
⁄(⁄ ⁄•⁄ω⁄•⁄ ⁄)⁄
Disisi lain, lebih tepatnya disebuah kamar yang mewah. Devan meletakkan Fanya diatas ranjang tempat tidurnya dan menekan wanita yang membuatnya hampir gila. Fanya menatap Devan yang juga menatapnya. Mereka saling tertawa tapi juga saling menggoda satu sama lain. Yang lain adalah raja iblis dan yang lainnya adalah roh dewa rubah.
"Oke berhenti bercanda. Kenapa ekspresimu sangat berbeda dengan wajah dinginmu itu pada saat ini" ucap Fanya
"Jangan hanya melihat sesuatu dari luarnya saja atau apakah menurutmu aku tidak bisa memilih hasrat seorang pria. Semua itu belum tentu dan mungkin kamu akan segera mengetahui nya" jawab devan dengan sedikit menggoda fanya.
"Aku mengerti, jadi bisakah sekarang kamu melepaskanku. Aku harus segera kembali, mereka berdua pasti khawatir padaku dan pasti sedang menungguku dirumah" ucap fanya dengan santai
"Dia adikmu? " tanya devan
Ya dan tidak, mereka adik angkatku dia anak muda yang aku selamatkan dari kepungan para zombie. " jawab Fanya
"Bukan adik kandungmu? " ucap devan dengan sedikit menaikan alisnya
"Tidak, aku yatim piatu. " jawab fanya dengan acuh
"Kenapa menyelematkan mereka? " tanya devan dengan sedikit penasaran. Didunia yang kacau saat ini, kebaikan atau apalah itu sama sekali tidak berguna lagi menurut nya.
"Kenapa? Mereka hanyalah anak kecil , juga aku sedikit merasa kasihan kepada mereka " balas fanya sedikit tidak senang.
"Apa kamu tidak takut jika mereka Akan menipumu ?" tanya devan sedikit tidak suka tapi tidak marah
"Tidak, aku percaya mereka. Juga aku menyelamatkan mereka dari kematian dan juga karena mereka berdua memiliki kemampuan untuk bertahan dan bertarung, mereka juga berhutang keselamatan dariku. Thomas dia memiliki kemampuan logam emas dan Tomoe dia juga memiliki kemampuan ganda kayu dan penyembuhan. Aku ingin melatih mereka berdua. " jelas fanya untuk menjadi pasukan kecilku.
"Penyembuhan? " ucap devan sedikit terkejut tapi dia juga sedikit berharap. Itu bukan tanpa alasan, karena selama ini dia telah banyak kehilangan rekan-rekan seperjuangannya. Jika ada orang dengan tipe penyembuhan itu akan bagus dan akan mengurangi jumlah kematian didalam tim nya. Dan dia harus jujur bahwa selama ini dia telah lama iri terhadap tim Dylan karena memiliki anggota penyembuhan.
"Ya, Tomoe Dia memiliki kemampuan penyembuhan yang langka. Jadi aku membawa mereka. Juga bisakah kamu mengirim Thomas untuk berlatih dengan anak buahmu. Aku ingin mereka menjadi lebih mampu lagi" ucap Fanya
"Itu masalah mudah. Biarkan Teo untuk melatih anak itu. Dan Gadis kecil Tomoe itu biarkan terus disini. " ucap Devan dengan serius.
"Aku tahu. Aku ingin melatih Tomoe sendiri. Lalu bagaimana dengan keadaan pangkalan B ini " Tanya Fanya sedikit penasaran dengan perkembangan tuan wanita. Kemarin dia juga sempat melihat tuan pria.
"Ada dua kekuatan besar dipangkalan B ini. Kekuatan pertama ada di pihak militer. Dan kekuatan Kedua ada dipihak kekuatan orang yang memiliki kemampuan serang yang tinggi. Ada juga beberapa kekuatan lain dipangkalan ini tapi tidak terlalu kuat. Sekarang pihak pemerintah dipangkalan ini sedang sibuk memikirkan bagaimana cara untuk mendapatkan makanan segar.
Karena makanan segar seperti buah-buahan dan sayuran hijau mulai habis, Apalagi juga daging. Sehingga para peneliti mereka sedang berusaha untuk menemukan cara budidaya. Dan Kudengar dari teo kamu ingin meneliti tanah, dan gadis kecil itu dengan pot kecilnya sudah menarik perhatian dari pihak peneliti. Kemungkinan mereka akan menemukanmu nanti. Dipangkalan ini juga memiliki beberapa Tim ekspedisi yang dibuat. Dan banyak Tim kuat yang berdiri. Salah satunya adalah Tim Harimau juga Tim Gagak milikku. " jelas Devan sambil menciumi Pipi Fanya
__ADS_1
"Apakah ada yang lain. Katakan padaku semua yang kamu tahu " tanya Fanya yang diam membiarkan devan melakukan apa pun yang ingin Dia lakukan.
"Ada banyak hal, kamu akan mengerti nanti. Juga dipihak militer mereka memiliki anggota tim yang memiliki kemampuan penyembuhan juga." ucap devan yang masih asik memainkan rambut halus milik fanya
"Penyembuhan? " kaget Fanya atau lebih tepatnya berpura-pura.
"Perempuan atau laki-laki? "tanya Fanya
Devan sedikit tidak suka ketika mendengar pertanyaan Fanya yang menanyakan jenis kelamin orang itu.
"Kenapa bertanya seperti itu " tanya Devan dengan Nada sedikit berbahaya
"Tidak, aku hanya penasaran. Juga kenapa kamu marah hanya karena aku bertanya soal gender " ucap Fanya sedikit aneh
"Aku hanya tidak suka melihatmu memikirkan pria lain selain aku. Dan dia adalah Perempuan namanya Elena, Dia masuk sebagai anggota Tim harimau. Apa kamu puas " jawab devan
"Oh Sayang sekali Dia perempuan" ucap Fanya sedikit bercanda. Fanya tidak menyangka bahwa devan adalah sosok yang mudah cemburu.
Mendengar ini, devan mencium bibir Fanya dengan keras. Fanya sedikit kaget dengan tindakannya yang tidak Dia duga.
"Ada apa hah " tanya Fanya sedikit sebal. Bibirnya sudah bengkak
"Hahaha kamu cemburu. Lagi pula aku hanya bertanya. Aku juga memang milikmu jangan cemburu " Tawa Fanya
Melihat gadis itu tertawa dibawahnya, dengan mata berair, wajah memerah dengan bibir yang bengkak. Rambut tersebar dibantal. Semua terlihat sangat menggoda, tapi devan mencoba untuk mengendalikan diri. Saat ini belum saatnya, mereka baru saja menjalani hubungan. Dan mereka akan sibuk besok.
Devan hanya bisa mencium setiap sisi wajah gadis itu. Dan membuat Tawa Fanya berhenti.
"Apa yang akan kamu lakukan sekarang " tanya devan
"Tidak, aku ingin membuat halaman rumahmu menjadi kebunku. Apakah itu bisa " tanya fanya
"Lakukan apa yang kamu suka. Katakan pada Teo atau iris jika kamu membutuhkan bantuan " ucap devan
"Oke, terimakasih. Sekarang lepaskan aku dan biarkan aku kembali dulu. Aku harus menemani kedua anak itu " ucap fanya
"Biarkan saja, biarkan Teo memberi tahu mereka bahwa kita sedang sibuk dan juga mereka bukan anak-anak kecil lagi. biarkan mereka segera tumbuh dewasa. dunia sekarang kacau dan mereka tidak bisa dimanjakan seterusnya" ucap devan. Devan segera bangkit berdiri dan berjalan menuju pintu. Keluar dan memanggil Teo untuk menyuruhnya menemani Kedua anak kecil itu.
__ADS_1
Fanya yang duduk diranjang, hanya melihat ruangan kamarnya dengan teliti. Kamar itu hanya bernuansa abu-abu dan hitam. Perabotan terbuat dari bahan yang mahal. Fanya turun dari tempat tidur Dan berjalan untuk melihat setiap tempat yang ada didalam kamar itu.
Ruang ganti hanya berisikan pakaian hitam, putih Dan warna gelap lainnya. Pria itu sangat menyukai warna yang monoton dengan nuansa gelap. Dan itu memang sesuai dengan wajah dingin dan cueknya. Fanya berjalan sambil melihatnya dengan teliti, terkadang Fanya Akan berhenti hanya untuk mengambilnya dan melihatnya lebih dekat.
Bahkan aksesoris jam tangan juga berwarna hitam. Ketika Fanya keluar dari ruang ganti, dia segera masuk keruang kerjanya. Disana hanya terisi dengan buku-buku dari berbagai bahasa. Dan termasuk buku bisnis. Meja kerja yang kuat dan nuansa yang gelap juga.
"Apa yang sedang kamu lakukan hm " tanya devan yang suaranya tiba-tiba datang dari belakangnya. Untung saja Fanya memiliki Indra yang sensitif sehingga dia sudah tahu jika devan ada dibelakangnya.
"Jangan membuatku kaget, aku hanya ingin melihat setiap ruangan yang ada didalam kamarmu " jawab Fanya
"Tidak ada yang istimewa, hanya ada satu ruang rahasia yang berisikan senjata Dan tidak ada yang lain " balas devan.
Devan menarik Fanya menuju ruang pakaian Lagi. Fanya sedikit bingung.
"Ada apa? Aku sudah melihatnya tadi. Tidak ada yang menarik dari ruang pakaian milikmu" ucap fanya
"Tidak ada, hanya isi lemari kosong ini dengan pakaianmu. Kamar ini sekarang menjadi Kamar kita berdua " jawab devan
"Kamu ingin kita tinggal bersama " ucap Fanya
"Ya. Jadi isi lemari kosong ini dengan pakaianmu sekarang " ucap devan
"Kalau begitu bantu aku " ucap Fanya
"oke "
Fanya mengeluarkan banyak pakaian santai wanita, pakaian dalam, bra, pembalut wanita, handuk, peralatan wanita dan lainnya. Fanya sebenarnya sedikit malu ketika melihat devan yang berwajah dingin memegang bra dan pakaian dalam miliknya.
"Ada apa? " tanya devan yang melihat wajah kekasihnya memerah.
"Tidak ada, Aku hanya sedikit malu " jawab fanya
Devan tahu apa yang dimaksud oleh kekasihnya. Menurutnya itu tidak ada yang aneh. Memang apa salahnya membantu kekasihnya untuk menata pakaiannya.
Dulu ketika dia masih kecil dia sering melihat ayahnya membantu ibunya. Ayahnya bahkan malah bahagia. Ayahnya bahkan mengatakan betapa bahagia dia ketika dia dapat membantu ibunya. Dan sekarang dia tahu kenapa ayahnya sangat suka membantu ibunya. Dan sepertinya dia juga menyukai perasaan ini. Tapi sayang gara-gara wanita iblis itu keluarga nya hancur, ibunya meninggal dan ayahnya yang tahu menjadi frustasi dan pada akhirnya dengan cepat menyusul kematian ibunya.
Dan pada bersamaan itu kejadian yang membuatnya membenci sebuah sentuhan terjadi dan semua trauma nya semua berasal dari wanita iblis itu. tapi untung saja sekarang wanita itu telah mati dengan penyiksaan yang paling kejam yang dia buat. Dan sekarang dia puas dan menjalani hidupnya sebagai bos dunia bawah. Dan selama ini dia selalu berfikir mungkin selama sisa hidupnya dia tidak akan menikah tapi tampaknya sekarang semua berjalan kearah lain yang lebih baik menurutnya. Meskipun dunia kacau dia masih menyukai dunia ini jika ada wanita kecil ini disampingnya.
__ADS_1
Next.. 🦐🦐🦐