BREAK

BREAK
Break #23


__ADS_3

"Pah? Papah lagi apa? " Tanya Ayen.


Dia habis bangun tidur, dan gak sengaja ngeliat papahnya lagi milah-milah sejumlah foto.


"Foto siapa ni, pah? Kog beda-beda semua? "


Papah senyum. "Ini foto anak rekan-rekan kerja papah. Cantik-cantik kan, yen? " Kata beliau sambil nunjukin salah satu foto secara acak.


"Cantik sih." Jawab Ayen agak ragu. "Papah mau nikah lagi ya? " Lanjut tanyanya spontan.


"Husst! Ngawur kamu, yen! " Papah naruh foto yang tadi di pegang ke meja lagi.


"Ya lagian, pagi-pagi udah mantengin foto cewek cantik aja, pah. "


"Papah mau jodohin Lino sama salah satu dari mereka! Menurut kamu mana yang cocok? "


Ayen ngerutin keningnya. "Bang Lino kan udah punya pacar pah! "


Papah diem. Beliau baru tau kalo anak sulungnya ternyata udah punya pacar.


"Siapa? "


"Namanya kak Yira, pah. Satu sekolah juga kog sama bang Hyunjin. " Jelas Ayen tanpa keraguan. Dia gak tau sebelumnya kalo Hyunjin bahkan di larang papah buat deket sama Yira.


Di waktu yang sama, Lino sama Hyunjin baru pulang dari lari pagi. Papah menatap kedatangan kedua anaknya itu.


"Ngobrolin apa? Kayaknya seru! " Tanya Hyunjin yang langsung ikut gabung sambil meluk-meluk Ayen, dia selalu gemes sama adiknya itu sejak kecil.


"Aduh, bang!! Bau lo! Mandi dulu sana! " Protes Ayen.


"Namanya juga abis lari, yen! " Balas Hyunjin.


Lino cuma senyum-senyum aja ngeliat keakraban Hyunjin sama Ayen.


"Lin. "


Papah manggil Lino.


"Berapa lama kamu pacaran sama Yira? "


Lino kaget sama pertanyaan papahnya yang gak terduga ini. Bukan cuma Lino, bahkan Hyunjin sama Ayen yang dari tadi berisik juga ikut terhening.


"Eeeem..dua tahun, pah. " Jawab Lino.


Sebelum bersuara lagi, papah sempet diem beberapa saat. "Papah gak bisa ngizinin kamu ngelanjutin hubungan sama Yira, lin. "


"Pah? "


"Ini bukan cuma karna masalah papah sama mamahnya Yira." Papah ngelirik Hyunjin. "Tapi karna adik kamu juga punya perasaan sama Yira, lin!"


Lino sama Hyunjin saling menatap sekarang. Lino gak menyangka kalo Hyunjin ternyata punya perasaan sama Yira,dulu dia berpikir Hyunjin hanya sekedar ingin berteman sama pacarnya itu. Begitupun Hyunjin yang panik karna Lino akhirnya tau tentang perasaannya ke Yira.

__ADS_1


"Papah gak mau kalo nanti kalian berantem cuma karna perempuan! "


"Tapi Hyunjin gapapa kog, pah! Lagipula, bang Lino udah lebih dulu punya hubungan sama Yira di banding Hyunjin. " Sahut Hyunjin dengan senyum kecutnya.


Gapapa?


Hyunjin sendiri gak yakin sama apa yang baru aja dia ucapin itu.


"Papah tau sifat kamu, jin. Kamu gak akan semudah itu melupakan apa yang sudah jadi keinginan kamu. Dan, apa Lino bisa bahagia bersama orang yang juga di cintai adiknya sendiri? "


Papah merubah pandangannya ke arah Lino. "Lin, papah tau rasanya mencintai perempuan itu seperti apa. Papah juga pernah muda. Tapi, kalo cinta itu membuat sakit orang lain, apa kamu tetap akan meneruskannya? Terlebih orang itu adalah adik kamu? "


Lino diem. Dia paham sama apa yang di bicarain sama papahnya, tapi dia sama sekali gak punya jawaban atas pertanyaan-pertanyaan itu.


"Papah hanya punya kalian bertiga, tolong nurut sama kata-kata papah. "


"Lino paham, pah. Lino ke kamar dulu. " Kata Lino dan langsung pergi ke kamar.


"Emm..Ayen nyusul bang Lino dulu! "


Sekarang tinggal papah sama Hyunjin aja yang ada di ruang tamu. Mereka saling diem, tanpa melontarkan kalimat apapun.


"Selamat, pah. "


Hanya itu kalimat yang di ucapin sama Hyunjin sebelum dia ikut pergi ke kamarnya.


Semuanya jadi kacau sejak pagi itu. Masalah demi masalah mulai terkuak dan menyelimuti mereka.


(*)


Setelah upacara selesai, murid-murid pun di bubarkan dan kembali masuk ke kelas.


Belum sampai di kelas, Hyunjin sama Yuna gak sengaja papasan. Di sini, Somi yang kegirangan bisa ketemu Hyunjin, kalo Yuna biasa-biasa aja.


"Na, gue mau ngomong sama lo. "


Yuna ngerutin dahinya.


"Ngapain ngajak ngomong Yuna, jin? Mending sama aku aja. " Sela Somi sambil senyum-senyum centil ke Hyunjin, tapi kasian. Gak di respon soalnya.


"Gue perlunya sama Yuna, bukan sama lo. " Kata Hyunjin menimpali.


"Ada apa sih emang? Gak bisa ngomong di sini aja? " Tanya Yuna agak males.


"Yakin ngomong di sini aja? "


Yuna ngangguk sebagai jawaban atas pertanyaan Hyunjin.


"Oke! Gue cuma mau nanya." Hyunjin melipat kedua tangannya ke depan dada. "Kenapa lo bisa sampek tega nyuruh preman buat gebukin abang gue? "


Mata Yuna membelalak lebar. "Hyunjin tau dari mana? " Batin Yuna.

__ADS_1


"Gak perlu bertanya-tanya gue tau dari mana. Cukup jelasin aja, kenapa lo bisa sampek setega itu? "


Ini Hyunjin bisa baca batin orang kah?


"Jin, kamu salah info mungkin. Masa iya Yuna kayak gitu, haha. " Sangkal Somi. Dia emang gak tau soal masalah ini meskipun udah berteman sama Yuna.


"Enggak kog! Gue gak salah info. Premannya sendiri yang ngaku, kalo dia di suruh sama Yuna buat gebukin bang Lino, bahkan bang Lino juga denger pas premannya ngomong. "


"Lino tau, jin? " Tanya Yuna kaget. Habis riwayat dia kalo emang Lino udah tau tentang ini.


"Yuna? "


Semua orang noleh ke arah belakangnya Hyunjin, di sana udah ada Yira sama Arin yang berjalan nyamperin mereka.


"Yir? Kamu udah...."


"Gue gak salah denger tadi? " Tanya Yira, dia memotong kalimat Hyunjin yang belum selesai.


"Wah! Gila lo, na?! " Umpat Arin yang gak habis pikir sama si Yuna ini.


Yuna mulai panik, sementara Somi lebih keliatan kayak bingung.


"Kenapa lo ngelakuin hal buruk kayak gini, na? Kenapa?! "


"Masih nanya lo, yir? " Balas Yuna dengan cepat. "Kenapa gue ngelakuin ini? Udah jelas karna gue suka sama Lino, gue pengen dapetin hatinya! "


"Tapi gak dengan nyuruh preman buat nyelakain Lino juga dong, na! Kalo lo emang suka sama Lino, lo gak bakal pernah punya pikiran buat bikin dia kesakitan di hajar orang! "


Semua murid-murid yang tadinya berniat buat masuk ke dalem kelas, jadi teralihkan dan menonton debat Yuna sama Yira.


Yuna tersenyum kecut. "Cukup ya, yir! Gue udah muak sama lo. Lo selalu bisa dapetin semuanya, sementara gue? Gue selalu cuma jadi penonton di balik kebahagiaan lo! Pernah gak sih lo mikirin perasaan gue? Hello! Gue Yuna, anak yang gak di inginkan orang tuanya buat lahir! Gue Yuna, yang selalu belajar keras supaya bisa di banggain orang tua gue sebagai anak! Gue Yuna, yang lagi jatuh cinta untuk pertama kalinya sama cowok, tapi itu pacar sahabat sendiri! Lo gak tau rasanya itu kan, yir?! Gue cuma pengen bahagia, itu doang! " Kata Yuna setelah itu pergi masuk ke dalem kelas.


Yuna hampir ngejatuhin air matanya. Dia sadar kalo dia udah jadi jahat sekarang, tapi semuanya udah terlanjur terjadi. Waktu gak akan bisa di ulang kembali.


Semua orang diem termasuk Yira. Dia menatap langkah kaki Yuna yang udah mulai menjauh. Kepalanya makin pusing sekarang.


"Kamu gapapa yir? " Tanya Hyunjin yang dari tadi merhatiin Yira.


"Gue gapapa kog, jin. " Jawab Yira.


-


-


-


-


-


-

__ADS_1


Terima kasih sudah membaca "BREAK"


'yiracessweetz'


__ADS_2