
◌⑅⃝●♡⋆♡LOVE♡⋆♡●⑅◌
Peta ini sangat luar biasa Bagus. Karena peta ini tidak hanya menunjukan lokasi saja, tapi juga menampilkan informasi bangunan apa saja dan , didalamnya berisi apa. Juga dapat digunakan sebagai pemantauan jalan karena dapat melihat seperti apa keadaan didepan. Sehingga Fanya dapat memilih jalur yang relatif lebih aman dengan sedikit rintangan.
Pinggiran kota sepi yang memungkinkan bahwa pemilik rumah telah lama pergi ke pangkalan. Meninggalkan banyak perbekalan. Mungkin karena terlalu panik. Pangkalan D juga cukup kuat. Tapi masih sedikit Orang yang membangunkan kemampuan. Tidak seperti dipangkalan kota B.
Fanya melihat kedalam peta yang ditandai merah, ini adalah gudang senjata. Seharusnya milik bos besar Devan. Jadi Fanya berhenti untuk berfikir sebentar. Untuk mengambilnya atau tidak. Jika nanti bermusuhan dengan pemimpin pria kedua bagaimana?.
Oh sangat menyebalkan. Bagaiamana ini, Dia sedikit serakah sih, tapi Dia memang mengincar barang ini. Sekarang pergi kesana dan ambil sedikit oke. Fanya segera menuju kearah gudang itu. Jarak tidak jauh dari posisinya. Karena ini juga gudang tersembunyi, tapi siapa yang bisa membohongi dirinya hehehehe.
Ketika Fanya datang itu sangat sepi. Fanya berhenti agak jauh dari gudang itu. Dia turun dari Mobil dan memutuskan untuk berjalan kaki. Fanya mengitari gudang untuk menemukan pintu belakang. Ketika dia berhasil menemukan Fanya sangat senang. Pertama mari kita rusak gembok pintu belakang.
Setelah berhasil masuk, Fanya segera pergi keruang CCTV yang masih dapat menyala, hapus bagian miliknya, Dan matikan hehehe setelah itu ambil kunci dari lemari pekerja. Untung tidak ketahuan. Mungkin Devan ini sedikit ceroboh kenapa tidak berhati-hati.
Pada akhirnya, Fanya menyusup kedalam. Tapi Sayangnya pintu gudang adalah sistem keamanan yang paling Baik. Tapi siapa Dia? jika tidak bisa membukanya, Jangan panggil Dia Fanya jika Dia tidak bisa melakukan hal sekecil ini. Urusan dalam membobol itu adalah keahliannya. Sudah banyak sistem keamanan yang Dia rusak dulu saat Dia masih hidup di kehidupannya.
Fanya segera mengotak-atik tidak tahu apa yang Dia lakukan, tapi beberapa saat kemudian suara klik terdengar. Pintu terbuka, Dan ketika Fanya masuk Dia hampir ngiler dengan senjata senjata ini. Meskipun Dia berhasil memesan senjata di situs gelap luar negeri itu masih kurang. Mari rampok sedikit lalu segera tinggalkan tempat ini.
Fanya segera bergerak cepat memilih beberapa jenis senjata yang paling Dia sukai. Dia hampir mengambil semua, tapi segera sadar dan mengeluarkan sedikit. Lalu segera pergi. Ketika Fanya keluar Dia tertawa terbahak-bahak. Dia menanti ekspresi seperti apa yang Akan ditunjukan oleh Devan.
Disisi Tim Elang mereka segera Sampai di gudang pribadi mereka. Mereka segera masuk Dan melihat bahwa Ada yang aneh.
"Bos jumlah senjata berkurang banyak " ucap anak buahnya
__ADS_1
"Boss CCTV area belakang tidak berfungsi pasti ada seseorang yang masuk Dan mematikan CCTV " ucap anak buahnya
"Bos pintu belakang telah rusak " lapor anak buahnya.
Ekspresi dingin Devan semakin dingin. Tidak Ada yang tahu informasi tentang gudang senjata miliknya. Siapa itu?
"Periksa lebih detail " ucap Devan dengan dingin
Semua anak buah berkeringat dingin.
"Boss CCTV disebelah depan masih hidup, Dan lihatlah isinya bos " ucap iris
Devan segera melihat kearah layar, tidak terlalu jelas tapi Dia tahu sosok itu haruslah wanita yang cantik mungil. Kemampuan ruang angkasa, juga seseorang yang cerdas karena dapat membuka kunci kode pintu. Senyum tipis Devan menatap ke arah sosok yang ada dilayar dengan pandangan yang berarti.
Wanita ini harus menjadi miliknya. Itu adalah pikiran pertama yang muncul dipikirkan Devan. Anak buah Dan iris sedikit merinding ketika melihat senyum itu, mereka tidak tahu apa yang akan dilakukan oleh bossnya.
"pergi bereskan semua senjata, setelah itu pergi ke gudang lainnya " perintah Devan
"Baik boss " jawab semua anak buahnya.
Iris pergi untuk melihat pekerjaan anak buah lainnya, Sedangkan Devan masih setia melihat kearah layar. Melihat perilaku konyol milik Fanya. Tapi yang membuat Devan lebih terkejut adalah ketika Fanya sadar dan mengeluarkan kembali senjata-senjata itu dengan wajah enggan.
" sedikit kecil yang serakah hehe" ucap Devan dengan senang.
__ADS_1
Fanya kembali berkendara diseluruh kota G. Pokoknya mari kita menjadi serakah untuk diri kita sendiri ya. Setiap manusia pasti serakah, jangan munafik dan naif pikirnya. Setelah bersenang senang dikota G, malam tiba Dan Fanya harus mencari tempat untuk Berhenti dan beristirahat.
Pada akhirnya Fanya memilih untuk berhenti disebuah supermarket. Setelah sampai didalam, Fanya segera mencari tempat duduk untuk beristirahat. Zombie tidak Ada karena tempat ini sudah Dia bereskan. Tapi Fanya dapat melihat bahwa diluar beberapa Kali zombie lewat sambil mencium bau manusia.
Untungnya Fanya telah masuk didalam. Fanya mengambil bekal makanan yang telah dia buat. Besok Dia akan pergi kepangkalan D. Untuk melihat seperti apa pangkalan ini. Keesokan harinya Fanya bersiap untuk pergi, mengisi mobilnya dengan banyak makanan, pakaian Dan peralatan lainnya.
Setelah selesai, segera pergi kepangkalan. Setibanya dijalur utama pangkalan D Fanya melihat banyak Orang mulai berani keluar dengan Tim kecil mereka. Butuh 1 jam Fanya untuk dapat masuk.
Pemeriksaan fisik ditemani oleh perawat wanita. Fanya harus melepas semua pakaiannya. Sedikit malu tapi yah apa boleh buat.
"Tidak Ada luka, aman. Silakan pakai pakaian kembali adik kecil " ucap perawat itu dengan senyum.
Senyum dibibir Fanya retak seketika. Apakah Dia tidak salah dengar. Perawat ini memanggilnya adik kecil. Oh tubuhnya memang kecil tapi Dia sudah berumur 20 tahun.
"Nama Fanya Egon, Perempuan, 20 tahun. Kemampuan? " tanya penjaga
"Kemampuan ganda api dan air " jawab Fanya
Mendengar ini, penjaga itu sangat bersemangat. Bagus pangkalan Akan menjadi semakin lebih kuat pikirnya.
"oke terimakasih. Jika ingin tinggal ditempat yang Baik. Kamu dapat membayar lebih. Untuk kemampuan juga mendapatkan fasilitas yang cukup Baik. " Kata penjaga itu
"Baiklah " balas Fanya
__ADS_1
Ketika Fanya kembali ke mobil, barang-barangnya dibagasi mobil telah diambil hampir setengahnya. Untungnya dia tidak membawa banyak barang dimobil.
B e r s a m b u n g.....