
...| NARATOR POV |...
Setelah menyadari bahwa mereka sedang berada di wilayah yang seharusnya tidak mereka kunjungi, Yang Li memutuskan untuk segera meninggalkan tempat itu. Tang Xie Fei berjalan didepan sebagai penunjuk arah dan Tu Fang berjalan di belakang Yang Li agar ia dapat melindungi Yang Li dari segala arah.
“Paman Fang, paman Tang, apa kalian mengetahui alasan mengapa tidak ada hewan yang terlihat disini?” tanya Yang Li
“Alasan mengenai hal itu belum ada yang mengetahuinya, akan tetapi kondisi unik ini sudah sangat melekat sehingga menjadi identitas tersendiri bagi hutan ini.” Ucap Tang Xie Fei tanpa melihat kebelakang dan tetap berjalan
“Jadi begitu… Paman sekalian, aku tahu kalau tidak banyak informasi yang tersedia mengenai tempat ini jadi bisakah paman memberitahuku rumor yang paling dapat dipercaya mengenai tempat ini sebagai gantinya?” Tanya Yang Li
“Karena tuan muda ingin mendengarkan rumor berkualitas mengenai tempat ini maka perkenankan saya untuk menceritakan rumor itu kepada anda…” ucap Tu Fang
“Pada suatu malam, ada sekelompok pemburu kelelawar yang sedang berburu di tempat yang berdekatan dengan wilayah terluar bandit elit.
Saat tengah malam telah tiba, masing masing dari pemburu itu sudah mendapatkan lebih dari 1 kg kelelawar ditangan mereka. Mereka semua gembira dengan hasil buruan mereka tapi itu tidak berlangsung lama.
Ketika cahaya bulan purnama tertutup oleh awan dan hanya menyisakan obor sebagai sumber penerangan, kelelawar yang tadinya sudah terbunuh tiba tiba saja kembali bergerak dan menyerang para pemburu itu.
Ke esokan harinya mereka ditemukan telah tewas oleh penjaga keamanan provinsi Feng dan hanya menyisakan satu orang saja yang masih selamat dari kelompok pemburu itu.
Saat orang yang selamat itu dimintai keterangan atas hal yang terjadi, dia menyebutkan apa yang saya ceritakan sebelumnya dan menambahkan bahwa setelah ia diserang oleh para kelelawar,
Cahaya bulan purnama kembali terlihat dan dia merasa bahwa kelelawar telah berhenti menyerangnya. Setelah itu, dia terjatuh keatas tanah dan pingsan. Tapi sebelum pingsan, dia sempat melihat ada kabut tebal yang mulai bermunculan di sekitarnya.
Itulah yang terakhir dia katakan sebelum akhirnya dia tiba tiba menjadi gila dan mulai menyebar rumor ini ke manapun dia pergi.” Ucap Tu Fang
“Kenapa kau bisa yakin dengan rumor ini paman Fang? Apa kau berhasil menemui orang gila dan petugas keamanan yang bertugas waktu itu?” Tanya Yang Li
“Saya berhasil menemui keduanya tuan muda meski begitu, saya masih meragukan kebenaran rumor ini karena kerajaan tidak memberikan respon sama sekali terhadap rumor ini…” Ucap Tu Fang
“…mereka seperti sengaja membiarkan rumor ini menyebar ke masyarakat luas.” sambung Tu Fang
(Sepertinya kerajaan memang sengaja membuat rumor ini tersebar agar ada banyak orang yang mendatangi tempat ini. Aku yakin alasan mereka melakukan ini pasti ada kaitannya dengan kelelawar yang tiba tiba bisa bergerak padahal dikatakan bahwa mereka telah mati.
Itu menjelaskan mengapa pada tanah di sepanjang perjalananku dari titik awal hingga titik ini terkubur banyak sekali mayat manusia dan monster beast.) Batin yang Li
(Untuk sekarang sebaiknya aku menunggu laporan Lolia terlebih dahulu dan memutuskan apa yang akan kulakukan nanti. Di samping hutan ini yang aneh, hutan ini juga berada di dalam sebuah susunan array alami yang sangat besar.
Array alami ini unik karena bisa digunakan untuk bertahan, menyerang atau membuat ilusi sesuai dengan keinginan pengendalinya. Ini sangat unik dan sangat langka karena sejauh yang kuingat, tidak ada array yang satu paket komplit seperti ini di manhua aslinya.) Batin Yang Li
Setelah itu, terdengarlah sebuah suara yang hanya bisa didengar Yang Li. Suara itu berasal dari sebuah makhluk hitam yang bersemayam di dalam bayangan Yang Li.
[Tuanku, saya telah kembali untuk melaporkan hasil tugas yang sudah tuan berikan.] ucap suara itu
(Oh Lolia, kau sudah kembali. Aku akan mendengarkan laporanmu sekarang.) Batin Yang Li
[Tuanku, mereka adalah undead seperti kami namun wujud mereka tidak memiliki perbedaan dengan wujud sewaktu mereka masih hidup, yang membedakan hanyalah mata mereka hitam ketika sudah menjadi undead. Selain itu mereka juga dibangkitkan dengan cara yang sangat rendahan bahkan cara ini lebih buruk dari membuat sebuah zombie.
__ADS_1
Tidak seperti cara anda yang membangkitkan kami melalui persetujuan kami terlebih dahulu serta membuatkan kami tubuh baru menggunakan mana anda sendiri,
cara necromancer itu sangat tidak manusiawi karena Jiwa monster beast dan manusia yang sudah mati dipaksa menetap di dalam mayat mereka sendiri sehingga mereka tidak bisa bereinkarnasi,
Selain itu, Necromancer itu juga menanamkan tanda perbudakan ke jiwa para monster beast dan juga jiwa para manusia sehingga dia dapat mengendalikan mayat mayat mereka namun tindakannya itu menyebabkan jiwa yang ditanami tanda perbudakan mengalami siksaan yang tidak berujung.] ucap Lolia
(Caranya begitu kejam, sudah tidak memperbolehkan seseorang bereinkarnasi juga masih menyiksa jiwanya. Lolia, apa yang kau ingin melakukan sesuatu seperti melenyapkan Necromancer dan seluruh mayat itu bersamaku?) Batin Yang Li
[Saya ingin melakukannya tuanku! Saya ingin membebaskan mereka sehingga mereka bisa bereinkarnasi dan terbebas dari siksaan tak berujung mereka.] Jawab Lolia
(Baiklah, kalau begitu kita akan bergerak nanti malam, aku akan menemanimu untuk memeriksa wilayah utama suku kuno itu dan memutuskan apakah hanya Necromancer itu yang pantas dilenyapkan atau seluruh suku kuno itu juga pantas untuk lenyap malam ini.) Batin Yang Li
[Saya mengerti tuan…] ucap Lolia
Setelah itu suasana kembali senyap dan merekapun melanjutkan perjalanan mereka. Setelah berjam jam melakukan perjalanan dan tiba di sebuah tempat yang cukup terbuka tanpa adanya pohon maupun rumput yang tumbuh, Tang Xie mulai memeriksa apakah mereka sudah benar benar keluar dari wilayah bandit elit atau belum.
Setelah dia memeriksa wilayah sekitar dengan kesadaran ilahinya, dia terkejut karena mendapati tidak adanya satu ekorpun hewan yang terlihat disana, dia kemudian kembali mengambil petanya dan merasakan ada yang salah.
Itu seperti ada Qi yang telah menutupi pandangannya sehingga dia tidak bisa melihat dengan benar, setelah itu dia tiba tiba dikejutkan oleh suara dentingan antar dua besi yang saling berbenturan dari arah belakang.
Dengan cepat Tang Xie Fei langsung membalikkan badan lalu diapun melihat Tu Fang yang baru saja menangkis sebuah anak panah menggunakan kapak yang berada di tangan kanannya. Setelah itu, Tang Xie Fei mendengar lesatan 30 anak panah yang sangat cepat dari segala arah dan sedikit lagi akan mengenai mereka.
Tang Xie Fei dengan cepat langsung mengeluarkan pedangnya dari sarung yang ada di pinggang kirinya. Pedang itu tipis dan panjang sehingga mirip seperti sebuah katana.
*SRING!!!
*SRING!!!
*SRING!!!
Setelah semua anak panah telah terbelah menjadi dua, kilatan itu kemudian masuk ke dalam hutan. Setelah kilatan itu menghilang, tiba tiba seorang manusia berkulit putih kecoklatan dengan pakaian layaknya suku kuno di amazon melancarkan serangan menggunakan pedang ke arah samping kiri Yang Li.
Tu Fang dengan cepat berjalan ke samping kiri Yang Li dan langsung mengayunkan kapaknya ke arah pedang yang hendak menebas Yang Li.
*TING!
Dentingan dua buah besi kembali terdengar dan terciptalah adu kekuatan antar orang yang menyerang itu dengan Tu Fang. Tu Fang kemudian menambahkan kekuatan pada lengannya lalu diapun mendorong kapak miliknya ke atas dalam satu kali percobaan sehingga kedua tangan milik lawannya sejajar dengan kepalanya, membuat bagian perut hingga dadanya tidak memiliki perlindungan.
Tu Fang kemudian terselimuti oleh sebuah energi yang berwarna merah. Tu Fang mengayunkan kapaknya ke arah perut musuhnya secara Horizontal/mendatar dari kiri ke kanan dengan cepat dan penuh tenaga.
*SRING!!!
*BUK!
Perut orang suku kuno itu tersobek dengan sangat dalam sehingga darahnya keluar dengan sangat banyak hanya dalam beberapa detik lalu diapun lemas sampai terjatuh ke atas tanah.
Tang Xie Fei kemudian kembali muncul di dekat Yang Li dan Tu Fang dengan baju penuh darah serta tubuh yang diselimuti oleh energi berwarna merah darah.
__ADS_1
(Tang Xie Fei awalnya ingin menghabisi para pemanah yang bersembunyi dari balik pepohonan tapi ada selusin orang dengan pedang yang memberinya serangan kejutan. Tang Xie Fei memilih untuk membunuh para pemanah terlebih dahulu sehingga tidak ada support bagi orang yang menyerang dengan pedang.
Setelah dia selesai dengan para pemanah, Tang Xie Fei mulai bertarung dengan orang berpedang tapi dia tidak serius, dia sengaja memperpanjang pertarungan demi mengumpulkan informasi. Setelah dia mendapat apa yang dia mau, dia mengaktifkan teknik Darah Tiran Gila dan dengan cepat menghabisi mereka.
Meski aku belum melihat lebih banyak hal tentang apa yang bisa Tu Fang lakukan, aku bisa menyimpulkan bahwa mereka itu kuat karena para orang suku kuno itu berada 3-4 ranah diatas mereka berdua tapi yah itu standar kalau mereka menggunakan teknik darah tiran gila.) Batin Yang Li
“Tuan muda, mari segera tinggalkan tempat ini. Entah mengapa alasannya tapi bandit elit telah menetapkan kita sebagai incaran mereka, jika kita tidak segera pergi dari sini maka akan semakin banyak orang yang akan mendatangi kita.” Ucap Tang Xie Fei
“Apa kau yakin kita bisa meninggalkan tempat ini prajurit Tang? Bahkan dengan array ilusi yang masih aktif?” tanya Yang Li
Mendengar itu, Tang Xie Fei dan Tu Fang terkejut karena mereka sama sekali tidak menyangka jika tuan muda mereka bisa mengetahui adanya array ilusi yang sedang mempengaruhi mereka saat ini.
“Tuan muda, anda bisa mengetahui kalau ada array ilusi disini?” ucap Tu Fang dengan nada tidak percaya
“Aku bisa merasakannya, prajurit Fang. Apa ada masalah?” tanya Yang Li
“Tidak tuan muda, saya hanya terkejut karena diusia anda yang begitu muda, anda sudah bisa merasakan array ilusi yang ada disini.” ucap Tu Fang
“Mengenai pertanyaan tuan muda yang sebelumnya, sebenarnya saya memiliki sedikit wawasan tentang susunan array karena itulah saya akan mencoba agar array ilusi ini tidak mempengaruhi kita dan kita dapat pergi dengan lebih mudah.
Namun karena saya tidak dapat menyadari keberadaan array ini sedari awal, saya memerluka-” ucap Tu Fang tidak selesai karena fokusnya teralihkan
Dalam satu detik Tu Fang melihat adanya fluktuasi energi besar dari mayat orang suku kuno didekatnya, Tu Fang berpikir bahwa mayat itu akan segera meledak sehingga diapun langsung menyelimuti Yang Li dengan Qi-nya dan membawa Yang Li terbang ke atas bersama dengan Tang Xie Fei.
*BOOM!!!
Mayat itu meledak tapi untungnya Yang Li dan kedua prajurit darah sudah berhasil menghindarinya dengan terbang ke atas.
“Oh, apakah aku mengijinkan kalian untuk terbang ke udara??” ucap sebuah suara yang tiba tiba menggema di wilayah itu
Suara itu terdengar sama dengan suara wanita yang muncul pada akhir Episode 6. Setelah suara perempuan itu menghilang, tiba tiba Tu Fang dan Tang Xie Fei mengalami sebuah tekanan besar yang mendorong mereka kebawah.
Karena tekanan yang besar itu akhirnya Tu Fang dan Tang Xie Fei langsung terjatuh di jarak 10 meter dari udara. Meskipun Yang Li tidak ikut terkena tekanan itu, ia juga ikut terjatuh karena Tu Fang gagal mempertahankan Qi-nya pada Yang Li.
Tidak seperti prajurit darah yang terjatuh langsung ke atas tanah, Yang Li beruntung karena dia terjatuh di daerah dengan pepohonan yang tumbuh sangat dekat sehingga dahan pohon pohon itu bersatu membentuk lapisan lapisan yang menangkap tubuh kecil Yang Li tanpa menimbulkan cidera sedikitpun.
(Suara siapa itu? Apakah dia yang mengendalikan array dari jarak jauh? Haah, dengan kekuatan paman Fang dan paman Tang yang sekarang aku yakin mereka tidak bisa membawaku keluar dengan selamat dari sini.
Sepertinya aku memang harus turun tangan nanti, untuk sekarang lebih baik aku berpura pura pingsan dan mengamati dari jarak jauh saja.) Batin Yang Li
BERSAMBUNG…
Seperti biasa, maaf karena minggu lalu nggak ada update. Bagi yang tanya alasannya kenapa? Itu karena pembuatan episode ini yang melebihi perkiraan author, saya kira dua hari cukup eh malah sampai lima hari…
...TERIMAKASIH...
__ADS_1