
Berlari kecil menuju kamar ibu " Ibu aku berangkat sekolah dulu yaa.."...
" Iyaa sayang, hati - hati dijalan yaa.. INGAT jangan ngebut - ngebut OKE..." jawab ibu...
" Baik ibu..." sambil hormat kepada ibunya.. " Oh yaa bu,, Ayah jam berapa sampai Bandara.."...
"Jam 12.00 siang ayahmu sudah dibandara, Kenapa... Sudah kangen yaa.." ledek ibu..
" Pastinya kangen bu, ditinggal ayah semingguan siapa yg ngak kangen coba...Seandainya saja hari ini tidak ada bakti sosial disekolah. Pasti aku ikut menjemput ayah di bandara.. " sambil menghela nafas panjang...
Ibu hanya tersenyum membalas perkataan anaknya dan segera menyuruh anaknya untuk berangkat kesekolah...
Azwa yg tidak sabar menunggu kepulangan ayahnya, Membuat suasana hatinya berbunga - bunga hari ini...
Sedikit bersenandung sambil terus melangkahkan kakinya menuju ruang kelasnya...
Bella yg melihat raut wajah bahagia azwa ikut bahagia, Karena bella tau Ayah sahabatnya akan pulang hari ini dari luar negri dan bella pun berharap kecipratan juga oleh - oleh dari luar negri...
" Ehemm.. Ehemm..." suara bella terdengan membuat azwa berhenti bersenandung...
" Tau.. Tau... Ada yg mau datang hari ini.." goda syifa melihat kebahagian sahabatnya...
" Haa.. Haa.. Haa.." azwa hanya tertawa mendengar dua sahabatnya...
__ADS_1
" Jam berapa ayahmu sampai sini zwa..." tanya bella antusias...
" Jam 13.00 sudah sampai rumah kalo ngak ada halangan... "...
" Kita kebagian ngak nih..." tanya syifa...
" Tenang... Kalian pasti kebagian kok.." sambil merangkul kedua sahabat yg berada dikana dan kirinya...
" Asiiikkkk..." teriak syifa sembari loncat - loncat kegirangan membayangkan makanan dari luar negri...
Azwa dan Bella tak henti - hentinya tertawa geli melihat tingkah syifa seperti anak kecil yg baru saja dapat sebungkus permen....
***
" Akhirnya kita sampai juga pak ditanah air, saya sudah tidak sabar pulang kerumah bertemu anak dan istri..." ucap pak wawan bahagia...
" Iyaa pak, saya juga rindu sekali dengan orang rumah.. Oh.. Yaa pak wawan bareng saya aja pulangnya, tapi tunggu supir jemput dulu... Mungkin 10 menit lagi sampai sini... " ujar pak bayu menawarkan...
" Ngakk usah pak, lagian kitakan beda arah... Saya naik taksi saja pak... " menolak halus ajakan pak bayu...
Tak lama kemudian pak wawan mendapatkan taksi dan segera pulang kerumahnya...
Disusul pak bayu beberapa menit setelah kepergian pak wawan karena supir jemputannya sudah datang...
__ADS_1
Baru beberapa KM berjalan mobil pak bayu terhenti karena adanya kemacetan yg sangat panjang...
" Ada apa pak didepan, kok macet sekali.." tanya pak bayu pada supirnya...
"Sepertinya terjadi kecelakaan tuan, saya lihat ada ambulance yg datang..." jawab supir sambil menengok - nengok keluar jendela...
Betapa terkejutnya pak bayu melihat seorang laki - laki yg di tandu dari dalam taksi menuju ambulance adalah pak wawan...
Pak bayu segera turun dari dalam mobilnya dan berlari menghampiri ambulance...
" CEPAT... BAWA KERUMAH SAKIT.." teriak pak bayu pecah melihat keadaan sahabatnya yg sudah berlumuran darah...
Mobil ambulance melaju sangat kencang, pak bayu ikut didalam mobil bersama pak wawan...
Pak bayu mengenggam erat tangan sahabatnya dengan wajah panik dan ketakutan...
Terdengar suara serak - serak kurang jelas dari mulut pak wawan, Pak bayu segera mendekatkan telinganya ke wajah pak wawan...
" Titip keluarga saya" hanya itu kalimat yg bisa pak bayu dengar dari mulut pak wawan..
Pak wawan akhirnya tidak sadarkan diri lagi...
Pak bayu semakin panik melihat pak wawan sudah tidak sadarkan diri lagi. Pak wawan segera dilarikan ke ruang IGD sesampainya di rumah sakit...
__ADS_1
Bersambung...