
Pagi Ini Azwa ingin mengunjungi makam kedua orang tuanya sebelum besok Pak Bayu dan Istrinya datang untuk menjemput , sekalian berpamitan pada Ibu dan Ayahnya untuk pergi kerumah Pak Bayu dan tinggal disana ...
Bella dan Syifa memutuskan untuk ikut kemakam orang tua Azwa sekalian menemani Azwa pergi kesana ..
" Kalian sudah siap ... Ayo berangkat sekarang .. " ajak Azwa yg masih memakai sepatu ...
" Masa kita bonceng 3 Zwa .. yg bener aja .. " protes Syifa ..
" Kita pesan takxi online aja .. Gimana .. " Bella memberi ide dan mulai mengutak - atik ponselnya untuk memesan takxi online ..
" Siapa juga yg naik motor .. Ayo cepat naik keburu siang tau .. " tiba - tiba Azwa sudah berada didalam mobil peninggalan Ibunya ...
Bella dan syifa saling pandang, tidak menyangka selama ini Azwa bisa mengendarai mobil dan sudah memiliki SIM ..
" Kok bengong.. Jadi ikut ngak sih kalian .. " ...
__ADS_1
" Ehhhh Iyaaa... Ikuttttt .." jawab kedua sahabatnya bersamaan dan langsung masuk kedalam mobil Azwa ...
Sesampainya dimakam, Azwa menghampiri seorang wanita paruh bayah yg sedang menjajakan bunga - bunga untuk ditaburi diatas makam ..
" Bunganya berapa Nek .. " tanya Azwa sambil memilih - milih bunga yg paling segar ...
" 20.000 Neng 1 kantongnya .. " ...
" Saya mau 1 Nek , ini uangnya .. Kembalinya untuk Nenek saja .. " memberikan Nenek uang 100.000 dan Ia pun pergi menuju makam Ibu dan Ayahnya ...
Sesampainya Ia dipusaran makam kedua orang tuanya yg saling berdampingan itu , Ia pun duduk diantara kedua makam dan berdoa sambil menaburi bunga yg Ia beli tadi .. Tangisnya pecah saat mengingat Ia dan Ibunya dulu sering mengunjungi makam Ayahnya bersama - sama , sekarang hanya Ia sendiri yg mengunjungi makam ...
Bella dan Syifa hanya bisa menguatkan sahabatnya dengan kata - kata Sabar , memberi semangat untuk hidup kedepannya lebih baik lagi ...
" Ibu , Ayah ... Besok Azwa akan tinggal bersama Pakde dan Bude .. Doa'kan Azwa supaya tidak merepotkan mereka .. Azwa berjanji akan menjadi anak yg baik dan patuh pada Pakde dan Bude .. Maafkan Azwa jika setelah ini Azwa jarang mengunjungi Ibu dan ayah .. Azwa sayang Ibu dan Ayah .. " tangisnya semakin pecah membasahi pipi putih mulusnya ..
__ADS_1
Karena tidak tahan lagi , Bella dan Syifa ikut menangis seakan - akan merasakan apa yg dirasakan Azwa saat ini .
Syifa mencoba memeluk sahabatnya yg sudah tidak bisa berkata apa - apa lagi selain suara tangisan dari mulutnya .
" Zwa ... Kamu harus kuat , Aku yakin Ibu dan Ayahmu bahagia disurga .. Mereka juga pasti ngak mau liat kamu bersedih terus Zwa .. " Syifa pun memeluk Azwa dengan erat mencoba menguatkannya ..
Syifa dan Bella tau bagaimana sedihnya Azwa saat ini, mereka yg melihat saja ikut menangis apalagi jika mereka yg mengalaminya ...
Setelah Azwa mulai tenang , Bella dan Syifa mengajak dia untuk segera pulang karena hari mulai mendung .. Azwa pun mengiyakan ajakan sahabatnya itu dan mereka segera pulang kerumah ...
Sesampainya dirumah Bella dan Syifa membantu Azwa untuk mengemasih semua barang - barang yg akan Ia bawa besok pagi untuk tinggal bersama keluarga Pak Bayu .
Sebenarnya ada rasa berat hati Ia meninggalkan rumah dan semua kenangan yg ada didalamnya .. Demi kebaikan untuk kedepannya Azwa menurut saja dan Ia yakin kedua orang tuanya juga pasti menyetujui apa yg Ia pilih saat ini ...
Bersambung ....
__ADS_1