
...| NARATOR POV |...
Sekarang Lolia telah kembali ke hadapan Yang Li dengan Tetua agung dan Pemimpin suku Yin yang sedang pingsan. Lolia meletakkan kedua orang tak sadarkan diri itu ke atas tanah.
“Kembalilah, Lolia. Terimakasih atas kerja kerasmu.” ucap Yang Li
[Tidak masalah tuan.] ucap Lolia lalu menyatu dengan bayangan Yang Li
“Baiklah… Kedua orang ini kan yang kau maksud? Kalau begitu aku akan membangunkan mereka sekarang.” ucap Yang Li
Sesosok makhluk samar yang terbentuk dari energi dan berpenampilan seperti manusia menampakkan dirinya di samping kanan Yang Li.
“Silahkan tuan, anda akan tau saya tidak berbohong.” Ucap sosok itu
Yang Li menatap sosok itu, “Aku tidak membangunkan mereka untuk memastikan kebenaran ucapanmu karena sekarangpun, aku sudah tahu kalau kau tidak berbohong.” Yang Li menjentikkan jarinya lalu pemimpin suku Yin perlahan membuka matanya.
“Uhh…” ucap wanita pemimpin suku itu ketika matanya perlahan membuka
Dia terbuka dan dia disambut dengan pemandangan pohon tinggi dengan daun yang lebat. Dia kemudian berusaha untuk terbangun dan mengambil posisi terduduk. Wanita itu kemudian melihat tetua agung yang terbaring disebelahnya dan juga seorang anak kecil yang duduk di depannya. Diapun terheran-heran,
(Tempat apa ini? Bukankah tempat aku terakhir kali bertukar kepribadian adalah saat di dalam tendaku? Hutan ini pasti cukup jauh dari pemukiman suku? Kenapa diriku kemari? Belum lagi sinar matahari sudah terlalu terik untuk mengambil kesimpulan bahwa aku tertidur disini. Apakah aku dan kakek pingsan? Lalu siapa anak ini?) pikir Perempuan itu
“Kakak yang disana, kau sudah bangun ya? Apa kau tidak apa-apa?” tanya Yang Li
“Aku tidak apa apa. Adik, apa kau tau dimana kita berada sekarang? Dan apa yang sudah terjadi denganku?” tanya wanita itu
“Sekarang kita berada di hutan terlarang, kakak... Kau sepertinya punya jiwa yang kuat ya?!” ucap Yang Li kemudian dia melepaskan aura kematian dan penindasan yang selama ini dia sembunyikan ke arah wanita itu
Tekanan yang sangat kuat menimpa tubuh wanita itu sehingga dia sama sekali tidak bisa menggerakkan tubuhnya dan keringat mengalir keluar dari tubuh wanita itu dengan derasnya, (UGH! Tekanan apa ini?! Aku tidak bisa menggerakkan tubuhku dan tubuhku terasa akan hancur dalam sekejap, bahkan jiwaku juga terkena dampaknya. Argh!! Bagaimana bisa anak ini memiliki kemampuan seperti ini?!)
Wanita itu, (Tapi! Dengan aura kematian yang sangat banyak ini! Kalau aku bisa bertahan sebentar saja maka aku akan... ARGH!!!)
*BOOM
*BOOM
*BOOM
Terjadi ledakan energi yang berasal dari dalam tubuh wanita itu, dalam kondisi jiwa dan tubuhnya yang tertekan oleh aura Yang Li, tanpa diduga wanita itu berhasil menerobos ranah kultivasi sebanyak tiga kali dari ranah nascent soul tingkat 6 awal hingga ranah nascent soul tingkat 9 akhir. Dia selangkah lagi akan mencapai ranah Transcendent dan menerima baptisan dunia namun Yang Li tiba tiba menarik kembali aura kematian dan penindasannya.
“Oh, Kakak ini benar benar memiliki jiwa yang spesial rupanya.” ucap Yang Li
Wanita itu sadar bahwa tekanan yang menimpanya sudah menghilang, dia kemudian langsung bergerak dengan sangat cepat sampai sampai terlihat ia sudah berteleportasi dan menggunakan tangannya yang memapat dan dialiri Qi untuk menyerang Yang Li dari depan, mengenai jantungnya. Sayangnya sebuah gelembung besar tiba tiba melindungi Yang Li dari serangan wanita itu.
“Apa?!” ucap wanita itu, (Seharusnya aku tau ini, aku kira dia hanya hebat dalam teknik jiwa tapi aku tidak menyangka kalau dia juga memiliki teknik pelindung tubuh fisik seperti ini.)
Wanita itu kemudian berusaha untuk menarik kembali tangannya yang bersentuhan dengan gelembung air namun tangan kanannya itu tidak bisa bergerak, bahkan tubuhnya tanpa dia sadari juga tiba tiba tidak bisa bergerak.
“Kerja bagus Haetae.” Ucap Yang Li didalam gelembung sembari mengusap usap kepala Haetae
__ADS_1
“Guk!” balas Haetae lalu menjilat pipi Yang Li
Haetae kemudian melayang agak menjauh dari Yang Li. Yang Li dengan menembus penghalang air yang melindunginya dan memegang pergelangan tangan kanan wanita pemimpin suku, dia lalu menarik tangannya kebelakang sehingga tubuh wanita itupun menembus penghalang air dengan mudah dan mendekat ke tubuh Yang Li.
Mengerti apa yang akan segera terjadi, Haetae menutup matanya dan muncul sedikit rona merah dipipinya.
*Chup~
Yang Li tiba tiba mencium bibir wanita itu dan sontak pipi wanita itupun langsung memerah. Setelah itu, Haetae menghilang dan gelembung air juga ikut menghilang. Tanpa menyadari tubuhnya sudah bisa bergerak, wanita itu melepaskan ciumannya dengan Yang Li dan langsung menggenggam kerah baju Yang Li dengan kedua tangannya serta sedikit membungkukkan badannya.
“A-APA YANG KAU LAKUKAN BOCAH?!” teriak wanita itu dengan pipi merah
(A-apa ini?! Kenapa tiba-tiba aku jadi malu begini?! Apa ini hubungan pria wanita yang diceritakan Ibu dan Ayah dulu? Ta-tapi BAGAIMANA MUNGKIN ORANG PERTAMAKU ADALAH SEORANG ANAK KECIL?!) batin wanita itu
Yang Li melepaskan tangan kanan wanita itu dengan tangan kirinya dan memindahkan tangannya untuk menyentuh pipi sebelah kiri Yang Li. Yang Li menepis tangan kiri wanita itu dari kerah bajunya dan menggunakan tangan kanannya untuk menyentuh pipi sebelah kiri wanita itu.
“Kau seharusnya merasa beruntung karena melakukannya denganku. Itu adalah ciuman pertamaku dan aku juga akan bertanggung jawab karena sudah mencium-mu dengan cara menikahimu di masa depan.” Ucap Yang Li
Mata wanita itu berputar dengan sangat cepat dan wajah yang semerah tomat, “Ap-apa yang kau maksud bocah?! Tanggung jawab apa?! Menikah apa?! Siapa yang mau menikah denganmu?! Lagi pula kau ini masih kecil…” ucap wanita itu dengan nada pelan pada bagian akhir
*UHUK!
*UHUK!
Suara orang terbatuk kemudian terdengar dari arah tetua agung terbaring. Wanita itu sontak langsung mengalihkan pandangannya ke arah suara itu berasal dan dengan cepat pergi ke tempat tetua agung terbaring.
“Kakek!” ucap wanita itu disamping tetua agung
Yang Li kemudian tiba di dekat tetua agung, “Jadi kau adalah kakek dari istriku dimasa depan ya?”
Tetua agung sontak terkejut lalu diapun langsung melakukan gerakan sit up, “APA?!” tetua agung kemudian terdiam dan kembali berbaring kembali, “Oh...”
“Ka-kakek?” kejut wanita itu mengenai reaksi kakeknya
“Aku punya alasan mengapa aku tidak terkejut Kaili’er. Itu karena dia adalah orang yang bisa menundukkan kesadaran array yang sudah melindungi suku kita selama ribuan tahun. Benar bukan kesadaran array?” ucap tetua agung
Sebuah sosok berbentuk manusia yang terbentuk dari energi muncul di samping Yang Li, “Ya, itu benar.”
“Kesadaran array?” ucap wanita itu
“Dengar ini Kaili’er. Sejak suku Yin kita berhasil melenyapkan salah satu keluarga besar pada 300 tahun yang lalu. Para leluhur kita yang memimpin waktu itu, melihat reaksi suku kita terhadap keberhasilan itu dan menyadari bahwa anggota suku kita mulai berubah menjadi sombong dan termakan keserakahan. Mereka mulai menangkap orang orang tak bersalah yang masuk ke hutan sekitar untuk mengasah teknik terlarang yang mana ini dilarang oleh suku.
Saat leluhur kita mengetahui hal ini, kekaisaran sudah menyatakan perang sehingga leluhur kita hanya bisa menutup mata pada hal ini. Saat kita telah memenangkan perang itu, leluhur kita membuat kontrak damai dengan kekaisaran namun para tetua waktu itu sudah terlalu serakah dan mengubahnya diam diam.
Mereka bahkan melakukan pemberontakan dan berusaha membunuh leluhur kita, namun dikarenakan kutukan yang terukir di jiwa kita. Mereka yang memberontak langsung mati begitu saja. Lambat laun, anggota dan para tetua suku kita terlalu mendambakan kekuatan hingga terjerumus di jalur tercela. Kekuatan mereka akhirnya mulai menyamai bahkan melampaui kekuatan leluhur kita sehingga mereka sudah tidak menganggap leluhur kita sebagai pemimpin.” ucap tetua agung
“I…Ini, jadi ini sejarah suku yang selama ini kakek tidak mau ceritakan? Kakek, aku punya pertanyaan. Jika orang orang lebih kuat daripada leluhur kita, mengapa mereka tidak pergi meninggalkan suku dan apa itu segel jiwa yang mengikat kita? Lalu bagaimana dengan ramalan yang pernah kakek ceritakan padaku dan apa hubungannya dengan bocah bau ini?” tanya wanita itu dengan sedikit memerah
Tetua agung tersenyum, “Kau menanyakan kembali hal ini ya? Alasan mereka tidak pergi adalah karena kutukan yang ada dijiwa seluruh suku Yin. Kutukan itu membuat para tetua tidak bisa membunuh pemimpin suku, menghilangkan efek penambah umur setinggi apapun ranah kultivasi yang kita capai, membuat kita hanya bisa bertahan beberapa hari ketika keluar dari wilayah suku dan karena tempat ini yang paling cocok untuk melatih jiwa dan mereka ingin menghancurkan kutukan jiwa itu.
__ADS_1
Hubungan hal yang kuceritakan tadi dengan ramalan bahwa ‘suku Yin kita akan tertimpa hukuman ilahi yang tidak terhindarkan karena mengganggu roda reinkarnasi’ adalah kutukan jiwa kita akan menghilang saat semua anggota Suku Yin mati, hal ini terjadi karena pemipin bukan lagi pemimpin ketika bawahannya mati.”
Sosok manifestasi kesadaran array menatap ke wanita itu, “Saat segel telah terhapus, kekuatan bloodline suku Yin akan 100% terbuka dan kau akan merasakan sebuah ‘panggilan’ yang menyuruhmu pergi ke suatu tempat yang berbahaya. Pada awalnya kami berencana agar hanya aku yang menemanimu pergi ke tempat itu tapi karena orang yang memusnahkan suku Yin adalah anak ini dan dia juga bisa diajak bicara. Aku meminta bantuan padanya untuk menemanimu ke tempat itu.”
(Apa?! Dia sekuat itu?! Bagaimana mungkin?!) batin wanita itu sambil menatap Yang Li
Sadar dirinya di tatap oleh wanita itu, Yang Li tersenyum lebar sehingga wajah wanita itu memerah dan memalingkan tatapannya. Wanita itu kemudian menyadari bahwa dia belum merasakan panggilan yang kesadaran array bicarakan.
“Mengapa aku belum bisa merasakan panggilan itu sekarang?...” wanita itu menatap kakeknya yang memucat, “Kakek! Apa yang terjadi denganmu?! Kenapa kondisi tubuhmu tiba tiba mendingin seperti ini?!”
Wanita itu berpikir keras, dia memikirkan perkataan kakeknya tadi untuk mencari petunjuk, “Tunggu, jangan bilang! Apa informasi yang kau ucapkan tadi adalah hal tabu yang bisa membuat segel jiwanya bereaksi?!”
Melihat tidak adanya tanggaapan dan tubuh tetua agung yang perlahan memucat dan mendingin, wanita itu mulai menangis tersedu-sedu.
“Hiks… kakek… jangan tinggalkan aku… hiks… kau adalah keluarga satu satunya yang masih aku miliki sekarang… hiks… kakek… hiks… jangan pergi… kakek… hiks…” tangis wanita itu sambil terduduk di dekat tubuh tetua agung
*GREP
Tangan kecil milik Yang Li menggenggam pergelangan tangan milik wanita itu. Wanita itu menatap mata Yang Li dengan mata memerah khas orang menangis.
“Aku bisa menyelamatkan kakek tapi sebagai gantinya aku ingin kau berjanji kepadaku bahwa sekarang kita adalah seorang kekasih, aku ingin kau mengikutiku kemanapun aku pergi sampai aku dipanggil kembali ke keluarga Yang dan berjanjilah kalau kau akan menjadi istriku dimasa depan.” Ucap Yang Li dengan tatapan yang sangat serius
Melihat tatapan Yang Li yang serius tiba tiba wanita itu merasakan aura pria sejati dari Yang Li, dia sekarang merasa bahwa Yang Li bukanlah anak kecil bahkan dia merasa bisa berlindung dan mengandalkan Yang Li untuk menjadi rekan hidupnya. Karena kakeknya yang memerlukan bantuan secepatnya dan juga perasaan yang dia miliki sekarang, wanita itu tidak peduli dengan syarat yang di sebutkan Yang Li.
Wanita itu mengangguk, “Aku setuju, karena itu tolong selamatkan kakek!”
Yang Li tersenyum, dia dengan cepat berdiri lalu memegang kedua sisi pipi wanita itu.
*Chup~
Yang Li kembali mencium bibir wanita itu sehingga pipi cokelat manis wanita itu merah merona. Yang Li menyudahi ciumannya, “Ingat janjimu oke? Kekasihku, Yin Kaili.”
Wajah wanita itu kini menjadi semerah tomat. Yang Li kemudian menunduk dan meletakkan tangan kanannya di tubuh tetua agung pada bagian jantung. Energi kematian berwarna hitam kemudian menyelimuti tangan Yang Li lalu diapun dengan mudahnya menghancurkan segel jiwa yang ada pada tetua agung. Keadaan tetua agung berangsur angsur mulai membaik, tubuh pucatnya mulai menghilang. Wanita itu menyentuh nadi milik tetua agung dan merasakan tangannya perlahan menghangat kembali dan detak jantungnya juga mulai membaik.
Wanita itu kemudian memegang kedua sisi kepala Yang Li dan mengecup dahi Yang Li dengan penuh kasih sayang. Dia lalu menyudahi ciuman itu dan memeluk Yang Li. Mereka berpelukan dengan posisi terduduk dan posisi badan yang miring karena badan mereka saling berseberangan dengan tubuh tetua agung yang berada di antara mereka.
“Terima kasih… hiks… hiks…” ucap wanita itu sambil menangis terharu
*EHEM
Tetua agung mengeluarkan suara batuk buatan dan membuat kaget wanita itu.
“Uah! Ka-kakek, kau sudah bangun?” kaget wanita itu
“Ada apa denganmu Kaili’er kau seperti baru saja melihat hantu. Hm… jadi apa ini? Kau jatuh cinta? Dengan anak kecil? Kurasa kita semua harus bicara serius sekarang.” ucap Tetua agung
BERSAMBUNG…
Maaf karena ane nggak up minggu kemarin. Sebenarnya kemarin minggu itu seharusnya ada update tapi karena ane rasa episodenya ampas dan ada plot hole yang sangat penting jadi ane putusin buat revisi ini episode. Oe tau kalau alasan kenapa Yang Li ingin menjadikan Yin Kaili sebagai istrinya itu belum ada, jadi itu akan dibahas di bab selanjutnya. Oe juga tau kalau deskripsi mendetail tentang Yin Kaili itu belum ada jadi itu akan dibahas lain kali. Terakhir, kalau bingung atau merasa ada yang aneh silahkan Komen di bawah. Kenapa sejarah yang diceritakan Tu Fang sama tetua agung berbeda mungkin?
__ADS_1
...TERIMAKASIH...