliki gambar turun kebawah dan secara sekilas, wanita itupun melihat kartu itu saat masih berada di bagian atas pandangannya.


Setelah itu, wanita tersebut reflek menutup kedua matanya dan tidak lagi berani untuk membuka matanya. Ia memiliki firasat jika dia melihat gambar yang terlukis di kartu itu, hal buruk akan langsung menimpanya. Karena itulah dia berusaha semaksimal mungkin untuk tetap menutup matanya.


*DEG!


Tiba tiba tubuh wanita itu tidak mematuhi kehendak otaknya dan membuka kembali kedua matanya. Ia kemudian melihat bahwa sudah tidak ada lagi kartu kartu putih kosong yang berjatuhan, satu satunya kartu yang dia lihat saat ini adalah kartu putih yang memiliki gambar didalamnya.


Kartu itu melayang dengan tegak dan sejajar dengan kepala si wanita. Kartu itu memiliki gambar seorang badut yang sedang duduk sambil memegang senjata sabit pada lengan kirinya, di sisi tepi atas kiri dan kanan bawah kartu itu tertulis kata ‘JOKER’.



Kartu yang author maksud.

__ADS_1


...----------------...


*DEG!


Ketika si wanita melihat gambar pada kartu itu dengan sangat jelas, sebuah bayangan badut yang sangat berwarna, memiliki mata bertanda ‘+’ disertai dengan senyuman yang memperlihatkan gigi tajamnya. Badut itu hanya memiliki badan dari bagian perut hingga kepala.



Yah… anggap saja orang berambut hijau itu tidak ada.


...----------------...


Melihat sosok Badut itu, si wanita langsung mengeluarkan air mata lalu…


*JLEB!!


Sebuah sabit tiba tiba muncul di tangan badut itupun dengan cepat langsung menggunakannya untuk menusuk jantung si wanita.


*UHUK!!


Seteguk darah keluar dari mulut wanita itu. Nafasnya kini tambah menjadi tidak beraturan dan ia tambah tidak memiliki kendali atas tubuhnya.


“Ba-bagaimana ini bis… terjadi… aku adalah pemimpin suku ‘Yin’ yang terhormat… mati seperti ini… aku tidak terima.” Ucap Wanita itu dengan terpatah patah dan nafas tidak beraturan


BERSAMBUNG…


Maaf karena nggak up kemarin, lagi kekurangan ide. Semoga ini bisa menghibur kalian.



Ngajak ribut om taddy bear


...TERIMAKASIH...

__ADS_1


__ADS_2