
Dito merasa sangat dingin karena separuh badannya basah terkena air hujan, Ia pun memberanikan diri mengajak Azwa agar segera pulang bersamanya...
" Mas dito... Kenapa masih disini.." tanya azwa sedikit bingung melihat dito berdiri dibelakangnya...
" Ayo pulang sekarang, hujan semakin deras.." meraih tangan azwa dan membawanya menuju mobil...
Azwa yg tak tega melihat dito yg kedinginan hanya mengikuti langkah kakinya tanpa bicara apapun...
Hanya mereka berdua yg ada didalam mobil karena yg lain sudah pulang terlebih dahulu...
" Pakai ini... Nanti kamu sakit lagi.." ujar dito memberikan jaket yg ada didalam mobilnya...
" Ngak usah mas aja yg pakai.. Mas juga basahkan..." tolak azwa lembut...
"CEPAT PAKAI.." jawab dito sedikit meninggikan suaranya..
Sontak azwa langsung memakai jaket tersebut tanpa bicara apapun lagi...
Azwa tersadar tidak melihat ibu'nya ada didalam mobil bersama mereka...
" Cari siapa.. Bude.." tanya dito melihat azwa kebingungan...
"Iyaa mas, Ibuku dimana.."..
__ADS_1
" Bude sudah pulang tadi bersama papa dan mama.." jawab dito datar sambil terus fokus nyetir...
***
Kesunyian mulai menghampiri Azwa dan Ibunya, untungnya keluarga pak bayu memutuskan untuk menginap malam ini dirumah azwa...
Azwa masih sangat - sangat sedih, Ia lebih sering mengurung diri dikamar dan melamun sendiri...
Mereka semua sedang duduk mengobrol di ruang keluarga kecuali Azwa yg dari tadi hanya diam dikamar menyendiri...
Pak Bayu ingin menceritakan semua kejadian yg menimpa sahabatnya kepada semua yg ada diruangan...
" Dimana Azwa bu arta.." tanya pak bayu...
Tak lama kemudian Clara datang bersama Azwa dengan mata sembab karena Ia habis menangis dikamar...
Pak bayu langsung meraih tangan Azwa untuk duduk disampingnya dan memeluk erat seperti anaknya sendiri...
Pak bayu menceritakaan semua kejadian dari awal yg membuat Ia menyesali kejadian itu...
" Seandainya saja saya tidak membiarkan pak wawan pulang naik taksi mungkin saja semua ini tidak akan terjadi.." menundukan kepala sambil mengepalkan kedua tangan. Ia sangat menyesali apa yg menimpa sahabatnya itu...
Isak tangis Azwa dan Ibunya kembali pecah mengingat sosok Ayah yg sudah tidak bersama mereka lagi untuk selamanya...
__ADS_1
" Pakde berjanji akan menjaga Azwa seperti anak pakde sendiri..." memeluk azwa yg tak henti - hentinya menangis...
Dito dan Clara ikut bersedih melihat Azwa yg sesegukan menahan tangisnya...
" Clara bawa Azwa kekamar sekarang yaa, Kalian berdua segera tidur... " perintah bu Arta dan mereka berdua pun mengikuti perintah untuk segera tidur...
Pak bayu duduk disamping bu Arta dan Istrinya, Ia meminta maaf sedalam - dalamnya. Ia merasa bersalah sekali pada pak wawan atas kejadian hari ini...
" Bu arta saya beserta keluarga berjanji akan menjaga Azwa seperti anak saya sendiri. Jika kalian ada perlu jangan sungkan - sungkan hubungin saya... Karena ini amanat dari pak wawan, Ia menitipkan keluarganya bersama saya..." ujar pak bayu sungguh - sungguh...
Bu citra meraih tangan bu Arta dan mengenggam erat..." berjanjilah Bu jangan sungkan untuk menghubungi kami jika ada sesuatu yg diperlukan.. Anggap kami sebagai keluarga sendiri... " air matanya tak bisa dibendung lagi. Begitu juga Bu Arta yg membalas dengan pelukan hangat...
" Terimakasih Pak Bu... Saya yakin suami saya pasti bahagia disana, karena kebaikan pak bayu pada kami..
" berusaha tegar dan tersenyum bahagia...
" Ma Pah... Dito kekamar dulu yaa. Besok harus berangkat pagi - pagi kebandara... Ohyaaa Bude dito sekalian pamit yaa, pagi - pagi dito harus segera kebandara... " ucap dito sopan...
" Benarkah... Terimakasih untuk hari ini yaa sudah membantu pemakaman pakde.. Hati - hati dijalan yaa dito... Kapan kamu wisuda.." tanya bu Arta...
" Dua bulan lagi kalo tidak ada halangan bude... OH yaa... Bude harus kuat yaa, jangan sungkan hubungin dito kalo ada apa - apa.. " sambil memeluk bude arta dan pamit pergi kekamar...
Akhirnya mereka semua pergi kekamar masing - masing untuk istirahat karena hari sudah larut malam...
__ADS_1
Bersambung...