
sesampainya dirumah sakit aldo membawa azura kedalam ruangan pribadi sean atas izin sean tentunya.
dokter segera memeriksa azura dan aldo diperintahkan untuk menunggu diluar.
"kenapa mereka harus melukai azura , kemarin shela sekarang azura benar benar tidak sayang dengan nyawa sendiri" kata aldo dengan marah .
kini tiba lah sean dengan shela yang berada di kursi roda , karena shela tidak boleh berinteraksi langsung dengan kakinya jadi sean menyiapkan kursi roda untuk shela .
sebenarnya sean ingin menggendong shela saja tapi karena shela malu sean hanya bisa memberi kursi roda.
" bagaimana keadaan azura , dia gak terluka kan" kata shela dengan panik.
" aku gak tahu, tapi kayaknya azura keracunana makanan kayak kamu kemarin deh dan aku yakin pelakunya pasti orang yang sama "kata aldo menjelaskan keadaan azura sebelum dibawa kerumah sakit.
" apa ini kerjaan tasya dan angel lagi" kata sean menebak pelakunya dengan tepat.
" iya aku yakin itu , tapi siapa kali ini yang menjadi suruhan nya .tidak mungkin monika dia sudah mati " kata aldo berpikir.
saat mereka sedang berfikir datang lah haikal dan yang lainya .
(jangan ditanya kemana Alessio , Alessia , bella dan alen saat aldo membawa azura kerumah sakit , karena terlalu terburu-buru aldo meninggalkan mereka berempat disekolah.)
" khawatir yah khawatir do , tapi kamu lupa dengan kami tadi " kata Alessio melihat aldo dengan wajah kesal.
" maaf aku terlalu buru buru sampai lupa kalian belum masuk mobil tadi" kata aldo minta maaf pada keempat orang yang ditinggalkan tadi.
" oh iya do aku sudah tahu siapa pelakunya " kata haikal kepada aldo.
" siapa orangnya biar aku habisi sekarang" kata aldo yang langsung bersemangat untuk mendapatkan korban pelampiasan nya.
" dalang nya tetap orang yang sama , tapi kalau suruhannya kali ini namanya intan teman monika" kata haikal.
" oh teryata teman monika , sepertinya dia udah gak sabar untuk bertemu dengan sahabatnya di neraka " kata haikal dengan marah .
" oh iya shela aku titik azura dulu , ada yang ingin kami lakukan" kata aldo memberikan isyarat pada sean dan yang lainya.
" baiklah hati hati , nanti akan aku hubungi kalau azura sudah Sadar" kata shela pada aldo yang sudah pergi keluar rumah sakit.
disisi intan yang baru pulang dari sekolah
intan berjalan pulang kerumah dengan melewati gang sepi yang selalu ia lewati dengan monika.
disana sean dan yang lainya sudah menunggu intan lewat pulang dari sekolah.
__ADS_1
" kali ini siapa yang ingin menemani ku untuk membunuh intan" kata aldo pada yang lain nya.
" aku akan membantu kali ini" kata haikal memainkan pisau lipat nya.
sekian lama mereka menunggu akhirnya yang mereka nanti nanti kan datang juga.
" hai nona manis" kata haikal menggoda haikal.
intan yang melihat haikal dengan takut karena dia tahu bahwa didepannya ini adalah geng mafia yang terkenal dikota R.
" apa yang ingin kalian lakukan" kata intan dengan takut .
" giliran sekarang takut , tapi kenapa saat kamu meracuni azura sangat berani" kata aldo memutar pistol nya dan mengarah pada intan.
" a-aku hanya disuruh oleh tasya dan angel jangan bunuh aku " kata intan gemetar.
" heh giliran sekarang minta ampun , lebih baik kamu temani teman kamu di neraka sana" kata sean yang ingin ikut bertarung.
" ja-jadi monika sudah mati" kata intan syok mendengar perkataan dari sean.
" iya benar sekali , kau tahu kenapa dia mati . karena dia sudah berani melukai shela" kata sean dengan tatapan tajam.
" a-aku mohon jangan bunuh aku. hiks hiks aku mohon" kata intan segera berlutut dan menangis karena takut.
" sampaikan salam ku pada raja neraka" kata aldo dan dorr , aldo langsung menembak intan tepat di dahinya.
haikal yang melihat intan sudah terjatuh tersungkur ketanah segera menusuk nya dengan pisau.
sean yang tidak mau tinggal diam saja memukul tubuh intan dengan sangat keras menggunakan batu bata yang tersedia digang.
Alessio dan alex juga tidak mau diam saja , mereka berdua juga beraksi dengan cara memotong tubuh intan menjadi beberapa bagian.
" sudah semua nya saatnya kita kembali kerumah sakit " kata aldo melihat pesan dari shela yang memberitahukan kalau azura sudah sadar.
kini aldo dan yang lainya segera kerumah sakit kembali , didalam perjalanan mereka mengganti pakaian yang berlumuran darah dengan pakaian bersih.
sesampainya dirumah sakit.
aldo segera memasuki ruangan milik azura dengan terburu buru, saat aldo melihat azura sudah baik baik saja ia segera menghampirinya dan memeluk azura dengan erat.
" kamu gak apa apa kan , maaf aku gak bisa lindungin kau" kata aldo masih memeluk azura .
" iya gak apa apa , sekarang aku juga udah baik baik saja" kata azura menenangkan aldo.
__ADS_1
" tapi kali ini tasya dan angel sudah keterlaluan kalian gak akan balas perbuatan mereka gitu" kata bella pada semua yang ada didalam ruangan.
" aku punya ide buat balas tasya dan angel tapi ini bakal melibatkan sean dan aldo" kata shela pada yang lain.
" apa itu? " kata sean penasaran.
" begini kamu sama aldo pura pura putus sama kamu karena suatu alasan , dan kalian berdua dekatin tasya sama angel setelah waktu sudah telat kita hukum mereka habis habisan" kata shela pada semuanya.
" aku gak setuju , aku gak mau putus" kata sean memeluk shela seakan akan akan berpisah saja.
" kan hanya pura pura , kita laksanakan rencana inj selama 2 minggu" kata shela kembali.
" gak ,aku gak mau " kata sean merengek seperti anak kecil.
" ayolah dengan begini kita baru bisa memberi mereka pelajaran , setelah 2 minggu kita akan seperti biasanya" kata shela memohon pada sean.
" aku setuju apa yang dikatakan oleh shela" kata azura mnyetujui rencana shela.
" tapi...." kata sean lalu dipotong oleh azura.
" gak ada tapi tapi kamu harus setuju kalau gak kita putus beneran" kata azura mengancam aldo.
" Baiklah aku setuju" kata aldo yang hanya bisa nurut dengan azura.
" sean kamu setuju yah " kata shela pada sean yang masih merengek padanya.
" enggak , aku gak setuju , aku gak mau putus seterah kami mau ngancam kayak gimana aku gak bakal setuju" kata sean tetap tidak setuju
" ini kah bos mafia yang kejam dan berdarah dingin itu , tapi kok mirip kayak anak kecil yah" kata alex melihat sean merengek seperti anak kecil tidak mau pisah dengan ibunya.
" kalau kamu setuju aku bakal turutin apa yang kamu mau" kata shela mencoba membujuk sean kembali.
" apapun ?" kata sean yang mulai memunculkan keinginan besarnya.
" iya apapun yang kamu mau aku bakal turutin" kata shela.
" aku mau uang muka dulu , yaitu ciuman" kata sean padan shela.
shela hanya bisa setuju dan mencium bibir sean dengan lembut dan ciuman itu berlangsung selama 1 menit.
" baiklah aku setuju" kata sean berhenti merengek pada shela.
" baiklah kalau begitu kita akan melancarkan rencana ini besok " kata shela dengan wajah merah.
__ADS_1
bersambung....