
Ketika Fanya dan kedua kakak beradik sedang menunggu untuk masuk disisi lain telah terjadi keributan lebih tepatnya disisi gerbang. Ketika Fanya melihat dari posisinya dia mendengar suara tembakan yang berarti ada seseorang yang terkena virus dan telah menjadi zombie.
Anggota keluarga yang kehilangan menjadi menangis dan marah. Tapi mereka tidak bisa berbuat banyak hal karena hanya itu satu-satunya jalan keluar pada saat ini. Peneliti masih memikirkan cara untuk menemukan anti virus. Itu bahkan akan lebih lama lagi. Mungkin juga para peneliti sedang meneliti tanah yang tidak subur ini agar tidak mati kelaparan. Pilih mana? kedua hal ini sama-sama penting. jika anti virus tidak ditemukan dunia akan tetap seperti ini dan jika tidak segera memecahkan sumber makanan dunia akan kelaparan. Dua hal yang sangat susah.
Fanya hanya memberi semangat dalam hati, tapi tidak mau membantu, dia bukan malaikat oke. Memang sangat jahat yah itu memang Fanya. Hari menjelang malam, Fanya mengeluarkan dua roti dari tas untuk diberikan kepada kakak beradik Tomas dan Tomoe. ini juga untuk menghindari dari kecurigaan orang lain yang ada disekitarnya. Roti saja sudah membuat banyak orang iri apalagi makanan lengkap. Untung saja kakak beradik ini sangat mengerti sehingga dia tidak perlu banyak bicara lagi.
"setelah makan tidur " ucap Fanya.
Kedua anak ini mengangguk dan setelah makan mereka berdua segera pergi tidur setelah selesai memakan roti mereka. Tidur sambil saling berpelukan. Melihat ini, Fanya mengeluarkan selimut dari dalam tas untuk membuat mereka hangat. Orang-orang yang melihat selimut hanya mendengus iri. Tapi fanya bodoh amat.
Fanya tidak tidur malam ini karena itu cukup berbahaya. Setelah cahaya pagi bersinar tanpa matahari menyinari dunia, aneh tapi memang itu yang terjadi sekarang. Tomas dan Tomoe segera bangun. Tomas belajar untuk mengendalikan logam miliknya dan Tomoe secara diam diam menyirami bunga kecil miliknya dengan air mineral.
Orang yang melihat ini sangat tidak senang. Air Mineral yang dibuang dengan sia-sia, banyak Orang mencari sumber daya untuk bertahan hidup tapi anak ini dengan mudah membuangnya.
"Hei nak jangan membuang air mineral dengan sembarangan, sekarang sangat sulit untuk mendapatkan air minum " tegur seseorang.
"Benar nak, simpan saja airmu . Untuk apa menyiram pot tanah. Tanaman itu tidak bisa tumbuh. Tanah sudah lama rusak " tambah Orang lain.
Tiba tiba itu menjadi ribut. Tomas segera melindungi adiknya. Dan Fanya sedang tidak ada disana karena pergi untuk melihat Mobil ketika melihat melihat kedua anak muda telah bangun. Suara keributan ini didengar oleh sosok pria berseragam.
"ada apa? , kenapa ribut " tanya pria itu dengan dingin.
__ADS_1
"ah jenderal gadis kecil ini membuang air mineral untuk menyiram tanah yang rusak. Kami hanya menegurnya " jawab seseorang dengan takut
Sosok itu adalah jenderal Dylan. Dylan melihat kakak adik yang saling melindungi. Tampilan bersih tidak kotor, sangat mudah membuat Orang cemburu dan curiga. Mata Dylan berhenti pada pot kecil yang berada ditangan gadis kecil itu. Melihat tunas hijau kecil tumbuh membuat mata Dylan terkejut. Bukan suatu rahasia lagi bahwa tanah telah lama rusak.
Tidak ada lagi tanah yang dapat ditumbuhi oleh tanaman. Tapi tanah ditangan gadis kecil ini dapat ditanami. Warna tanah masih hitam seperti tanah lainnya. Tapi komponen telah berubah. Apalagi Fanya juga meneteskan sedikit mata air kedalam pot secara rahasia. Karena sistem yang Dia curhati lewat pesan mengatakan bahwa ada cara kedua yaitu dengan menyiram tanah dengan mata air spiritual.
Tapi Fanya tidak akan melakukan ini, terlalu banyak kecurigaan jadi Dia harus lebih berhati-hati. Dylan ingin maju Dan mengambil pot itu hanya untuk melihat, tapi Tomas segera menarik adiknya kebelakang Dan memandang Dylan dengan sangat tajam.
Pikirnya kakak Fanya sedang pergi, keamanan Kedua ada ditangannya. Melihat kewaspadaan ini membuat Dylan kembali sadar. Dan segera menghela nafas karena menakuti kedua anak muda.
"maaf membuat kalian berdua takut. Apakah kalian hanya berdua saja " tanya Dylan
Tomas memandang Dylan dalam diam lalu menjawab karena seharusnya ini Orang yang Baik.
Jadi masih ada kakak, kakak ini bisa melindungi kedua adiknya dan membiarkan Kedua adiknya masih bersih seharusnya adalah seorang kemampuan yang kuat.
"Oh. Kalau begitu maafkan aku karena membuat kalian berdua khawatir. Tapi bisakah aku bertanya soal pot kecil itu? "tanya Dylan
Ketika Mendengar ini, Tomas menjadi lebih waspada. Karena kakak Fanya berkata harus berhati hati kepada Orang yang bertanya soal pot kecil dan Tomoe. Melihat anak muda itu lebih waspada membuat Dylan tidak bisa menanyai lagi. Karena Dia takut untuk membuat Kedua anak ini menjadi benci.
Pada saat ini, Fanya kembali dengan membawa makanan sandwich sayur. Tapi ketika Dia datang, Dia melihat Tomas yang sedang melindungi Tomoe dibelakangnya Dan menatap seorang pria dengan waspada. Fanya menjadi khawatir dan segera berlari kedepan untuk melindungi kedua anak kecil.
__ADS_1
Fanya melihat Dylan dengan mata tajam dan dingin.
"siapa anda, Dan ada apa dengan Kedua adikku? " tanya Fanya.
Dylan melihat sosok gadis muda yang sangat cantik. Tidak ada kotoran sama sekali ditubuhnya. Ini menunjukan bahwa gadis ini pasti sangat kuat. Juga mata dingin penuh permusuhan itu sudah membuat Dylan harus mengakui hanya seseorang yang telah lama bertarung akan memiliki mata ini.
"tidak ada, hanya saya bertanya soal pot kecil yang berada ditangan adikmu? Dan saya Dylan seorang prajurit "tanya Dylan
Mendengar nama ini membuat Fanya kembali terkejut. Pemimpin pria utama. Melihat lebih teliti pria ini memang tampan dan memang cocok untuk menjadi protagonis pria.
"Aku tidak tahu, yang hanya aku ketahui adalah pot ini sudah berada didalam Kamar adikku Dan tidak pernah bersentuhan dengan dunia luar. Kami pikir tanah ini tidak akan bisa ditanami tapi karena Sikecil sangat menyukai menanam bunga jadilah kami mencoba Dan itu ternyata tumbuh. Tapi aku tidak tahu apakah semua tanah Akan seperti itu " jawab Fanya dengan jelas.
"oke terimakasih. Kalau begitu maaf membuatmu khawatir. Lain Kali berhati-hati " balas Dylan
"oh oke terimakasih " balas Fanya.
Dylan segera pergi, Dia merasa canggung untuk berhadapan dengan wanita untuk pertama kalinya. Dia tidak pernah tertarik kepada wanita jadi Dia tidak tahu rasa seperti apa tertarik pada wanita. Juga Dia telah berjanji kepada Elena untuk melindunginya. Pada saat itu hanya karena kemampuannya yang langka. Tapi ketika anak buahnya mengatakan jika Elena menyukainya Dia menjadi canggung. Sekarang Dia merasa canggung dengan wanita lain.
Jika Fanya tahu pikiran Dylan mungkin Fanya akan segera mengutuk protagonis untuk segera mati karena tidak berjalan sesuai dengan alur jalan cerita dalam novel. Kamu memiliki Elena protagonis wanita kenapa kamu masih berani melirikku. Bajingan... 😤😤
Setelah kepergian Dylan Fanya menghela nafas. Dan segera melihat kedua anak ini. Melihat mereka baik-baik saja Dia menjadi tenang. Lain Kali tinggalkan mereka dengan bahan peledak. Jika ada seseorang yang jahat langsung ledakan saja di tempat, ribut bodoh amat mati biarin saja. Ide yang sangat bagus oke😈.
__ADS_1
Bersambung....