
PENGUMUMAN : Novel ini yang ada pada bagian Martial peak akan ada banyak hal yang tidak sesuai dengan data beberapa hal kecil dalam manhuanya. Kenapa? Karena saya kesulitan menemukan data yang sesuai dan lagi pula itu juga data sekali pakai, jadi mohon dimaklumi. Namun jika ada yang ingin mengkoreksi hal-hal yang salah disini, saya akan menghargai-nya :)
Perawakan prajurit darah yang menghampiri Yang Li :
Mereka berdua berpakaian merah khas prajurit darah
Salah satu dari mereka, bertubuh besar pernuh dengan otot dan mempunyai tinggi sekitar 2 meter.
Satunya lagi bertubuh kurus dengan tinggi yang hanya 1,6 meter. Mari mulai cerita ini…
...| Yang Li POV |...
Sekarang aku tengah berjalan menuju ke suatu tempat yang masih berada di dalam kediaman keluarga Yang bersama dengan kedua prajurit darah yang menghampiriku tadi
“Paman, sebenarnya kita mau kemana?” tanyaku sambil berjalan beriringan dengan prajurit darah
“Tuan muda, kita sedang pergi menuju ke sebuah pintu keluar rahasia yang dimiliki Keluarga Yang” jawab orang berbadan kurus
“Pintu keluar rahasia? mengapa aku tidak pernah mendengar ada sesuatu seperti itu?” tanyaku
“Itu wajar tuan muda, karena yang mengetahui keberadaan pintu ini hanyalah kepala keluarga, para tetua, para tuan dan nyonya keluarga lalu beberapa prajurit darah seperti kami ini” jawab orang berbadan kurus
“Ternyata begitu. Lalu, apakah untuk menggunakan pintu ini memerlukan persetujuan terlebih dahulu?” tanyaku mengingat sebelum datangnya dua prajurit darah ini, ayahku berencana untuk memasukkanku kedalam karung dan membiarkan bawahannya membawaku pergi dari kediaman ini. Tentu, ibuku tidak mengetahui tentang rencana ini
“Tuan muda memang bijak. Penggunaan pintu ini memanglah harus mendapatkan izin dari tetua yang bersangkutan terlebih dahulu baru bisa digunakan” Jawab orang berbadan kurus
__ADS_1
(Sepertinya pintu ini bukan sekedar pintu biasa. Kemungkinan besar ini adalah array yang diceritakan oleh bawahanku itu. Hm, dia memang cukup berguna) Batinku sambil melihat bayanganku sendiri
“Paman apakah pintu ini sebenarnya adalah sebuah array ruang yang dapat digunakan untuk berteleportasi?” Tanyaku
“Itu benar tuan muda, walaupun disebut pintu kenyataan-nya ini hanyalah nama samaran untuk menutupi adanya keberadaan array ruang di kediaman ini” Jawab orang yang berbadan kurus
...| SKIP |...
“Tuan muda, kita sudah sampai” ucap orang berbadan besar
Aku dapat melihat dua orang orang yang sedang menjaga sebuah pintu yang terpasang pada benteng beton. Benteng ini berukuran 15 meter persegi dengan sebuah bidang kosong yang sudah disemen pada bagian dalamnya lalu ditengah bidang itu aku juga merasakan adanya array ruang yang hanya memiliki kemampuan untuk mengirim kami ratusan kilometer jauhnya
(Huff~~ apa tidak ada yang lebih bagus? Paviliun high heaven saja ada yang bisa tembus 1.000 kilometer!)
Kami kemudian berjalan sedikit kedepan lalu prajurit darah yang berbadan besar mengeluarkan sebuah token dan memberikannya ke salah satu penjaga pintu
“Kalian diizinkan masuk” Ucap pengawal yang menerima token
Kedua pengawal itu kemudian membukakan pintu dan tidak mengembalikan token kami, kemudian kamipun masuk kedalam. Saat kami masuk kami di sambut oleh seorang tetua keluarga yang bertugas untuk membantu mengaktifkan array ruang ini. Dia melihatku dengan penuh ketidak nyamanan terlihat di wajahnya, bahkan aku bisa merasakan niat membunuh tipis terpancar dari arahnya
Dia melihatku sebentar lalu berbalik badan,
“Ayo kita mulai sekarang dan selesaikan ini dengan cepat, berdirilah di dalam lingkaran itu” ucapnya sambil menunjuk gambar lingkaran hitam yang menjadi pusat array
Kami kemudian berjalan dan berhenti di tengah lingkaran yang orang itu maksud dan akupun mengetahui bahwa ada sesuatu yang salah dengan array ini dan itu bisa membunuh seseorang. Tetua itu kemudian mulai menyalurkan energinya ke array. Saat hampir selesai, niat membunuh tetua itu kian menebal dan ekspresi wajahnya mulai berubah menjadi sebuah seringai
__ADS_1
Melihat itu akupun ikut menyeringai dan di belakangku muncul sebuah makhluk hitam besar yang berbentuk iblis dengan warna ungu dan merah yang menghiasi kulit hitam polos miliknya, iblis itu juga ikut menyeringai. Ekspresi tetua itu berubah drastis, dia mulai berkeringat, kakinya melemas, susah untuk bernapas, dan dia menjadi sangat ketakutan sekarang
Hal ini hanya terlihat dan dapat dirasakan oleh aku dan tetua itu, selain itu kejadian ini juga terjadi dengan sangat cepat, jadi ketika aku selesai memperbaiki array ini agar tidak membahayakan nyawa, aku mulai menyeringai lalu beberapa detik kemudian aku dan kedua prajurit darah menghilang dari tempat ini dan muncul di tengah hutan di dalam rimbunnya pepohonan
...|Narator POV|...
Setelah kepergian Yang Li, tetua yang berpenampilan layaknya orang tua gemuk dengan rambut yang sudah beruban itupun masih berdiri ditempatnya
(Ma-makhluk apa itu tadi? makhluk itu sangat mengerikan. Tekanan makhluk itu jauh lebih tinggi dibandingkan master ranah nascent soul sekalipun. Makhluk itu sangatlah berbahaya, aku harus memberitahu para tetua yang lain dan kepala keluarga tentang hal ini) batin tetua itu
Tetua itu kemudian melangkahkan kakinya namun tiba tiba dia merasakan banyak mata yang mengawasinya di dalam bayangan dan dia memiliki firasat bahwa jika ia berani mengungkapkan segala hal tentang kejadian tadi, dia akan terbunuh sebelum menyelesaikan kalimatnya dan tidak akan tahu bagaimana caranya bisa terbunuh
Bersambung…
Makhluk apakah yang ada di episode ini?
Petunjuk : 1) Tamat di sekitar episode 176
2) Buku sihir hitam dengan daun semanggi
3) Mixer
...TERIMAKASIH...
__ADS_1