
Memberanikan diri menyentuh kain penutup dan membukanya perlahan - lahan...
" Hiks.. Hiks.. Hiks.. " tangisnya kembali pecah memenuhi ruangan yg disaksikan pak bayu dan bu citra...
" Yah... Bangun yah.. Bangunnn (hiks.. Hiks.. Hiks..) Ayo kita pulang yah.. Azwa sedang menunggu dirumah..." mencoba untuk tersenyum menatap wajah suaminya...
" Ayah... BANGUN.. BANGUN yah..." sambil menggoyang - goyangkan badan suaminya...
Seketika bu Arta jatuh tak sadarkan diri lagi. Pak bayu dan bu citra yg melihat bu arta pingsan langsung berlari menghampiri dan memanggil perawat yg sedang berjaga duluar...
****
Disekolah
Dito yg sedang terburu - buru memarkirkan mobilnya di sembarang tempat, Ia pun berlari ke dalam sekolah. Dito pun segera menghampiri guru yg sedang berjalan dilorong sekolah...
" Maaf bu... Saya mau bertemu dengan azwa. Saya kakanya.." dengan nada ngos - ngosan karena berlari...
" Azwa yg kelas 2 yaa.. Mari saya antar. Kebetulan saya mau masuk kelas azwa untuk mengajar.." jawab bu guru sopan....
Sepanjang perjalanan menuju kelas azwa ibu guru memberanikan diri bertanya pada dito apa yg sedang terjadi.. Dito pun menceritakan semuanya, sontak ibu guru yg mendengar penuturan dito terkejut dan bergegas menuju kelas azwa yg berada diujung lorong sekolah...
Ibu guru yg masuk ruang kelas di ikuti dito dibelakangnya sontak membuat seluruh murid - murid diruangan membuat gaduh karena ketampanan seorang dito yg menawan...
Azwa yg melihat pria tersebut masuk kelasnya sontak melototkan matanya tidak percaya " Kok mirip mas dito yaa.." gumamnya dalam hati...
__ADS_1
"AZWA.." panggil ibu guru...
"Ehhh.. Iyaaa bu.." jawabnya kaget karena lamunannya...
"Bereskan semua tas mu, ini ada kakak mu yg ingin menjemput..." perintah ibu guru segera karena tau apa masalah yg terjadi sekarang...
Kenapa, ada apa ini, jadi itu benar mas dito. Hanya itu yg ada dibenak azwa saat ini sambil mengemasi barang - barang sekolahnya...
Dito yg sudah tidak sabar segera menghampiri azwa menarik tangan azwa dan membawakan tasnya keluar menuju mobilnya...
Azwa yg bingung dengan sikap dito hanya menurut tanpa bicara apapun...
" Pasang seat bell mu.." ujar dito memulai bicara...
Azwa yg sedang melamun tidak mendengar perintah dito, dito yg tidak sabar ingin pergi segera memasangkan seat bell pada azwa...
"MAS.." ucap azwa melihat dito yg tiba - tiba diam...
" Aku hanya ingin memasangkan seat bell padamu.." jawab dito sedikit gugup dan salah tingkah...
" Kita mau kemana mas.." tanya azwa masih bingung...
" Kerumah sakit, Ibumu ada disana.." jawab dito cepat karena Ia bingung mau bicara apa lagi...
Azwa yg mendengar jawaban dari dito langsung panik pikirannya menjadi campur aduk. Apa yg terjadi pada ibu, pertanyaan yg belum ia temukan jawabannya...
__ADS_1
Selang beberapa menit mereka sampai dirumah sakit, Ibu citra sudah menunggu kedatangan mereka di pintu masuk untuk menunggu azwa...
Azwa semakin bingung apa yg terjadi sebenarnya, mengapa ada bude citra disini...
Azwa yg mendapat lambaian dari bude citra segera menghampiri di ikuti dito disampingnya...
" Bude,,, dimana Ibuku...Ibu kenapa ada disini.." sambil menyium tangan budenya...
" Ayo ikut bude.." hanya kalimat itu yg bisa diucapakan bu citra padanya...
Azwa segera berlari menghampiri ibunya yg sedang duduk dikursi sambil menangis...
" IBU.... Ibu kenapa.. Ibu ngapain disini.. Apa ibu sakit.. Ibu sakit apa.." tanya azwa hawatir pada ibunya yg terus - menerus menangis...
Ibu hanya memeluk azwa dengan erat tanpa bicara sedikitpun. Air matanya yg terus - menerus mengalir membuat yg lain ikut meneteskan air mata kecuali azwa yg tidak tau apa yg terjadi saat ini...
" Azwa ayo ikut pakde.." mengelus lembut kepala azwa...
Azwa yg kaget langsung menoleh dari mana suara itu berada...
" Pakde ada disini juga.. Ayahku dimana pakde.." tanya azwa dengan polosnya...
Wajah bingung azwa berubah pucat ketika melihat pintu tempat pakdenya baru saja keluar adalah Kamar Mayat...
Ia melihat sekeliling hanya air mata yg keluar membasahi pipi yg lain tanpa bicara sedikitpun...
__ADS_1
Bersambung...