Bos And I

Bos And I
epi 20


__ADS_3

VILTA TERPAKSA


Bagai di panah petir melihat pria di hadapnya,Vilta kaku tidak terkata,dia berdiam diri dan berpikir apa orang ini masih ingat lagi padanya,tapi sekarang dia tidak lagi berpakaian seksi dan rambut berwarna seperti dulu,pasti orang di hadapannya tidak ingat lagi dia yang dulu,Vilta memperkenalkan dirinya,dia harus kelihatan ceria agar tidak ketahuan,pria ini pasti sangat berbahaya,jadi dia harus berhati-hati dan patuh.


"apa khabar tuan?saya Vilta kazen Alexzender."


"baik,sekarang aku pengen mandi."


"apa?!...baik tuan,aku akan menyediakan air mandian segera."


Vilta pergi ke kamar mandi menyediakan air mandian,bos dengan dua jari mengarahkan Alexzender keluar dari kamar,mahu tidak mahu dia terpaksa menuruti,apa lagi memang mereka sudah tunangan,hanya Vilta saja tidak tahu dan sedar,kalau pria ini adalah orang yang sama,cuma sebelum ini Trio melakukan sedikit penyamaran,jadi sekarang yang di lihat Vilta adalah wajah sebenar Trio tunangan yang paling di benci olehnya.


"bos,sudah siap."(polos)


"mari,tolong aku."


Trio berpura sakit di bahu,tapi kaki tidak bisa berjalan,kepuraan yang keterlaluan.


"aneh,apa terkena tembakan pada kaki juga jadi sakit?"pikir Vilta sendiri,tapi dia menuruti saja,dia tidak mahu menbuat bosnya marah.


"kamu tolong buka bajuku."kata bos.


"buka baju?ah,iya aku buka."jawap Vilta cemas.


"perlahan-lahan,bahuku masih sakit lagi."kata bos.


"bos,jangan khawatir,aku pelahan ya...bersuara lembut,hingga menbuat Trio menjeling pasrah ke arah Vilta yang tidak menyedari.


"sudah siap,tolong menbawa aku ke kamar mandi.bilang bos.


lalu Vilta memapah bos yang lebih tinggi darinya ke kamar mandi,terasa beban berat bos yang menekan di atas bahunya,setelah tiba di kamar mandi,bos masih berseluar lagi tidak masuk ke dalam bak mandi.


"bos,aku keluar dulu ya."kata Vilta.


"tunggu!kamu tahu tanganku lagi sakit,aku tidak bisa menbuka seluar sendiri."bilang bos.


"bos,apa...


"buka saja."arah bos yang lagi segan tapi memaksa.


"tapi bos."Vilta ragu.


"buka cepat!"bos memaksa.


"bos,aku malu...


"tapi aku tidak,aku lagi sakit."


"bos...


"lakukan!"jerit bos menahan malu.


"oke!oke!bos yang pintakan."jawap Vilta.


Vilta dengan pantas menbuka seluar bos dengan mata tertutup,bos juga kaget tidak menyangka,sebenarnya lumayan juga rasanya saat seluar di buka cewek,apa lagi cewek yang di sukai,Trio tersenyum lalu masuk ke dalam bak mandi,Vilta dapat mendengar bunyi bos duduk di dalam bak madian dan menbuka matanya,saat matanya terbuka Vilta melihat bos menatap padanya hingga dia merasa malu,bos lumayan keren.


"bos,aku keluar dulu."pinta Vilta.


"tunggu,kamu harus menolongku mengosok punggung dan rambut,aku tidak bisa menlakukan sendiri."bilang bos lagi.


"hmm...terpaksa mengikuti arahan.


Vilta mula menbasahkan rambut bos dan menbubuhkan syampoo ke atas kepala bos dan menramas-ramas dengan lembut menbuat bos merasa nyaman dengan sedikit urutan,selepas itu mengosok punggung bos mengunakan sehelai kain khas mandian mencuci kotoran yang ada,sedikit kemerahan.Trio berdiam menikmati tangan lembut sesorang wanita sedang menyentuh tubuhnya,mereka berdua berdiam tidak bicara.Vilta takut menlakukan kesalahan jadi tidak berani bicara,Trio keasyikan tapi menahan dirinya,dia lagi sakit bahu tidak bisa macam-macam,dia hanya bisa menahan perasaan tergodanya sendiri,setelah menbersihkan tubuh dan mengeringkan rambut, bos meminta untuk di pakai baju.Trio menyuruh Vilta mencari pakaian yang ringkas tapi stylish.


"cerewet juga ini orang,mahu stylish segala,apa emang aku tukang fashion?"Vilta berkata dalam hatinya.


Vilta mencari pakaian di tempat kamar khas untuk pakaian bos,terlalu banyak tapi semuanya hampir sama,tidak menpunyai banyak pilihan atau warna,Vilta buntu memikirkan apa yang harus dia pilih,takut bos tidak senang dengan pilihannya,tapi semua pakaian ini sudah pasti kegemaran bos,lalu Vilta memilih baju t-shirt dan seluar sports panjang yang selesa.


"bos,aku ketemukan ini saja yang ada,karna melihat kondisi bos,sudah pasti di rumah saja,jadi aku pilih dua pakaian ini."


"bagus,tolong pakaikan bajunya."


Vilta dengan berhati-hati memakaikan baju bos,mereka sangat dekat,bisa di dengari bunyi penafasan yang kuat.


"seluarnya?"tanya Vilta.


"tidak perlu,aku bisa pakai sendiri."kata bos.


Vilta menahan marahnya,tadi tidak bisa buka seluar sendiri,sekarang boleh pakai sendiri,benar iblis...pikir Vilta.


HARIAN BERSAMA BOS


sudah seminggu Vilta menjaga bos,bermacam hal yang sulit terpaksa Vilta turuti,takut menyakiti hati bos,dia menuruti semua arahan walaupun ada kalanya tidak masuk akal,Trio sengaja menbuat Vilta merasa gemas padanya,Trio juga terasa senang saat menperlakukan tunangnya yang selalu menbencinya,dia tahu Vilta benci padanya dan menyangka dia pria yang tua dan gendut.


"Vilta!nantinya tolong menbuat lagi salad untukku."


"baik bos."


Vilta kelihatan capek karna di permainkan terus oleh Trio,Vilta langsung tidak menyedari bos adalah Trio yang di kenalinya,kaka tampan yang di tunggu olehnya dulu,sedang menbuat salad.Vilta mengelamun sendiri,sudah sebulan tiada kabar dari Orion,apa yang di lakukan olehnya,Vilta merasa sedikit rindu,tapi dia tidak terasa sunyi karna perkerjaannya menjaga bos kejam,hati dan pikiranya terlalu lelah memaki-maki bosnya hingga tiada masa merasa sunyi.Trio tahu Orion sudah bernikah,jadi untuk menlindungi perasaan Vilta dari sedih,dia menbuat sedaya mungkin agar kelak Vilta tidak terlalu merasa kecewa.


"bos,salad sudah siap."


"apa ini?tidak enak,kamu habiskan sendiri."

__ADS_1


"baik bos,"tidak berdaya untuk berentam lagi.


"bos sial."pikir Vilta,dia terpaksa makan salad yang tidak di gemarinya.


"lihat,dari wajah kamu sudah tahu salad itu rasanya tidak enak,berani kamu beri aku makan."kata bos.


"tidak enak kepala bapakmu"jawap Vilta dalam hati.


"hmm...benar tidak enak,maaf bos...lain kali aku akan menbuat lebih baik."


"mmm...kamu bisa pergi sekarang,melihat wajah kamu yang kurang ceria menbuat aku menjadi angin."kata bos.


"maaf bos,aku pergi dulu."menlangkah seperti tiada arah.


lalu bos memanggil Alexzender untuk bertanya soal Vilta,mungkin Alexzender tahu mengapa Vilta tidak seaktif mula,sedikit melawan.


"mengapa Vilta kelihatan sedih?"tanya bos.


"ah...karna..."


"karna apa?"


"Vilta bilang,dia sudah lama tidak bertemu Orion,dia pikir Orion mungkin di landa masalah."


"hm!kamu belum menberitahu dia?"


"belum lagi."


"tolol,Vilta tunanganku,cepat atau lambat dia miliku,kamu cepat menberitahu dia soal Orion,jangan biar Orion mendekatinya lagi."


"baik bos."


ORION MENCARI VILTA


akhirnya Orion dapat mencari alasan pergi ke Russian,karna temannya bernikah,tapi dia terpaksa menbawa isterinya Ruby,Orion menbawa Ruby tinggal di hotel,dia tidak mahu Ruby tahu di mana villa miliknya berada,jadi dia bilang tinggal di hotel lebih nyaman,Ruby lagi gembira niatnya untuk memancing Orion semakin hampir.


di majlis pernikahan pada malamnya,Orion mencari cara agar dia dapat menlarikan diri dari Ruby,melihat Ruby di keliling oleh banyak orang,Orion dengan cepat meninggalkan majlis,pikirnya tiada siapa tahu,sayang Ruby sangat teliti darinya,Ruby menyuruh Amerish mengintip Orion dari jauh,sudah pasti Amerish senang menlakukan pengintipan yang bakal menberi dia peluang.


saat Orion keluar,Amerish berada dalam mobil yang di pandu oleh pembantunya,mereka mengekori Orion dari belakang,sampai di sebuah tempat yang agak jauh,Orion kelihatan menberhentikan mobilnya di sebuah taman,Amerish mengekori sendirian dari jauh.Orion bertemu dengan seorang gadis iaitu Vilta,tidak dapat mendengar apa yang di bicarakan oleh mereka,Orion kelihatan cuba untuk menenangkan Vilta.Vilta kelihatan marah tidak mahu di sentuh oleh Orion.


Vilta meninggalkan tempat itu,Orion tidak mengejarnya,dia hanya berdiri melihat Vilta pergi,Orion kecewa,mungkin Vilta sudah tahu Orion bernikah,jadi Amerish menpunyai rencananya sendiri,Amerish langsung menberitahu kepada Ruby,Orion bertemu Vilta dan mereka sangat mesra,pesan itu menbuat Ruby berasa sangat marah,tapi dia harus pintar dan sabar agar tidak menbuat Orion menbenci padanya.


"sial,wanita murahan!berani menganggu suamiku."kata Ruby.


"sabar nona,jangan marah hingga menyakiti hati kamu."kata pembantunya Zula.


"aku tidak akan marah dengan orang buangan seperti itu,dia bukan tandinganku."


"benar nona."


Orion kembali ke kamar mereka,Ruby terbangung dari tidurnya,melihat Orion terbarig di sofa,dia tidak berani menganggu Orion,apa lagi Orion mabuk,dia pasti memukul orang yang menganggunya.


"pria bodoh,aku mencintainya tidak mahu...tapi mengapa dia mabuk?tadi Amerish bilang mereka sangat mesra...apa mungkin mereka berdua minum sampai mabuk?"


Ruby memikirkan caranya untuk mendapatkan Orion dengan taktik keji,tapi sudah pasti dia akan di benci seumur hidup.Orion kelihatan baik dan mesra tapi juga bisa menjadi kejam,Ruby harus bertahan menunggu waktu tiba,tapi Vilta dia harus mengurusnya dengan baik.


DI SEBUAH CAFE


Vilta lagi sedang menbawa minuman,tidak sedar ada Ruby muncul di hadapanya tiba-tiba hingga air minuman tertumpah dan mengena pakaian Ruby,lalu pembantu Ruby menampar wajah Vilta yang lagi blur.


"tolol,kamu buta mengotorkan pakaian nona Dullax?!"kata pembantu Ruby.


"maaf aku tidak sengaja."jawap Vilta.


"sudahlah,kita tidak apa,ayoh pergi."kata Ruby.


niat mereka untuk menghajarkan Vilta akhirnya tercapai,tapi mereka salah waktu,saat itu Trio melihat kejadian itu.


"apa kalian sudah mahu pergi setelah memukul orang?"


"siapa kamu?!"tanya pembantu Ruby.


Trio memetik jarinya,lalu orangnya menangkap pembantu Ruby,Ruby menjerit.


"hei!kalian bikin apa?!mengapa menangkap pembantukuku?"


"bawa dia."arah Satano Kanata.


"kalian mahu menbawa dia kemana?"Vilta khawatir.


"mari kita pulang."bilang bos.


"oi!kalian mahu kemana?!kembalikan penbantuku!"kata Ruby.


"brengsek!!"marah Satano Kanata.


DI KEDIAMAN BOS


"bos,kamu tidak menbunuh orang itukan?"


"bunuh?tidak...hanya menberikan sedikit pengajaran."


"tapi mengapa,dia tidak salah."

__ADS_1


"lihat wajah kamu sudah merah di tampar olehnya,hatiku menjadi sakit."


"sebentar lagi pasti hilang,tidak perlu di besarkan,lagi memang salahku."jawap Vilta.


"kamu khawatir soalnya,mengapa?"


"ah...itu,dia juga gadis sepertiku."


"jangan khawatir,dia pasti baik saja."kata bos.


DI TEMPAT PENYEKSAAN


"jadi tangan ini yang menampar kazeku?"


"maaf,aku salah...tolong lepaskan aku."Zula menangis meminta ampun,tapi dia sendiri yang mencari masalah demi mendapatkan hati majikannya.


"tadinya keren sekali,sekarang minta ampun."


"tolong lepaskan tuan,aku salah,aku tidak buat lagi."


"salah tetap saja salah,untung ada yang memohon untuk kamu,jadi hukumanannya di ringankan sedikit,tampar dia seratus kali."


"baik!"jawap bawahan Alexzender.


Zula di tampar dengan kuat hingga pingsan berkali-kali hingga berdarah,saat dia tidak sedar di siram dengan air dingin,setelah itu pipinya di tampar lagi hingga menjadi sangat bengkak,kemudian Zula di hantar kembali di tepi jalan,orang yang menemuinya pingsan lalu menghantar Zula ke rumah sakit,Ruby yang gelisah di hotel menantinya mendapat panggilan dari rumah sakit,melihat Zula berwajah seperti panda menyakiti hatinya,sampai hati mereka menperlakukan Zula bergitu.


"sial,siapa mereka...apa hubungannya mereka dengan Vilta?"


"nona,mereka samseng...kita jangan mencari masalah di sini."


"kamu masih sakit,jangan banyak bicara...nanti soal mereka akan aku uruskan,sekarang kamu rehat dulu."


DI KEDIAMAN BOS


"Alexzender,kamu sudah menlepaskan gadis itu?"


"sudah,jangan khawatir...dia tiada apa-apa,hanya hukuman kecil."


"huh!..bikin aku kaget saja."


"tenang,tiada apa-apa,dia harus di hukum karna menampar kamu,bos yang bilang menghajarnya sedikit."


"bos?"


"bos sayang pada kamu Vilta,aku pikir bos jatuh cinta padamu."


"hey,sebarangan...mana mungkin."


"bagaimana kalau ini benar?."


"apa tidak mahu pertimbangkan?"


"aku mahu istirehat...


"oi,tunggu bicara dulu."


"ngak mahu."


Vilta menlarikan diri dari Alexzender,dia tidak berani berkata sebarangan,apa lagi jatuh cinta kepada ketua mafia.


VILTA KECEWA TERHADAP ORION


malamnya Vilta lagi sedih saat dia tahu dari Alexzender,Orion sudah bernikah...hatinya menjadi hancur,kepercayan yang dia berikan selama ini berakhir dengan cepat,saat bertemu Orion malam itu,Orion masih lagi berpura dan tidak mahu bicara yang sebenarnya.Vilta merasa lagi tertipu oleh tampang santunnya.


"Orion brengsek!!tolol...sial!penipu!bodoh...!!


"ha..ha..ha...bos tertawa mendengar Vilta memaki Orion lalu menemaninya,mereka duduk berdua melihat lautan,tiada sesiapa di sini selain bunyi ombak dan angin malam.


"nah,aku bawa wain untuk kamu minum."kata bos.


"bos,kamu tidak tidur lagi?"


"tidak,aku lagi merasa angin terlalu kencang."


"inikan biasa....(polos)


"angin yang bodoh,tapi masih mahu ribut."kata bos.


"apa bos menyendir aku?"


"tidak,nah minum...


mereka berdua minum dan minum hingga habis beberapa botol wain yang tinggi alkoholnya,Vilta mabuk lalu meluahkan perasaannya,bos cuma mendengar dan merasa lucu melihat gadis yang di cintainya frutasi karna cinta.


"aneh,aku tidak merasa marah kamu frutasi begini,malah merasa senang."kata bos.


"bos bilang apa?"tanya Vilta yang lagi mabuk.


"aku bilang,aku sungguh menyukai kamu."


"ooo...apa benar bos suka aku?mari sini biar aku cium."


"sungguh?...tanya bos.

__ADS_1


"iya bos,kamu banyak bicaranya."bilang Vilta.


lalu bos mencium Vilta dengan cepat menutup mulut yang banyak bicara,ciuman yang manis semanis wain anggur yang di minum tadi,malah rasanya sangat lebih mengasyikkan,menbuat bos tidak bisa menahan diri lagi,Vilta berada dalam dakapannya,bos memeluk erat tidak sanggup melepaskan lagi tubuh hangat gadis pujaannya,Vilta mabuk parah tidak sedar kelakuannya mengoda bos kejam...


__ADS_2