
RUMAH ALEXZENDER
Vilta di bawa kembali ke rumah bosnya,tapi dia tidak melawan,malah sangat tenang dengan keadaan sulit ini,tadinya melihat kazen masih lagi berdarah akibat di pukul.Vilta juga tidak sempat bertanya kabarnya,karna dia juga sudah tahu apa yang terjadi di rumah Alexzender.Vilta masih tidak berani bersuara selagi bos tidak bersuara,dia sudah berpikir panjang saat laki-laki marah,jangan di tambah api kemarahannya,biarkan bos bertenang dan bicara dulu,biar pun Vilta berasa bosnya tidak masuk akal hingga memukul kazennya.Vilta harus pintar.
sampai di rumah,bos berjalan dulu masih bersikap dingin dan berpikir sebenarnya,bos mengharapkan Vilta mengerti apa yang di lakukannya,bos ingin Vilta tahu dia menitik berat soalnya,bos duduk dan berdiam di kerusi tidak bersuara,semua yang ada hanya bisa memerhatikan dan tidak berani berkata,pengikut sudah tahu cara bos saat marah,bos akan memukul orang dengan kasar,semua lagi takut dan melihat ke arah Vilta,mereka berharap Vilta dapat memadam api kemarah di dalam hati bos mereka yang dingin,dapat di lihat bos menpunyai perasaan kepada Vilta,hanya saja Vilta sedar atau tidak,sedangkan Vilta juga berpikir apa benar bos suka padanya...
"apa mungkin bos suka padaku?eh!tidak mungkin."pikir Vilta sendiri.
"aku lapar...bos bersuara.
"bos mau makan apa?"tanya salah seorang pengikutnya.
"apa aku berkata kepada kamu?kalian semua pergi!"marah bos.
mereka semua pergi dan Vilta juga ingin pergi,dia pikir dia juga di arah meninggalkan tempat ini.
"oi,Vilta!!kamu mau kemana?!"
"bos,aku pikir aku juga harus pergi...
"kalau kamu pergi,siapa mau masak?!"jawap bos.
"iya bos,kebetulan aku juga lapar,aku tadi pergi ke market asia mencari ramen,lihat ramen ini,aku sangat menyukai rasanya,apa bos mau cuba?"
"jadi kamu tadi keluar menbeli ramen?ini...tidak baik untuk kesihatan."
"bos,saat aku berada di Thailand dan china,aku sering makan ramen ini,tadi aku keluar pergi sebentar melihat hotel,lepas itu langsung lama-lama mencari ramen ini,aku masak ya?"kata Vilta.
lega hati bos mendengar penjelasan dari Vilta,jadi sekarang dia tahu sedikit kesukaan Vilta dan ingin mencuba ramen.
"aku tidak suka makan ramen,tapi kamu bisa masak untuk aku."
"oke bos."
Vilta dapat merasakan sikap bos padanya sedikit berbeda,dia masih berpikir,bagaimana kalau bos benar suka padanya,dia juga tidak pernah terpikir atau melihat bos ada kekasih,mungkin semenjak mereka semakin dekat ada satu perasan yang selesa saat bersama,perasaan itu juga dapat di rasai oleh Vilta sendiri.
"siap!panas-panas,bos hati-hati ya,tiup dulu sebelum makannya...bagaimana,enak nggak?"
wajah Vilta bercahaya ingin tahu apa bos juga menyukai ramen kesukaannya,bos makan sedikit demi sedikit tidak bersuara,Vilta berasa asyik melihat bos makan tidak berhenti hingga menbuat bos sedikit malu.
"kamu melihat aku terus,apa ramen kamu tidak mau makan?"
"oke-oke,aku makan.tapi...melihat bos makan tampa henti menbuat aku berasa senang,karna ramen kesukaanku."
"kamu suka ramen,nanti aku mencari koki yang tahu masak ramen sebenarnya untuk kamu."
"benar?!terima kasih bos."
melihat Vilta gembira,bos juga senang,dia selangkah mendekati Vilta pikirnya.
"ah...aku sudah kenyang bos,janji ya mencari koki yang tahu masak ramen."
"untuk kamu,apa saja akan aku berikan."jawap bos.
"bos...hmm,apa aku boleh bertanya?"
"apa yang ingin kamu tahu."
"bos...kamu...suka...Vilta tersekat-sekat untuk bertanya.
"aku suka kepada kamu,ini yang ingin kamu tahukan?"kata bos.
Vilta tertunduk malu,tidak berani lagi menatap mata bos yang mengoda....
"bos sendirikan tahu...aku sudah punya pacar."jawap Vilta perlahan.
"aku tahu,tapi,setelah tahu pacar kamu sudah menikah,aku tidak mau melepaskan kesempatan lagi,menlainkan kamu ingin menjadi pihak ketiga."bilang bos pada Vilta.
"aku bukan pihak ketiga!aku pacarnya yang pertama!"jawap Vilta kasar.
"kamu tunggu saja hingga dia menceraikan isterinya.tapi aku juga tidak peduli siapa yang kamu cinta,karna aku cinta kamu."
bos pergi menuju ke ruang atas,Vilta sendiri di meja makan dan berpikir.bagaimana kalau Orion dan Ruby tidak bercerai,apa Vilta harus menunggu dan menjadi pihak ketiga...
"sial,ramen juga terasa basi."Vilta berkata sendiri.
RUBY MENYEDARI BAU WANGIAN WANITA
Orion masih berada di kamar mandi,dia masih lagi menahan sakitnya yang masih tidak menbaik.Ruby menunggu di ranjang,saat berbaring-baring dia mendapati ada satu bau yang wangi menusuk hidungnya,lalu Ruby mencari-cari bau itu.Ruby mendapat menghidu bau wangian seorang wanita,bau yang tidak asing lagi.Ruby teringet bau Vilta saat di cafe kemarin.
"sial,bau ****** itu...mereka pikir aku bodoh!"kata Ruby.
"mas Orion,kamu berlama-lama di dalam bikin apa?"tanya Ruby.
"aku mandi,sekarang sakit semakin baik."
"mas Orion mau ke rumah sakit,kamu masih kelihatan lemah,aku takut kamu tidak bertahan nantinya."
"tidak apa setelah rehat yang cukup,ini sakit biasa."
"mas...kamu tadi sama siapa?"
"kamu ingin tahu?"
"aku cinta pada kamu mas,tolong jangan tinggalkan aku."
Ruby memeluk Orion yang masih lagi memakai handuk,Orion tidak berdaya menolak karna masih lemah,dia menbiarkan saja Ruby menluahkan perasaannya.
VILTA DI PAKSA OLEH BOS
Vilta di ajak bos bertarung pada paginya,mereka berdua saja di rumah pulau ini,bos juga tiada siapa yang mahu di paksa selain Vilta.Vilta curiga kepada bos...
__ADS_1
"bos,aku tidak pernah bertarung."
"kamu pikir aku tidak tahu?kemari...
"bos,kamu terlalu tinggi,sudah pasti aku tewas."
"kamu hanya perlu menyerang dan aku akan cuba mengelak."
(sial,diakan orang barat,bukan orang asia bisa ku hanjar biar pun sepuluh orang,sudah pasti aku tewas dan malu nantinya,tapi di sini hanya kami berdua,ayoh!Vilta.)
"bos,tolong berlembut sedikit ya."menbuat wajah imut.
"oke."jujur.
Vilta mula menyerang bos dengan tangkas,tapi tidak sangka bos lebih cepat darinya,ketinggian bos lebih dari 180 keatas dan berotot serta tangkas.Vilta dapat merasakan tidak mungkin dia akan menang,kalau orang di bawah ketinggian 160 kebawah sudah pasti Vilta bisa melawan habis-habisan...
"kamu termenung?"tanya bos.
"tidak,hanya berpikir."sedang menyerang.
eah!hak!puk!pak!bunyi serangan dari Vilta,bos mengelak dengan senyuman manis,dia dapat merasakan Vilta sedang marah,melihat Vilta bersungguh untuk menyerangnya,bos ingin menberi Vilta peluang,pada saat pikiran bos melayang.Vilta dapat menbuat satu tendangan di dada hingga menbuat bos tercampak ke belakang,Vilta sedikit kaget,dia tidak menyangka dapat menyerang bos...
"bos!kamu tidak apa-apakan?"
Vilta pantas mendekati bos dan menbantu bos bangun,bos merasa sakit di dada,lalu menbuka bajunya...
"lihat sudah bengkak,kamu puaskan?"tanya bos.
"maaf bos,aku marah dan tidak sengaja mencedarakan kamu."jawap Vilta pelahan.
"bawa aku ke kamar."
Vilta berasa bersalah,tendangan tadi terlalu kuat sehingga dada bos kehijuan,bos juga tidak sangka tendangan cewek kuat juga,ini kali pertamanya dia bertarung dengan cewek,kesilapan sendiri saat pikir cewek harus di kasihi saat bertarung.
MALAMNYA....
Vilta masih rasa bersalah melihat bos tertidur,dadanya masih ada bekas hijau.Vilta memesan minyak urut dari Alexzender,Alexzender yang masih ragu terpaksa beranikan diri menghantar obat kepada Vilta.
"kamu mau bikin apa dengan obat ini,apa bos ada memukul kamu?"bisik Alexzender.
"shitt!!jangan berkata sebarangan,nanti bos dengar...udah,kamu pulang dulu,bye...
"hey,kamu baik sajakan?"
"ya...bye...bye...
Vilta masuk ke kamar bos,bos tersedar dari tidurnya.
"kamu masih nggak tidur,apa khawatir padaku?"senyum manis.
"aku masih rasa bersalah,ini obat...bos bisa menyapu obatnya."
Vilta mendekati bos yang terbaring di ranjang,baru Vilta sedar tubuh bos sangat cantik,agak mendebarkan dia harus menyentuh tubuh lelaki seksi.
"kamu tunggu apa lagi,cepat sapu obatnya."
"mmm..
terketar-ketar tangan Vilta saat menyentuh tubuh bos,wajah Vilta kepanasan,apa lagi bos menatapnya dengan mata tidak berkelip,perasaan malunya semakin menebal...
(bos,tolong alihkan pandanganmu.pikir Vilta)
"mengapa tangan kanu bergetar,apa ini kali pertama kamu menyentuh tubuh laki-laki?"tanya bos.
"bos salah,kamu bukan pertama,terlalu banyak yang aku sentuh."jawap Vilta marah.
dengan cepat bos bangun dan menbaringkan Vilta,bos bertanya dengan perasaan ingin tahu...
"kamu sentuh mereka di mana,katakan?!"tanya bos.
"hanya tangan dan pundak."jawap Vilta.
"jadi bibir ini....
bos mencium Vilta di bibirnya...Vilta seperti belon yang meletup saat di cium,Vilta tidak bisa bergerak,tubuhnya seperti terkunci.bos berhenti dan meninggalkan kamar,bos mengunakan aura tarikannya,dia bisa saja menbuat Vilta menyerah diri,tapi untung bos waras dan tersedar dari termakan aura bisikan setan api asmara.
"apa yang aku lakukan,hampir saja."bisik hati bos.
lalu menelefon Satano Kanata dan menghilang malam itu,tinggal Vilta sendiri kebingungan di kamar....
"sebenarnya apa yang terjadi,mengapa tubuhku tidak menolak,apa cintaku kepada Orion tidak sekuat tarikan bos."Vilta mengeluh sendiri.
UNDANGAN PERNIKAHAN MIKA TSAR
paginya,Alexzender datang menemui Vilta,keluarga Tsar menjemput Vilta kembali ke rumah...
"tapi bos tiada,apa bos tidak marah aku pergi tampa menberitahunya?"
"aku sudah bilang kepadanya,kita semua pulang ke Tsar."
"bos,pergi kemana sebenarnya?"tanya Vilta lagi.
"oh,tadi malam bos mendapat tahu kawasan di bawah kendalinya di serang musuh,jadi bos bergegas ke sana bersama pembantu kepercayaannya."
"jadi kamu bukan orang kepercayaannya?"goda Vilta.
"eh,aku juga lah,tapi setiap orang dari kami menpunyai kerja sendiri."
"pernikahan Mika pasti banyak orang di sana,mengapa mereka perlukan aku kembali?"
"Vilta,kalian tetap bersaudara,apa lagi saudara tua mau nikah,kiranya kamu tiada,pasti Tsar di gosip lagi."
__ADS_1
"mereka pasti merencana sesuatu,orang tuaku pengen aku bernikah sama orang tua itu,sudah pasti ini peluang terbaik bagi mereka menjebakanku."
"oh,apa kamu tahu siapa tunangan kamu itu,pernah ketemu dia ngak?"
"eee...takut,nggak mau aku."
"kamu belum ketemu lagi,udah rasa jijik...bagaimana kalau tunangan kamu itu orangnya keren seperti bos kita?"
"itu...boleh pikirkan,ha...ha...ha...
DI KEDIAMAN TSAR
mereka telah kembali ke tanah airnya di benua eropah,kali ini tua orangnya tidak punya masa untuk mendisiplinkan Vilta lagi,karna orang tuanya sudah menyerahkan sepenuhnya hal Vilta kepada tunangannya.Vilta merasa sedikit tenang,dia tidak menjadi beban kemarahan orang tuanya.
"Vilta,kami akan ke toko pakaian,apa kamu tidak mahu ikut?"tanya Mika
"aku tidak perlu pakaian baru,pakaianku masaih bisa di pake lagi."jawap Vilta.
"kak,tinggalin dia,Vilta itu bukan suka cantik-cantik,kita aja pergi."kata Lydia.
lalu kedua saudaranya pergi ke toko di hantarin pemandu,Vilta lagi minum bersama tamunya,Alexzender,Zhu Di dan Boy di taman.
"Vilta,mereka kelihatan dingin padamu?"tanya Alexzender.
"mereka itu suka mengosipkan Vilta,suka berkata buruk."jawap Zhu Di.
"benar Vilta,aku pikir kamu enak saja tinggal di keluarga kaya."kata Alexzender.
"kamu pikir hidupku di kediaman bangsawan ini enak dan aman,tidak...mereka sangat benci padaku,aku hidup seperti bola menjadi tendangan mereka."kata Vilta.
"jadi,kamu di hantar ke Rusian dulu?"tanya Alexzender.
"hmm,karna mendiang orang tua kamu baik padaku,maka aku di hantar ke sana,saat orang tuaku mendengar mereka di timpa masalah aku di ambil lalu di hantar ke china."
"lalu kamu menemuiku,aku beruntung bisa menjadi teman kamu Vilta."kata Zhu Di.
"aku juga Vilta,kamu dewi kekayaanku."kata Boy.
"jujur amat kamu Boy."kata Alexzender.
mereka ketawa mendengar pengakuan Boy,mereka sudah menbeli pakaian sebelum pulang ke Tsar,pakaian yang mewah di Rusian juga terbaik.
DI TOKO
"Vilta itu suka pamir teman prianya kak,apa dia pikir itu keren."kata Lydia.
"kamu jangan berkata buruk di depan Alexzender,dia itu kazen kita."bilang Mika.
"kazen,takut apa?dia bukan sapa-sapa,aku mendengar orang tuanya sudah tiada dan dia juga jatuh miskin."
"Lydia,kamu harus berhati-hati,sini'aku mendengar dari papa kita,dia sekarang menjadi samseng di Rusian."
"apa...jangan-jangan Vilta merenca sesuatu."
"pokoknya,kamu menjaga pertuturan mulai sekarang di depannya,jangan bilang dia miskin."kata Mika.
"aku harap mereka cepat pergi setlah pernikahan kamu selesai."jawap Lydia
KEMERIAHAN PERNIKAHAN
dari siang tadi mereka semua sibuk dengan bermacam acara nikah Mika yang gemilang,Mika kelihatan senang hati dapat bersama dengan pria pujaannya,pernikahan mereka juga di hadiri oleh keluarga Dullax,sudah pasti Orion dan isterinya turut hadir,melihat Ruby pamir suaminya yang tampan kepada Vilta,sedikit menbuat Vilta berasa tidak senang,tapi Orion juga tidak bisa menghindari isterinya,apa lagi orang tuanya turut hadir bersama,tapi Vilta tidak mau terpengaruh melihat keadaan,karna dia tahu Orion terpaksa,biar pun merasa tidak senang,Vilta harus bertahan.
"nanti kita menari?"tanya Orion kepada Vilta.
"kamu tidak takut isteri kamu naik gila?"
"dia pasti tidak berani memalukan diri sendiri di tempat umum."jawap Orion.
"tapi aku takut menjadi rumor nantinya."bilang Vilta.
"hanya menari di tempat umum,bisa menjadi rumor,bermakna kita menjadi sanjungan orang."kata Orion tertawa.
"ngak malu syok sendiri."bilang Vilta.
"Vilta,aku mencari kamu malamnya."bisik Orion.
"mmm,kalau kamu bisa terlepas dari gengamannya."Vilta ketawa dan pergi.
saat mereka berdua bicara,Ruby melihat dari kamar Lydia,lalu Ruby merencanakan sebuah permainan buat Vilta.
"kamu mencari orang,dia pikir dia bisa selalu beruntung."kata Ruby.
"baik nona."bilang Zula.
MAJLIS MENARI
pada malamnya semakin meriah,tamu masih lagi banyak menanti untuk majlis tarian,makanan tidak berhenti di hidangkan,musik sentiasa di putarkan,ada yang makan dan gosip,ada juga yang menari dan menyanyi,Orion tidak sabar untuk menari bersama Vilta,melihat Vilta dengan dressnya yang cantik berkilauan,memacarkan aura manisnya malam itu,tapi Vilta di temani oleh tiga cowok tampan,cewek yang hadir malam ini juga merasa cemburu melihat Vilta tenang bersama ketiga cowok,yang untungnya Vilta dapat menari dengan ketiga cowok di sisinya,Orion berani mendekati Vilta saat isterinya menghilang dari pandangan seketika...
"dewi cantik,apa kita bisa menari?"tanya Orion.
"besar juga nyali kamu?"balas Vilta.
"mmm,demi kamu...lautan api rela ku redah."jawap Orion.
saat isteri kembali dari kamar mandi,dia tidak menduga melihat Orion dan Vilta menari,sudah pasti wajahnya berubah,orang tua yang melihat kejadian juga mengerti perasaan Ruby,isteri mana tidak berasa marah saat melihat suaminya mendekati perempuan lain.
"perempuan jalan*!"bisik Ruby.
"sabar nona,biar dia bersenang dulu,nantinya baru dia rasa."kata Zula.
selesai menari Vilta menuju ke kamar mandi,dalam perjalanan ke sana di balik tembok dia di serang oleh orang dari belakang dengan kuat hingga dia pingsan,hanya satu pukulan di pundaknya.Vilta tidak terpikir bisa menjadi target di kediamannya sendiri,apa lagi dia juga sedikit mabuk....
__ADS_1