Bocah SMA Milik Mafia

Bocah SMA Milik Mafia
Happy ending


__ADS_3

beberapa menit kemudian tasya dan angel kembali lagi ketempat shela dan azura diikat.


" gimana alat alat kita masih ada kan" kata tasya pada azura.


" tenang aja masih aman" kata tasya yang membawa sebuah kotak yang berisi alat alat tajam.


" bagus sekarang bangunkan mereka " kata tasya duduk santai di salah satu kursi.


angel segera menyiram azura dan shela menggunakan air dingin.


shela dan azura yang disiram oleh air dingin terkejut dan langsung bangun dari pingsan nya.


" hei shela apa kamu sudah siap untuk disiksa" kata tasya pada shela.


" kenapa kalian melakukan hal seperti ini pada kami berdua" kata shela yang tidak bisa berkata kata saat melihat senjata tajam didekat kaki mereka.


" karena kalian sangat menyebalkan" kata tasya mendekati shela.


" tapi kami tidak pernah mencelakai kalian" kata angel pada shela.


" kami membenci kalian itu bukan karena kalian mencelakai kami tapi karena kalian selalu mendapatkan sesuatu yang tidak bisa kami dapatkan" kata angel memegang sebuah pisau.


" tasya kami berdua tidak pernah ingin bermusuhan seperti saat ini , saat pertama kalian pindah kami tidak pernah membenci kalian walaupun saat itu kalian menghina kami" kata shela meyakinkan tasya.


" heh kamu pikir dengan kamu bicara seperti itu kami tidak akan melakukan apa yang ingin kami lakukan" kata tasya mengambil sebuah pisau tajam.


" tasya aku mohon pikirkan sekali lagi jangan melakukan sesuatu yang bisa membuat mu kenal kenapa" kata shela yang sudah mendapatkan pirasat bahwa tasya dan angel akan melukai mereka berdua.

__ADS_1


" aku mau kalian mati" kata tasya menatap tajam kearah shela.


" aku mohon tasya jangan lakukan sesuatu yang bodoh" kata shela mulai merasa takut melihat tasya menggila.


" kalian berdua tidak pantas ada didunia kalian juga gak pantas menjadi orang tercantik didunia" kata angel mendekati azura.


" tenangkan dirimu angel " kata azura mencoba memberontak.


" bukan kah orang orang menyukai wajah cantik kalian , kalau begitu mari kita hancurkan wajah cantik ini" kata tasya memegang dagu shela dan bersiap untuk merusak wajah shela.


" berhenti tasya" kata sean tiba tiba datang menobrak pintu .


" sean , kenapa kau bisa ada disini" kata tasya tidak percaya apa yang dia lihat.


" lepaskan azura " kata aldo segera menghampiri azura yang sedikit lagi wajah nya akan dirusak.


" apa azura ku, bukannya kau mencintaiku aldo" kata angel terkejut dengan sikap aldo pada nya.


" sebaiknya kamu harus segera sadar angel , aku tidak pernah mencintaimu yang aku cintai hanya azura" kata aldo melepaskan tali yang mengikat tubuh azura.


" kamu harus tahu kalau aku mendekati mu beberapa hari ini hanyalah rencana kami untuk membalas kelakuan kalian pada shela dan azura" kata aldo kembali.


" teryata ini hanya lah rencana kalian" kata angel tersenyum sedih.


" apa yang dikatakan aldo itu adalah benar" kata tasya menoleh kebelakang.


" tentu saja itu benar , apa kau pikir kami memang mencintai kalian" kata sean membantu shela melepaskan tali yang ada di kaki nya.

__ADS_1


" hahahah ternyata ini hanya rencana kalian , aku benar benar bodoh tidak membunuh kamu saja waktu itu" kata tasya tertawa gila.


" kau tidak pantas membunuh shela yang pantas itu adalah kami yang membunuh kalian" kata sean mengeluarkan pistol nya dan.


Door!!!


satu tembakan tepat di ginjal tasya , angel yang melihat tasya ditembak oleh pistol hanya bisa terduduk lemas karena kakinya gemetar.


" sekarang giliran mu" kata aldo mengarahkan pistolnya didahi angel.


Dorr!!


satu lagi tembakan mendarat didahi angel , tasya dan angel sudah tertidur untuk selamanya.


" akhirnya tidak ada lagi yang menggangu hubungan kita" kata aldo memeluk azura.


" aku mencintaimu shela " kata aldo memeluk shela.


" aku juga mencintaimu sean" kata shela membalas pelukan sean.


kini hubungan mereka berjalan lancar sampai mereka tamat sekolah dan menikah .


semua pasangan hidup aman damai tanpa ada pelakor yang menggangu kehidupan merka.


Tamat.


-------

__ADS_1


__ADS_2