
Pagi - pagi azwa sudah berada dikelas, Ia duduk di kursi sambil menundukan kepalanya di meja...
Dua sahabatnya yg melihat tentu saja bingung.. " Kamu kenapa zwa.." tanya bella menghampiri...
Azwa mengangkat kepalanya dan membuat sahabat - sahabatnya terkejut...
" Kamu habis nangis zwa, ada apa... Cerita sama kita.." Syifa panik melihat matanya yg sembab...
" Ngak papa kok.." jawabnya lesu..
" BOHONG.... apa jangan - jangan ini gara - gara semalam kita pergi ke cafe yaa.." tanya bella hawatir...
"Ayo cerita zwa, kamu dimarahin yaa.." syifa memohon...
" Ayahku tau kalo tadi malam aku pergi kecafe bersama kalian.." ujar azwa...
"Lohhh... Kok bisa tau zwa, kamu kan cuma sebentar doang, lagian kitakan cuma minum - minum sebentar..." tanya bella tidak percaya...
" Yaa... Ayahku tidak suka melihat aku pergi ketempat seperti itu. Makanya ayah sampai marah besar semalam.." jawabnya sedih..." Bahkan aku ngak dikasih handphone selama seminggu dan ngak boleh keluar rumah juga kecuali kesekolah.." menghembuskan nafas panjang...
"APA..." jawab bella dan syifa bersama...
Syifa sampai merinding membayangkan apa yg terjadi pasa azwa semalam.. " Serius kamu zwa, ayahmu sampai semarah itu.."..
" Hemmmm.." jawab azwa..
Seketika mereka menghentikan obrolan, karena bel tanda masuk sudah berbunyi. Syifa pun segera pergi kekelasnya...
__ADS_1
Azwa terlihat murung sekali saat jam pelajaran sekolah hari ini.. Terlihat sekali ia nampak murung...
Bella yg duduk disampingnya hanya memperhatikan azwa sedari tadi...
Bella sangat - sangat merasa bersalah pada azwa, karena kejadian semalam itu semua idenya...
Bella sangat tidak percaya dengan apa yg terjadi pada azwa, Iya tidak menyangka ini semua akan terjadi pada sahabatnya.
Karena ia tau ayahnya azwa sangat terlihat baik ramah sekali padanya, karena bella sering sekali berkunjung ke rumah azwa untuk belajar bersama atau cuma untuk nongkrong - nongkrong dirumahnya..
Sekali lagi bella hanya meminta maaf pada azwa, Iya tau azwa dimarahi ayahnya karena itu semua ide darinya.. " Zwa maafin aku yaa.." menggenggam erat tangan azwa... "..
" MAAF... Untuk apa bell.. " tanyanya bingung...
" Kamu dimarahi ayahmu semalam.. " penuh dengan rasa bersalah...
" Serius zwa.... Aku ngak nyangka aja ayahmu bakal semarah itu sama kamu..."..
" Ayahku begitu karena dia sayang banget sama anaknya, kamu tau kan kalo aku anak satu - satunya dan perempuan lagi..."..
Bella pun tidak menjawab apa - apa lagi. Mereka segera pergi kekantin untuk makan siang bersama...
Karena asiknya bella dan azwa mengobrol mereka sampai lupa syifa tidak makan bersama mereka...
" Tumben syifa ngak kekantin bell.. " tanya azwa menyadari mereka kekurangan personil...
" Astagaaaa... Aku sampai lupa kalo syifa ngak bareng kita ( ha..ha..ha..)..." Itu syifa zwa.. " menunjuk kearah syifa..
__ADS_1
" Dari mana aja fa, kok baru kekantin.. " tanya azwa penasaran...
Tiba - tiba di belakang syifa sudah ada radit bersamanya.." Aku boleh gabung ngak.." tanya radit canggung...
"Silahkan dit.. Kalian berdua dari mana ?.." tanya bella ingin tau ..
"Dari kelas, tadi ngerjain tugas dulu bareng radit makanya baru sekarang kekantin..." jawab syifa datar...
" Kamu habis nangis yaa zwa.." tanya radit perhatian...
" (he.. he.. he..) Keliatan yaa dit.." sambil memegangi kedua matanya...
" Keliatan banget malam zwa.. Memangnya bener yaa kamu dimarahi ayahmu gara - gara ke cafe semalam.."..
Mata azwa melotot tidak percaya dengan apa yg di ucapkan radit barusan, sambil melihat ke arah sahabatnya.." Siapa yg ngasih tau sih.." gumam azwa dalam hati...
Bella yg menyadari tatapan mata azwa langsung mengeleng - gelengkan kepalanya memberikan isyarat bukan dia yg memberi tau radit...
Sedang syifa hanya tersenyum mengiyakan bahwa dia lah yg memberi tau radit..
Azwa yg mengetahui jawabannya hanya menggeleng - gelengkan kepalanya sambil menatap tajam mata syifa..
"Ehh... Iyaa dit, tau dari siapa kamu.." jawab azwa sambil menatap syifa...
" Syifa..." jawab radit takut - takut...
Sedang syifa hanya tersenyum malu tidak enak karena namanya disebut radit barusan...
__ADS_1
Bersambung...