BREAK

BREAK
Break #11


__ADS_3

Sejak kejadian semalem, papahnya Hyunjin jadi bungkam. Kayak sekarang, suasana di meja makan dingin banget, baik Hyunjin maupun papahnya sama-sama gak ngeluarin suara.


Tiba-tiba aja papahnya Hyunjin brenti makan. "Jin, cari perempuan lain. Jangan Yira. "


Hyunjin kaget sama kalimat papahnya. "Kenapa emang, pah? Semalem papah seneng-seneng aja aku bilang mau deketin Yira. "


"Pokoknya jangan! Papah gak akan setuju! "


Abis ngomong ini ke Hyunjin, papah makek jas kantornya trus berangkat duluan. Hyunjin jadi makin penasaran.


Di lain tempat, Yira sama Changbin lagi ngetuk-ngetuk pintu kamar mamahnya. Mereka khawatir, masalahnya sejak pulang dari restoran tadi malem, mamah mereka belum keluar dari kamarnya.


"Dobrak aja, kak."


Changbin setuju sama usul Yira, dan di dobrak deh pintunya.


Waktu pintu udah kebuka, mereka ngeliat mamahnya lagi nangis sambil duduk nyenderin kepalanya ke tembok. Banyak tisu berserakan di lantai.


Ada untungnya juga Changbin beli tisu selusin waktu itu.


"Mamah kenapa sih?! " Yira langsung meluk mamahnya, sementara Changbin bersihin tempat tidur yang full dengan tisu bekas ingus dan air mata.


"Duduk di atas aja, mah. " Kata Changbin sambil bantu mamahnya buat duduk di pinggiran kasur.


Mata mamah sembab banget.


"Ada apa sih mah sebenernya? "


Mamah gak nanggepin pertanyaan Changbin, tapi beliau nangis lagi.


"Yir, Lino udah dateng belom? "


"Udah sih, kak. Lagi di depan . "


"Yaudah, mending lo sekarang sekolah aja. Mamah biar gue yang ngurus."


Awalnya Yira kayak ragu-ragu buat ninggalin mamahnya, tapi udah ada Changbin di rumah, jadi dia putusin buat berangkat sekarang.


"Kenapa? Kog kayak sedih gitu muka kamu? " Tanya Lino waktu Yira udah keluar.


"Aku pengen bolos deh, bee. "


Lino kaget denger Yira pengen bolos sekolah. Tapi ngeliat raut muka Yira yang emang keliatan lagi sedih, dia cuma ngeiyain kemauan pacarnya itu.


Yira bolos, berarti Lino juga ikutan bolos kerja.


"Mau kemana emang? "


"Terserah kamu aja. "


"Yaudah. "


"Jangan bilang yaudah, bee! "


Lino jadi bingung. "Kenapa? "


"Kamu tahu apa yang bikin aku takut? Itu saat aku mengucap kata TERSERAH dan kamu balas dengan YAUDAH. Aku takut semua akan selesai saat itu juga."


Denger ucapan Yira yang agak sensi ini bikin Lino jadi serba salah. Akhirnya Lino gak ngomong apa-apa lagi dan cuma narik tangan Yira buat naik ke atas motor.


Sebenernya, Lino sendiri juga bingung mau bawa Yira kemana? Sama sekali gak ada rencana buat bolos hari ini. Terlintas di ingatan Lino tentang danau, akhirnya dia berinisiatif buat bawa Yira ke danau.


(*)


"Yira belum dateng, rin? "


Ini Hyunjin yang nanya sama Arin, di situ ada Yuna juga, mereka lagi di kelas nunggu bel masuk.


"Belum, jin. Gak masuk kayaknya? "


"Tumben banget tuh anak? " Imbuh Yuna.


"Apa Yira gak masuk karna kejadian semalem ya? " Batin Hyunjin, dia khawatir Yira mikir yang nggak-nggak soal papahnya.


"Ada urusan kali, na? Atau mungkin lagi quality time sama pacarnya? "

__ADS_1


"Lino? "


"Ya siapa lagi emang pacarnya Yira kalo bukan Lino? "


Nggak tau kenapa Yuna jadi sebel denger kalimat Arin. "Apa bener mereka lagi jalan? "


Karna sebel, Yuna beranjak keluar dari kelas.


"WOY, NA! MAU KEMANA? BENTAR LAGI BEL! "


Meskipun suara Arin udah keras, tapi Yuna sama sekali gak gubris dan tetep jalan keluar.


"Pacarnya Yira emang kayak gimana sih, rin? "


Arin bingung buat jawab pertanyaan Hyunjin yang satu ini. Dia kan gak terlalu kenal sama Lino, cuma liat wujudnya sekali, itu juga lupa-lupa ingat dia.


"Eeemm, gimana ya? Haha. Gue gak terlalu hafal sih sama pacarnya Yira, tapi kalo kata Yira sih, Lino itu orangnya baik banget, ganteng, pekerja keras gitu. Tapi lo masih di atas dia kog levelnya, tenang aja. "


Hyunjin nganggukin kepala kayak paham gitu sama apa yang Arin bilang, dia jadi pengen tau kayak apa pacarnya Yira.


(*)


Lino beneran bawa Yira ke sebuah danau deket taman. Suasana di sini masih minim pengunjung karna masih pagi, terlebih lagi ini hari selasa, jadi orang-orang banyak yang beraktivitas kerja atau sekolah.


Sadar suhu di sini agak dingin, Lino ngelepas jaketnya trus di pakekin ke Yira, gak lupa kedua telapak tangan Lino yang hangat di tangkupin ke pipinya Yira, biar anget.


Bukan biar mateng ya!


"Dingin yah? " Tanya Lino dan di respon anggukan imut sama Yira.


"Inget gak dua tahun yang lalu, di sini? "


Yira senyum lebar. "Mana mungkin aku lupa? Dulu kan ada yang nyatain cintanya di sini. " Jawab Yira dengan nada yang di main-mainin.


Dua tahun yang lalu.


"Kak? Mau kemana sih? "


"Udah ish, jangan bawel! "


Cowok itu namanya Lino. Umurnya dua tahun lebih dewasa dari Yira. Mereka sekolah di SMA yang beda, Lino kelas dua belas, bentar lagi lulus. Kalo Yira baru kelas sepuluh.


Awal dari kedekatan mereka itu di mulai waktu Yira nyamperin Changbin di SMAnya, dan ketemulah sama Lino. Semenjak saat itu mereka saling kenal dan saling balas komentar di medsos.


"Ngapain sih kak ngajak ke danau sore-sore gini? Gue kan mau pulang. "


"Sebentar doang elah, lagian gue udah izin kog sama Changbin." Sahut Lino yang lagi-lagi sambil ketawa.


Yira yang emang punya perasaan sama Lino jadi senyum-senyum malu gitu liat cowok di depannya ini ketawa. Imut banget soalnya Lino kalo ketawa trus giginya keliatan!


"Jangan ketawa! "


Lino kaget karna tiba-tiba Yira bekep mulutnya, tapi tangan mungil Yira gak cukup buat nahan mulutnya Lino.


"Dek? "


"Hihhhh, apaan sih kak Lino? Tumben banget manggil dek gitu, geli kan gue jadinya. Hahahhahahah.... "


"Mau jadi pacar gue gak?"


Mulut Yira yang tadinya ketawa lebar jadi hilang suara. Dia ngelirik Lino yang gak ngalihin pandangannya dari Yira. Bikin Yira salting.


"Ka.. kak Lino ngomong apa tadi? Gue gak denger ish! " Tanya Yira buat mastiin. Sebenernya dia denger, jelas malahan, tapi takut kalo Lino cuma bercanda.


Lino senyum lagi, kali ini dia sambil megang tangannya Yira. "Lo mau gak, jadi pacar gue? Hmm?"


"Lo lagi ngerjain gue ya, kak? "


Yira susah banget pahamnya, padahal Lino lagi serius nembak dia.


"Yaudah, gak jadi! "


"Dih! Mana bisa gitu? "


"Lo juga cuma nganggep gue lagi bercanda, kan? " Lino wajahnya udah cemberut aja, bikin Yira tambah gemes.

__ADS_1


"Padahal gue mau bilang kalo gue mau loh! "


"Hah? Gimana? "


"Gue mau kak, jadi pacar lo! "


Lino masih gak percaya sama apa yang baru aja dia denger. Dia terlalu bahagia sampek kelepasan meluk Yira, padahal lagi di tempat umum.


"Makasih, yir. Makasih udah nerima gue. "


~


D tahun yang lalu itu jadi kenangan paling indah buat Yira dan juga Lino. Dua tahun yang lalu juga mereka memulai sebuah hubungan yang masih bertahan sampek sekarang.


"Bee. " Panggil Lino.


Yira yang ada di depannya Lino cuma ngasih deheman kecil.


Tanpa Yira duga, Lino nyium bibirnya. Itu adalah ciuman pertama mereka selama pacaran. Bener-bener yang pertama.


Ciuman Lino singkat, bahkan nggak ada lima detik. Tapi jantungnya serasa mau meledak sekarang. Abis itu Lino kayak mundur satu langkah sampek ada jarak di antara mereka, sementara Yira lebih milih buat malingin wajahnya yang udah merah.


Suasana jadi canggung banget sekarang. Mereka lebih keliatan kayak dua orang yang baru pacaran, padahal dua tahun itu bukan waktu yang singkat.


"Maaf ya, aku sengaja tadi. " Kata Lino takut-takut.


Yira senyum, tapi masih malingin wajahnya dari Lino. "Iya, gapapa kog. "


Saking bahagianya, Yira sampek lupa kalo dia bolos sekolah karna lagi sedih.


(*)


"Jadi mamah kamu sedih karna abis ketemu sama papahnya...siapa tadi? "


"Hyunjin, bee. "


"Nah, iya papahnya si Hyunjin. "


Posisi mereka sekarang lagi makan bakso yang mangkal gak jauh dari danau tadi.


"Kayaknya sih emang karna itu, mamah aku tanyain gak mau ngejawab. "


Lino ngangguk-ngangguk, sekarang dua udah paham sama cerita Yira. "Btw, si Hyunjin-Hyunjin itu ganteng gak?"


Yira ninggiin alis kirinya, ngerasa heran sama pertanyaan Lino, tapi dia tetep jawab. "Ganteng. " Ini Yira jujur, emang Hyunjin itu ganteng.


Setuju kan?


"Tapi masih gantengan pacarku ini dong pastinya. " Lanjut Yira sambil nyubit gemes kedua pipinya Lino, bikin cowok yang berumur dua puluh satu tahun ini jadi tersipu.


"Belajar ngerdus dari mana sih kamu? " Tanya Lino sambil ketawa kecil.


"Dari kamu lah! "


"Eh? Kapan aku pernah ngerdus? "


"Sok lupa!!!! "


Mereka berakhir dengan makan sambil bercanda.


Hari ini, mereka berdua punya cerita.


-


-


-


-


-


-


Terima kasih sudah membaca "BREAK"

__ADS_1


'yiracessweetz'


__ADS_2