
(-ㅂ-)/ ♥ ♥ ♥(-ㅂ-)/ ♥ ♥ ♥
Mata itu melihatnya dengan suka, tapi kenapa ada keterasingan dari semua kata-kata yang dia keluarkan. Devan menjadi semakin marah tapi dia juga bingung bagaimana cara mengatasinya. ini adalah wanita pertama yang dia sukai dan dia sangat menarik untuknya. dan tidak mungkin bagi devan untuk melepaskan fanya. jika suatu saat devan melihat fanya memeluk pria lain devan tidak bisa membayangkan seberapa marahnya dia. dan mungkin semua akan berakhir dengan pembunuhan.
"Kalian bertiga pergi keluar " perintah Devan dengan emosi marah tapi kalimatnya masih mencoba menahan.
"Tapi bos " tanya Teo agak bingung
"Keluar sekarang " ucap Devan dengan dingin
"Baik bos" jawab ketiga orang itu dengan cepat keluar.
Mereka bertiga segera pergi keluar dengan wajah bingung. Dan sekarang didalam ruangan itu hanya tersisa dua orang. Hanya ada Fanya dan Devan. Fanya tidak tahu apa yang sedang dilakukan oleh Devan. Tapi fanya tahu bahwa pria ini sedang bermasalah karena terlihat dari ekspresinya dan kata-katanya. meskipun dia mencoba menahannya tapi fanya tahu bahwa pria ini sedang marah.
"Ada apa? " tanya Fanya dengan bingung
"..."
"Apakah kamu ingin mengambil semua senjata yang telah aku curi? " tanya Fanya dengan serius
"..."
"Bisakah kamu menjawab dan tidak berdiam diri ? " tanya Fanya mulai sebal
Melihat pria itu tidak segera menjawab semua pertanyaannya membuat Fanya semakin bingung. Dan sekarang Fanya melihat pria itu berdiri dan berjalan kearahnya. Fanya menjadi panik dan dia segera berdiri untuk menjauh. perasaannya mengatakan kepadanya untuk segera berlari menjauh dari pria ini.
Tapi dia bergerak terlalu lambat. Dan sekarang tubuhnya ditahan dibawah sofa dan fanya menatap devan yang berada diatasnya takut .
"Apa yang kamu lakukan?" tanya Fanya dengan panik dan mencoba melawan devan
Devan menatap wajah merah milik Fanya dan dia tersenyum lebar. Fanya melihat senyum itu dan menjadi merinding. Pria ini gila, tidak sama seperti yang ditulis didalam cerita novel. Fanya mencoba melepaskan dirinya. Tapi semua usahanya berakhir dengan sia-sia. ada apa? kenapa semua tiba-tiba berubah tanpa dia ketahui.
Devan menyentuh dagunya dan membuat Fanya langsung melihat kearah Devan. dan pegangannya sangat erat dan membuat wajah fanya terasa agak sakit.
"Aku tahu kamu menyukaiku dan tertarik padaku pada pandangan pertama. Tapi kenapa sekarang berubah setelah kamu mengetahui namaku. Kenapa? " tanya Devan dengan suara yang berbahaya dan itu sangat serius. seperti tidak dapat menerima sebuah fakta.
Dia ketahuan, fanya tidak tahu bahwa kemampuan actingnya sama sekali tidak berguna didepan pria ini.
"Katakan padaku. Kenapa menjadi terasing padaku? " tanya Devan dengan dingin dan semakin dingin
"..."
"Aku tertarik padamu. Tidak aku sangat menyukaimu? " ucap Devan semakin gila dengan senyum gilanya.
Mendengar ini membuat Fanya kaget dan terkejut. dan sikap devan yang gila membuat fanya sedikit takut dengan devan.
"jangan takut. jika kamu menjawabnya dengan benar tentu saja tidak akan ada hukuman" bisik devan dengan suara serak
"jangan marah oke" ucap fanya dengan lembut.
ya Tuhan nyawa kecilnya sangat penting jadi dia harus membuat iblis ini tenang dulu.
__ADS_1
"aku hanya takut dengan pekerjaanmu. namamu sudah sangat terkenal sebagai bos mafia. dan setahuku bos mafia sangat galak aku takut dengan orang galak" jawab fanya dengan cepat.
kebohongan yang ditutupi oleh kebohongan.
mendengar jawaban ini dan melihat penampilannya yang lemah dan serasa dibully devan kembali lembut.
"jangan takut, aku tidak akan menyakitimu. aku hanya menyakiti orang yang mencoba melawan ku" jawab devan sambil membeli pipi fanya.
"benarkah? kamu tidak berbohong? " tanya fanya dengan wajah lucu
devan mencium mata berair milik fanya.
"tentu saja. bagaimana mana mungkin aku menyakiti orang yang aku cinta. jangan takut padaku mulai saat ini." jawab devan
"tapi kita baru saja bertemu dan mengenal satu sama lainnya. bagaimana bisa kamu menyukaiku? " tanya fanya
"aku menyukaimu sudah sejak lama. sejak aku melihatmu mengambil senjata milikku dari gudang. mulai saat itu aku menyukaimu. jadi jadilah milikku dan jangan pernah menolak ku" jawab devan dengan lembut diawal dan serius diakhir.
intinya sekarang dia lolos dari kemarahan pria ini. dan sekarang dia juga tahu bahwa pria ini juga memiliki perasaan untuknya. meskipun dia agak terkejut diawal tapi dia segera menyesuaikan diri.
Bukankah seharusnya devan menyukai elena? di novel asli. Tapi jika dipikir ulang pada akhirnya devan akan tetap sendirian. Dan elena berakhir dengan dylan.
Yang berarti bahwa dia dapat membuat devan menjadi miliknya. Dan dia dapat menyukai devan. Setalah mengetahui fakta itu, perasaan kesal yang dia bawa sejak awal menjadi hilang.
Fanya menghela nafas dan menatap pria yang dia sukai. Untuk pertama kali dihidupnya dia menyukai pria. Dan tentu saja pria itu harus menjadi miliknya.
"Kenapa diam " ucap Devan sambil memegang dagu milik Fanya dengan agak ketat kembali
"Bisakah aku menjawab pertanyaanmu ketika kamu berbuat kasar padaku " ucap Fanya dengan sedih
Devan terkekeh ringan.
"Aku tidak melukaimu. Aku hanya membuatmu sadar. Kenapa tidak menyukaiku? " tanya Devan
"Siapa bilang jika aku tidak menyukaimu? Secara kita baru saja bertemu. Dan kamu langsung menahanku dan mengatakan jika kamu menyukaiku. Wanita mana yang tidak akan menjadi takut padamu? "tanya Fanya
Devan tertawa dengan suara yang serak tapi itu sangat sexy ketika fanya mendengar itu.
"Apakah kamu tidak takut, aku akan melakukan hal buruk padamu saat ini? "tanya Devan
"Tidak takut. Jika kamu ingin berbuat buruk padaku. Seharusnya sudah kamu lakukan dari awal. Juga kamu menyukaiku sehingga kamu tidak bisa melakukan apapun tanpa persetujuan dariku. Apakah kamu tidak takut jika aku akan membencimu? " jawab Fanya
"Benar sekali. Karena aku menyukaimu, aku tidak bisa melakukan hal buruk padamu. Karena itu tidak akan menjadi menarik. " balas devan sambil berbisik ditelinga Fanya
"Aku semakin menyukaimu " bisik Devan
"Hentikan tanganmu. Apa yang kamu sentuh " teriak Fanya marah.
Rasa malu itu digantikan dengan rasa marah. Karena apa yang dilakukan oleh devan.
"Ada apa? Bukannya kamu menyukainya " tanya devan
__ADS_1
"Devan " teriak Fanya
"Baik-baik aku berhenti " jawab devan sambil mencium dengan haus bibir milik Fanya
Devan melepaskan bibir manis fanya dengan enggan ketika fanya kehabisan nafas. Dia menbantu fanya untuk duduk diatas pangkuannya. Dan menarik fanya untuk berciuman lagi dengan lebih panas.
Fanya tidak tahu apa yang sedang terjadi. Tapi yang dia tahu adalah bibirnya sedang dicium dengan panas oleh devan. Ini adalah ciuman pertama miliknya. Fanya hanya mengikuti permainan dari devan.
Butuh hampir 15 menit untuk fanya bebas dari ciuman panas itu. Nafas Fanya terengah-engah untuk menghirup udara. Wajahnya sangat merah dan matanya beruap dengan sedikit godaan.
Devan mencium dahi fanya dan menatap fanya dengan puas.
"Mulai hari ini, hubungan kita resmi. Sekarang kamu menjadi kekasihku. Dan jangan pernah melihat pria lain. Lihat aku saja, karena kamu milikku devan caesars" ucap Devan dengan serius.
Fanya hanya bisa mengangguk jika dia menolak entah apa lagi yang akan dilakukan pria ini. Dia sama sekali tidak berpengalaman untuk hal seperti ini. Daripada membuat masalah lebih baik setuju. Lagi pula dia juga menyukai Devan ini. Jadi apa salahnya untuk memulai hubungan. Lagi pula dia bukan gadis muda lagi yang butuh proses lama untuk menjalin hubungan.
Karena sama-sama suka kenapa harus repot. Langsung jalanin hubungan dengan serius. Juga dari novel yang telah Fanya baca, sosok devan adalah sosok yang setia. Itu terbukti bahwa sampai kedua pasangan protagonis menikah, devan masih tetap setia dengan kesendiriannya. dia juga berharap seperti itu. tapi jika tidak dan suatu saat devan berani berselingkuh dia pasti akan membunuh pria ini.
Dan novel menunjukan sekali bahwa devan dia menyukai elena dan akan setia. Pria seperti itu kenapa disia-siakan. Ya meskipun sifatnya agak dingin, cuek dan tsundere. apalagi sikap gilanya barusan.
Devan melihatnya mengangguk setuju dan dia segera puas. Ketiga anak buah yang berada diluar sudah menunggu mereka untuk keluar. Tapi bos dan nona fanya sama sekali tidak menunjukan tanda untuk keluar.
"Iris apakah kita perlu masuk "tanya Teo.
"Jika kamu ingin dibunuh oleh bos, silakan masuk sendiri " jawab iris
"Ah tidak tidak. Aku tidak ingin dibunuh oleh bos. Jadi kita tunggu diluar saja " balas Teo
Hingga 20 menit kemudian, suara pintu terbuka. Mereka bertiga segera berdiri dengan tegak. Tapi yang mereka lihat adalah. Bos mereka menggendong nona Fanya dengan mesra. Wajah nona Fanya tersembunyi dibalik dada bos mereka sehingga mereka tidak dapat melihat wajahnya.
Tapi mereka melihat wajah boss mereka yang sangat bahagia. Mereka bertiga saling memandang. Devan segera membawa Fanya menuju kamarnya dan meninggalkan ruang kerjanya. Setelah menghilang ketiga orang ini menjadi heboh.
"Apakah bos berhasil " tanya teo.
"Sepertinya "Jawab Han.
"Bukankah itu bagus " jawab Iris
"Ya, tentu sangat bagus. Kita bisa makan enak mulai hari ini" ucap Teo
"Apakah dikepalamu hanya berisi makanan dan makanan? " tanya Iris dengan risih
"Kenapa? Bukannya kalian juga berharap sama. Apalagi melihat rasa makanan tadi malam sudah membuat kita ngiler " jawab Teo
"Kalian berdua bisa diam. Dari pada kalian berdua saling berdebat. Lebih baik sekarang kembali bekerja " ucap Han.
Han sedikit pusing ketika menghadapi kedua orang ini. Tidak ada hari yang tenang jika mereka berdua ada bersama-sama. Setelah mengatakan itu, Han segera berjalan pergi untuk kembali bekerja.
Mereka berdua yang ditinggal kembali normal dan mereka segera pergi untuk bekerja juga. dan kabar baik ini harus mereka beritahukan kepada semua anggota yang lainnya.
next..
__ADS_1