
"Aaaaaa...!" Alea menjerit keras sat rambut nya ditarik sangat keras.
"Apa yang kau lakukan pada wanita ku!!" Suara menggelegar itu mampu menghentikan jambakan wanita sialan yang Alea belum mengetahui namanya.
Saat menatap ke arah depan, Alea melihat ada tuan nya di sana, dia segera memanfaatkan keadaan dengan berpura-pura kesakitan. Dia menangis seraya meringis untuk mendapatkan perhatian Tuan nya.
Saat Tuan Max melihat Alea meringis kesakitan pun segera berlari agar cepat menuju ke sana.
"Apa yang terjadi dengan mu? Mana yang sakit?" Tanya Tuan Maximo khawatir. Dia melihat keadaan Alea yang sangat berantakan. Tubuh nya tak menggunakan baju, rambut nya acak-acakan serta pipi nya terdapat jejak air mata bahkan pelupuk matanya masih terdapat genangan air membuat amarah Tuan Maximo seketika memuncak, dia tak akan memaafkan siapa pun yang berani'menyakiti Alea. Karena entah kenapa dia merasa Alea perlu dilindungi, dia juga merasa sakit saat wanita itu kesakitan.
__ADS_1
"Sakit semua, Tuan. Wanita gila itu menyerang ku. Dia memukul seluruh tubuh dan menjambak ku hiks ..," Adu Alea seraya pura-pura menangis. Dalam hati dia merasa sangat puas melihat amarah dari Tuan Max. Pasti wanita itu tak akan lolos begitu saja hehe.
"Apa kau bilang? Siapa yang memukul mu? Dia bohong, Tuan. Aku tidak pernah memukul nya, justru dia yang menghinanya ku dengan kata-kata buruk," Sahut wanita itu. Dia jelas tak terima difitnah begitu saja.
"Aku tidak meminta penjelasan mu, sialan!" Bentak Tuan Maximo penuh amarah. Tuan Max segera menutup tubuh Alea dengan selimut lalu menggendong nya. "Pengawal! Bawa dia ke penjara!" Perintah nya dengan suara lantang setelah berhasil menyelimuti tubuh Alea.
Sebenarnya di ruangan ini tidak ada satupun laki-laki yang bisa masuk selain Tuan Max jika bukan atas perintah Tuan Max sendiri. Itu lah mengapa Alea tak takut tubuh nya dilihat orang lain saat tadi keluar hanya menutupi dengan selimut. Disini memang area Tuan Max dan para wanita nya, jika mereka melakukan percintaan di ruangan terbuka pun tak ada yang melihat kecuali pelayan wanita yang bertugas membersihkan area ini.
"Kalau kau tak bersalah kenapa minta maaf?" Tuan Max terkekeh sinis mendengar kata tidak efektif wanita itu. Mungkin karena terlalu takut membuat nya kehilangan akal untuk berbicara benar.
__ADS_1
"Bawa dia ke penjara bawah!" Perintah tegas Tuan Max pada beberapa pengawal yang sudah di depan nya.
"Baik, Tuan." Mereka segera memborgol tangan wanita itu dan menyeretnya untuk dibawa ke penjara bawah tanah.
Tuan Max memang sangat kejam, dia akan mengeksekusi siapapun yang mengganggu kesenangan nya. Dan saat ini Alea merupakan kesenangan Tuan yang utama, tentu saja dia akan murka jika ada yang menyakiti Alea. Dia tak akan mengampuni siapapun yang mengusik Alea, tetapi tidak menutup kemungkinan dia tak akan menyakiti Alea juga.
"Tidak! Aku tidak mau dibawa kesana. Tuan, tolong ampuni aku..! Tolong selamat kan aku..!" Wanita itu meronta-ronta meski tangan nya sudah diborgol dengan rantai yang membelenggu di lehernya.
Alea yang sejak tadi diam pun dibuat ketakutan, dia takut jika dirinya yang berada di posisi wanita itu. Dan hari itu pun pasti akan terjadi entah kapan itu terjadi, tapi pastinya jika Tuan Max sudah mendapatkan wanita baru dan bosan dengan nya maka dia pun akan diperlakukan sama seperti nya.
__ADS_1
"Sudah beres, sekarang kau mandi dan ikut Aku ke tempat kerja." Perintah Tuan Max membawa Alea menuju kamar mandi.