
sesampainya diruangan sean mereka berempat duduk di sofa yang ada diruangan itu.
" udah sekarang bisa berhenti nangis dulu gak " kata shela yang mulai kesal melihat sean dari tadi tidak mau diam .
" hiks hiks hiks gak mau" kata sean semakin menangis.
" udah berhenti nangis nya" kata shela memeluk sean dan mencoba membuat sean berhenti menangis.
" hiks hiks hiks aku gak mau lagi lakuin rencana ini , aku capek" kata aldo ikut menangis dengan keras.
" udah udah diam kan ini hanya sementara" kata azura mencoba membuat aldo diam.
shela dan azura sudah mencoba banyak cara tapi sean dan aldo tidak mau berhenti menangis.
shela dan azura melihat satu sama lain agar bisa menyelesaikan masalah mereka kali ini.
" sepertinya hanya ada satu cara "bisik shela pada azura.
" iya benar hanya cara ini yang bisa menenangkan mereka" kata azura berbisik pada shela.
setelah mereka selesai berbisik satu sama lain shela dan azura mencium bibir sean dan aldo .
disaat mereka mencium sean dan aldo benar saja mereka langsung diam bahkan sean dan aldo ******* bibir shela dan azura.
__ADS_1
ciuman itu berlangsung selama 5 menit , shela dan azura yang benar benar kehabisan napas hanya bisa memukul pelang dada sean dan aldo.
sean dan aldo yang peka kalau shela dan azura kehabisan napas segera melepas ciumannya.
" udah sekarang udah bisa berhenti nangis kan" kata shela kembali bernapas lega.
" teryata hanya ini cara yang bisa membuat mereka berdua diam " kata azura yang lega ciuman sudah berakhir.
sean dan aldo tersenyum lucu seakan seperti anak kecil yang meminta sesuatu lalu dituruti kemauannya.
tiba tiba ruangan sean kedatang tamu yang tidak diundang tamu itu adalah haikal , bella , Alessio, Alessia,alex dan alen.
" teryata benar kalian disini" kata haikal pada sean dan aldo.
" kalian ngapain disini dicariin juga" kata Alessio.
" kami disini lagi ngehibur 2 bocah manja " kata shela memandang sean .
"benar sekali mereka berdua dari tadi gak mau berhenti menangis jadi kami ngehibur mereka agar berhenti menangis" kata azura mengelus kepala aldo .
" APA? sean dan aldo menangis , kalian serius" kata alex tidak percaya.
" wah wah ini kah ketua dan wakil mafia yang kejam dan berdarah dingin itu" kata haikal melihat mata sean dan aldo merah karena menangis terlalu lama.
__ADS_1
" diam kalian , aku ni capek karena harus deketin si centil itu" kata sean memeluk shela dengan erat dan menyembunyikan wajahnya di dada shela.
" kalian tu hanya bisa diam dan santai sedangkan kami harus deketin si centil itu" kata aldo ikut melakukan hal yang sama seperti sean kepada shela.
" iya kami tahu kalian harus mendekati si centil itu tapi kan ini demi rencana kita " kata haikal pada sean dan aldo.
" aku bener benar capek harus deketin si centil itu mana mereka gak ada batasannya lagi" kata sean masih dalam posisinya.
" aku juga capek harus kek gini mending kalian aja yang deketin si centil itu" kata aldo pada haikal dan Alessio.
" tapi kan yang disukai oleh tasya dan angek itu adakah kalian " kata haikal .
" bener tuh " kata Alessio setuju apa yang dikatakan haikal.
" tenang aja rencana kita pasti berhasil , hanya 11 hari lagi" kata sean mengelus rambut sean.
sean hanya mengiyakan apa yang dikatakan shela padanya.
" tapi aku masih gak percaya kalian berdua teryata ada sisi yang kayak gini" kata alex masih tidak percaya apa yang dia lihat.
" yah begini lah kalau udah ada pawangnya" kata haikal.
tiba tiba saja bel berbunyi pertanda bahwa semua siswa siswi harus berkumpul dilapangan .
__ADS_1
bersambung...