
♪\(*^▽^*)/\(*^▽^*)/
Fanya tahu bahwa ada yang salah dengan dirinya. Dia tahu bahwa selama 20 tahun dia tidak pernah menjalin hubungan apapun dengan pria manapun. Karena terlalu sibuk bekerja membuatnya berfikir bahwa menjalin hubungan romantis sangat merepotkan dan menyebalkan.
Sehingga dia memutuskan untuk lebih memprioritaskan pekerjaan daripada pergi berkencan. Sehingga dia tidak pernah tahu bagaimana rasanya jatuh cinta. Tapi dia tahu ciri-ciri orang yang sedang jatuh cinta.
Fanya semakin kacau, tidak mungkin dia menyukai seseorang yang bahkan belum pernah dia lihat dan temui. Tidak tahu siapa dia, dan namanya siapa. Disisi lain, devan tidak sengaja melihat gadis kecil itu keluar ke balkon kamarnya untuk melihat bulan.
Meskipun dia tidak melihat wajahnya dengan jelas, tapi dia tahu bahwa gadis itu sedang menikmati pemandangan dilangit. Tapi tiba-tiba gadis itu menjadi sangat waspada dan melihat kearahnya.
Devan tersenyum tapi sayang bahwa itu tidak bisa dilihat oleh Fanya. Devan melihat bahwa gadis itu tiba-tiba memukul wajahnya sendiri dan segera dengan cepat masuk kedalam kamarnya. Apa yang sedang terjadi?? Devan tidak tahu? Apakah gadis itu mengira dia orang jahat dan menjadi waspada terhadapnya?
Sepertinya keputusan untuk bertemu besok adalah hal yang baik. Dengan bertemu dia bisa lebih dekat dengan gadisnya. Dan gadis itu tidak perlu untuk takut atau menghindari dirinya. Devan segera berjalan masuk kedalam kamarnya.
Keesokan pagi, Fanya merasa sebal karena dia tidak bisa tidur sama sekali tadi malam. Dan sekarang dia sedang bad mood. Apakah begini rasanya menyukai seseorang. Padahal dia tidak tahu siapa orang itu. Bisa saja orang yang dia suka sudah memiliki seorang kekasih. Bukankah itu hal yang gila dan sangat memalukan. dia sangat pusing dan mual terhadap dirinya sendiri. fanya sadarlah kamu tidak kenal dengan orang itu dan kamu harus waspada terhadap orang itu dan ingat bahwa dunia ini sedang kacau. apalagi jika orang itu sudah memiliki pasangan bukankah berarti dia menjadi pihak ketiga dari hubungan itu.
Dia tidak mungkin menjadi pelakor. Tidak tidak, itu tidak bisa terjadi. Fanya segera meminum air putih dengan cepat untuk membuatnya lebih tenang. Fanya memutuskan untuk kembali fokus pada tujuannya untuk bertani diakhir dunia ini. Fanya segera kembali normal dan segera pergi mandi.
Segera turun dan membuat sarapan pagi. Tomas dan tomoe segera turun dan segera pergi untuk berolahraga. 2 jam kemudian mereka berdua kembali untuk mandi dan turun kembali untuk sarapan pagi.
Fanya tidak pergi makan bersama karena dia telah makan terlebih dahulu. Dan sekarang dia sedang berada diteras depan dengan membawa air mata air dan benih. Fanya menanam benih sayur terlebih dahulu dan setelah itu menanam benih buah.
Setelah semua pot terisi oleh benih, Fanya segera menyiram mereka dengan air mata air. Benih akan mulai tumbuh besok. Dan Tomoe yang telah selesai sarapan juga pergi untuk merawat bunga matahari miliknya.
Tomas duduk dikursi dan mulai berlatih dengan kemampuannya. Pada saat ini Toe datang dengan wajah yang sangat ramah. Fanya menyambut dia dengan baik.
"Selamat pagi nona " sapa Teo
"Oh selamat pagi tuan teo. Ada apa ya? " tanya Fanya
"Hehe, begini nona? Tuan besar kami ingin bertemu dengan anda. Jika nona tidak sibuk nona bisa pergi bersama dengan saya sekarang ini " jawab Teo dengan ramah.
Mendengar ini, membuat Fanya kembali mengingat kejadian tadi malam. Dan jantungnya lagi lagi berdetak cepat. Tapi untungnya dia sangat pintar untuk beracting. Sehingga tidak ada yang tahu bahwa sekarang dia sedang panik. tapi jauh didalam hatinya dia sedang menantikan pertemuan dengan orang ini.
__ADS_1
"Baiklah, kalau begitu tunggu sebentar tuan teo. Saya akan mencuci tangan saya dulu. " balas Fanya dengan senyum ramah.
"Baik nona " jawab Teo dengan ramah juga
Fanya masuk kedalam untuk mencuci tangannya hingga bersih. Fanya sempat mengaca untuk melihat apakah dia berantakan atau tidak. Setelah puas dia segera keluar.
"Kalian berdua tetap tinggal disini, aku akan pergi sebetar. Mari pergi. " ucap fanya
"Mari nona" jawab Teo
"Baik kakak " jawab kedua anak itu
Fanya dan Teo berjalan pergi. Teo membawa fanya langsung ke ruang kerja milik bosnya. Karena bosnya ada disana.
Ketika mereka berdua sampai didepan pintu, fanya menjadi sangat serius. Pintu terbuka dan mereka berdua masuk. Ruang itu sangat besar, ada lemari buku yang terisi dengan banyak buku.
Fanya masuk dan dia melihat pria yang sangat tampan. Jatungnya berdebar lagi, ini adalah pria yang dia lihat tadi malam. Sekarang dia langsung melihat seperti apa wajah pria ini.
Bahkan wajah Dylan tidak bisa menyamai nilai wajah ini. Fanya melihat hormon pria ini benar-benar membuatnya sangat kering dan harus, dimana airnya sekarang dia sangat ingin minum. Tapi sekali lagi dia bersyukur bahwa pengendalian dirinya sangat kuat.
Tapi ketika dia melihat bahwa gadis itu sedang mengamatinya. Devan segera menunjukkan hormon sempurna miliknya. Ini seperti merak jantan yang membuka seluruh ekornya untuk menarik merak betina untuk diajak kawin. jika devan sadar atas perilakunya mungkin dia akan segera marah dan untung saja entah itu devan atau fanya sendiri tidak terlalu sadar. tapi tidak dengan ketiga bawahan yang ada didalam ruangan itu. mereka bertiga saling melirik dan hanya bisa tersenyum garing atas tindakan tanpa sadar yang dilakukan oleh bos mereka.
Ketiga anak buah yang berada didalam ruang itu, hanya bisa menahan diri untuk tidak bersuara dan mengganggu momentum bos mereka. Jika tidak, bos mereka nanti akan marah kepada mereka. Tapi ini juga pertama kali bagi mereka untuk melihat bos mereka mencoba memamerkan hormon pria miliknya untuk menarik seorang gadis.
Mereka semua diam untuk waktu yang lama, sampai Fanya merasa semakin tidak tahan dengan keadaan yang sunyi ini.
"Bisakah kita mulai pembicaraannya ?"tanya Fanya
Devan juga kembali serius.
"Silakan duduk " jawab devan
Fanya segera duduk dihadapan devan.
__ADS_1
"Maaf harus mengganggu waktumu. Namaku Devan Caesar aku adalah bos dari mereka semua " ucap devan
Mendengar nama ini, membuat Fanya melihat devan dengan wajah terkejut. Pria yang dia sukai adalah Devan pemimpin pria kedua yang akan jatuh cinta kepada Elena. Bagaimana ini bisa terjadi.
Perasaan senang yang tadinya karena melihat pria yang dia sukai. Menjadi hancur lagi karena fakta lain. Dia sedikit sedih juga kecewa. Kenapa dia bisa menyukai pria ini. Lebih baik menjauh dari pria ini. Fanya segera menata ulang emosinya.
"Baik, apa yang akan tuan devan katakan padaku? "tanya Fanya dengan suara agak terasing.
Devan sedikit tidak enak, ketika mendengar jawaban ini. Bukannya tadi gadis ini sangat suka melihatnya. Tapi kenapa setelah dia mengatakan namanya, dia berubah sikap.
Apakah gadis ini tahu tentang dia. Tahu bahwa dia adalah orang jahat yang memimpin organisasi bawah tanah sebelumnya. Untuk pertama kalinya devan membenci pekerjaannya.
" Iris tunjukan video itu " ucap Devan
"Baik bos" jawab Iris
Iris segera menunjukan sebuah rekaman cctv kepada Fanya. Tanpa menebak lebih lama, fanya tahu bahwa dia telah ketahuan.
"Apa yang kamu inginkan " tanya Fanya langsung kepoinnya
"Aku ingin kamu membantu kami untuk mengangkut semua senjata milik kami yang berada diluar pangkalan. " ucap Han
"Kenapa tidak langsung membawa masuk " tanya Fanya
"Jika kita membawa masuk. Pangkalan akan mengambil hampir setengah dari barang itu. Dan itu membuat kami susah " jawab Han dengan serius
"Baik, aku akan membantu. Kapan barang itu akan diambil " tanya Fanya
"Besok siang. Kami akan pergi keluar pangkalan untuk mencari sumber daya " jawab Han
"Bagus. Kalau begitu apa lagi " tanya Fanya
"Tidak perlu takut. Aku tidak akan mengambil barang yang telah kamu ambil. Semua barang itu untukmu " ucap Devan
__ADS_1
Fanya melihat kearah Devan. Dan devan melihat fanya kembali. Fanya merasa tidak enak lagi. Sedangkan devan melihat mata itu. oke karena bos besar berkata demikian jadi barang yang dia ambil adalah miliknya. siapa yang tidak ingin barang gratis.
next..